Posts

Showing posts from March, 2014

Less is More

Image
Game Flappy Bird ternyata menghasilkan cash flow 600 jutaan per hari. Wow. Padahal hanya dikerjakan oleh satu orang anak muda dari Vietnam. Berbagai review pun menilai game ini jelek dan amatiran. Kenapa game ini begitu digemari? Saya tidak tahu. Saya bukan penggemar atau pengamat game. Yang saya tahu, game ini sangat sangat simple. Idenya simple, programingnya simple, disainnya simple (buruk bahkan). Tapi justru orang sedunia menggilainya. Idenya simple itu kadang tidak terlihat oleh orang kebanyakan. Orang kebanyakan berpikirnya kompleks, bekerjanya juga kompleks. Coba perhatikan produk-produk Apple. Semuanya serba simple. Bayangkan, Apple hanya dengan 4 produk dengan 2-3 pilihan warna bisa menjadi perusahaan bernilai tertinggi di dunia. Bandingkan dengan Samsung yang ngos-ngosan mengejarnya dengan jumlah produk yang tak terhitung variannya. Samsung sangat kompleks. Disain produk-produk Apple pun demikian. Sangat simple. Perhatikan disain iPhone itu, hanya ada 1 tombol d

Memakmurkan Masjid-Memakmurkan Rezeki

Image
Masjid adalah tempat yang paling baik di muka bumi. Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat yang sangat mulia dan sangat utama untuk kegiatan ibadah umat Islam seperti sholat, berdzikir, bersholawat, dan majlis ta’lim. Maka dari itu Allah SWT sangat mencintai masjid dan orang orang yang berjalan menuju masjid untuk beribadah Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-­orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka (semoga) merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At Taubah: 18) Jika diibaratkan sebagai tuan rumah, maka apakah kita ragu terhadap kedermawanan Allah terhadap tamu-tamu yang datang ke rumah Allah? Jika manusia saja diajarkan oleh Baginda Rasulullah SAW untuk menghormati dan memuliakan tamunya, maka apabila kita bisa berpikir dengan bijak dan merasakan dengan hati nurani harusnya kita sadar bahwa Allah akan menjamu tamuNya dengan

Simplicity

Image
Beberapa waktu lalu, saya membaca buku “The Power of Simplicity” karangan Jack Trout dan Steve Rivkin. Saya pernah baca sekilas edisi Englishnya tapi karena bahasanya terlalu rumit buat saya, kemudian saya mencari2 edisi Indonesiannya. Cerita punya cerita ternyata buku tersebut ada di lemari buku bos saya. Dengan enteng saja, buku ini aku pinjam, kayak Mas Iwan Fals. Buku ini mengajak orang untuk berbisnis dengan sederhana, dengan jargon-jargon kesederhanaan, kata-kata mutiara dari orang-orang terkenal jadul (jaman dulu) dan tentu saja contoh-contoh penyelesaian yang sederhana pula. Pokoknya semakin sederhana kita berbisnis, semakin maju. “Menggugah” kutipan dari Booklist yang memberi komentar. Dan benar-benar menggugah buat saya. Membelalakan mata saya akan kesederhanaan. Membuka pikiran saya. Apalagi di bab akhir yang banyak sekali mengutip kalimat-kalimat dari beberapa tokoh terkenal. “Kesederhanaan karakter adalah hasil alami dr pemikiran mendalam.” Begitu kata Thomas Hazlit

Nasib Keberuntungan

Ini kisah tentang seorang petani tua yang bekerja di sawahnya. Suatu hari kerbau yang biasa membajak sawahnya melarikan diri. Mendengar ini, tetangga si petani tua datang mengunjunginya, dan dengan penuh simpati berkata, “Oh, petani tua. Sungguh malang nasibmu.” Sang petani pun menjawab, “Mungkin saja, tapi tidak apa-apa.” Keesokan harinya, kerbau itu kembali, bersama dua kerbau lepas yang liar. “Sungguh menakjubkan. Betapa beruntungnya nasibmu,” seru tetangganya. Sang petani menjawab, “Mungkin saja.” Hari berikutnya, anak si petani tua mencoba menaiki salah satu kerbau yang masih liar itu. Sang anak terlempar dari punggung kerbau yang belum jinak itu. Kakinya patah. Mendengar ini, tetangganya datang mengunjunginya untuk memberi simpati atas kemalangannya, “Oh, petani tua. Betapa malang nasibmu.” Lagi-lagi sang petani menjawab, “Mungkin saja, tapi tidak apa-apa.” Keesokan harinya, seorang pejabat militer datang ke desa dan menyerukan kewajiban bagi setiap pemuda untuk be

Tanah Kapling sebagai Alternatif Investasi

Image
Membeli tanah kosong berupa kapling adalah salah satu alternatif investasi di properti. Apalagi menurut lembaga survey real estate dari Inggris, Knight Frank, Indonesia menjadi negara dengan kenaikan harga properti paling tinggi sedunia tahun 2012. Jakarta menduduki peringkat nomor satu yaitu dengan kenaikan 38,1 persen selama 2012 disusul Bali dengan kenaikan 20 persen. (Sumber Merdeka.com). Mengapa membeli tanah kapling bisa menjadi alternatif investasi? Salah satu kelebihan properti adalah karena harganya tergolong gelap. Tidak ada pasar seperti pasar saham, emas, komoditi yang mengatur harga properti di seluruh dunia. Sehingga harga properti adalah harga kehendak pemilik dan pembeli. Kedua karena membeli tanah kapling relatif lebih murah dibandingkan dengan membeli rumah. Tentu saja, karena membeli rumah terdapat komponen biaya bangunan. Ketiga metode pembayarannya lebih simple. Mengapa? Karena membeli tanah kapling hampir tidak melibatkan perbankan, seperti hanya membel