Kumpulan Fatwa DSN MUI

Kumpulan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia terkait Perbankan Syariah

Peraturan BPR

Silahkan download disini untuk kumpulan peraturan tentang BPR

Power vs Force, Faktor Terselubung Penentu Perilaku Manusia

Dalam buku Power vs Force, faktor terselubung penentu perilaku manusia yang ditulis oleh David R. Hawkins, M.D., Ph.D (judul buku asli Power Versus Force: An Anatomy of Consciousness: the hidden Determinants of Human Behavior) dimana buku tersebut berdasarkan hasil riset yang dilakukan lebih dari 20 tahun.

Getaran pikiran dan emosi kadang banyak orang biasa juga menyebutnya dengan namanya VIBRASI. Getaran pikiran dan emosi manusia itu memiliki tingkatan energi. Sebagian dimasukkan kedalam kategori POWER dan sebagian yang lain masuk dalam kategori FORCE.

FORCE adalah getaran pikiran dan emosi yang memiliki energi tinggi (kuat) dan kearah positif
POWER adalah getaran pikiran dan emosi yang memiliki energi rendah (lemah) dan kearah negatif



Ada 17 level/ tingkatan getaran pikiran dan emosi yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu POWER (positif) ada 9 level dan FORCE (negatif) ada 8 level. Mari kita lihat apa saja masuk didalamnya:
POWER: Pencerahan, Kedamaian, Suka cita, Cinta, Berpikir, Penerimaan/ syukur, Kemauan, Netralitas/ pasrah, Berani.
FORCE: Bangga, Marah, Keinginan, Takut, Kesedihan mendalam, Apatis, Rasa bersalah, Rasa malu 




Seseorang yang memiliki getaran pikiran dan emosi tertinggi mempunyai energi positif sampai dengan 700-1000 yaitu level atau tingkat Pencerahan (enlightenment) emosi yang tak terlukiskan.

Sedangkan seseorang yang memiliki getaran pikiran dan emosi terendah mempunyai energi negatif sampai dengan 20 yaitu level atau tingkat Rasa malu (shame) emosi perasaan atau keadaan berkurangnya harga diri/ martabat atau rasa bangga.




Perhatikan bahwa apakah kita didominasi oleh energi POWER atau FORCE. Bila seseorang mengakses emosi POWER seperti Pencerahan, Kedamaian, Suka cita, Cinta, Berpikir, Penerimaan/ syukur, Kemauan, Netralitas/ pasrah, Berani maka sesungguhnya kita sedang berada dalam energi yang positif. Namun sebaliknya bila kita disominasi oleh energi FORCE seperti Bangga, Marah, Keinginan, Takut, Kesedihan mendalam, Apatis, Rasa bersalah, Rasa malu maka sesungguhnya kita sedang berada di energi negatif.

Meningkatkan Peforma dengan GKF (Gerak, Kata, Fokus)




Peforma kita bisa kita tingkatkan dengan cara melakukan GKF, apa itu GKF? GKF adalah Gerak, Kata, dan Fokus. Bagaimana GKF dapat mempengaruhi peforma kita, mari kita bahas bersama.

Gerak
Dalam buku Psychology Applied yang ditulis oleh George W Crane dikatakan bahwa Gerakan adalah pendahulu emosi, Anda dapat mengendalikan emosi secara langsung dengan gerakan dan tindakan. Maka dengan merubah gerakan fisik kita, yang terjadi emosi kita ikut berubah.


Dalam kesempatan lain dikatakan pula oleh Anthony Robbin bahwa Emotion is Created by Motion, ini sebabnya dalam beberapa seminar kita diminta untuk melakukan gerakan-gerakan yang dapat menimbulkan emosi dan semangat. Contohnya dan bisa kita praktekkan: kita tersenyum maka yang terjadi perasaan kita menjadi nyaman. Saat kita berjalan cepat apa yang dirasakan oleh kita? yaitu semangat, enerjik.




Kata
Apa yang kita ucapkan dalam bentuk kata kemudian menjadi kalimat dapat merubah tindakan kita. Tindakan dapat merubah kebiasaan. Dan kebiasaan dapat merubah nasib kita. Perhatikan orang yang sukses dan pemimpin yang berpengaruh, mereka dapat merubah peradaban dengan kata-katanya! Mulai sekarang ubah kata-kata yang kita ucapkan dengan yang lebih baik. Lakukan afirmasi positif. Apa yang kita katakan akan merubah tindakan. Lakukan afirmasi dengan keinginan yang spesifik, positif, dan present tense.



Fokus
Saat kita fokus maka kondisi kita akan sangat powerful. Apa yang kita fokuskan bisa jadi kenyataan. Hal ini seperti hukum tarik menarik atau law of attraction (LOA). Bila kita fokus dengan membayangkan sebuah musibah apa yang terjadi? bisajadi kita akan menjumpai kesialan-kesialan. Bila kita fokus pada peluang maka kita akan menjumpai kesempatan dan ide. Coba lakukan visualisasi untuk menciptakan fokus. Visualisasi adalah usaha seseorang untuk menggambarkan dalam pikirannya apa yang dia ingginkan. Lakukan visualisasi untuk mengendalikan fikiran fokus pada sesuatu yang diinginkan misalnya keadaan sehat, perasaan bahagia, rumah, kendaraan, jabatan, kesehatan, hubungan, dan lain-lain. Sebagaimana yang disampaikan dalam hukum LOA maka apa yang dibayangkan secara tenrus menerus dan penuh keyakinan cenderung menjelma dan terwujud dalam kehidupan nyata.

Demikian luar biasanya rumus GKF (Gerak, Kata, Fokus) dalam meningkatkan peforma kita. Selamat mencoba!
 
Tulisan lain bisa juga dilihat di Kompas

Membangun Kebiasaan Pemenang (anti BEJ Blame, Excuse, Justify)

Pernah dengar istilah BEJ? yang pasti bukan Bursa Efek Jakarta. BEJ adalah singkatan dari Blame (menyalahkan), Excuse (beralasan), Justify (pembenaran). Untuk mudah mengingat boleh ingat dengan dengan BEJ (dalam dunia pasar mdal sebagai nama lembaga bursa) atau dengan JEB (dalam dunia tinju sebagai pukulan).


Membangun kebiasaan pemenang dengan resep sukses yang bisa kita lakukan adalah lupakan BEJ (Blame, Excuse, Justify). Mari kita ulas bersama-sama.

Blame artinya Menyalahkan. Sangat mudah untuk menyalahkan. Contohnya menyalahkan kondisi ekonomi, menyalahkan keadaan politik, menyalahkan cuaca yang extrim, menyalahkan bisnis yang tidak menentu, menyalahkan atasan atau bawahan, menyalahkan orang lain. Bila kita menyalahkan maka yang terjadi adalah kita sebetulnya sedang menutupi potensi diri kita. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain.

Excuse artinya Beralasan. Akan banyak alasan yang bisa dibuat utnuk tidak berhasil. Contohnya beralasan usia (masih muda/ sudah terlalu tua), tidak punya bakat bisnis bisanya cuma jadi pegawai kerja ikut orang lain, beralasan pendidikan (saya cuma lulusan SD, sekolah saya tidak sama jurusannya dengan pekerjaan), beralasan tidak ada yang dukung. Dan segudang alasan-alasan lain.

Justify adalah Pembenaran. Hal ini sering digunakan seseorang untuk sesungguhnya menutupi ketidak mampuannya atau tidak mau koreksi diri, tidak mau berubah dan tidak mau berbenah diri.
Suatu contoh: ada orang kaya yang berhasil, apa yang dikatakan? jelas saja orang kaya berhasil karena dia punya modal, orang tuanya kaya, harta warisannya banyak, saudaranya punya banyak bisnis sehingga orang kaya lebih mudah berhasil. Lalu, ada orang miskin berhasil, apa yang dikatakan? tentu saja orang miskin berhasil karena dia tidak mampu sehingga daya juangnya tinggi, semangat untuk merubah nasibnya sangat besar, motivasinya kuat sekali bila tidak dia akan terus berjuang. Lalu bagaimana dengan Anda yang berkomentar? saya orang biasa-biasa saja. Dan akan terus mencari-cari pembenaran untuk tidak berhasil.

Sehingga bila kita inggin membangun kebiasaan pemenang, sudahlah lupakan yang namanya BEJ atau Blame, Excuse, Justify. Mari terus perbaiki kualitas diri.


Tulisan ini juga dipulikasikan di Kompas

Tantangan Revolusi Industri 4.0 Bagi BPR/S



Disampaikan pada RAKERDA dan FGD PERBAMIDA DPW Jatim-Bali
di Tulungagung 20-21 Januari 2019. Materi bisa didownload dgn klik link berikut.

Update Ketentuan Perbankan

Bigitu banyak pesan yang masuk ke saya untuk memberikan update informasi terkait peraturan (POJK, PBI, SEBI, SEOJK, Permendagri, PP, Perpres, Perda, dll), kebijakan, regulasi yang berkaitan dengan perbankan, manajemen risiko, dan bahkan fatwa DSN MUI dimana hal tersebut penting untuk diketahui bagi pelaku industri jasa keuangan.



Sehingga izinkan saya berbagi berbagai update informasi yang diharapkan dengan harapan semoga bisa dimanfaatkan bagi banyak orang. Dan apabila ada yang menghendaki untuk meminta update ketentuan yang belum ada di blog saya ini, silahkan kirim pesan ke email info.adam@gmail.com atau melalui menu kontak insyaAllah akan saya update dalam waktu segera. Semoga bermanfaat!

Berikut ini adalah link untuk mendownload:
- Ketentuan Tentang BPR
- Kumpulan Fatwa DSN MUI 
- Materi Sertifikasi BSMR

Presentasi Dinamis Dengan PREZI


Melakukan presentasi lebih dinamis dengan menggunakan PREZI. Mudah digunakan, fitur yang dimiliki juga lengkat, tampilannya compact dan bila sudah pernah pakai Microsoft PowerPoint lalu menggunakan PREZI jauh lebih mudah. Selamat mencoba


Makin Happy Healthy Wealthy

Harapan pada tiap tahun semoga lebih baik dan tentunya makin Happy Healthy Wealthy



1. ON EARNING:
Never depend on single income. Make investment to
create a second chance.
________
2. ON SPENDING:
If you buy things you do not need, soon you will have to sell things you need.
________
3. ON SAVINGS:
Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving.
________
4. ON TAKING RISK:
Never test the depth of a river with both feet.
_________
5. ON INVESTMENT:
Do not put all eggs in one basket.
________
6. ON EXPECTATIONS:
Honesty is a very expensive gift. Do not expect it from cheap people.
________
7. PAST, PRESENT & FUTURE:
Past is a waste paper, present is a newspaper, and future is a question paper. Come out of your past, control the present, and secure the future.
________
8. THREE CHOICES:
When bad things happen in your life, you have three choices. You can let it define you, let it destroy you or you can let it strengthen you.
________
9. OUR EYES:
Our eyes are in the front because it is more important to look ahead than to look backwards.
________
10. USE PENCIL OR PEN?
We use pencil when we were young, but now we use pen. Do you know why? Because mistakes in childhood can easily be erased, unlike now.

Kegiatan Usaha dan Wilayah Jaringan Kantor BPR

OJK menetapkan BPR dengan kategori kegiatan usahanya berdasarkan modal inti. Nah, apa saja yang bisa dilakukan oleh BPR dengan kategori tersebut? Bila di Bank Umum kita mengenal dengan Bank Umum Kegiatan Usaha Satu atau disingkat dengan Bank BU-KU 1 dan seterusnya. Maka BPR-pun demikian. Berikut ringkasan dari kategori tersebut. BPR Kegiatan Usaha 1 atau BPR-KU 1 sampai dengan BPR-KU 3 berdasarkan POJK No.12/POJK.03/2016 tentang Kegiatan Usaha dan Wilayah Jaringan Kantor BPR Berdasarkan Modal Inti.


Dasar Hukum Penyaluran Keuangan Desa Melalui BPR Pemda

BPR milik Pemda dapat menjadi penyaluran rekening desa.



Dasar Hukum Penyaluran Keuangan Desa Melalui BPR Pemda antara lain sebagai berikut:

1. Permendagri No 31 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 yang tertulis pada Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri halaman 39 yang menyebutkan "Dalam rangka optimalisasi dan efektifitas penyaluran dana dari rekening kas umum daerah ke rekening kasa desa, pemerintah daerah selaku pemegang saham/ modal pengendali dapat menyalurkan melalui BUMD lembaga keuangan"

2. Permendagri No 94 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan BPR Milik Pemda yang tertulis pada Bab II Kegiatan Usaha BPR pada Pasal 3 Ayat f Halaman 5 yang menyebutkan "Membantu pemerintah desa melaksanakan fungsi pemegang kas desa dan sebagai penyaluran alokasi dana desa dan desa adat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan"

Menerapkan Manajemen Risiko Kredit, Operasional, Likuiditas, dan Kepatuhan

Menerapkan Manajemen Risiko Kredit, Operasional, Likuiditas, dan Kepatuhan



Berikut link ringkasan materi CERTIF tentang Manajemen Risiko dll

Menerapkan Manajemen Resiko Reputasi & Stratejik

Pengalaman mengikuti pelatihan dan sertifikasi dari CERTIF terkait materi Menerapkan Manajemen Resiko Reputasi & Stratejik.

Untuk mempermudah pemahaman dalam pembelajaran, saya membuat ringkasan materi certif tersebut dengan menggunakan mind mapping.


Bila dirasa berguna, silahkan donwload versi pdf-nya disini dan semoga bermanfaat.

Video Inspiratif dari Temu Alumni Nasional XIII IKAPETE



Berikut video inspiratif cuplikan dari kegiatan Temu Alumni Nasional XIII



Kegiatan tahunan yang diselenggarakan setiap sabtu akhir pada bulan Syawal adalah Halal bi Halal dan Temu Alumni Nasional Ikatan Kelaurga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE). Banyak yang mengapresiasi pelaksanaan yang ke-13 kali ini dan mudah-mudahan membawa inspirasi bagi semua.

Financial Freedom ala Alex P Chandra

Bagaimana membangun Financial Freedom ala Alex P Chandra? Simak Ulasan berikut:



1. Kaya menurut saya adalah suatu kondisi, dimana pasif income lebih besar daripada biaya hidup seseorang. Jadi kata kuncinya. Pasif Income; yaitu istilah yang kita gunakan untuk income dari investasi

2. Biaya hidup dengan life style yang dikehendaki. Menjadi 'kaya' bukan berarti kita tidak perlu bekerja lagi, melainkan kita kini punya 'pilihan'. Dengan demikian kita bisa 'nyetel' kapan kita mencapai 'kaya' itu, yaitu dgn menyetel biaya hidup/life-style. Dan menjadi 'kaya' itu urusannya dengan investasi. Bukan dengan pilihan profesi. Kalo tidak ada investasi,ya 'by defenisi' kita tadi, kita tidak bisa kaya

3. Kalau life-stylenya 5jt sebulan, tentunya mencapai pasif income lebih dari 5 jt lebih mudah dibandingkan jika life-stylenya 500jt/bulan. Yg hidupnya sederhana akan lebih mudah menjadi 'kaya'

4. Saya mengibaratkan financial planning menuju financial freedom ini seperti mendaki gunung. Katakanlah Himalaya. Ada stage dan tahapannya. Dan tidak semua orang harus mencapai summit. Saya pernah ke Everest, namun cuman sampai 1st base camp.

5. Sampai ke 1st base camp Himalaya, capek sih, namun tidak susah2 amat. Cuman naek land-cruiser dua hari dari Lhasa, Tibet. Ketika kita membayangkan menjadi 'kaya' adalah hidup seperti Donald Trump dkk, maka otak kita menolaknya. Dan bahkan tdk memulai perjalanan.

6. Donald Trump cs adalah orang-orang yang mencapai 'summit'. Puncak tertinggi gunung Himalaya. Butuh bakat dan latihan khusus.  Tidak semua orang akan berhasil sampai ke summit.

7. Namun ketika kita bagi-bagi perjalanannya menjadi beberapa tahapan, & setiap tahapan sudah merupakan 'kemenangan', menjadi kaya lebih realistis. Ketika otak kita menganggapnya 'realistis' dan 'achieveable'; maka kita lebih nyaman memulai perjalanan 'mendaki gunung financial freedom'

Disunting dari FB BPR Lestari

Orang tua, Ayah (abah) sekaligus Guru

Seorang yang sangat saya hormati karena ketulusan hati, penuh nasehat, bijaksana, lemah lembut dalam tutur kata, membimbing, dan insyaAllah selalu mendoakan anak-anaknya. Bisa dibilang tak cukup kata untuk mewakilkan ungkapan yang pas untuk mengambarkan betapa kami anak-anaknya sungguh merasa kehilangan beliau.


Semoga dimapuni dosa-dosa beliau
Semoga dilipatgandakan kebaikan-kebaikan beliau
Semoga husnul khotimah

RS. Semen Gresik. Date 04/02/2018 | 10:15 WIB

Khutbah Jumat tentang Hikmah Syukur

Sudah beberapa tahun diberi kepercayaan untuk menyampaikan khutbah Jumat di masjid Alfalah Parimono Palndi Jombang.

Mendapatkan jadwal khutbah selama setahun dalam sebuah kalender. Bagi saya peribadi ini merupakan sebuah amanah ketika Allah SWT menitipkan sedikit ilmu yang saya punya untuk diamalkan di masyarakat. Walau sesungguhnya isi meteri khutbah adalah pengingat bagi saya untuk selalu memperbaiki diri. Semoga Allah SWT membimbing selalu langkah-langkah kita dijalan yang Dia ridhoi. Aamiin.






 ------------------------- isi khutbah bisa didownload disini > klik disini-------------------------






Financial Freedom ala Inem

Financial freedom atau kebebasan keuangan adalah impian setiap orang, banyak sekali jalan untuk mencapai keadaan ini, ada yang menempuhnya melalui bisnis, properti, Saham, MLM, Internet dan lain sebagainya. Apapun kendaraannya, apapun caranya, apapun namanya, sebenarnya ‘benang merah’ dari itu semua adalah investasi.

Banyak orang ketika mendengar istilah investasi, yang terbayang di pikiran mereka sesuatu yang canggih, yang memerlukan uang yang banyak, pengetahuan yang dalam , dan segudang pengalaman. Jika investasi diartikan seperti diatas, artinya ‘Financial Freedom’ atau kebebasan keuangan hanyalah milik segelintir orang yang punya modal saja dong, hanya untuk segelintir orang yang pintar saja dong,….. Apakah benar demikian???

Sudah lama sekali saya ingin membahas mengenai ini, bahwa jika kita melakukan investasi,dengan tujuan untuk mencapai kebebasan keuangan, tidak selalu harus dihubungkan dengan saham, properti, atau bisnis yang canggih canggih, investasi sangat bisa dilakukan dengan cara yang amat sangat sederhana seperti cerita si Inem dibawah ini.

Beberapa minggu yang lalu saya baru saja menjemput dari rumah mertua saya dan mengantarkan si Inem…. seseorang yang lugu, sederhana, yang datang ke Jakarta dengan menempuh perjalanan selama 13 jam, meninggalkan 2 anaknya yang masih kecil dan seorang suaminya di kampung Surade, Sukabumi selatan, demi untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang pembantu rumah tangga di rumah salah satu teman istri saya.

Dalam perjalanan selama kurang lebih 30 menit saya dan istri berbicara cukup banyak dengan Inem, saya menanyakan latarbelakang dia, dan alasan kenapa dia rela meninggalkan keluarga dan anaknya yang masih kecil di kampung hanya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga? Dari percakapan kami dengan Inem, saya menjadi amat terharu sekaligus kagum dan bangga dengan Inem. Mengapa? Karena ternyata seorang Inem, datang ke Jakarta tidak hanya sekedar bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tapi mirip dengan perjalanan hidup saya selama 2 tahun di US, saya juga bukan bertujuan selamanya menjadi pelayan toko, tapi saya punya rencana besar, impian besar, pekerjaan yang saat itu saya jalani hanyalah sebagai batu loncatan saja. Inem ternyata juga memiliki impian besar untuk mencapai kebebasan keuangan, dia akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga hanyalah untuk sementara waktu saja.

Apa yang akan dilakukan Inem untuk meraih kebebasan keuangannya? Menurutnya saat ini dia sudah memiliki 12 ekor bebek di kampung yang bertelur 1 butir setiap harinya, jika telur itu dia bisa jual dengan harga rp.1000/butir. Dia bisa mendapatkan Rp. 10 ribu perhari bersih dari hasil menjual telur bebek, setelah dipotong dengan biaya makan bebek bebek tersebut.

Rencananya adalah seperti ini : setiap bulan, Inem berencana untuk menabung gajinya sebagai pembantu, minimal Rp. 300 rb perbulan (setelah dipotong keperluan pribadi dan kirim uang ke kampung). Setelah 9 bulan menabung, Inem akan berhasil mengumpulkan Rp, 2,7 juta (9 x rp. 300rb).

Nah saat itulah Inem akan berhenti bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pulang kampung untuk kembali berkumpul dengan anak dan suaminya tercinta. Karena uang tabungannya yang telah dikumpulkannya sebesar Rp. 2,7 juta, saat itu akan dia belikan bebek dengan harga 50rb perekor. Sehingga Inem bisa mendapat 54 ekor bebek baru. Artinya saat itu Inem akan memiliki 66 ekor bebek, yang jika setiap harinya, minimal bebek yang bertelur 2/3 dari jumlah bebek yang ada, paling tidak dia bisa mendapat sekitar 40an butir telur, yang jika dijual akan menghasilkan kurang lebih Rp.40 rb, setelah dikurangi biaya pakan bebek sebesar Rp.7000 perhari (Rp. 1000 / 10 ekor), hasil bersihnya adalah Rp. 33rb/hari, artinya hasil penjualan telur bebek adalah Rp.990.000 /bulan. Di mana saat itu, jumlah itu sudah jauh lebih besar dari gajinya saat ini yang hanya sebesar Rp. 650 rb/bulan dan saat itu Inem tidak perlu lagi berpisah jauh dari keluarganya.

Luarbiasa sekali kan….. rencana si Inem ini, suatu rencana mencapai kebebasan keuangan yang sederhana, tapi membuat saya kagum dengan pemikirannya. Sebuah rencana untuk menggantikan penghasilan aktifnya sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan dari telur bebek. Sebuah rencana yang amat luarbiasa untuk seseorang yang hanya sempat sekolah sampai kelas 3 SD, itulah cara si Inem mencapai kebebasan keuangannya. Apakah setelah saat itu tiba, Inem hanya akan berdiam diri di kampung mengasuh anak dan suaminya mengangon bebek bebeknya? Ternyata tidak, sebagian dari hasil penjualan telur bebeknya tersebut, akan ditabungnya kembali, untuk nantinya digunakan sebagai modal membuka warung makanan atau membeli motor untuk dijadikan ojek….. nah lo…. Luarbiasa sekali kan…..Selamat Inem!, jangan lupa sama saya ya, kalau nanti sudah jadi juragan bebek di Surade.

Jika seorang sederhana, dengan pendidikan yang hanya kelas 3 SD seperti si Inem memiliki sebuah rencana, impian besar untuk meraih kebebasan keuangan melalui sistem ternak bebek ….. Sebuah sistim yang amat sederhana, …… mirip dengan sistim “Angsa Emas” seperti yang saya ajarkan di workshop Property Cash Machine System…jangan mau kalah dengan Inem… let’s do it, reach your financial freedom! 

Ditulis oleh: Joe Hartanto

Pembawa Berkah, Catatan Akhir Tahun



Tahukah siapa-siapa orang yang membawa berkah dalam Kehidupan Kita...
● Pertama : Orang yang
   Membantu Kita
   Ketika Susah...

● Kedua :  Orang yang
   Meninggalkan Kita
   Ketika Susah...

● Ketiga : Orang yang
   Menyebabkan Kita
   Jadi Susah...

Mengapa membawa BERKAH.???
Karena ke-3 macam orang ini secara tidak langsung selain melatih kesabaran (Potensi Diri) kita, juga membuat kita semakin dewasa dan bijaksana...

★ Ketika ada org bicara mengenai Anda di belakang, itu adalah tanda bahwa Anda sudah ada di depan mereka.

★ Saat orang bicara merendahkan diri Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.

★ Saat orang bicara dgn nada iri mengenai Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah jauh lebih baik dari mereka.

★ Saat orang bicara buruk mengenai Anda, padahal Anda tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan Anda sebenarnya lebih indah dari mereka.

Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat Anda bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan

Orang pintar bisa gagal,
Orang  hebat bisa jatuh,

tapi orang yang...
RENDAH HATI dan SELALU SABAR  dalam segala hal akan selalu 
mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena KOKOH pijakan nya...

Selamat beribadah semoga makin berkah berlimpah.