Melihat Dari Berbagai Sudut Pandang

Seringkali manusia dalam bertindak terbatas karena sudut pandangnya.

Kacamata Kehidupan

Bila hari ini lebih baik dari kemarin berarti anda beruntung.

Financial Freedom ala Alex P Chandra

Bagaimana membangun Financial Freedom ala Alex P Chandra? Simak Ulasan berikut:



1. Kaya menurut saya adalah suatu kondisi, dimana pasif income lebih besar daripada biaya hidup seseorang. Jadi kata kuncinya. Pasif Income; yaitu istilah yang kita gunakan untuk income dari investasi

2. Biaya hidup dengan life style yang dikehendaki. Menjadi 'kaya' bukan berarti kita tidak perlu bekerja lagi, melainkan kita kini punya 'pilihan'. Dengan demikian kita bisa 'nyetel' kapan kita mencapai 'kaya' itu, yaitu dgn menyetel biaya hidup/life-style. Dan menjadi 'kaya' itu urusannya dengan investasi. Bukan dengan pilihan profesi. Kalo tidak ada investasi,ya 'by defenisi' kita tadi, kita tidak bisa kaya

3. Kalau life-stylenya 5jt sebulan, tentunya mencapai pasif income lebih dari 5 jt lebih mudah dibandingkan jika life-stylenya 500jt/bulan. Yg hidupnya sederhana akan lebih mudah menjadi 'kaya'

4. Saya mengibaratkan financial planning menuju financial freedom ini seperti mendaki gunung. Katakanlah Himalaya. Ada stage dan tahapannya. Dan tidak semua orang harus mencapai summit. Saya pernah ke Everest, namun cuman sampai 1st base camp.

5. Sampai ke 1st base camp Himalaya, capek sih, namun tidak susah2 amat. Cuman naek land-cruiser dua hari dari Lhasa, Tibet. Ketika kita membayangkan menjadi 'kaya' adalah hidup seperti Donald Trump dkk, maka otak kita menolaknya. Dan bahkan tdk memulai perjalanan.

6. Donald Trump cs adalah orang-orang yang mencapai 'summit'. Puncak tertinggi gunung Himalaya. Butuh bakat dan latihan khusus.  Tidak semua orang akan berhasil sampai ke summit.

7. Namun ketika kita bagi-bagi perjalanannya menjadi beberapa tahapan, & setiap tahapan sudah merupakan 'kemenangan', menjadi kaya lebih realistis. Ketika otak kita menganggapnya 'realistis' dan 'achieveable'; maka kita lebih nyaman memulai perjalanan 'mendaki gunung financial freedom'

Disunting dari FB BPR Lestari

Orang tua, Ayah (abah) sekaligus Guru

Seorang yang sangat saya hormati karena ketulusan hati, penuh nasehat, bijaksana, lemah lembut dalam tutur kata, membimbing, dan insyaAllah selalu mendoakan anak-anaknya. Bisa dibilang tak cukup kata untuk mewakilkan ungkapan yang pas untuk mengambarkan betapa kami anak-anaknya sungguh merasa kehilangan beliau.


Semoga dimapuni dosa-dosa beliau
Semoga dilipatgandakan kebaikan-kebaikan beliau
Semoga husnul khotimah

RS. Semen Gresik. Date 04/02/2018 | 10:15 WIB

Khutbah Jumat tentang Hikmah Syukur

Sudah beberapa tahun diberi kepercayaan untuk menyampaikan khutbah Jumat di masjid Alfalah Parimono Palndi Jombang.

Mendapatkan jadwal khutbah selama setahun dalam sebuah kalender. Bagi saya peribadi ini merupakan sebuah amanah ketika Allah SWT menitipkan sedikit ilmu yang saya punya untuk diamalkan di masyarakat. Walau sesungguhnya isi meteri khutbah adalah pengingat bagi saya untuk selalu memperbaiki diri. Semoga Allah SWT membimbing selalu langkah-langkah kita dijalan yang Dia ridhoi. Aamiin.






 ------------------------- isi khutbah bisa didownload disini > klik disini-------------------------






Financial Freedom ala Inem

Financial freedom atau kebebasan keuangan adalah impian setiap orang, banyak sekali jalan untuk mencapai keadaan ini, ada yang menempuhnya melalui bisnis, properti, Saham, MLM, Internet dan lain sebagainya. Apapun kendaraannya, apapun caranya, apapun namanya, sebenarnya ‘benang merah’ dari itu semua adalah investasi.

Banyak orang ketika mendengar istilah investasi, yang terbayang di pikiran mereka sesuatu yang canggih, yang memerlukan uang yang banyak, pengetahuan yang dalam , dan segudang pengalaman. Jika investasi diartikan seperti diatas, artinya ‘Financial Freedom’ atau kebebasan keuangan hanyalah milik segelintir orang yang punya modal saja dong, hanya untuk segelintir orang yang pintar saja dong,….. Apakah benar demikian???

Sudah lama sekali saya ingin membahas mengenai ini, bahwa jika kita melakukan investasi,dengan tujuan untuk mencapai kebebasan keuangan, tidak selalu harus dihubungkan dengan saham, properti, atau bisnis yang canggih canggih, investasi sangat bisa dilakukan dengan cara yang amat sangat sederhana seperti cerita si Inem dibawah ini.

Beberapa minggu yang lalu saya baru saja menjemput dari rumah mertua saya dan mengantarkan si Inem…. seseorang yang lugu, sederhana, yang datang ke Jakarta dengan menempuh perjalanan selama 13 jam, meninggalkan 2 anaknya yang masih kecil dan seorang suaminya di kampung Surade, Sukabumi selatan, demi untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang pembantu rumah tangga di rumah salah satu teman istri saya.

Dalam perjalanan selama kurang lebih 30 menit saya dan istri berbicara cukup banyak dengan Inem, saya menanyakan latarbelakang dia, dan alasan kenapa dia rela meninggalkan keluarga dan anaknya yang masih kecil di kampung hanya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga? Dari percakapan kami dengan Inem, saya menjadi amat terharu sekaligus kagum dan bangga dengan Inem. Mengapa? Karena ternyata seorang Inem, datang ke Jakarta tidak hanya sekedar bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tapi mirip dengan perjalanan hidup saya selama 2 tahun di US, saya juga bukan bertujuan selamanya menjadi pelayan toko, tapi saya punya rencana besar, impian besar, pekerjaan yang saat itu saya jalani hanyalah sebagai batu loncatan saja. Inem ternyata juga memiliki impian besar untuk mencapai kebebasan keuangan, dia akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga hanyalah untuk sementara waktu saja.

Apa yang akan dilakukan Inem untuk meraih kebebasan keuangannya? Menurutnya saat ini dia sudah memiliki 12 ekor bebek di kampung yang bertelur 1 butir setiap harinya, jika telur itu dia bisa jual dengan harga rp.1000/butir. Dia bisa mendapatkan Rp. 10 ribu perhari bersih dari hasil menjual telur bebek, setelah dipotong dengan biaya makan bebek bebek tersebut.

Rencananya adalah seperti ini : setiap bulan, Inem berencana untuk menabung gajinya sebagai pembantu, minimal Rp. 300 rb perbulan (setelah dipotong keperluan pribadi dan kirim uang ke kampung). Setelah 9 bulan menabung, Inem akan berhasil mengumpulkan Rp, 2,7 juta (9 x rp. 300rb).

Nah saat itulah Inem akan berhenti bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pulang kampung untuk kembali berkumpul dengan anak dan suaminya tercinta. Karena uang tabungannya yang telah dikumpulkannya sebesar Rp. 2,7 juta, saat itu akan dia belikan bebek dengan harga 50rb perekor. Sehingga Inem bisa mendapat 54 ekor bebek baru. Artinya saat itu Inem akan memiliki 66 ekor bebek, yang jika setiap harinya, minimal bebek yang bertelur 2/3 dari jumlah bebek yang ada, paling tidak dia bisa mendapat sekitar 40an butir telur, yang jika dijual akan menghasilkan kurang lebih Rp.40 rb, setelah dikurangi biaya pakan bebek sebesar Rp.7000 perhari (Rp. 1000 / 10 ekor), hasil bersihnya adalah Rp. 33rb/hari, artinya hasil penjualan telur bebek adalah Rp.990.000 /bulan. Di mana saat itu, jumlah itu sudah jauh lebih besar dari gajinya saat ini yang hanya sebesar Rp. 650 rb/bulan dan saat itu Inem tidak perlu lagi berpisah jauh dari keluarganya.

Luarbiasa sekali kan….. rencana si Inem ini, suatu rencana mencapai kebebasan keuangan yang sederhana, tapi membuat saya kagum dengan pemikirannya. Sebuah rencana untuk menggantikan penghasilan aktifnya sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan dari telur bebek. Sebuah rencana yang amat luarbiasa untuk seseorang yang hanya sempat sekolah sampai kelas 3 SD, itulah cara si Inem mencapai kebebasan keuangannya. Apakah setelah saat itu tiba, Inem hanya akan berdiam diri di kampung mengasuh anak dan suaminya mengangon bebek bebeknya? Ternyata tidak, sebagian dari hasil penjualan telur bebeknya tersebut, akan ditabungnya kembali, untuk nantinya digunakan sebagai modal membuka warung makanan atau membeli motor untuk dijadikan ojek….. nah lo…. Luarbiasa sekali kan…..Selamat Inem!, jangan lupa sama saya ya, kalau nanti sudah jadi juragan bebek di Surade.

Jika seorang sederhana, dengan pendidikan yang hanya kelas 3 SD seperti si Inem memiliki sebuah rencana, impian besar untuk meraih kebebasan keuangan melalui sistem ternak bebek ….. Sebuah sistim yang amat sederhana, …… mirip dengan sistim “Angsa Emas” seperti yang saya ajarkan di workshop Property Cash Machine System…jangan mau kalah dengan Inem… let’s do it, reach your financial freedom! 

Ditulis oleh: Joe Hartanto

Pembawa Berkah, Catatan Akhir Tahun



Tahukah siapa-siapa orang yang membawa berkah dalam Kehidupan Kita...
● Pertama : Orang yang
   Membantu Kita
   Ketika Susah...

● Kedua :  Orang yang
   Meninggalkan Kita
   Ketika Susah...

● Ketiga : Orang yang
   Menyebabkan Kita
   Jadi Susah...

Mengapa membawa BERKAH.???
Karena ke-3 macam orang ini secara tidak langsung selain melatih kesabaran (Potensi Diri) kita, juga membuat kita semakin dewasa dan bijaksana...

★ Ketika ada org bicara mengenai Anda di belakang, itu adalah tanda bahwa Anda sudah ada di depan mereka.

★ Saat orang bicara merendahkan diri Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.

★ Saat orang bicara dgn nada iri mengenai Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah jauh lebih baik dari mereka.

★ Saat orang bicara buruk mengenai Anda, padahal Anda tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan Anda sebenarnya lebih indah dari mereka.

Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat Anda bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan

Orang pintar bisa gagal,
Orang  hebat bisa jatuh,

tapi orang yang...
RENDAH HATI dan SELALU SABAR  dalam segala hal akan selalu 
mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena KOKOH pijakan nya...

Selamat beribadah semoga makin berkah berlimpah.

Manajemen Resiko Level 1 dan 2

Sertifikasi Manajemen Resiko ditujukan bagi pengurus dan pejabat bank dengan tujuan meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan Indonesia dan corporate governance.





Diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko, Suatu badan independen yang diinisiatif oleh Bank Indonesia dan didirikan oleh IRPA (Indonesian Risk Profesional Association).

Berikut wokrbook Manajemen Resiko Level 1 dan 2. Siahkan didownload di link berikut.

Peraturan Penting Seputar Perbankan

Pengetahuan tentang dasar hukum menjadi penting untuk diketahui karena berhubungan dengan aturan-aturan yang harus dilakukan dalam pelaksanaannya. Berikut ini adalah peraturan penting seputar perbankan meliputi undang-undang tentang perbankan, Bank Indonesia atau BI, Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.


Silahkan download landasan hukum seputar perbankan antara lain:


  1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan
  2. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan 
  3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia
  4. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan
  5. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan


Daftar Perusahaan FINTECH Resmi OJK

Financial Technology atau biasa disebut FINTECH telah diatur oleh POJK No 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang berbasi Teknologi Informasi. Adapun POJK No 77/POJK.01/2016 dapat didownload disini.



Berikut daftar perusahaan FINTECH (FINancial TECHnology) yang resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK (posisi terakhir September 2017):

Materi Kuliah tentang Manajemen Perbankan & Produk Bank

Materi Kuliah tentang Manajemen Perbankan & Produk Bank


Untuk mendapatkan materi kuliah dapat dilakukan dengan cara
Kirim email ke:  info.adam@gmail.com
Subject: Materi pertemuan kuliah perbankan

Atau dengan cara langsung download materi disini:
- Manajemen Perbankan
- Produk Bank

Kajian Pengembangan Produk dan Layanan BPR

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank sebagaimana tercantum dalam Undang-undang No 10 tahun 1998 tentang perbankan meupakan bank yang memiliki peran sebagai lembaga intermediasi keuangan yang dibentuk unutk melayani kebutuhan jasa perbankan bagi masyarakat terutama pada segmen mikro, kecil dan menengah, serta bagi segmen pasar yang tidak terlayani oleh bank umum.
 


Dalam kesempatan kali ini Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah membuat semacam kajian bagaimana pengembangan Produk dan Layanan BPR agar secara kelembagaan eksistensi BPR dapat memberi sumbangsih pembangunan dan berperan dalam memajukan ekonomi negara.

Berikut buku kajian pengembangan produk dan layanan BPR oleh OJK. Silahkan didownload disini.