Posts

Showing posts from April, 2020

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking

Image
Ada 3 hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap "kesuksesan" yaitu: NEM, IPK dan rangking Saya mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3) Kemudian saya mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air. Saya menjadi saksi betapa "tidak relevannya ketiga konsep di atas" terhadap kesuksesan. Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap *tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US* Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking) *hanyalah faktor sukses urutan ke 30* *Sementara faktor IQ pada urutan ke-21* *Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23.* Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raport nya rendah *Tidak masalah.* NEM an

Istri Saya China dan Tidak Cantik

Image
Banyak sekali yg bertanya kepada saya, kenapa saya memilih istri china yg berparas tidak cantik sedangkan saya (menurut mereka) adalah orang yg memiliki kekayaan berlebih? Seharusnya (menurut mereka) saya bisa mendapatkan istri yg “lebih” dari pada istri saya yg sekarang, priscilla chan. Pertama-tama untuk menjawab pertanyaan itu, saya ingin membahas apa itu wanita cantik? dan apa itu wanita tidak cantik? Jujur, saya sendiri mempunyai banyak kesempatan bertemu wanita-wanita cantik, banyak dari mereka yang mau sekali menjadi istri saya, tetapi apa yg disebut “wanita cantik” itu kebanyakan berhati seperti kaca, teramat rapuh. Kalau sedang sakit manjanya seperti seorang putri raja, serta angkuh, sombong, dan juga akan selalu bertanya kepada saya kenapa sudah begitu kaya tapi tak mau ganti mobil? Saya tau tujuan mereka ingin menjadi istri saya adalah utk pamer di lingkungan jet set, setelah itu akan lebih banyak lagi tuntutannya sebagai istri orang kaya. Wanita demikian meski

Coronaphobia dan Psikosomatis Covid-19

Image
Saya dihubungi beberapa calon klien yang minta waktu jumpa saya untuk menjalani sesi terapi. Kata mereka ini kondisi mendesak dan minta agar mereka bisa segera jumpa saya. Saya tanya, apa masalahnya, ternyata mereka rata-rata mengalami perasaan takut, cemas, yang berakibat pada kondisi pikiran tidak tenang, hati tidak damai, dan sulit tidur. Saya tanya lagi, mulai kapan gangguan emosi ini muncul atau mereka alami, hampir semua menjawab mereka mengalami kecemasan tinggi sejak ramai diberitakan tentang virus corona (Covid-19). Bahkan ada tiga calon klien yang mengaku mengalami gejala serupa dengan Covid-19 seperti flu, batuk kering, tenggorokan sakit, dan demam. Saya tanya lagi, apakah mereka ada keluar rumah, ke tempat ramai, kumpul-kumpul sama teman, bersalaman atau berdekatan dengan orang yang mengalami Covid-19 atau orang dalam pengawasan, dan semua menjawab tidak. Mereka bahkan mengatakan bahwa sudah dua minggu lebih mereka tidak ke mana-mana, hanya istirahat dan melak