Big Goal

Memiliki impian yang besar

Result Oriented

Berorientasi pada hasil maksimal

Scale Up

Selalu berupaya memberikan hasil

Never Give Up

Terus melangkah mencapai tujuan

Momentum

Tiap kejadian jadi pembelajaran kehidupan

Monday, December 17, 2018

Kegiatan Usaha dan Wilayah Jaringan Kantor BPR

OJK menetapkan BPR dengan kategori kegiatan usahanya berdasarkan modal inti. Nah, apa saja yang bisa dilakukan oleh BPR dengan kategori tersebut? Bila di Bank Umum kita mengenal dengan Bank Umum Kegiatan Usaha Satu atau disingkat dengan Bank BU-KU 1 dan seterusnya. Maka BPR-pun demikian. Berikut ringkasan dari kategori tersebut. BPR Kegiatan Usaha 1 atau BPR-KU 1 sampai dengan BPR-KU 3 berdasarkan POJK No.12/POJK.03/2016 tentang Kegiatan Usaha dan Wilayah Jaringan Kantor BPR Berdasarkan Modal Inti.


Wednesday, November 21, 2018

Dasar Hukum Penyaluran Keuangan Desa Melalui BPR Pemda

BPR milik Pemda dapat menjadi penyaluran rekening desa.



Dasar Hukum Penyaluran Keuangan Desa Melalui BPR Pemda antara lain sebagai berikut:

1. Permendagri No 31 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 yang tertulis pada Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri halaman 39 yang menyebutkan "Dalam rangka optimalisasi dan efektifitas penyaluran dana dari rekening kas umum daerah ke rekening kasa desa, pemerintah daerah selaku pemegang saham/ modal pengendali dapat menyalurkan melalui BUMD lembaga keuangan"

2. Permendagri No 94 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan BPR Milik Pemda yang tertulis pada Bab II Kegiatan Usaha BPR pada Pasal 3 Ayat f Halaman 5 yang menyebutkan "Membantu pemerintah desa melaksanakan fungsi pemegang kas desa dan sebagai penyaluran alokasi dana desa dan desa adat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan"

Monday, October 15, 2018

Menerapkan Manajemen Risiko Kredit, Operasional, Likuiditas, dan Kepatuhan

Menerapkan Manajemen Risiko Kredit, Operasional, Likuiditas, dan Kepatuhan



Berikut link ringkasan materi CERTIF tentang Manajemen Risiko dll

Monday, August 06, 2018

Menerapkan Manajemen Resiko Reputasi & Stratejik

Pengalaman mengikuti pelatihan dan sertifikasi dari CERTIF terkait materi Menerapkan Manajemen Resiko Reputasi & Stratejik.

Untuk mempermudah pemahaman dalam pembelajaran, saya membuat ringkasan materi certif tersebut dengan menggunakan mind mapping.


Bila dirasa berguna, silahkan donwload versi pdf-nya disini dan semoga bermanfaat.

Thursday, July 19, 2018

Video Inspiratif dari Temu Alumni Nasional XIII IKAPETE



Berikut video inspiratif cuplikan dari kegiatan Temu Alumni Nasional XIII



Kegiatan tahunan yang diselenggarakan setiap sabtu akhir pada bulan Syawal adalah Halal bi Halal dan Temu Alumni Nasional Ikatan Kelaurga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE). Banyak yang mengapresiasi pelaksanaan yang ke-13 kali ini dan mudah-mudahan membawa inspirasi bagi semua.

Monday, February 05, 2018

Financial Freedom ala Alex P Chandra

Bagaimana membangun Financial Freedom ala Alex P Chandra? Simak Ulasan berikut:



1. Kaya menurut saya adalah suatu kondisi, dimana pasif income lebih besar daripada biaya hidup seseorang. Jadi kata kuncinya. Pasif Income; yaitu istilah yang kita gunakan untuk income dari investasi

2. Biaya hidup dengan life style yang dikehendaki. Menjadi 'kaya' bukan berarti kita tidak perlu bekerja lagi, melainkan kita kini punya 'pilihan'. Dengan demikian kita bisa 'nyetel' kapan kita mencapai 'kaya' itu, yaitu dgn menyetel biaya hidup/life-style. Dan menjadi 'kaya' itu urusannya dengan investasi. Bukan dengan pilihan profesi. Kalo tidak ada investasi,ya 'by defenisi' kita tadi, kita tidak bisa kaya

3. Kalau life-stylenya 5jt sebulan, tentunya mencapai pasif income lebih dari 5 jt lebih mudah dibandingkan jika life-stylenya 500jt/bulan. Yg hidupnya sederhana akan lebih mudah menjadi 'kaya'

4. Saya mengibaratkan financial planning menuju financial freedom ini seperti mendaki gunung. Katakanlah Himalaya. Ada stage dan tahapannya. Dan tidak semua orang harus mencapai summit. Saya pernah ke Everest, namun cuman sampai 1st base camp.

5. Sampai ke 1st base camp Himalaya, capek sih, namun tidak susah2 amat. Cuman naek land-cruiser dua hari dari Lhasa, Tibet. Ketika kita membayangkan menjadi 'kaya' adalah hidup seperti Donald Trump dkk, maka otak kita menolaknya. Dan bahkan tdk memulai perjalanan.

6. Donald Trump cs adalah orang-orang yang mencapai 'summit'. Puncak tertinggi gunung Himalaya. Butuh bakat dan latihan khusus.  Tidak semua orang akan berhasil sampai ke summit.

7. Namun ketika kita bagi-bagi perjalanannya menjadi beberapa tahapan, & setiap tahapan sudah merupakan 'kemenangan', menjadi kaya lebih realistis. Ketika otak kita menganggapnya 'realistis' dan 'achieveable'; maka kita lebih nyaman memulai perjalanan 'mendaki gunung financial freedom'

Disunting dari FB BPR Lestari

Sunday, February 04, 2018

Orang tua, Ayah (abah) sekaligus Guru

Seorang yang sangat saya hormati karena ketulusan hati, penuh nasehat, bijaksana, lemah lembut dalam tutur kata, membimbing, dan insyaAllah selalu mendoakan anak-anaknya. Bisa dibilang tak cukup kata untuk mewakilkan ungkapan yang pas untuk mengambarkan betapa kami anak-anaknya sungguh merasa kehilangan beliau.


Semoga dimapuni dosa-dosa beliau
Semoga dilipatgandakan kebaikan-kebaikan beliau
Semoga husnul khotimah

RS. Semen Gresik. Date 04/02/2018 | 10:15 WIB

Friday, February 02, 2018

Khutbah Jumat tentang Hikmah Syukur

Sudah beberapa tahun diberi kepercayaan untuk menyampaikan khutbah Jumat di masjid Alfalah Parimono Palndi Jombang.

Mendapatkan jadwal khutbah selama setahun dalam sebuah kalender. Bagi saya peribadi ini merupakan sebuah amanah ketika Allah SWT menitipkan sedikit ilmu yang saya punya untuk diamalkan di masyarakat. Walau sesungguhnya isi meteri khutbah adalah pengingat bagi saya untuk selalu memperbaiki diri. Semoga Allah SWT membimbing selalu langkah-langkah kita dijalan yang Dia ridhoi. Aamiin.






 ------------------------- isi khutbah bisa didownload disini > klik disini-------------------------






Sunday, January 07, 2018

Financial Freedom ala Inem

Financial freedom atau kebebasan keuangan adalah impian setiap orang, banyak sekali jalan untuk mencapai keadaan ini, ada yang menempuhnya melalui bisnis, properti, Saham, MLM, Internet dan lain sebagainya. Apapun kendaraannya, apapun caranya, apapun namanya, sebenarnya ‘benang merah’ dari itu semua adalah investasi.

Banyak orang ketika mendengar istilah investasi, yang terbayang di pikiran mereka sesuatu yang canggih, yang memerlukan uang yang banyak, pengetahuan yang dalam , dan segudang pengalaman. Jika investasi diartikan seperti diatas, artinya ‘Financial Freedom’ atau kebebasan keuangan hanyalah milik segelintir orang yang punya modal saja dong, hanya untuk segelintir orang yang pintar saja dong,….. Apakah benar demikian???

Sudah lama sekali saya ingin membahas mengenai ini, bahwa jika kita melakukan investasi,dengan tujuan untuk mencapai kebebasan keuangan, tidak selalu harus dihubungkan dengan saham, properti, atau bisnis yang canggih canggih, investasi sangat bisa dilakukan dengan cara yang amat sangat sederhana seperti cerita si Inem dibawah ini.

Beberapa minggu yang lalu saya baru saja menjemput dari rumah mertua saya dan mengantarkan si Inem…. seseorang yang lugu, sederhana, yang datang ke Jakarta dengan menempuh perjalanan selama 13 jam, meninggalkan 2 anaknya yang masih kecil dan seorang suaminya di kampung Surade, Sukabumi selatan, demi untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang pembantu rumah tangga di rumah salah satu teman istri saya.

Dalam perjalanan selama kurang lebih 30 menit saya dan istri berbicara cukup banyak dengan Inem, saya menanyakan latarbelakang dia, dan alasan kenapa dia rela meninggalkan keluarga dan anaknya yang masih kecil di kampung hanya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga? Dari percakapan kami dengan Inem, saya menjadi amat terharu sekaligus kagum dan bangga dengan Inem. Mengapa? Karena ternyata seorang Inem, datang ke Jakarta tidak hanya sekedar bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tapi mirip dengan perjalanan hidup saya selama 2 tahun di US, saya juga bukan bertujuan selamanya menjadi pelayan toko, tapi saya punya rencana besar, impian besar, pekerjaan yang saat itu saya jalani hanyalah sebagai batu loncatan saja. Inem ternyata juga memiliki impian besar untuk mencapai kebebasan keuangan, dia akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga hanyalah untuk sementara waktu saja.

Apa yang akan dilakukan Inem untuk meraih kebebasan keuangannya? Menurutnya saat ini dia sudah memiliki 12 ekor bebek di kampung yang bertelur 1 butir setiap harinya, jika telur itu dia bisa jual dengan harga rp.1000/butir. Dia bisa mendapatkan Rp. 10 ribu perhari bersih dari hasil menjual telur bebek, setelah dipotong dengan biaya makan bebek bebek tersebut.

Rencananya adalah seperti ini : setiap bulan, Inem berencana untuk menabung gajinya sebagai pembantu, minimal Rp. 300 rb perbulan (setelah dipotong keperluan pribadi dan kirim uang ke kampung). Setelah 9 bulan menabung, Inem akan berhasil mengumpulkan Rp, 2,7 juta (9 x rp. 300rb).

Nah saat itulah Inem akan berhenti bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pulang kampung untuk kembali berkumpul dengan anak dan suaminya tercinta. Karena uang tabungannya yang telah dikumpulkannya sebesar Rp. 2,7 juta, saat itu akan dia belikan bebek dengan harga 50rb perekor. Sehingga Inem bisa mendapat 54 ekor bebek baru. Artinya saat itu Inem akan memiliki 66 ekor bebek, yang jika setiap harinya, minimal bebek yang bertelur 2/3 dari jumlah bebek yang ada, paling tidak dia bisa mendapat sekitar 40an butir telur, yang jika dijual akan menghasilkan kurang lebih Rp.40 rb, setelah dikurangi biaya pakan bebek sebesar Rp.7000 perhari (Rp. 1000 / 10 ekor), hasil bersihnya adalah Rp. 33rb/hari, artinya hasil penjualan telur bebek adalah Rp.990.000 /bulan. Di mana saat itu, jumlah itu sudah jauh lebih besar dari gajinya saat ini yang hanya sebesar Rp. 650 rb/bulan dan saat itu Inem tidak perlu lagi berpisah jauh dari keluarganya.

Luarbiasa sekali kan….. rencana si Inem ini, suatu rencana mencapai kebebasan keuangan yang sederhana, tapi membuat saya kagum dengan pemikirannya. Sebuah rencana untuk menggantikan penghasilan aktifnya sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan dari telur bebek. Sebuah rencana yang amat luarbiasa untuk seseorang yang hanya sempat sekolah sampai kelas 3 SD, itulah cara si Inem mencapai kebebasan keuangannya. Apakah setelah saat itu tiba, Inem hanya akan berdiam diri di kampung mengasuh anak dan suaminya mengangon bebek bebeknya? Ternyata tidak, sebagian dari hasil penjualan telur bebeknya tersebut, akan ditabungnya kembali, untuk nantinya digunakan sebagai modal membuka warung makanan atau membeli motor untuk dijadikan ojek….. nah lo…. Luarbiasa sekali kan…..Selamat Inem!, jangan lupa sama saya ya, kalau nanti sudah jadi juragan bebek di Surade.

Jika seorang sederhana, dengan pendidikan yang hanya kelas 3 SD seperti si Inem memiliki sebuah rencana, impian besar untuk meraih kebebasan keuangan melalui sistem ternak bebek ….. Sebuah sistim yang amat sederhana, …… mirip dengan sistim “Angsa Emas” seperti yang saya ajarkan di workshop Property Cash Machine System…jangan mau kalah dengan Inem… let’s do it, reach your financial freedom! 

Ditulis oleh: Joe Hartanto