Big Goal

Memiliki impian yang besar

Result Oriented

Berorientasi pada hasil maksimal

Scale Up

Selalu berupaya memberikan hasil

Never Give Up

Terus melangkah mencapai tujuan

Momentum

Tiap kejadian jadi pembelajaran kehidupan

Wednesday, December 30, 2015

Para Pecinta


Membuka kisah cinta para sahabat kepada Rasul...
Membacanya sempat meneteskan airmata...

Friday, December 25, 2015

Bukti cinta!



Rasul yg mulia mungkin tak pernah berjumpa kita. Rasul yg bijaksana mungkin tak tau asal asul kita. Namun, Rasul sungguh mencintai kita! Saat ajal tiba, detik-detik sakaratul maut akan dicabut, keluar suara dari mulut baginda yg mulia... Ummati, ummati, ummati (umatku 3x)! Subhanalloh, shollo ala nabi Muhammad... Begitulah bukti cinta Rasul.

Seorang ibu rela menerima penderitaan saat hamil dan melahirkan bertaruh dengan nyawanya, inilah bukti cinta. Seorang ayah bekerja siang malam hingga lupa akan kesehatannya, kadang harus lembur agar anak istrinya makan cukup, pakaian layak, pendidikan baik, inilah bukti cinta. Cinta dibuktikan bukan sekedar kata-kata, bila sungguh cinta butikan kesungguhannya dengan lakukan apa orang yg kita cinta harapkan, bagaikan kalimat siapa yg mencinta sesuatu maka ia akan jadi hambanya.


Rabb, pertemukan kami dengan orang-orang yg cinta padaMu, cinta amal-amal yg mendekatkan cinta padaMu, berharap cinta yg sesungguhnya padaMu. Amin

Saturday, December 19, 2015

Melipatgandakan kebaikan



Bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

"Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim)

Wednesday, December 16, 2015

Kerja itu ibadah


Benarkah kerja itu ibadah? Pada dasarnya segala yang diniatkan u dpt ridho Allah dpt bernilai ibadah. Akan tetapi, tentu saja tidak semua kerja bernilai ibadah. Bukan mustahil, seseorang sibuk-sibuk bekerja, namun ternyata nilai ibadahnya sudah memuai dan menguap semua. Kok bisa?

Contohnya saja:
- Ia curi-curi waktu di kantor. Atau, badannya di kantor, tapi hati dan pikirannya di luar kantor. Ia menjelek-jelekkan atasan dan rekan sekantor. Istirahat lama, suka leha-leha, ngehosip hal biasa, curi waktu update sosial media. Bahkan sering bergunjing tentang kantor.

- Ia tidak peduli dengan masalah-masalah kantor yang tidak berhubungan langsung dengan dirinya. Dengan alasan beda divisi dan beda KPI, ia enggan menolong rekan sekantor. Ia mementingkan office politic daripada office performance. Ia menjalankan 'politik kotor' di kantor.

- Masuknya nyuap, datangnya telat, pulangnya cepat, ngeluhnya tiap saat, kerjanya nyendat-nyendat, dan malasnya berlipat-lipat.
Hmm, masih ngaku kerja itu ibadah? Hehehe, kalau Anda tidak melakukannya, yah Anda tidak perlu tersinggung.

Ingatlah, kerja hanya akan bernilai ibadah jika kita iringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar.

Bukan sekadar kerja pastikan bernilai ibadah.

Tuesday, December 15, 2015

Memantaskan diri


Dalam seminar yang pernah saya ikuti, pembicara bercerita bagaimana saat dia susah, sulit, rumit dan miskin. Saat kondisi seperti itu tak banyak orang tau bahwa dia melakukan hal sebaliknya. Seperti saat susah dia malah berusaha membantu orang lain, saat sulit dia malah ikut organisasi sosial, saat rumit dan miskin dia malah memperbanyak berderma. Waktu berjalan membuktikan apa-apa yang dilakukan berbuah! membantu orang lain membuat dia merasa lebih bahagia, ikut kegiatan sisial dan berderma membuat dia merasa lebih beruntung. Inilah memantaskan diri.

Saat belum punya rumah, cobalah lihat-lihat tanah kapling, datang ke pameran perumahan, tanya bahan bangunan. Pengen mobil? Kursus nyetir, bikin SIM, datang ke deler, test drive.
Pengen haji & umroh? Niat saja belum cukup! Buktikan keseriusan! Jangan-jangan cuma pengen doangan! Beli buku manasik, dengar cerita & datangi mereka yang pernah, daftar! Jika belum bsa daftar minimal buka tabungan khusus. Inilah memantaskan diri.

Bila sudah pantas, niscaya akan datang waktu yang pas!

Saturday, December 12, 2015

Emotional Attachment



Saat kuliah di dua kampus pada semester awal, saya berkesempatan mengikuti kuliah umum oleh seorang profesor, dimana petuahnya sampai sekarang masih selalu saya inggat dan praktekkan. Ia mengaku walau menguasai materi tp tak terlalu pintar dalam mengajar, tak terlalu lihai dalam menjelaskan, tp ia sampaikan tak pernah lupa u membawa muridnya dlm tiap doanya, inilah emotional attechmemt.

Ternyata hal serupa dilakukan oleh orang tua saya, saat anak-anaknya ujian ayah saya berpuasa, ibu saya memperbanyak sedekah dan hampir jarang saya temui mereka absen sholat malam. inilah emotional attechment.

Impian mereka biasa namun ikhtiarnya luar biasa. Saat istri hamil, wahai suami lakukan hal istimewa, smg saat persalinan semua lancar, cepat dan normal. Saat anak masa belajar, wahai ibu lakukan hal istimewa, smg saat belajar diberikan mudah pemahaman, bahagia saat menjalaninya dan ilmunya berguna.

Jemput impian dengan doa, amal dan ikhtiar.

Friday, December 11, 2015

Rahasia Wanita Bahagia



Alhamdulillah saya sudah berulang kali mengenal mereka yg sederhana, bahagia, sejahtera dan punya prinsip kuat pada agama, semua nikmat dan pencapaian itu dariNya.

Setelah mencari kelebihan mereka, hampir sering dijumpai mereka punya keluarga yg harmonis. Salah satunya yg saya kenal adalah Seorang General Manager, ia mengaku tiap siang sesibuk apapun ia berupaya meluangkan waktu untuk menelpon istrinya, ia senang kalau tau aktivitas istri ketika ia bekerja. Si General Manager mengaku dirinya tak romantis... hehehe. Dalam hati saya langsung bergumam, "Kalau begitu, saya juga sama dong."

Begitulah peran seorang wanita. Sekilas, wanita itu terlihat lemah. Namun tidak demikian adanya. Wanita itu kuat bahkan bisa menguatkan suaminya. Terbukti, tugas yang teramat berat seperti mengandung dan melahirkan, diberikan kepada wanita. Wahai suami, Coba anda pasang tas ransel seberat 2 kg di perut anda selama 3 bulan, 9 bulan. Berat? Banget! Nah, wanita yang hamil mengalami itu bahkan lebih dari itu.

Saya pun kenal seorang suami yang nggak sanggup mendampingi istrinya ketika melahirkan. Si suami mengaku bisa pingsan kalau dipaksa melihat istrinya melahirkan. Lha, melihatnya saja terasa berat, gimana si istri yang mengalami? Iya tho? Melahirkan, siapa yang berani ngomong itu pekerjaan ringan?

Pak Harto pernah dianggap sebagai The Strongest Man in Asia. Pak Habibie disebut-disebut sebagai tokoh paling cerdas dan paling berprestasi di negeri ini. Namun lihatlah apa yang terjadi ketika istri mereka meninggal. Mereka jadi begitu lemah. Mendadak lemah. Begitu pula kakek saya. Saat nenek saya meninggal, berat badan kakek saya langsung merosot dan sakit-sakitan. Padahal nenek saya belasan tahun lebih tua daripada kakek saya.

Seperti itulah peran seorang wanita. Ia tidak lemah. Sebaliknya, ia kuat bahkan bisa menguatkan suaminya. Woy Suami, muliakan istrimu, sayangi dan muliakan, bukankah kau dilahirkan oleh seorang wanita yg bernama ibu yg bukan lain adalah istri dari orang tua laki-lakimu.

Wednesday, December 09, 2015

Pemimpi dan Pemimpin


Saat ide dilontarkan kadang ada yg meremahkan, menyepelekan dan tak jarang mengunjung. Teori dan presentasinya sih enak, yg melakoni dan menjalannya butuh upaya luar biasa.

Saya kira semua ada porsinya, seorang pemimpin menelurkan ide-idenya, menularkan optimis-optimismenya, dan menerbangkan dan kadang menjual mimpi-mimpinya. Nah, seorang yg dipimpin apa porsinya? Melahap 'hidangan' dari pemimpin dgn jalan menjalankannya.

Apa-apa yg tampak berawal dari yg tak tampak, dan yg tak tampak itu jauh lebih kuat. Perhatikan niat, visi, integritas, semangat, optimisme, iba, cinta, khlas, sabar, mimpi semua itu tak terlihan (invisible) namun sangat menentukan apa yg kemudian terlihat (visible). Contoh bila anda melihat bangunan yg megah, mobil yg mewah, perusahaan yg gagah, inggatlah itu semua berawal dari niat, visi, mimpi seseorang-sesuatu yg tak terlihat-dan sanggat kuat.

Thursday, December 03, 2015

Melek Finansial: Invest biar gak apes

Orang kaya perlu invest? Jika orang kaya invest mereka akan makin kaya, jika orang kaya tidak invest mereka akan tetap kaya. Orang biasa? HARUS invest, biar gak apes. Jika tidak invest, bisa-bisa ludes bin ngenes... Hehe..

Lha wong punya kredit bayar cicilan tiap bulan saja bisa, gak ngeluh, gak acuh, padahal anda tau untuk dapat kredit banyak proses yg dilakukan seperti pengajuan, survey, analisis, agunan, putusan, notaris, dll. Giliran diajak invest alasannya segunung, belum siap, tanggungan banyak, biaya hidup meningkat, penghasilan tak cukup, hasil invest gak seberapa, entar2, nanti2, besok2, kapan2... Duhh..

Bukankah kita tau, top orang terkaya didunia warren buffet seorang investor, bill gate seorang bussinessmen pun invest (properti, bisnis, papper asset, dll). Dari dulupun sudah ada contohnya khodijah investor, Rasul berdagang pun invest diberbagai hal (ladang, sumur, pasar, dll). Kita?

Masih gak mau invest?

Wednesday, December 02, 2015

Melek Finansial: Perampok uang anda

Berapa banyak yang tau tentang pentingnya menjaga nilai uang kita dari inflasi. Nah, saya sedikit cerita tentang inflasi suatu ketika pada 1995 lalu saat hendak beli sepeda motor dgn harga 3jutaan namun pada 2015 dgn uang 3jutaan tersebut tak cukup beli sepeda motor, bisa beli sepeda ontel (sepeda tanpa motor.... Hehehe...)

Contoh lain uang jajan anak sekolah, 10 tahun yang lalu untuk beli 2 permen cukup 100rupiah, saat ini 2 permen 400rupiah, dan permennya makin kecil ukurannya...

Itulah inflasi si perampok uang anda, jangan kira uang anda "aman" di bank, tabungan dgn bunga 2%pertahun melawan inflasi 7-13%pertahun, okelah jumlah nominalnya bertambah ditabungan namun nilainya berkurang dikenyataan.

Baiknya segera mulai investasi, dan kabar baiknya investasi bisa dimulai dgn ratus ribuan. Penting, jika kita bisa angsur pinjaman Harusnya bisa rutin investasi bulanan!

Saturday, October 31, 2015

Melek Finansial: Pengeluaran Rutin Bulanan

Betapa penting gaji yang diterima tiap bulan sejalan dengan pengeluaran rutin tiap bulan.

Belanja tiap bulan merupakan pengeluaran yang pasti dilakukan dan ini sebaiknya dikelola dengan baik. Mulailah dengan membuat catatan dari rumah apa saja keperluan rutin yang akan dibeli. Pastikan uang yang digunakan cukup dan tidak berlebih agar kita benar-benar fokus pada apa yang sudah dicatat. Barang-barang yang tahan lama dan pasti diperlukan seperti gula, garam, minyak goreng, beras, sabun, susu anak, kecap dan sejenisnya dahulukan.

Happy weekend, Happy neverend!

Wednesday, October 28, 2015

Isarat-isarat



Menghadapi kondisi dimana antara keinginan perusahaan dan kemampuan kompetensi yang tak sabanding memang membuat dilema. Namun, kondisi itu seperti isarat, harus ada yang kita perbuat.

Sama halnya dalam kehidupan, banyaknya masalah bisa jadi itu seperti isarat, ini sinyal Tuhan/ God Sign, ini cermin hidup/ Life Sign, harus ada yang kita perbuat untuk memperbaikinya, ada yang mengatakan masalah adalah cobaan atau ujian adapula yang katakan bahwa itu teguran, bagi saya lebih baik anggap sbg teguran bisajadi ada kewajiban yang kita lalaikan, ada hak yang kita abaikan, atau lain-lainnya.

Jadilah bagian dari solusi dalam wujud, berbuat baik dan berbenah diri atas isarat-isarat yang terjadi.

Thursday, October 22, 2015

Melek Finansial: Pekerja juga bisa kaya



Seperti biasanya, sy berkesempatan mengisi talk show di radio kali ini membahas tentang pesan khalifah Umar RA "wahai pekerja atur upahmu, sebagian belikan kambing dan ladang". Menarik untuk dibahas bahwa atur upahmu ini pesan bagi seorang pekerja sebisa-mungkin mengelola uangnya dengan baik. Dalam konteks saat ini kambing bisa jadi punya bisnis, ya bisa jadi bisnis rintisan, bisnis sampingan, atau bisnis barengan, dimana saat bekerja dpt penghasilan saat bisnis dpt pemasukan. Nah belilah ladang, ini isyarat bahwa dianjurkan punya investasi misal properti baik kamplingan, kontrakan, ruko/rukan, kost2an, dll.

Inggat, pekerja tak selamanya bekerja karena ada masa ada usia. Suatu saat nanti bakal purna, saat itu jangan kecewa bila ternyata tak punya apa2, malah masih harus bekerja. Waspada!

Jika ilmu bahasa, matematika, budaya itu penting dan kita belajarnya bertahun2, mestinya ilmu tentang uang juga penting. Coba tanya berapa waktu, dana, upaya yg kita kerahkan untuk belajar tentang uang? Jgn heran, apa2 mentok kadang bukan karena kurang uangnya tapi kurang ilmunya!

Yuk praktekkan!

Tuesday, October 20, 2015

Low profile High profit

Sehari-hari sering kita jumpai seorang yang dalam bicaranya meledak-ledak, cepat, lugas dan jelas arahannya, disisi lain dalam tindakannya grasa-grusu, saklek, kaku dan mau menang sendiri. Namun ada pula sebaliknya. Mana yg lebih diterima? Relatif, tergantung yg menilai.



Rendah hati seperti air. mengalir dari Tinggi ke daerah yg lebih Rendah. Rendah hati beda dg Rendah diri, tak ada kesombongan, keangkuhan, tifak pula minder, menyerah. Rendah hati mengundang rezeki, potensi dan relasi. Low profile High profit. Orang nyaman bekerjasama dengannya, kata-katanya bertenaga seperti ada ruhnya, apa-apa yg dilakukan menjadi isyarat pemikiran dan idenya. Low profile High impact.

Jika belum bisa berbuat banyak, setidaknya sudah berusaha baik walau sedikit.

Wujudkan pribadi baik kawan!

Tuesday, October 13, 2015

Renungan Hikmah Tahun Baru





Puisi Gus mus ini bagus, sederhana, sangat dalam, dan menyentuh. Dapat dijadikan sebagai renungan atau cermin diri kita pada tahun lalu dan perbaikan pada tahun yang akan datang.


SELAMAT TAHUN BARU

Oleh: KH MUSTOFA BISRI
(Sajak-sajak Mustofa Bisri)



Selamat Tahun Baru Kawan

Kawan, Sudah tahun baru lagi

Belum juga tibakah saatnya kita menunduk?

Memandang diri sendiri?
bercermin firman Tuhan sebelum kita dihisabnya?
Kawan, siapakah kita ini sebenarnya?
Musliminkah? Mukminin? Muttaqin? Khalifah Allah? Umat Muhammad-kah kita?
Khaira ummatin kah kita? atau kita sama saja dengan makhluk lain?
atau bahkan lebih rendah lagi?

Hanya budak-budak perut dan kelamin.

Iman kita kepada Allah dan yang ghaib rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan, lebih pipih dari kain rok perempuan.

Betapapun tersiksa, kita Khusyuk di depan massa dan tiba-tiba buas dan binal justru di saat sendiri bersamaNya.

Syahadat kita rasanya seperti perut bedug, atau pernyataan setia pegawai rendahan, kosong tak berdaya.

Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam Ibu-ibu, lebih cepat dari pada menghirup kopi panas dan lebih ramai daripada lamunan seribu anak muda.

Do'a kita sesudahnya justru lebih serius kita memohon hidup enak di dunia dan bahagia disurga.

Puasa kita rasanya sekedar mengubah jadual makan minum dan saat istirahat tanpa menggeser acara buat syahwat.

Ketika datang lapar atau haus; kitapun menggut-manggut "Oh beginikah rasanya" dan kita sudah merasa memikirkan saudara-saudara kita yang melarat.

Zakat kita jauh lebih berat terasa dibanding tukang becak melepas penghasilannya untuk kupon undian yang sia-sia..

Kalaupun terkeluarkan harapanpun tanpa ukuran, upaya-upaya Tuhan menggantinya beripat ganda.

Haji kita tak ubahnya tamasya menghibur diri, mencari pengalaman spiritual dan material.

Membuang uang kecil dan dosa besar, lalu pulang membawa label suci asli made in Saudi.. HAJI.

Kawan, lalu bagaimana, bilamana dan berapa lama kita BersamaNya?

Atau kita justru sibuk menjalankan tugas mengatur bumi seisinya

Mensiasati dunia sebagai khalifahnya.

Kawan, tak terasa kita semakin pintar

Mungkin kedudukan kita sebagai khalifah mempercepat proses kematangan kita, paling tidak kita semakin pintar berdalih.

Kita perkosa alam dan lingkungan demi ilmu pengetahuan

Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran

Melacur dan menipu demi keselamatan

Memamerkan kekayaan demi mensyukuri kenikmatan

Memukul dan mencaci demi pendidikan

Berbuat semuanya demi kemerdekaan

Tidak berbuat apa-apa demi ketentraman

Membiarkan kemungkaran demi kedamaian

Pendek kata, demi semua yang baik, halallah semua sampaipun yang paling tidak baik

Lalu bagaimana para cendikiawan dan seniman?

Para mubaligh dan kiai penyambung lidah Nabi?

Jangan ganggu mereka.

Para cendikiawan sedang memikirkan segalanya

Para seniman sedang merenungkan apa saja

Para muballigh sedang sibuk berteriak kemana-mana

Para kiai sedang sibuk berfatwa dan berdo'a

Para pemimpin sedang mengatur semuanya

Biarkan mereka diatas sana

Menikmati dan meratapi nasib dan persoalan mereka sendiri.

Kawan, selamat tahun baru

Belum juga tibakah saatnya kita menunduk dan memandang diri sendiri?

Mengelola Uang dengan Senang

Bagaimana mengelola uang kadang lebih penting daripada Bagaimana mendapatkan uang. Kenapa?
Karena berapapun penghasilan yang kita peroleh, jika tidak dikelola dengan baik maka uang kita mudah menguap.

Monday, October 12, 2015

Pesimis = Penyakit Si Miskin



Bisajadi bukan miskin hartanya, tapi Miskin kreatifatnya, miskin trobosannya, miskin harapannya, miskin capaiannya, miskin jiwanya, miskin semangatnya. Daripada tersinggung mending berubah!

Renewable Asset: Kunci Menjaga Kekayaan

Jika menjual tanah, baiknya dibelikan tanah lagi walau dengan nilai yang lebih kecil, jangan sampai tidak ada sama sekali. Kalau bisa libel luas.

Jual telor emasnya jangan potong angsanya, sebisa mungkin tetaskan sebagian telor agar jadi angsa yg produktif.

*)
Postingan Pertama melalui Smartphone

Dikirim dari iPhone

Rutin Tulis Artikel di Blog

Terasa begitu lama sudah tidak rutin menulis di blog ini,
padahal beberapa waktu yang lalu (cukup lama)
keingginan bisa rutin menulis rutin di blog ini
merupakan sebuah target.



Semoga bisa kembali menulis rutin.
Sampaikan kebaikan walau satu tulisan.

Tuesday, September 15, 2015

Menjalankan Bisnis Dengan Cara Yang tidak Biasa

Sebagai pebisnis layaknya memikirkan strategi pengembangan bisnis dengan berbagai cara. Trobosan yang dilakukan diharapkan bisa mengantarkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Dalam menjalankan tentu banyak berbagai kendala namun jangan sampai kendala menjadi hambatan bisnis untuk berkembang.



Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis diluar rutinitas, seperti:

1. Delegasi
Menjalankan bisnis dengan delegasi sebetulnya sudah banyak dilakukan namun belum optimal. Delegasi yang dimaksud disini adalah melimpahkan beberapa tangung jawab kepada tim sehingga beberapa pekerjaan yang bersifat rutinitas dapat dijalankan ada maupun tanpa pemilik. Inggat, jangan sampai rutinitas membunuh kreatifitas. Kegiatan yang bersifat rutin jangan sampai mengurangi atau bahkan mengeliminasi untuk membuat inovasi dan trobosan-trobosan. Sekiranya ada pekerjaan yang bersifat rutinitas dan bisa didelegasikan, segera lakukan.


2. Supervisi
Memantau pekerjaan untuk check and re-check adalah hal yang biasa, dengan adanya supervisi diharapkan bisnis dipantau agar sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh tujuan perusahaan. Banyak sekali contoh dimana perusahaan dapat berkembang dengan baik karena adanya peran dari tujuan perusahaan.

3. Otorisasi
Sedikit berbeda dari dua hal sebelumnya, otorisasi dilakukan dengan pendekatan dimana untuk melakukan proses bisnis yang krusial maka dengan persetujuan atau otisasi dari pemangku otoritas. Sehingga dapat mengurangi terjadinya resiko dalam proses bisnin.

Demikian tulisan kali, semoga bermanfaat.