Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat

Published 02:52 by admin

Humor dalam Motivasi Bisnis

 


Memberikan motivasi untuk jadi pengusaha dengan memulai dan membesarkan bisnis tentu bisa dengan banyak cara. Salah satunya dengan meberikan humor. Walau kadang harus serius dengan kutipan tokoh atau bahkan dengan dalil agama. Penyampaian yang ringan bisa dengan humor terkadang juga diperlukan untuk memasukkan pemahaman yang berbeda. Berikut beberapa yang kadang saya gunakan untuk memberikan motivasi jadi pengusaha.
  • Bisnis apa yang bagus? bisnis yang dibuka, bukan yang ditanyakan terus
  • Untuk jadi pengusaha tidak harus punya pengalaman? Maaf, nikah yang sangat penting saja tidak perlu pengalaman. Betul?
  • Bisnis itu perlu modal, siapa bilang? bisa kok pakai modal orang lain, tenaga orang lain, ide orang lain
  • Namanya bisnis kadang naik-turun, kadang untung besar kadang untung besar banget
  • Kalau mulai bisnis jangan terlalu dipikirkan, nanti kalau sudah jalan pasti dipikirkan







Read More

Rabu

Published 22:53 by admin

5 Level Kepemimpinan

Seorang pemimpin harus memilki nilai tambah. Kalau biasa-biasa saja, tentu jangan berharap hasil luar biasa. Bicara tentang pemimpin, tidak lepas dari pengaruh. Teringat sebuah kalimat inspiratif “Leadership is influence, nothing more nothing less”.

Dalam buku The 5 Levels of Leadership karya John C. Maxwell, ada 5 level kepemimpinan:

Level 1: jabatan (position), orang lain mengikuti kita karena jabatan, karena keharusan. Ini adalah level terendah dalam 5 level kepemimpinan. Inilah posisi yang baik untuk memulai namun bukan posisi yang baik untuk menetap.

Level 2: perkenanan (permission), orang lain mengikuti kita karena meraka ingin, karena adanya hubungan baik. Pemimpin berjalan di samping timnya. Kita bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi kita tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka.

Level 3: produktivitas (production), orang lain mengikuti kita karena apa yang sudah kita kerjakan. Pemimpin menjadi contoh, orang mengikuti apa yang kita kerjakan. Pemimpin menciptakan momentum untuk melejitkan prestasi, dan makin naik prestasi makin meningkat komitmen tim. Pemimpin level 3 seperti magnet, menarik orang terbaik, pemimpin akan mendapatkan tim yang sebagaimana kualitas pemimpinnya. Produktivitas membedakan antara pemimpin yang membuat pengaruh besar dengan orang yang punya jabatan namun tidak memberi pengaruh apapun.

Level 4: mengembangkan orang lain (people development), orang lain mengikuti kita karena apa yang telah kita kerjakan untuk mereka. Pemimpin harus bisa menciptakan pemimpin berikutnya. Pemimpian menjadi besar dan berpengaruh bukan karena kekuasaan, melainkan karena kemampuan untuk memberdayakan timnya. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang dapat menciptakan pemimpin-pemimpin baru dalam timnya, “leader creates leaders”.

Level 5: puncak (pinnacle), orang lain mengikuti karena apa yang kita representasikan. Kepemimpinan yang mewariskan nilai-nilai perubahan. Mungkin saja ada orang yang membencinya namun nilai dari kepemimpinannya justru tumbuh dan berkembang. 

Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Kita hanya bisa memberi apa yang kita miliki, jadilah pemimpin pada level terbaik yang memiliki komitmen memberi pengaruh agar bisa memberikan konstribusi terbaik. 

Sudah berada di level berapa kita saat ini?

Read More

Jumat

Published 02:37 by admin

Bisnis Online untuk Karyawan

Jadi karyawan itu gajinya pasti. Pastinya terbatas maksudnya. Tenang, saya juga seorang bangsawan, bangsa karyawan maksudnya. Hehehe.


Seorang karyawan juga bisa punya tambahan penghasilan. Salah satunya dengan cara berbisnis online. Sebagai karyawan harus tetap amanah dengan pekerjaaan, disiplin waktu, dan tugas harus dengan baik diselesaikan.

Aturlah waktu dengan baik saat menjalankan bisnis online, misal 2 jam sebelum berangkat kerja, kemudian 2 jam setelah pulang kerja. Bukan curi-curi waktu saat jam bekerja, harus menjaga integritas, memegang amanah sebagai karyawan.

Kenapa bisnis online? Karena ini lebih fleksibel dalam hal waktu, dan relatif mudah untuk dijalankan. Bayangkan bila soerang karyawan yang masih pemula dalam bisnis, kemudian harus sewa ruko, merekrut karyawan, lalu bisnisnya diserahkan pada orang lain, saya kurang menyarankan. Saat awal-awal usaha berjalan, pasti perlu perhatian. Benar kan?

Siapa bilang bisnis online, kecil penghasilan? Alhamdulillah banyak yang sudah buktikan, penghasilan bisnis online bisa melebihi pendapatan dari gaji sebagai karyawan. Bahkan, ada yang penghasilan sehari di bisnis online, lebih besar dari gaji sebagai karyawan. Mantab kan?

Saya gak pengalaman? Saya malu jualan? Saya gak bakat? Saya gak pernah jualan online?  Dan masih banyak alasan lainnya. Begini, coba perhatikan:

Pengalaman? Nikah aja yang penting saja gak perlu pengalaman! Mulai saja.

Malu jualan? Punya hutang saja gak malu, giliran jualan yang legal dan halal malu. Duh!

Bakat? Memangnya ini ajang pencarikan bakat. Hehehe.

Gak tau cara jualan online? Carilah bisnis yang ada pembinaan, ada mentor yang mengarahkan. Mentor yang mau membina sampai menghasilkan. Pastikan produknya penuh manfaat, ringan, kecil, tahan lama, dan hemat ongkir. Lebih baik lagi, bisnisnya ada ekosistem atau komunitas, dimana sebagai pemula tidak merasa sendiri, ada orang lain yang ikut bersama-sama, saling support dan saling doa.

Pada akhirnya, semoga yang karyawan segera bisa mulai bisnis online. Kalau belum tau caranya, bagaimananya, apa produknya, boleh japri saya. Bisnis online untuk karyawan insyaallah jadi kenyataan. Siap? 

Read More

Kamis

Published 02:34 by admin

Re-Investasi Bisnis

Membangun bisnis bukan pekerjaan satu atau dua hari. Perlu proses, perlu  konsistensi, perlu kesabaran. Ketika memulai bisnis perlu keberanian, dalam membesarkan bisnis perlu ilmu dan perlu waktu.

Ada yang bilang “Roma tidak dibangun dalam semalam”. Saya kira memang benar, semua perlu waktu, semua ada prosesnya. Mari perhatikan:

-Kota Roma dibangun tahun 753 SM

-Artis Rhoma Irama aktif bermusik sejak tahun 1968

-Biskuit Roma milik Mayora Group eksis sejak tahun 1977

Sekali lagi, hal tersebut membuktikan semua perlu waktu. Setuju?

Apa hubungannya Roma dengan bisnis? Hubungannya baik-baik saja. Hehehe. Bukan, bukan itu maksudnya. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah bisnis perlu waktu untuk mengembangkannya, salah satu proses yang perlu kita lakukan dengan re-investasi.

Investasi kita lakukan ketika diawal bisnis, maka re-investasi kita lakukan selanjutnya ketika bisnis mulai berkembang. Ketika bisnis mulai menghasilkan, jangan semua keuntungan langsung dihabiskan, namun lakukan re-investasi dalam bisnis. Putar kembali uang ke dalam bisnis.

Bentuk re-investasi dalam bisnis salah satunya bisa berupa memperbesar jumalah stok, karena dengan stok yang meningkat, kita berharap potensi juga meningkat. Stok kita adalah potensi profit kita. 

Pada akhirnya, agar bisnis kita bisa bertahan lebih lama dan berkelanjutan, maka lakukan yang namanya re-investasi, putar kembali uang ke dalam bisnis. Sepakat?

Read More

Rabu

Published 02:28 by admin

Rezeki Diantar

Sukses berpola, gagal berpola. Temukan pola sukses orang yang sudah terbukti sukses, lalu ikuti. 


Orang sukses berpikir dan bertindak positif, coba perhatikan apa yang mereka lakukan? 

Sakit, tapi masih bisa tersenyum

Gagal, tapi masih bisa bahagia

Bangkrut, tapi masih bisa bersyukur

Kekurangan, tapi masih bisa sedekah

Dalam buku The Luck Factor karya Profesor Richard Wiseman seorang psikolog dari Universitas Hertfordshine telah meneliti 400 orang yang memiliki karakter yang beruntung dan tidak beruntung, dengan berbagai jenis latar belakang. Dalam penelitiannya bertahun-tahun ia mengungkap bahwa keberuntungan bukanlah kemampuan magis atau hasil dari pengambilan acak. Ternyata ada polanya salah sautunya adalah berpikir dan bersikap positif. Sip?

Bila gagal 7 kali, maka bangkit 8 kali, jadi selalu bangkit 1 kali lebih banyak dari kegagalan. Percayalah, gagal itu ada batasnya, sehingga habiskan jatah gagalmu sedini mungkin. Jangan pernah menyerah, maju terus pantang mundur, buatlah kegagalan menyerah dengan kita. Bila kita selalu berpikir positif, bukan mustahil rezeki akan diantar. Benar?

Dalam sebuah percakapan bisnis:

Fulan: “Bisnisnya rugi ya, pak?”

Pengusaha: “Bukan rugi, Mas. Tapi belum untung”

Fulan: “Jualan online, Masih belum ada yang closing”

Pengusaha: “Ini proses menanam, kelak akan berbuah. akan closing pada waktunya”

Fulan: “Lha, itu tokonya kok tutup!”

Pengusaha: “Bukan tutup, Mas. Tapi relokasi”

Fulan: “Relokasi? Memangnya pindah ke mana?”

Pengusaha: “Nah, itu yang belum tau. Hehehe”

Read More

Kamis

Published 01:36 by admin

Kaya Bukan Segalanya, Setuju?

Kaya memang tak menjamin bahagia. Namun kekayanaan adalah alat bantu yang memudahkan kita untuk lebih bahagia.

Kaya memang bukan segalanya. Namun kekayaan dapat membantu kita untuk memuliakan keluarga, sesama, dan agama.


Perhatikan, ketika anak kita sakit keras dan perlu biaya besar untuk berobat, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Ketika istri tengah bersalin dan perlu biaya besar untuk operasi, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Ketika orang tua kita ingin berhaji dan mereka tidak mampu, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Think!

Bayangkan, dengan kekayaan kita bisa umroh dan mengumrohkan . Bisa sekolah dan membangun gedung sekolah. Bisa ke masjid dan merenovasi masjid jadi lebih baik. Bisa berzikir dan membiayai majelis zikir. Bisa belajar ilmu dan membiayai majelis ilmu. Dengan kekayaan kita bisa lebih mudah untuk melaksanakan haji, umroh, kurban, akikah, zakat, infak, sedekah, wakaf dan syiar kebaikan. Jleb!

Mungkin saat ini kondisi kita belum ideal, namun mari kita niatkan dan ikhtiarkan. Bila belum bisa melakukan semua, jangan tinggalkan semua. Lakukan dari yang kita bisa. Salah satunya yang bisa kita lakukan adalah dengan berbisnis. Semoga dengan bisnis yang kita jalankan bisa menjadi wasilah kita mendapatkan kekayaan dan keberlimpahan. Aamin.

Read More

Rabu

Published 01:16 by admin

Bisnis Berjamaah

Apa pesan yang dapat kita ambil dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW? Salah satunya adalah adanya perintah sholat.


Amalan pertama yang akan dihisab di akhirat adalah sholat. Bila baik sholatnya maka akan baik amalan lainnya. Bahkan, salah satu keutamaan sholat adalah dapat mencegah perbuatan baik dan mungkar.

Seorang yang melakukan sholat begitu banyak keutamaannya. Namun bila kita bukan sekedar melakukan sholat, namun juga melakukan sholat dan berjamaah. Insyaallah lebih besar lagi keutamaannya.

Ketika kita sholat sendiri hanya dapat 1 kebaikan. Dengan berjamaah, kita dijanjikan dapat 27 kebaikan. Begitulah salah satu keutamaan berjamaah.

Dalam bisnis, perihal berjamaah itu ada pula kemiripan dengan yang namanya komunitas. Komunitas bisnis memberi banyak manfaat. Berada di dalamnya banyak hal yang bisa kita peroleh.

Bayangkan kita yang awalnya sebagai pemula, kemudian bertahap mulai tau banyak hal. Ketika ada yang belum berhasil, ada yang menyemangati dan memberi motivasi serta dukungan. Ada yang sudah mengalami keberhasilan, lalu ditularkan pada yang lainnya. Inilah keutamaan bisnis berjamaah.

Komunitas bisnis membuat kita menjalankan bisnis dengan percepatan. Sehingga bila ingin percepatan dalam bisnis, maka temukan bisnis yang ada komunitasnya. 

Alhamdulillah saya berada dalam komunitas MM (Meluaskan Manfaat). Punya banyak saudara, dan jadi seperti keluarga. Saling ridho atas pencapaian. Saling mendoakan untuk terus melakukan kebaikan. Mengingatkan untuk rutin mengamalkan Tahajud, Tilawah, Duha, Sedekah. Bersama memprioritaskan Allah & Rasul, anak & keluarga, dan amal jariyah. Bersama-sama mencintai Muhammad SAW agar berhasil dan menang dunia dan akhirat. 

Saling mencintai karena Allah. Bukankah kelak di akhirat, kita akan dukumpulkan bersama orang yang kita cintai. Semoga dalam komunias MM tidak hanya jadi saudara di dunia, kelak akan dipertemukan pula di akhirat. Aamiin.

Read More

Selasa

Published 01:12 by admin

Mempersiapan Pensiun

Menurut id.wikipedia.org pensiun adalah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan harus diberhentikan, ataupun atas permintaan sendiri.


Dari pengertian tersebut, jadi orang yang bekerja pasti diberhentikan. Ya, pasti diberhentikan! Karena 2 sebab, pertama diberhentikan perusahaan sebab usianya sudah lanjut, kedua berhenti atas kemauan sendiri atau pensiun dini sebelum waktunya.

Ketika membaca halaman berita kompas.com “sebagian besar orang Indonesia tak siap finansial untuk pensiun". HSBC Global melakukan survei terhadap 17.405 orang di beberapa negara termasuk di Indonesia. Data menunjukkan 2/3 responden usia kerja menyatakan akan lanjut bekerja setelah pensiun.

Masih dari data tersebut, sebagian memulai wirausaha setelah pensiun (54%), sisanya memilih untuk mengandalkan kebutuhan sehari-hari dari hasil tabungan (29%), kemudian kembali mencari pekerjaan (25%), serta membangun kos-kosan atau menyewakan rumah (19%).

Mempersiapkan pensiun sebuah keharusan. Pensiun dengan bahagia dan sejahtera merupakan sebuah pilihan. Karena orang bekerja pasti diberhentikan! Oleh perusahaan atau oleh kita sendiri. 

Saran saya, persiapkan sedini mungkin, sebaik mungkin. Salah satunya dengan memulai bisnis.

Pilihlah bisnis yang minim risiko. Bagi pemula hindari produksi, sewa ruko, fokus pada penjualan. Jual barang yang berkualitas, ringan, hemat space, hemat ongkos kirim, repeat order tinggi. Sebaiknya, jalankan bisnis yang ada mentornya, ada pembinaannya. Dengan adanya mentor diharapkan kita tidak trial and error. 

Dari bisnis yang kita jalankan, dan bisnis sudah mulai menghasilkan. Kita akhirnya lebih siap, kapanpun akan pensiun. Kita berikhtiar dengan mempersiapkan sebaik mungkin.

Pensiun bahagia dan sejahtera sebuah impian yang mestinya kita persiapkan, kita perjuangkan. Semoga bisa diwujudkan. Aamiin.

Read More

Minggu

Published 00:32 by admin

Seberapa Penting Ilmu Binis?

Memulai bisnis perlu keberanian, membesarkan bisnis perlu ilmu. Mirip dengan seorang yang ingin mengendarai kendaraan. Berani itu penting, ilmu juga penting. Bila kita ingin bersepeda, cukup dikayuh saja sudah jalan. Mengendarai sepeda motor? Tentu beda caranya. Bagaimana dengan mengendarai mobil? Tentu ada caranya, ada ilmunya.


Bagaimana dalam bisnis? Ada yang baru mulai bisnis, pakai ilmu seadanya, sekenanya. Akhirnya hasilnya gak mengena, gak berasa.

Coba perhatikan, seorang dokter untuk bisa praktek sebagai dokter harus sekolah berapa lama? Berapa tahun? Mulai SD, SMP, SMA, S1, Spesialis. Sebaliknya untuk mulai bisnis, sudah berapa lama kita belajar tentang bisnis? Think!

Sebagaimana kita sudah ketahui, banyak sekali keutamaan seorang yang berilmu. Salah satunya dalam surah Al-Mujadilah ayat 11 “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat".

Mungkin bisnisnya baru mulai naik, namun yakinlah keutamaan ilmu akan mengantarkan pada derajat yang lebih baik. Dan bukan mustahil kelak derajat sebab ilmu meningkat, derajat bisnis juga melesat. Aamiin.

Temukan bisnis yang tidak hanya memberi keuntungan secara materi, namun juga membuat kita bertambah ilmu setiap hari.

Alhamdulilllah saya berada dalam bisnis yang ada komunitasnya, ada pembinaannya, ada mentornya, dan hampir tiap hari ada ilmunya. Boleh bergabung dengan saya, boleh juga dengan lainnya, namun pastikan ada ilmu yang kita peroleh dengan adanya bisnis yang kita jalani. Siap? 

Read More
Published 00:31 by admin

Agar Bisnis Gak Tekor

Bagaimana cara paling cepat sampai ke Bromo? Temukan orang yang sudah pernah sampai, bahkan berkali-kali sampai ke Bromo. 


Bila sudah bertemu dengan “siapa” maka akan tau “apa” dan “bagaimana” nya. 

Sebagai pemula dalam bisnis, ada baiknya kita menemukan “who”, siapa orang yang tepat. Bukan lagi “what” atau “how”. Mengapa? Kadang kita belum tau apa yang harus dikerjakan, bagaimana melakukannya. Dengan bertemu orang yang tepat, hal-hal seperti itu akan lebih mudah terjawab. Kuncinya, menemukan orang yang tepat.

Apa yang perlu dilakukan (what)? Bagaimana cara melakukannya (how)? Pertanyaan seperti itu akan berkurang, jika kita telah menemukan orang yang tepat (who), dalam bisnis biasa disebut dengan mentor.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Nabi Muhammad punya mentor bisnis. Siapa? Benar sekali, yaitu pamannya. Memulai bisnis dengan mengikuti pamannya, bahkan jangkauan bisnisnya sampai ke luar kota, sampai ke beberapa negara. Luar biasa pentingnya seorang mentor. 

Bisnis tanpa mentor, jadinya gampang tekor. Bisnis tanpa mentor, jadinya trial and error. Think!

Semoga teman-teman semua menemukan bisnis yang tepat, dan juga memiliki mentor yang tepat. Agar bisnis bisa berkembang dan melaju pesat. Aamiin. 

Read More
Published 00:06 by admin

Bisnis Sebagai Kendaraan

Berdasarkan data dari Kemenaker dan BPJS (2020), terdapat 2.8 juta orang terdampak adanya pandemi Covid-19. Diantaranya terdapat 1.7 juta pekerja formal dirumahkan, ada 749.4 ribu pekerja formal di-PHK, dan 282 ribu pekerja informal yang usahanya terganggu.

Pada data yang lain, rasio jumlah entrepreneur atau pengusaha di Indonesia saat ini baru sekitar 2 sampai 3 persen. Idealnya, menurut pemerintah dan APINDO adalah 14 persen agar Indonesia bisa maju.

Apa yang ingin saya sampaikan? Menurut saya, binis itu bisa menjadi bagian dari solusi masalah tersebut. Dengan bisnis kita bisa membuka lapangan kerja. Dengan bisnis makin meningkat rasio jumlah pengusaha di Indonesia. Ini yang disebut, bisnis sebagai kendaraan.


Kemudian apa tujuannya? Tujuannya dari berbisnis adalah keberkahan dan kebermanfaatan.

Keberkahan jadikan sebagai tujuan. Pesan guru saya, carilah rezeki yang halal dan baik, jangan hanya cari jumlah, namun juga cari berkah. Letakkan ini dalam niat baik (good intention). Ciri-ciri bisnis yang berkah itu ada 4T: 

  • Taqarrub (membuat kita makin dekat pada Allah)
  • Tenang (kehidupan lebih tenang)
  • Tentram (tiap hari penuh kesyukuran)
  • Tumbuh (ilmu bertambah, penghasilan bertambah, manfaat bertambah)

Selanjutnya terkait dengan kebermanfaatan. Manfaat buat siapa? Manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan jadi pengusaha kemudian membuka lapangan kerja, insyaallah mulia, kita niatkan dan kita ikhtiarkan. Karena kehadiran kita semoga menjadi bagian dari solusi. Menjadi solusi bagi diri kita, solusi bagi keluarga, dan yang lebih luas lagi solusi bagi bangsa.

Read More

Jumat

Published 00:19 by admin

Komunitas Bisnis


Bayangkan kita sendirian lewat kuburan. Apakah kita berani lewat kuburan pada malam hari? Jika sendirian, mungkin ada yang berani, ada pula yang ngak berani, betul? Bagaimana jika kita jalannya bareng dengan orang lain? Lima orang? Sepuluh orang? Insyaallah berani. Sekampung? Insyalah lebih berani.

Ternyata dengan bareng-bareng, kita yang awalnya mungkin takut bisa jadi lebih berani. Bagaimana dengan berbisnis? Jika kita takut atau ragu-ragu dalam memulai bisnis, ada beberapa tips sebagai pemula. Pertama bermitra, dengan bermitra kita bisa bekerja sama. Kedua bermentor, dengan adanya mentor kita bisa belajar dan dibimbing. Ketiga berkomunitas, dengan masuk dalam komunitas kita bisa saling menyemangati.

Komunitas bisnis, membuat bisnis makin laris manis. Sebagai pemula, yang awalnya takut mulai usaha, yang belum pernah menjalankan usaha, sangat terbantu ketika berada dalam komunitas. Ketika ada yang belum berhasil, ada yang menyemangati dan memberi motivasi. Ada yang sudah mengalami keberhasilan, lalu ditularkan pada yang lainnya. Inilah keutamaan berjamaah, berkomunitas.

Alhamdulillah saya berada dalam komunitas MM (Meluaskan Manfaat). Punya banyak saudara, dan jadi seperti keluarga. Saling ridho atas pencapaian. Saling mendoakan untuk terus melakukan kebaikan.

 Bersama mengingatkan untuk rutin mengamalkan Tahajud, Tilawah, Duha, dan Sedekah. Bersama memprioritaskan Allah & Rasul, anak & keluarga, dan amal jariyah. Bersama-sama mencintai Muhammad SAW agar menang dunia dan akhirat.

Saling mencintai karena Allah. Bukankah kelak di akhirat, kita akan dukumpulkan bersama orang yang kita cintai. Semoga dalam komunias MM tidak hanya jadi saudara di dunia, kelak akan dipertemukan pula di akhirat. Aamiin

Read More

Rabu

Published 19:26 by admin

Sabar dalam Bisnis

Ketika baca berita detik.com bahwa Afgan baru punya bisnis tahu goreng, saya langsung berpikir bila belum mapan, tidak setampan Afgan, maka ngak perlu malu jualan. Hehe.. 


Pada headline berita yang lain “Job Menyanyi Sepi akibat Covid-19 Afgan Jualan Tahu Goreng” ini di halaman berita inews.id apa pelajarannya untuk kita? Begitulah pengusaha, ngak usah malu, ngak usah gengsi, ngak usah baper. Karena malu bikin kita ngak maju. Ngak usah gengsi, bila usaha berhasil insyaallah bergengsi. Apalagi baper, bawa perasaan, karena baper bikin ngak ada transfer.

Bicara soal baper, apa penyebab pengusaha baper ketika penawarannya ditolak? Bisa jadi ditolak penawarannya karena belum tau ilmunya. Sebab lain kita baper saat ditolak, boleh jadi karena kita baru sedikit menawarkan. Penawaran kita, ke orang itu-itu saja, kontak di Hp kita sudah kita hubungi semua. Coba kita menawarkan lebih dari 1000 kali, tentu kita akan sibuk untuk memfollowup, ngak kepikir dan ngak ada waktu untuk baper. Dan yakinlah dari 1000 orang kita beri penawaran, pasti ada salah satu yang closing. 

Pengalaman menunjukkan, dalam penawaran ada namanya hukum probabilitas, kemungkinan. Secara logika makin banyak yang ditawarkan, maka makin besar kemungkinan terjadi penjualan.

Jadi pengusaha itu punya potensi untuk dapat pahala sabar, salah satunya adalah sabar menawarkan.

Ketika belum ada closing selama 3 bulan, ya sabar. Belum banyak untung selama 6 bulan, ya sabar. Bisnis sudah jalan 1 tahun, untung mulai lumayan dan perlu nambah karyawan. Disyukuri dan jangan baper-an. 

Ketika kita kerja 3 tahun, gaji masih gitu-gitu aja, kita sabar. Kerja 5 tahun, penghasilan ada kenaikan namun ngak signifikan, kita nga baper-an. Nah, saat awal-awal kondisi binis mulai tumbuh, mestinya kita juga sabar, dan kita nga usah baper-an. Siap?  


Read More

Selasa

Published 19:14 by admin

Kerja Sekaligus Punya Usaha

Mungkinkah seorang yang kerja sekaligus punya usaha? Menurut saya, mungkin saja. yang penting integritas tetap terjaga. Misal, kita kerja disaat weekday, kemudian kita optimalkan weekend untuk menjalankan usaha. Boleh juga dengan mengatur waktu, optimalkan usaha 2 jam sebelum kerja, dan 2 jam setelah bekerja. Boleh-boleh saja, ingat harus tetap terjaga integritas, bukan malah sebaliknya. Saya menyebutnya employeepreneur.


Bekerja atau berbisnis sebetulnya adalah pilihan. Biasanya orang bekerja ingin punya penghasilan lebih pasti. Orang berbisnis ingin punya penghasilan lebih besar. Namun, bagi mereka yang bekerja, ada beberapa cara untuk bisa menambah penghasilan, diantaranya:

Pertama, menjual skill. Seorang pekerja biasanya memilki skill. Kelebihan yang dimiliki bisa digunakan untuk mengajar, mengisi training, jadi pembawa acara, penerjemah, mendesain, editor, penulis. Dengan skill yang dimiliki digunakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Kedua, menjual rutinitas. Bisa memasak, sekalain masak dan jual masakan. Biasa mencuci, boleh juga sekalian buka laundry. Berangkat kerja dengan kendaraan pribadi, coba tawarkan jasa antar. Sering belanja, buka jasa titip beli barang. 

Ketiga menjual online. Bisnis online sangat memungkinkan dilakukan oleh siapa saja, termasuk pekerja. Tidak harus produksi, tidak harus barang sendiri. Fokus saja langsung menawarkan, langsung jualan insyaallah langsung menghasilkan. Syaratnya barang yang kita jual harus penuh manfaat, berkualitas, hemat space (kecil, ringan), hemat ongkir, cepat habis (sering repeat order), dan tahan lama. Bukan mustahil, suatu saat nanti penghasilan dari bisnis online lebih besar dari penghasilan bekerja. Apalagi bisnisnya ada pembinaannya, ada mentor yang sudah terbukti mengantarkan sukses mitranya.

Sekarang banyak kita jumpai orang dari rumah menghasilkan rupiah. Dirumah saja bisa bosen? Kalau bosen coba tarik napas. Kalau masih bosan juga, coba tarik tunai. Hehehe.. Ada juga yang bilang di rumah cukup dasteran dapat transferan. Postang-posting tanpa pontang-panting. Hehehe.. 

Ayo kapan mau mulai bisnis onlinenya? Sangat mungkin untuk seorang yang kerja sekaligus punya usaha. Saran saya, mulai dari yang kita bisa, bila belum bisa semua, jangan tinggalkan semua. Sudah “lakukan” saja, maksudnya di buat “laku” Hehe…   

Read More
Published 02:50 by admin

Lingkungan Mempengaruhi Kesuksesan

Bayangkan seorang pemuda dari desa yang biasa saja, kemudian masuk ke pesantren dengan begitu banyak aktivitas. Lalu pemuda tadi mengikuti segala kegiatan yang ada di pesantren. Mulai bangun pagi, rutin qiyamu lail, mengaji, takdim pada kiyai, dan banyak kegiatan baik lainnya. Ia melakukan hal yang semula tidak pernah dilakukan. Kemungkinan besar pemuda tadi yang awalnya biasa, bisa jadi luar biasa. Karena dibentuk oleh lingkungannya.

Bayangkan seorang pengusaha pemula, belum pernah punya bisnis sebelumnya. Kemudian pengusaha pemula tadi masuk dalam sebuah komunitas binis, diajari ilmu penjualan, ilmu mengelola pelanggan, ilmu bisnis, ilmu rezeki. Mengikuti pembinaan (mentoring) oleh pengusaha yang sudah terbukti berhasil (mentor). Tidak sekedar diajari ilmunya, didampingi, bahkan didoakan. Dipaksa buat tulisan (copy writing), diajari bicara di depan umum (public speaking), rutin melakukan tahajud, tilawah, duha, dan sedekah. Kemungkinan besar pengusaha pemula tadi yang awalnya pemula, bisa jadi pengusaha luar biasa. Karena lingkungan mempengaruhi kesuksesan. 

Bagaimana kita di masa datang dipengaruhi dengan siapa kita bergaul, dan di lingkungan mana kita berada. Kadang untuk suatu kebaikan kita perlu dipaksa. Prinsipnya, paksa, bisa, terbiasa. Awal-awal berat, dipaksa, namun kalau sudah rutin maka akan bisa, setelah bisa insyaallah terbiasa.

Apalagi dalam binis, bila sudah punya mentor yang terbukti sukses dan sholeh, harus nurut dan manut, dengar dan taati. Yang penting “dilakukan” maksudnya bisnisnya dibuat “laku”, dibuat laris. Hehehe..

Beruntung sekali berada di komunitas bisnis yang memilki ekosistem saling mendukung, ridho atas pencapaian orang lain. Senang dengan teman senang, saling doa mendoakan, saling mengingatkan dalam kebaikan. Mungkin uang di tangan nga seberapa, karena uang bukan segalanya, boleh juga e-money, saldo di rekening, transfer mobile banking, transaksi internet banking. Hehehe..

Pada akhirnya, semoga lingkungan kita, adalah lingkungan yang mampu mengantarkan kita hidup lebih mapan, yang mengarahkan kita pada sebenarnya kesuksesan, yang membuat kita lebih kaya harta, kaya ilmu, dan kaya amal. Mari kita sama-sama aminkan.

Read More
Published 02:37 by admin

Manfaatkan ‘WIFI’ untuk Jualan

Pengguna internet di Indonesia tembus lebih dari 200 juta, berita tanggal 23/02/2021 dari Detikcom. Menurut Hootsuite dan We Are Social, total penduduk RI menyentuh di angka 274,9 juta jiwa. Ketika ada 202,6 juta pengguna internet, itu artinya 73,7% warga Indonesia sudah tersentuh dengan berselancar di dunia maya.

Dalam satu hari saja pengguna internet Indonesia rata-rata menghabiskan waktu sampai 8 jam 52 menit untuk mengakses internet, streaming 2 jam 50 menit, nongkrong di medsos 3 jam 14 menit, hingga bisa meluangkan waktu 1 jam 38 menit untuk membaca media online maupun offline.

Setelah membaca berita Detikcom tersebut yang terlintas dipikiran kita adalah sebuah tantangan. Bisnis di era digital harus bisa beradaptasi dengan kondisi. Alhamdulillah dalam bisnis yang saya jalani saat ini sudah memanfaatkan ‘WIFI’ yaitu Whatsapp, Instagram, Facebook, dan Internet (website atau landing page). Bahkan emak-emak bisa menjalankan bisnis dengan cukup posting-posting, gak perlu pontang-panting. Hehe.. 

Saran saya, pilihlah bisnis yang menjual barang berkualitas, ringan, hemat ongkir, cepat repeat order, dan tahan lama. Lebih baik lagi bisnis ada yang memimbing, dalam bisnis istilahnya mentor. Kalau punya mentor gak perlu trial & error, insyaallah gak bakal tekor. Hehe.. 

Pada akhirnya, buat teman-teman yang belum punya bisnis segerakan memulai. Rugi punya sosmed cuma bikin update status, saatnya cetak fulus, mending buat jualan dan bisa menghasilkan. Buat teman-teman yang sudah punya bisnis, semoga bisa memanfaatkan ‘WIFI’ buat jualan.

Read More

Minggu

Published 02:47 by admin

Job Description Anti Baper

Pernah dengar seorang petinju yang kena tinju terus baper nga mau lagi bertanding tinju? Namanya jadi petinju, kena tinju itu wajar, karena kena tinju bagian dari job description nya. Hehe.. Kalau kena tinju terus baper, ya nga cocok jadi petinju, nga sesuai sama latihannya sebelum bertanding.

Keuntungan bisnis diperoleh dari penjualan, aktivitas menjual dimulai dari penawaran. Sekalai lagi, penawaran! walaupun bisnis kita bukan jualan roti tawar. Hehe.. Dalam menawarkan, pasti berhubungan dengan penolakan. Jadi kalau menawarkan terus ada penolakan jangan baper. Ditolak saat menawarkan terus menyerah, ya berarti kita nga cocok dengan job description nya.

Saat menawarkan kemudian terjadi penolakan, nga perlu baper, yang perlu kita lakukan adalah evaluasi, perbaiki prosesnya. Dalam mencapai suatu target, kita perlu kaku dalam target namun harus fleksibel dalam mencapainya. 

Kembali lagi perihal penolakan, ada beberapa sebab terjadi penolakan, mungkin cara dan waktu penawaran kita kurang tepat, boleh jadi kita ketemu konsumen yang salah, bisa juga karena yang kita tawarkan orangnya terlalu sedikit, hukum penawaran mirip dengan hukum probabilitas, hukum kemungkinan. Makin banyak yang ditawarkan makin besar peluang terjadi penjualan.

Jadi jangan lagi baper, bila melakukan penawaran kemudian ada penolkan. Yakin bahwa, penawaran adalah proses menanam, siapa yang menanam insyaAllah akan memanen. Jangan harap dapat panenan bila tidak pernah menanam penawaran. Siap? 

Read More

Sabtu

Published 02:43 by admin

Kaya Kuadrat


Pilih kambing atau uang? Apa hubungan kambing dengan uang? Hubungan kambing dan uang, baik-baik saja. Hehehe.. Kembali ke pertanyaan awal, pilih kambing atau uang? Kalau saya pilih dua-duanya. Pilih kambing karena bila dijual bisa menghasilkan uang. Pilih uang karena bisa digunakan untuk beli kambing, lalu dikembangkan di peternakan, kambing dijual bisa menghasilkan uang. Ternyata UUD, Ujung-Ujungnya Duit. Hehehe..

Kalau dihadapkan pada pertanyaan seperti awal tadi, maka pilihlah kata “dan” bukan “atau”. Mau kaya atau bahagia? Jawabnya apa? Jawabnya, kita mau kaya dan bahagia. Sip ya

Siapa yang mau kaya harta? Kayaknya semua sepekat dengan saya, kita mau semua. Kelihatan dari wajah-wajahnya. Hehehe.. Benar ya? Selain kaya harta, kita juga boleh kaya-kaya yang lainnya. Istilahnya Kaya Kuadrat.

Kaya harta = Punya banyak harta 

Kaya ilmu = Belajar dan mengajar ilmu 

Kaya amal = Banyak melakukan amal 

Kaya hati = Lapang hati

Jadi, bila ada yang tanya mau kaya harta atau kaya hati. Jelaslah sudah jawabannya, kaya harta dan kaya hati. Dua-duanya boleh, kalau bisa dua-duanya kenapa kita pilih salah satu. Setuju?

Selagi dengan “kekayaan” itu membawa kebaikan, mari kita berusaha dan milikinya. Kaya harta, kaya ilmu, kaya amal, kaya hati. Semoga kita semua bisa kaya kuadrat ya. Aamiin 


Read More

Selasa

Published 02:41 by admin

Semua Bisa Jadi Pengusaha


Semua bisa jadi pengusaha asalkan tau caranya. Banyak orang bisa jadi pengusaha karena beberapa cara. Kali ini ada tiga cara untuk jadi pengusaha, dua diantaranya agak sulit untuk diduplikasikan, yang ketiga atau yang terakhir layak kita dicoba, siap ya..

Pertama Nasab, jadi pengusaha sebab keturunan. Lingkungan, keluarga, orang tua, saudara, intinya karena keturunan banyak yang jadi pengusaha. Kemungkinan besar kita juga bisa jadi pengusaha. Orang tua pengusaha, maka anaknya akan diajari bagaimana menjalankan usaha. Setidaknya, anaknya akan lihat bagaimana orang tuanya dapat uang dari usaha, dan anak akhirnya tau lika-liku usaha orang tuanya. Namun kita tidak bisa memilih lahir oleh orang tua mana dan dimana, jadi pengusaha sebab nasab atau keturunan sulit untuk diduplikasikan.

Kedua Nasib, jadi pengusaha sebab keberuntungan. Misalnya nikah dengan anak pengusaha, jadi mantu orang kaya raya. Dapat warisan mertua kaya, nemu harta karun, dapat pembebasan lahan untuk kilang Pertamina. Hehe.. Dengan warisan, harta karun dan uang ganti rugi itu mendadak jadi kaya kemudian bekerjasama dengan pengusaha kaya raya yang bisnisnya sudah maju dan berkembang lama. Jadi pengusaha sebab nasib seperti ini juga sulit untuk diduplikasikan. 

Ketiga By Desain, sengaja jadi pengusaha karena direncanakan. Ingin jadi pengusha karena ingin mengikuti teladan Nabi Muhammad. Belajar ilmu cara jadi pengusha. Berada di komunitas para pengusaha agar bisa saling menguatkan dan maju bersama. Mencari mentor yang fokus membina sampai jadi pengusaha. Ini yang sangat mungkin dilakukan bagi siapa saja yang ingin jadi pengusaha, mudah dan bisa diduplikasikan. 

Adalah benar bila dikatakan bahwa “sukses ada polanya, dan gagal pun ada polanya” bila ingin jadi pengusaha temukan orang yang sudah berhasil jadi pengusha, ikuti polanya, praktek sampai ngefek. Siap ya.. 

Read More
Published 01:04 by admin

Pemimpin = Pengaruh

Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Setidaknya bagi pria, jadi pemimpin bagi dirinya, keluarga, istri, dan anaknya. Bagi wanita, jadi pemimpin bagi dirinya dan anak-anaknya. Bicara tentang pemimpin berarti kita bicara tentang pengaruh. Untuk menjadi pemimpin yang berpengaruh, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:

·       Zikir, dengan memperbanyak zikir hati menjadi tenang. Pemimpin yang tenang akan menghasilkan keputusan yang baik. Berzikir berarti mendekatkan diri pada Allah. Dekat pada Allah yang maha membolak-balikan hati hambanya. Tahajud termasuk adalah salah satu ibadah yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin, pengajar, orang tua, atau siapa saja yang ingin kata-katanya berpengaruh.   

·       Zest, pemimpin harus penuh semangat (zest), mampu memotivasi timnya untuk bergerak. Penuh inspirasi, selalu antusias dalam kondisi apapun.

·       Role model, pemimpin harus jadi teladan, mengerjakan apa yang dikatakan (walk the talk). Menjadi contoh bagi majunya sebuah tim, bila ingin tim yang bernilai 8 maka seorang pemimpin setidaknya memiliki nilai 8 atau bahkan lebih dari itu

·       Solusi, bertemu pemimpin harus bertemu solusi. Seorang pemimpin mampu membuat sederhana masalah yang rumit, bukan sebaliknya. Mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi, bukan malah menambah masalah.

·       Self improve, terus belajar terus bertumbuh. Seorang pemimpin yang terus belajar, dan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, karena belajar tidak akan pernah selesai.

Jadilah pemimpin yang berpengaruh, mampu memberi inspirasi, mampu meciptakan pemimpin baru, mengeluarkan potensi tim, mengantarkan tim mencapai impian dan membuat tim selesai dengan masalahnya. Siap ya?

Read More