Posts

5 LEVEL KEPEMIMPINAN

Image
Seorang pemimpin harus memilki nilai tambah. Kalau biasa-biasa saja, tentu jangan berharap hasil luar biasa. Bicara tentang pemimpin, tidak lepas dari pengaruh. Teringat sebuah kalimat inspiratif “Leadership is influence, nothing more nothing less”. Dalam buku The 5 Levels of Leadership karya John C. Maxwell, ada 5 level kepemimpinan: Level 1: jabatan (position), orang lain mengikuti kita karena jabatan, karena keharusan. Ini adalah level terendah dalam 5 level kepemimpinan. Inilah posisi yang baik untuk memulai namun bukan posisi yang baik untuk menetap. Level 2: perkenanan (permission), orang lain mengikuti kita karena meraka ingin, karena adanya hubungan baik. Pemimpin berjalan di samping timnya. Kita bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi kita tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka. Level 3: produktivitas (production), orang lain mengikuti kita karena apa yang sudah kita kerjakan. Pemimpin menjadi contoh, orang mengikuti apa yang kita kerjakan. Pemim

HARTA DAN ANAK ADALAH UJIAN, KAMU PERCAYA?

Image
Harta dan anak adalah ujian? Hal ini merupakan sebuah peringatan, agar kita berhati-hati. Benar bahwa harta harus jelas dari mananya dan digunakan untuk apa, setelah punya harta kita diuji dengan bagaimana kita menyalurkan harta dengan cara yang benar atau malah harta hanya untuk bermegah-megahan.  Terkait dengan anak, memang kadang anak menguji kesabaran dan ketelatenan kita. Mendidik anak perlu ilmu, ketekunan, teladan, ini bagian dari ujian bagi orang tua. Jadi, harta dan anak itu ujian, tapi bukan sebuah larangan, sekali lagi, bukan larangan! Harta gak dibawa mati? Yang jelas, kalau kita punya harta banyak, kita bisa meninggalkan warisan, wasiat, wakaf (3W) yang banyak. Bukankah itu menyenangkan? Pastikan punya hartanya, dan usahakan hartanya banyak, agar makin banyak 3W yang bisa kita lakukan. Sip?  Nggak mau kaya? Nggak perlu kaya? Dengarkan ini baik-baik, mungkin kita kuat hidup biasa-biasa saja. Tapi anak, pasangan, orang tua, keluarga akan lebih baik bila kita punya banyak har

KAYA DAN BAHAGIA

Image
Salah satu ciri orang sukses adalah menggunakan kata “dan” bukan atau.  Kalau bisa kaya juga bahagia, bukan salah satunya. Bukan pula hanya karena kaya baru bahagia, ini kurang tepat. Bahagia itu adalah soal keputusan yang kita pilih. Maka putuskan untuk bahagia selalu. Ya, selalu.  Entah sudah kaya atau belum kaya. Tetaplah bahagia. Jangan sandarkan bahagia karena punya sesuatu. Nunggu kaya dulu baru bahagia? Kalau kaya-nya 10 tahun lagi bagaimana? Terus, kalau gak kaya-kaya bagaimana? Sekali lagi, bahagia adalah soal keputusan yang kita pilih. Maka pilihlah untuk selalu bahagia. Siap ya? Ada yang bilang “uang tidak bisa membeli kebahagiaan”. Benar, kalau uangnya sedikit. Hehehe. Seorang profesor dari Harvard Medical School bernama Sanjiv Chopra mengatakan bahwa keterlibatan seseorang pada kegiatan amal dengan mendonasikan uangnnya adalah salah satu cara untuk puas dan bahagia. Dengan kata lain, bila kita punya uang (baca: kaya) lalu uang tersebut kita salurkan untuk donasi amal, maka

BISNIS ONLINE UNTUK KARYAWAN

Image
Jadi karyawan itu gajinya pasti. Pastinya terbatas maksudnya. Tenang, saya juga seorang bangsawan, bangsa karyawan maksudnya. Hehehe. Seorang karyawan juga bisa punya tambahan penghasilan. Salah satunya dengan cara berbisnis online. Sebagai karyawan harus tetap amanah dengan pekerjaaan, disiplin waktu, dan tugas harus dengan baik diselesaikan. Aturlah waktu dengan baik saat menjalankan bisnis online, misal 2 jam sebelum berangkat kerja, kemudian 2 jam setelah pulang kerja. Bukan curi-curi waktu saat jam bekerja, harus menjaga integritas, memegang amanah sebagai karyawan. Kenapa bisnis online? Karena ini lebih fleksibel dalam hal waktu, dan relatif mudah untuk dijalankan. Bayangkan bila soerang karyawan yang masih pemula dalam bisnis, kemudian harus sewa ruko, merekrut karyawan, lalu bisnisnya diserahkan pada orang lain, saya kurang menyarankan. Saat awal-awal usaha berjalan, pasti perlu perhatian. Benar kan? Siapa bilang bisnis online, kecil penghasilan? Alhamdulillah banyak yang sudah

RE-INVESTASI BISNIS

Image
Membangun bisnis bukan pekerjaan satu atau dua hari. Perlu proses, perlu  konsistensi, perlu kesabaran. Ketika memulai bisnis perlu keberanian, dalam membesarkan bisnis perlu ilmu dan perlu waktu. Ada yang bilang “Roma tidak dibangun dalam semalam”. Saya kira memang benar, semua perlu waktu, semua ada prosesnya. Mari perhatikan: -Kota Roma dibangun tahun 753 SM -Artis Rhoma Irama aktif bermusik sejak tahun 1968 -Biskuit Roma milik Mayora Group eksis sejak tahun 1977 Sekali lagi, hal tersebut membuktikan semua perlu waktu. Setuju? Apa hubungannya Roma dengan bisnis? Hubungannya baik-baik saja. Hehehe. Bukan, bukan itu maksudnya. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah bisnis perlu waktu untuk mengembangkannya, salah satu proses yang perlu kita lakukan dengan re-investasi. Investasi kita lakukan ketika diawal bisnis, maka re-investasi kita lakukan selanjutnya ketika bisnis mulai berkembang. Ketika bisnis mulai menghasilkan, jangan semua keuntungan langsung dihabiskan, namun lakukan re-inv

MENAFKAHI KELUARGA MAKIN MULIA

Image
Uang selalu habis buat keperluan keluarga? Bukan habis, namun itu “tabungan kita”. Pesan Nabi: “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar” (HR. Muslim). Jelas sudah, bahwa keutamaan menafkahi keluarga sugguh istimewa. Jangan lagi jadi beban buat kita. Apa yang harus kita lakukan? Niatkan dan ikhtiarkan menafkahi keluarga dengan penafkahan terbaik.  Menjadi “tabungan” kita. Mengapa? Karena tiap dinar yang kita kumpulkan lalu kita nafkahkan untuk keluarga tercatat lebih besar pahalanya disisiNya! Uang keluar besar untuk biaya sekolah anak? Yakinlah, kelak akan ada “hadiah buat kita”. Sekali lagi, bila kita berfikir ini menjadi beban, maka kita akan berat melakukannya. Walau memang mungkin kenyataannya berat, sudah berat makin berat. Pesan Nabi: “Apabila

REZEKI DIANTAR

Image
Sukses berpola, gagal berpola. Temukan pola sukses orang yang sudah terbukti sukses, lalu ikuti.  Orang sukses berpikir dan bertindak positif, coba perhatikan apa yang mereka lakukan?  Sakit, tapi masih bisa tersenyum Gagal, tapi masih bisa bahagia Bangkrut, tapi masih bisa bersyukur Kekurangan, tapi masih bisa sedekah Dalam buku The Luck Factor karya Profesor Richard Wiseman seorang psikolog dari Universitas Hertfordshine telah meneliti 400 orang yang memiliki karakter yang beruntung dan tidak beruntung, dengan berbagai jenis latar belakang. Dalam penelitiannya bertahun-tahun ia mengungkap bahwa keberuntungan bukanlah kemampuan magis atau hasil dari pengambilan acak. Ternyata ada polanya salah sautunya adalah berpikir dan bersikap positif. Sip? Bila gagal 7 kali, maka bangkit 8 kali, jadi selalu bangkit 1 kali lebih banyak dari kegagalan. Percayalah, gagal itu ada batasnya, sehingga habiskan jatah gagalmu sedini mungkin. Jangan pernah menyerah, maju terus pantang mundur, buatlah kegag

MUNGKINKAH REZEKI MENULAR?

Image
Menurut Judy Ho, PhD, seorang psikolog klinis dan forensik yang berbasis di California. Dikatakan bahwa: emosi bisa menular karena kita adalah makhluk sosial yang merespons lingkungan. Begitulah, emosi itu menular. Dan kabar buruknya, emosi negatif lebih mudah menular dari pada emosi positif. Artinya, kita harus hati-hati dalam memilih tim dan lingkungan. Berdasarkan penelitian Susan Lucia Annunzio dan timnya di Hudson High Performance, terhadap 3000 pekerja lebih, ternyata berbagi rahasia sukses dari group terbaik dengan group-group lain bisa menularkan kesuksesan. Dengan kata lain, kesuksesan orang lain bisa menginspirasi kita untuk mencapai kesuksesan, menularkan kesuksesan. Jadi mungkinkah rezeki itu menular? Ternyata sangat mungkin. Caranya? Pertama, masuklah dalam lingkungan atau komunitas yang positif. Kedua, ketika berada di lingkungan atau komunitas tersebut lakukan saling menginspirasi, saling berbagi, saling mendukung, saling ridha, saling mendoakan. Seperti kita ketahui, ke

KAYA BUKAN SEGALANYA

Image
Kaya memang tak menjamin bahagia. Namun kekayanaan adalah alat bantu yang memudahkan kita untuk lebih bahagia. Kaya memang bukan segalanya. Namun kekayaan dapat membantu kita untuk memuliakan keluarga, sesama, dan agama. Perhatikan, ketika anak kita sakit keras dan perlu biaya besar untuk berobat, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Ketika istri tengah bersalin dan perlu biaya besar untuk operasi, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Ketika orang tua kita ingin berhaji dan mereka tidak mampu, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Think! Bayangkan, dengan kekayaan kita bisa umroh dan mengumrohkan . Bisa sekolah dan membangun gedung sekolah. Bisa ke masjid dan merenovasi masjid jadi lebih baik. Bisa berzikir dan membiayai majelis zikir. Bisa belajar ilmu dan membiayai majelis ilmu. Dengan kekayaan kita bisa lebih mudah untuk melaksanakan haji, umroh, kurban, akikah, zakat, infak, sedekah, wakaf dan syiar kebaikan. Jleb! Mungkin saat ini kon

Bisnis Berjamaah

Image
Apa pesan yang dapat kita ambil dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW? Salah satunya adalah adanya perintah sholat. Amalan pertama yang akan dihisab di akhirat adalah sholat. Bila baik sholatnya maka akan baik amalan lainnya. Bahkan, salah satu keutamaan sholat adalah dapat mencegah perbuatan baik dan mungkar. Seorang yang melakukan sholat begitu banyak keutamaannya. Namun bila kita bukan sekedar melakukan sholat, namun juga melakukan sholat dan berjamaah. Insyaallah lebih besar lagi keutamaannya. Ketika kita sholat sendiri hanya dapat 1 kebaikan. Dengan berjamaah, kita dijanjikan dapat 27 kebaikan. Begitulah salah satu keutamaan berjamaah. Dalam bisnis, perihal berjamaah itu ada pula kemiripan dengan yang namanya komunitas. Komunitas bisnis memberi banyak manfaat. Berada di dalamnya banyak hal yang bisa kita peroleh. Bayangkan kita yang awalnya sebagai pemula, kemudian bertahap mulai tau banyak hal. Ketika ada yang belum berhasil, ada yang menyemangati dan memberi motivasi se

Mempersiapan Pensiun

Image
Menurut id.wikipedia.org pensiun adalah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan harus diberhentikan, ataupun atas permintaan sendiri. Dari pengertian tersebut, jadi orang yang bekerja pasti diberhentikan. Ya, pasti diberhentikan! Karena 2 sebab, pertama diberhentikan perusahaan sebab usianya sudah lanjut, kedua berhenti atas kemauan sendiri atau pensiun dini sebelum waktunya. Ketika membaca halaman berita kompas.com “sebagian besar orang Indonesia tak siap finansial untuk pensiun". HSBC Global melakukan survei terhadap 17.405 orang di beberapa negara termasuk di Indonesia. Data menunjukkan 2/3 responden usia kerja menyatakan akan lanjut bekerja setelah pensiun. Masih dari data tersebut, sebagian memulai wirausaha setelah pensiun (54%), sisanya memilih untuk mengandalkan kebutuhan sehari-hari dari hasil tabungan (29%), kemudian kembali mencari pekerjaan (25%), serta membangun kos-kosan atau menyewakan rumah (19%). Mempersiapkan pensiun sebuah keharus

Ajak dan Ajar

Image
Ketika kita punya peliharaan di rumah, entah itu kucing, kelinci, atau peliharaan lainnya. Tiap hari kita kasih makan, maka insyaallah ini terhitung ibadah, terhitung amal sholeh. Dan bukan mustahil dengan wasilah itu, kita mendapat ampunan dosa-dosa kita. Diriwayatkan dalam sebuah hadist “ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu mengelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut” (HR. Muslim No. 2245). Saat memberi makan hewan peliharaan, bahkan seekor anjing, kita berpeluang dapat amal kebaikan. Apalagi kita bisa memberi makan ke manusia. Boleh juga kita memberi makan ke anak asuh, anak yatim, atau sesekali memberi sedekah makanan pada orang yang membutuhkan. Sekarang bayangkan, kita mengajak orang berbisnis, akhirnya ia mengikuti dan berbisnis. Lalu kita ajari untuk bisa menghasilkan. Dengan penghasilann

Seberapa Penting Ilmu Binis?

Image
Memulai bisnis perlu keberanian, membesarkan bisnis perlu ilmu. Mirip dengan seorang yang ingin mengendarai kendaraan. Berani itu penting, ilmu juga penting. Bila kita ingin bersepeda, cukup dikayuh saja sudah jalan. Mengendarai sepeda motor? Tentu beda caranya. Bagaimana dengan mengendarai mobil? Tentu ada caranya, ada ilmunya. Bagaimana dalam bisnis? Ada yang baru mulai bisnis, pakai ilmu seadanya, sekenanya. Akhirnya hasilnya gak mengena, gak berasa. Coba perhatikan, seorang dokter untuk bisa praktek sebagai dokter harus sekolah berapa lama? Berapa tahun? Mulai SD, SMP, SMA, S1, Spesialis. Sebaliknya untuk mulai bisnis, sudah berapa lama kita belajar tentang bisnis? Think! Sebagaimana kita sudah ketahui, banyak sekali keutamaan seorang yang berilmu. Salah satunya dalam surah Al-Mujadilah ayat 11 “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". Mungkin bisnisnya baru mulai naik, namun yakinlah ke

Agar Bisnis Gak Tekor

Image
Bagaimana cara paling cepat sampai ke Bromo? Temukan orang yang sudah pernah sampai, bahkan berkali-kali sampai ke Bromo.  Bila sudah bertemu dengan “siapa” maka akan tau “apa” dan “bagaimana” nya.  Sebagai pemula dalam bisnis, ada baiknya kita menemukan “who”, siapa orang yang tepat. Bukan lagi “what” atau “how”. Mengapa? Kadang kita belum tau apa yang harus dikerjakan, bagaimana melakukannya. Dengan bertemu orang yang tepat, hal-hal seperti itu akan lebih mudah terjawab. Kuncinya, menemukan orang yang tepat. Apa yang perlu dilakukan (what)? Bagaimana cara melakukannya (how)? Pertanyaan seperti itu akan berkurang, jika kita telah menemukan orang yang tepat (who), dalam bisnis biasa disebut dengan mentor. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Nabi Muhammad punya mentor bisnis. Siapa? Benar sekali, yaitu pamannya. Memulai bisnis dengan mengikuti pamannya, bahkan jangkauan bisnisnya sampai ke luar kota, sampai ke beberapa negara. Luar biasa pentingnya seorang mentor.  Bisnis tanpa mento

Bisnis Sebagai Kendaraan

Image
Berdasarkan data dari Kemenaker dan BPJS (2020), terdapat 2.8 juta orang terdampak adanya pandemi Covid-19. Diantaranya terdapat 1.7 juta pekerja formal dirumahkan, ada 749.4 ribu pekerja formal di-PHK, dan 282 ribu pekerja informal yang usahanya terganggu. Pada data yang lain, rasio jumlah entrepreneur atau pengusaha di Indonesia saat ini baru sekitar 2 sampai 3 persen. Idealnya, menurut pemerintah dan APINDO adalah 14 persen agar Indonesia bisa maju. Apa yang ingin saya sampaikan? Menurut saya, binis itu bisa menjadi bagian dari solusi masalah tersebut. Dengan bisnis kita bisa membuka lapangan kerja. Dengan bisnis makin meningkat rasio jumlah pengusaha di Indonesia. Ini yang disebut, bisnis sebagai kendaraan. Kemudian apa tujuannya? Tujuannya dari berbisnis adalah keberkahan dan kebermanfaatan. Keberkahan jadikan sebagai tujuan. Pesan guru saya, carilah rezeki yang halal dan baik, jangan hanya cari jumlah, namun juga cari berkah. Letakkan ini dalam niat baik (good intention). Ciri-ci