Big Goal

Memiliki impian yang besar

Result Oriented

Berorientasi pada hasil maksimal

Scale Up

Selalu berupaya memberikan hasil

Never Give Up

Terus melangkah mencapai tujuan

Momentum

Tiap kejadian jadi pembelajaran kehidupan

Friday, December 05, 2014

Download: Booklet Perbankan 2014 dan Tugas untuk Modul Perbankan

Silahkan download Tugas untuk Modul Perbankan
pada link Download berikut.

Sedangkan untuk Booket Perbankan 2014 bisa download
pada link Dwonload berikut.

Tinggalkan pesan Anda untuk blog ini:

Friday, September 12, 2014

Vinasari Kusuma Ningrum: Profesor Alat Kebersihan Sapu Indonesia Tembus Manca Negara

Kesuksesan bisa diraih oleh siapa pun asalkan mempunyai kemauan dan kerja keras. Demikian ungkapan yang selalu dipegang oleh Vinasari Kusuma Ningrum (40), seorang pedagang sapu di Dusun Dendengan, Kelurahan Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

 

Vina berasal dari keluarga sederhana. Semula hanya seorang karyawan di sebuah pabrik kertas di Blabak, Kabupaten Magelang, kini bisa bekerja mandiri dengan hasil yang lebih dari cukup berkat usahanya memproduksi kerajinan sapu dan alat-alat kebersihan rumah lainnya.

Vina bercerita, usahanya dirintis mulai 2009 silam bersama sang suami, Zaenal Arifin (41), yang juga mantan karyawan pabrik kertas. Di saat kondisi ekonomi kedua pasangan itu surut, mereka justru memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih menjadi pengusaha.

“Kami nekat saja, karena tidak punya modal sendiri, kami pun mantap meminjam uang modal di bank ketika hendak memulai usaha ini,” ujar Vina, saat Kompas.com menyambanginya di Pekan Raya Magelang, Minggu (7/9/2014).

Sebelum membuat kerajinan sapu, kata Vina, mereka membuat kerajinan dari bambu untuk suvenir dan hiasan yang dikirim ke rekanan di Yogyakarta dan Bali. Sempat berjalan lancar, usahanya harus kuncup terimbas peristiwa bom Bali. Akibatnya, mereka tidak mampu membayar angsuran pinjaman modal di bank.

"Bisnis kami memang bagus pada awalnya. Tapi karena ada kejadian bom Bali membuat pihak rekanan menghentikan pesanan. Seketika kami bangkrut dan tak punya apa-apa, saat itu sulit sekali untuk bangun," tutur Vina.

Beruntung, Vina dan suami pantang menyerah, mereka bertekad untuk kembali membangun bisnis lagi. Sapu dan alat kebersihan rumah tangga menjadi pilihan karena di sekitar tempat tinggalnya banyak yang bisnis produk serupa. Namun, mereka ingin produk yang lebih berkualitas dan inovatif. Melalui media internet, mereka pun mencari penyedia bahan sapu dan kemoceng rafia yang berkualitas.

“Di sekitar kami banyak pengrajin sapu, tapi untuk bahannya satu pun tak ada yang menyediakan. Kami fokus pada peluang itu hingga akhirnya ketemu alamat di mana saya bisa beli bahan yang nantinya akan saya jual grosiran di rumah," papar wanita asli Kabupaten Wonosobo itu.

Vina kemudian mendapatkan penyedia bahan baku di Purbalingga, Jawa Barat, yang menurutnya berkualitas bagus. Sedikit demi sedikit ia memproduksi aneka alat kebersihan rumah, mulai dari sapu, kemoceng, sapu lidi, hingga keset.

Seiring berjalannya waktu, bisnisnya berkembang cukup bagus. Ia memanfaatkan jaringannya ketika masih berbisnis kerajinan bambu dahulu dan membuka jaringan baru yang lebih luas. Di antaranya dengan sistem online dan kerap mengikuti seminar, pelatihan, serta pameran-pameran yang kerap diadakan oleh instansi-instansi tertentu.

“Produk kami mulai banyak yang menyukai, karena kami memang mengutamakan kualitas. Sapu kami memang lebih berat, tapi kuat, megar, dan rapi. Harganya relatif murah, berkisar Rp 10.000–Rp 15.000 per buah,” urai Vina.

Peminat produk-produknya tidak saja dari Kota dan Kabupaten Magelang, tetapi juga dari Tegal, Bojonegoro, Medan, Pekanbaru dan bahkan pernah mengirim ke Perancis. Kebanyakan pelanggan mengetahui produknya dari website.

Dibantu oleh sembilan karyawannya, Vina bisa memproduksi sapu hingga 5 ton setiap dua minggu dan bisa bisa mengirim hingga 8 kali ke pelanggannya ke luar kota Magelang. Dalam dua hari saja omzet mereka mendapatkan omzet penjualan mulai Rp 2 juta – Rp 4 Juta.

Zaenal Arifin, suami Vina, menambahkan, dari bisnis sapu itu ia sudah cukup menopang ekonomi keluarga. Ia bahkan bisa membeli rumah, mobil, hingga bisa membuat bisnis lainnya. Seperti bisnis pakaian dan jasa fotokopi. “Alhamdulillah, ini hasil jerih payah kami,” ucap Zaenal.

Dirinya pun berharap pemerintah daerah untuk terus memberi dukungan kepada para pengusaha-pengusaha kecil di Magelang agar berkembang. Tidak sekadar mengadakan seminar maupun pelatihan, tetapi juga membantu pemasaran dan membeli produk-produknya. 


source: kompas

Thursday, May 22, 2014

Tri Sumono: Manusia 4 Kuadran (Tukang Sapu Yang Jadi Miliuner)

Roda itu berputar, terkadang diatas dan terkadang dibawah. Begitulah kehidupan ini. Kiasan ini pas sekali untuk menggambarkan apa yang telah dialami Pak Tri dan keluarganya. Tri Sumono adalah seorang pengusaha yang memiliki berbagai usaha yaitu peternakan, perkebunan jahe, pertanian padi dan masih banyak lagi. Memang usaha Pak Tri belumlah sebesar Yusuf Kalla atau Aburizak Bakrie namun patut diacungi jempol. Melalui CV 3 Jaya miliknya, ia bermetamorfosa dari seorang tukang sapu menjadi seorang pengusaha yang terbilang cukup sukses.




Tri Sumono dilahirkan di Gunung Kidul tanggal 7 Mei 1973. Ia hanyalah seorang lulusan SMA. Tri Sumono lalu hijrah ke Jakarta dengan harapan dapat memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. Dengan berbekal ijazah SMA dan beberapa kaos di tas ia mencari pekerjaan di Jakarta. Ia sadar bahwa lulusan SMA tak mungkin bisa bekerja di kantoran.

Sesampainya di Jakarta ia menerima pekerjaan apapun agar bisa membeli makanan. Ia menjadi kuli bangunan di Ciledug-Jakarta Selatan. Hanya beberapa bulan saja ia bisa bertahan sebagai buruh kasar. Kemudian ia mendapat tawaran bekerja sebagai tukang sapu di sebuah kantor di Palmerah – Jakarta Barat.
 
Sebagai tukang sapu tentu lebih ringan dari pada sebagai kuli bangunan. Karena kerajinannya dalam bekerja, ia kemudian diangkat menjadi office boy. Tri Sumono termasuk orang yang gemar bersyukur sehingga nikmatnya selalu ditambah oleh yang Maha Kuasa.

Tak perlu menunggu waktu lama, Tri Sumono kemudian diangkat menjadi tenaga pemasar hingga menjadi penanggungjawab di gudang. Ia juga seorang yang ulet. Ketika hari libur, ia mencari penghasilan tambahan dengan menjual aksesoris seperti jepit rambut dan kalung di Stadion Gelora Bung Karno. Pak Tri melakukan ini selama 4 tahun dengan bermodal uang 100 ribu rupiah.

Memutuskan Menjadi Pengusaha

Saat berjualan tersebut ia berfikir bahwa ternyata hasil dari berdagang jauh lebih menjanjikan dari pada jadi karyawan yang gajinya sedikit dan sulit naiknya. Akhirnya ia mengambil keputusan keluar dari pekerjaannya dan memilih fokus berjualan aksesoris.

Bisnis aksesorisnya lama-kelamaan menjadi besar sampai ia bisa memiliki stand di Mall Graha Cijantung. Karena keuletannya ini ia juga bisa menabung uang dan membeli rumah di Perumahan Pondok Ungu. Di rumah ia juga membuka toko sembako. Saat itu perumahannya masih sangat sepi sehingga tokonya belum ramai pembeli. Tri Sumono tak kehilangan akal. Disebelah rumahnya masih ada tanah kosong, ia gunakan tanah tersebut untuk membuat kos-kosan yang harga sewanya miring.

Kos-kosan yang berjumlah 10 buah itu disewa oleh pedagang keliling seperti pedagang bakso dann gorengan. Sasarannya pun tepat, toko sembako miliknya kecipratan rejeki dan menjadi ramai pembeli karena harganya yang miring akhirnya toko tersebut dibuat kulakan oleh pedagang bakso dan gorengan.
Melihat ada toko sembako yang ramai, warga diluar komplek pun juga ikut berdatangan membeli di tokonya Pak Tri.

Melebarkan Sayap

Tri Sumono terus mengembangkan impiannya, ia tak mau berhenti di satu lini usaha saja, pemikrannya adalah dengan memiliki banyak usaha maka jauh lebih baik dan lebih stabil pemasukannya dibanding sedikit usaha.








Ia kemudian menangkap peluang membuat nata de coco. Dari info yang diperolehnya, nata de coco adalah sari kelapa yang difermentasikan dengan bantuan bakteri Acetobacter xylium. Ia kemudian membeli bakteri ini di LIPI Bogor. Kemudian hasil produksinya itu dipasarkan ke beberapa perusahaan minuman kemasan di JaBoDeTaBek. 

Awalnya banyak yang membeli nata de coco darinya namun lama kelamaan orderan menjadi sepi karena ternyata kualitas sari kelapanya menurun, bahkan ia akhirnya menghentikan proses produksinya.

Ia memutar otak untuk mencari tahu cara membuat sari kelapa atau nata de coco yang baik. Ia pun nekad menemui salah satu dosen IPB dan mengatakan kalau ia ingin belajar membuat nata de coco yang baik, ia juga menyatakan bersedia membayar berapapun demi memperoleh ilmu itu.

Mulanya si dosen memandang sebelah mata mungkin dalam hatinya berkata tak mungkin orang seperti Tri Sumono yang hanya lulusan SMA bisa mencerna keterangan darinya. Namun Pak Tri tetap bersih keras ingin belajar darinya dan Pak Tri pun menang. Dosen itu mempersilahkan Pak Tri untuk belajar dua bulan membuat nata de coco yang berkualitas. Setelah ilmunya dirasa cukup, Pak Tri pun mulai memproduksi lagi dan menawarkan nata de coco hasil produksinya ke beberapa perusahaan.

Hasilnya sangat memuaskan. Banyak perusahaan minuman yang membeli sari kelapa darinya. Ia langsung memproduksi 10.000 nampan sekaligus dengan nilai 70 juta rupiah. Saat ini kondisinya terbalik, banyak perusahaan yang antri membeli sari kelapa dari Tri Sumarmo.

 Dalam satu bulan, omset usahanya bisa mencapai 500 juta sampai satu miliar. Benar-benar keajaiban itu ada. Seorang tukang sapu lulusan SMA telah menjelma menjadi miliarder jika memiliki impian dan terus berusaha mengejar impian itu. Usaha Tri terus berdiversivikasi ke perkebunan jahe dan pertanian padi serta jual beli properti.

Sekali lagi pepatah yang menagtakan “Sukses itu hak setiap orang” telah terbukti di hidup Tri Sumono, pemilik CV 3 Jaya.

Sunday, May 04, 2014

Melek Finansial: Ajarkan Anak Bijak Terhadap Uang

Banyak cara memberi pengertian kepada anak-anak untuk mengenal serta bijak terhadap uang sejak dini. Anak-anak merupakan pembelajar yang cerdas, mereka begitu cepat mengerti hal-hal baru termasuk juga uang. Betapa penting mengajarkan anak-anak bijak terhadap uang, kenalkan mereka fungsi uang sebagai alat transaksi dalam bahasa sederhana, kenalkan pula uang didapat melalui proses, dan bagaimana menyikapi (berakhlak) terhadap uang. Karena uang sifatnya netral, ia dapat membawa dampak positif dan negatif tergantung bahaimana kita menyikapinya.


     Sejak umur berapa anak-anak dikenalkan padakonsep uang sebagai alat transaksi? Sedini mungkin, sebisa sejak usia 3 tahun. Diusia itu uang sudah mereka gunakan untuk membeli sesuatu. Sampaikan bahwa untuk dapat membeli barang yang mereka sukai, mereka harus membawa uang. Ketika akan naik kereta kelinci latih mereka untuk  membawa dan menyerahkan uang. Setelah mereka mengerti uang sebagai alat transaksi mereka juga kita kenalkan pada proses mendapatkan uang. Biasakan mereka mendapatkan uang dengan adanya upaya seperti boleh beli buku baru bila bisa bangun pagi, atau ketika ia bisa bergegas mandi dan pakai baju sendiri. Intinya ada upaya dalam mendapatkan uang tidak serta merta mereka secara langsung memperolehnya.
Yang tidak kalah pentingnyaadalah bagaimana sikap kita terhadap uang. Mungkin hal ini bisa berlaku tidak pada anak-anak pula pada orang dewasa,bila ada uang kita bisa sangat bahagia dan bila tidak ada uang kita begitu tersiksa,hati-hati ada yang salah dengan cara berpikir (mainset) kita. Uang bersifat netral, ia dapat membawa kebaikan dan keburukan tergantung bagaimana kita menyikapi.  Sikap terbaik apa yang harus kita lakukan? Sikapi uang sewajarnya, tidak berlebihan, tidak perlu mengantungkan kebahagiaan pada banyaknya uang. Anak-anak ajarkan cara mengendalikan keinginan, tidak semua keinginan harus terpenuhi,  ajarkan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar berguna dan dibutuhkan. Mendapatkan uang itu penting, namun sikap kita terhadap uang itu jauuuhh lebih penting.
     Beberapa tips yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak bijak terhadap uang:
-     Dampingi anak-anak saat mereka membeli sesuatu, sesekali latih mereka untuk dapat melakukannya sendiri dan pastikan ia paham apa yang akan mereka beli, dan harus membawa uang untuk memperolehnya.
-       Biasakan pisahkan uangjajan dengan uang tabungan.  Misal anda ingin memberikan uang saku sekolah sekalian anda berikan berikan pula uang untuk tabungan.  "Nak, ini untuk saku dan isi sisihlan untuk tabungan.
-     Tidak  ada salahnya menyediakan celengan bagi anak-anak, tuliskan pada celengan itu keinginan mereka.  Berikan daftar tugas yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan jumlah uang tertentu. Manfaat kan pula celengan itu untuk menjalankan program the power of saving yaitu paksa mereka tiap hari bisa menabung berapapun besarnya. Agar mereka terbiasa mengelola uang secara cermat.

Dikian tulisan kali ini, Semoga bermanfaat

Wednesday, April 30, 2014

3 Aplikasi Portable untuk Keuangan Pribadi

Mengelola keuangan secara sehat adalah keinginan banyak orang, namun yang terjadi adalah masalah mengelola keuangan terasa sulit apalagi gempuran iklan dan penawaran diskon dimana. Agar tujuan pengelolaan keuangan pribadi terwujud sesuai dengan keinginan tidak ada salahnya mencoba aplikasi portable (bisa dibawa kemana-mana, tanpa instalasi, bisa disimpan di flashdisk) untuk mengelola keuangan pribadi.



Aplikasi Portable 
Saat ini banyak sekali aplikasi open source yang bisa menunjang kebutuhan kita, sebut saja portableapps.com dimana ia menyediakan aplikasi yang populer diperlukan banyak orang dengan kemudahan bisa berjalan di penyimpanan portable seperti USB, kartu memory, hard disk eksternal, dll. Dengan adanya aplikasi portable semakin mempermudah kita untuk menggunakan aplikasi tersebut sewaktu-waktu karena ia terinstall di penyimpanan portable.

Mengelola Keuangan Pribadi 
Banyak yang sudah tahu bagaimana memperoleh uang, namun bagaimana mengelolanya dengan sehat dan tepat masih kurang diperhatikan. Saya biasa mengisi talkshow tentang #MelekFinansial (www.melek-finansial.com) diberbagai kesempatan saya sampaikan bahwa kita belajar Matematika, IPA dan Bahasa sejak SD, SMP, bahkan SMA namun tidak belajar tentang bagaimana memperoleh, mengelola dan memberdayakan uang. Ilmu tentang Matematika, IPA dan Bahasa penting, namun ilmu tentang uang juga penting. Bukankah tiap hari kita bertemu namanya uang? Saya mengistilahkan hal tersebut sebagai #MelekFinansial.

Aplikasi Keuangan Pribadi 
Sebenarnya ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mengelola keuangan pribadi, namun saya memilih 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi dengan beberapa alasan antara lain:
1.Open source
Aplikasi yang akan kita gunakan berlisensi bebas atau opensource, tidak berbayar dan bisa disebarkan serta digunakan oleh siapapun
2.Portable
Mudah digunakan dengan menyimpannya di flashdisk atau media penyimpanan portable lainnya. Sehingga, bila terjadi transaksi atau bila ingin melakukan pencatatan keuangan pribadi sangat mudah sekali
3.Kaya Fitur
Menurut saya, dari beberapa aplikasi untuk pencatatan keuangan pribadi fitur-fitur yang dimiliki apalikasi tersebut tidak kalah dengan yang komersial atau bahkan ia memiliki fitur yang lebih bagus dibanding dengan aplikasi sejenis.

Adapun 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi adalah sebagai berikut:
1.Finance Explorer Portable
2.GnuCash Portabe
3.Money Manager Ex Portable
Ketiga aplikasi tersebut akan saya jelaskan secara detail pada tulisan selanjutnya.

Demikian tulisan kali ini tentang 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi dan ikuti penjelasan atau uraian dari aplikasi tersebut pada tulisan berikutnya, semoga bermanfaat. Tulisan ini juga dipublikasikan di IlmuKomputer.Com

Monday, April 28, 2014

Hikmah Menahan Marah

Kisah ular dan gragaji Suatu malam seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu. Secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalasnya dengan mematuk gergaji itu berkali - kali, serangan tersebut menyebabkan luka parah di bagian mulutnya. Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuh tersebut. Ia pun membelit gergaji itu sekuat tenaga. Belitan tersebut menyebabkan tubuhnya terluka teramat parah & akhirnya ia pun mati. Kesimpulanx adlah Di saat emosi & marah, rasanya mudah sekali bagi kita untuk melukai & menyakiti orang lain. Padahal jika benar-benar kita sadari, sebenarnya yang akan terlukai & tersakiti adalah diri sendiri. Oleh karenya sungguh tepat kalimat bijak berikut "Orang yang benar-benar hebat bukanlah seseorang yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan ia yang mampu mengalahkan diri sendiri" Rosulullah saw bersabda, "Barang siapa meredam amarah padahal dia mampu melampiaskannya (karena berkuasa), maka Allah memanggilnya dihadapan para makhluk di hari kiamat, Dia menyuruhnya memilih dari pada bidadari apa yg dia kehendaki (HR Abu Daud) Subhanallah....

Pecel Lele Lela: Legenda Rangga Umara Jadi Wirausaha Dunia

Mimpi Rangga Umara, pemilik Pecel Lele Lela menjadi pengusaha sukses akhirnya benar-benar terwujud. Ia kini memiliki 92 outlet Pecel Lele Lela di Jakarta, Bandung, dan kota lainnya di Indonesia.



Keuntungan yang diraihnya pun mencapai milyaran rupiah per bulan. Namun apa yang diraihnya kini bukanlah tanpa proses. Lima tahun lalu, Rangga memutuskan untuk berhenti sebagai karyawan salah satu perusahaan di Jakarta. Sarjana Informatika dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung ini memutuskan untuk menjadi pengusaha pecel lele.

Keputusan itu diambil setelah matanya tertuju pada satu tenda, yakni tenda pecel lele. “Saya melihat tenda penjual lele di seluruh Indonesia sama. Selain itu melihat pecel lele memiliki brand sebagai makanan yang murah,” katanya. Langkah awal Rangga adalah menemukan nama bagi calon bisnis barunya tersebut. Ia menamakannya Pecel Lele Lela. Lela sendiri bukanlah nama istri atau anaknya, melainkan doa yang berarti Lebih Laku. “Lela itu singkatan Lebih Laku. Nama itu jadi doa,” katanya. Menurutnya, nama itu dibuat dengan pikiran, bagaimana kalau usahanya nanti ramai dan orang mengantri untuk makan di restorannya nanti.

Pengusaha kelahiran 3 Januari 1979 ini pun mencari tukang masak dan menyewa sebuah tempat berukuran 2 x 2 meter dengan biaya sewa sebesar Rp. 250 ribu per bulan. “Ketika itu modalnya ngga sampai Rp. 3 Juta. Minjem gas dari orang tua alias minta,” cerita Rangga. Pada hari pertama jualan, keuntungan Pecel Lele Lela hanya Rp. 20 ribu, begitupun hari kedua, ketiga, dan hari ke-22 untungnya hanya bertambah sedikit. Hingga bulan ke lima, hasilnya pun sama saja, bahkan mines. “Pernah sampai 200 ribu, itu pun yang datang adalah keluarga,” jelasnya.

Dengan uang seadanya, Rangga memutuskan pindah tempat. Saat itu, ia membuat gebrakan warung sepi menjadi pindah di kawasan yang lebih strategis. Ia pun mendatangi pemilik warung sepi untuk diajak kerja sama. Setelah bernegosiasi dengan pemilik warung, akhirnya pemiliki warung mengajak Rangga menerapkan sistem setoran sebesar satu juta per bulan. Ia menyetujuinya. Warung sepi itu kemudian didesain sedemikian rupa dan diberi poster.


Selama satu bulan dikelola, hasilnya pun ibarat langit dan bumi. Rangga langsung meraup untung Rp. 3 juta per bulan. Semangat Rangga untuk mengubah hidupnya pun semakin menjadi-jadi. Rangga merencanakan menambah keuntungannya dengan membuka 10 cabang dalam satu tahun.

Kemudian 100 cabang dalam lima tahun. Ia berharap dengan 10 cabang tersebut akan mendapat keuntungan Rp. 100 juta juta per bulan. Pecel Lele Lela pun terus berkembang. Tak sampai lima tahun, keuntungannya mencapai Rp. 8.2 milyar per bulan.

Dari apa yang sudah dilewatinya. Bagi Rangga, untuk memulai usaha itu seperti masuk kamar Mandi. Tidak perlu mencatat apa saja yang dibutuhkan untuk mandi. “Coba saja dulu. Kalau sudah masuk nanti juga dipikirkan yang kurang,” jelas rangga. Meski pegusaha restoran, rangga mengaku hingga saat ini dia tidak bisa masak. Baginya, yang penting baginya pengusaha restoran adalah bagaimana mencari tukang masak. Kini Rangga berencana mengembangkan sayapnya di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Jedah, juga Australia.

Monday, April 21, 2014

Melek Finansial: Jadikan Uang Bekerja Untuk Anda

Membuat uang bekerja untuk Anda bukan klenik, bukan majik, bukan mimpi, bukan sesuatu yang mustahil dan hal tersebut nyata dan bisa dilakukan.



Bila anda tiap hari bekerja untuk mendapatkan uang, kini saatnya berpikir bagaimana caranya agar uang dapat bekerja untuk anda tentunya dengan cara yang halal dan legal.

Siapapun bisa melakukannya asalkan ada kemauan yang kuat untuk mewujudkan. Bagaimana caranya? Mari Kita mulai membahasnya. Rumusnya adalah mengelurkan (penghasilan) lebih sedikit dari yang diterima dan menginvestasikan selisihnya untuk tujuan, jumlah dan waktu tertentu sebenarnya konsepnya sederhana namun perlu upaya sunguh-sunguh mewujudkannya.

Banyak pilihan jasa keuangan yang bisa dipergunakan untuk melakukan investasi seperti: Reksadana, Saham, Obligasi, Properti, Emas, Deposito, dll. Kali ini kita akan mengambil contoh Deposito, misalkan Anda punya penghasilan 4 juta per bulan atau dengan kata lain 48 juta per tahun, jika Anda menabung 70% dari penghasilan Anda atau 2.8 juta per bulan, lalu Anda investasikan dalam Deposito dengan return 8% per tahun, maka Anda akan mendapatkan 515 juta pada akhir tahun ke-10. Anda hanya menyisakan 1.2 juta saja per bulannya atau 14.4 juta per tahunnya untuk hidup. Apakah hal ini mungkin? Iya mungkin saja. Kenapa tidak? Setelah tahun ke-10 Anda memiliki 515 juta, jika 515 juta dialokasikan pada deposito dengan return 3% saja per tahunnya, maka Anda mempunyai 15.45 juta per tahun untuk dipergunakan. Angka tersebut lebih tinggi dari 14.4 juta yang sebelumnya biasa Anda belanjakan untuk hidup. Anda tidak perlu melakukan pekerjaan apapun, cukup menikmati hasil dari Deposito 15.45 juta tersebut.

Jika Anda benar-benar antusias & agresif, coba saja Anda simulasikan dengan angka yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Mendengar ide ini mungkin tampak tidak mungkin, hidup dengan 30% dari penghasilan, jawaban saya tetap sama: hal ini sangat mungkin dilakukan. Ini hanya soal pilihan hidup.

Investasi merupakan hal yang jarang menjadi prioritas dalah hal mengelola keuangan, kesalahan yang sering kita dengar adalah investasi membutuhkan dana yang banyak? Nunggu keuangan siap baru investasi? Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sulit apalagi untuk mengalokasikan dana investasi? Ngak mungkin! Hutang yang harus dibayar setiap bulan masih banyak? Penghasilan pas-pasan? Dan segudang alasan lainnya.

Dalam investasi, hal yang perlu dicermati adalah waktu yang perlu kita perhitungkan karena besaran dana yang dialokasikan bersifat relatif. Dengan alokasi dana yang sama namun waktu yang berbeda hasilnya akan jauuuhh berbeda. Bila tujuan dari investasi tersebut jangka panjang, segera saat ini lakukan alokasi dana agar wujudkan uang bekerja untuk Anda. Semoga bermanfaat.

Monday, April 14, 2014

Melek Finansial: Jangan Sisakan Gaji Anda!

Penghasilan rutin yang pasti diterima setiap bulan mestinya bisa Kita optimalkan agar lebih baik, Saya mengistilahkan sebagai harta berdaya. Maksudnya, apa yang Kita miliki hari ini memberikan daya lebih bagi Kita dikemudian hari. Kemudian apa maksud dan hubungannya dengan judul tulisan kali ini “jangan sisakan gaji anda” bila tidak disisakan, habis dong? apa tidak salah tulis? bukankah Kita disarankan untuk menabung/berinvestasi/bisnis?
Anda tidak salah baca, dan Saya juga tidak salah tulis. Dalam tulisan ini Kita akan mengetahui perbedaan orang kaya dan orang miskin dimana orang kaya bekerja untuk mendapat uang dan menginvestasikannya sehingga uang menghasilkan, ya uang bekerja untuk  Mereka. Bagaimana dengan orang miskin, Mereka bekerja untuk mendapat uang dan menghabiskan untuk membayar gaya hidup Mereka sampai tiba waktunya mereka tidak punya uang yang bekerja untuk Mereka. Saya tidak dalam pembahasan dan perdebatan kaya dan miskin, namun mari Kita cermati bersama bahwa bila Anda yang kebetulan memiliki penghasilan rutin yang pasti deterima setiap bulan Saya sarankan untuk menyisihkan bukan menyisakan gaji yang Anda terima. Sangat jauh perbedaannya, sudah banyak testimoni yang Saya dengar betapa sulitnya mengelola gaji tiap bulan, seperti alokasi untuk kebutuhan rutin rumah tangga, membayar tagihan pinjaman, dsb. sehingga saran praktis Saya sisihkan gaji Anda minimal 10% yang Anda terima untuk dialokasikan pada jasa keuangan yang menghasilkan seperti tabungan, deposito, saham, reksadana, atau bisnis yang menghasilkan.           
Banyak yang bertanya bagaimana mengatur gaji agar cukup sampai dengan akhir bulan? Betapa sulit menyisakan gaji untuk ditabung/diinvestasikan? Gimana mau nabung/investasi, lha untuk kebutuhan aja kurang? Apa saja pos-pos keuangan yang harus dilakukan pada saat setelah menerima gaji? Berapa jumlah dan besaran yang perlu dialokasikan? Adakah tips untuk mencegah agar gaji benar-benar cukup atau bahkan lebih optimal? Baiklah, mari Kita bahas bersama:
A. Cara kelola dengan menyisakan gaji
Gaji/Penghasilan : 100,0
Sosial/Zakat/Infak/dll :     2,5
Cicilan kredit :   30,0
Shopping/Kebutuhan :   57,5
Saving/tabungan :   10,0   > bisakah menyisakan?

B. Cara kelola dengan menyisihkan gaji (rekomendasi)
Gaji/Penghasilan : 100,0
Sosial/Zakat/Infak/dll :     2,5
Cicilan kredit :   30,0
Saving/tabungan :   10,0
Shopping/kebutuhan  :   57,5   > habiskan!

4 pos utama yang mesti dilakukan yaitu Sosial, Cicilan, Tabungan, Kebutuhan. Besaran alokasi Sosial minimal 2,5% lebih boleh. Cicilan maksimal 30% bila lebih? Lakukan pembaruan kredit dengan angsuran maksimal 30%. Tabungan termasuk untuk hari tua, pendidikan anak, pension, investasi, dll minimal 10% lebih besar lebih baik. Kebutuhan maksimal 57,5% tidak boleh melibihi. Perhatikan cara A, sulit mewujudkan manabung sisa gaji? Mengapa? Sudah habis duluan..! Cara B, lebih Saya rekomen, mengapa? Sudah dialokasikan, pos-pos tersebut bisa dimasukkan amplop untuk membantu, bila disiplin silahkan habisikan untuk pos kebutuhan, dengan cara ini banyak yang telah membuktikan bisa memiliki dana di tabunggannnya, setidaknya lebih asyik menghabiskan dari pada menyisakan. Inggat Saving than Shopping!

Sunday, April 06, 2014

Melek Finansial: 7 Hal Sering Dilupakan Tentang Uang

Pengetahuan tentang finansial jarang menjadi hal penting bagi kebanyakan masyarakat sehingga karena ketidaktahuan tersebut menyebabkan sering terjadi kesalahan. Bagaimana tidak mungkin terjadi bila permasalahan semakin meningkat namun pengetahuan  ikut meningkat. Melek finansial dapat pula diartikan cerdas finansial, sadar finansial, bijak finansial maupun sejenisnya namun dalam bahasa yang biasa saya sampaikan dalam berbagai kesempatan adalah melek finansial. Dengan belajar finansial diharapkan kita lebih bijak menyikapi saat memiliki uang dan lebih memahami saat belum memiliki uang.
Pada tulisan kali ini saya menyampaikan 7 hal yang sering dilupakan tentang uang. dimana inti dari pembahasannya setidaknya ada 7 yaitu:
Bagaimana mendapatkan uang dengan cepat dan benar?
Seringkali kita berpikir setelah dapat uang akan begini, akan begitu dan seterusnya. Mestinya kita juga berpikir keras bagaimana mendapatkannya dengan cepat dan benar. Ya benar, berpikirlah produktif bukan konsumtif.
Dimana perginya uang anda?
Beda lagi dengan hal yang satu ini, dimana kita sering kali mengatur uang apa adanya, jika ini yang terjadi kelak kita akan menemukan adanya apa? Artinya tanpa tau dimana tempat biasanya uang anda pergi, kelak jangan menyesali tiba waktunya anda membutuhkannya ia tiada. Ketahui penggunaan uang anda, biaya rutin, biaya terbesar dan biaya tak terduga.
Bagaimana membuat uang anda tumbuh & berkembang?
Layaknya tanaman, uangpun perlu ditanam agar ia tumbuh, tak cukup hanya tumbuh bagaimana ia berkembang. Sebisa mungkin ia berkembang dengan sehat, subur dan benar-benar menghasilkan. Bila hari ini uang anda masih belum tumbuh dan berkembang, segera tanam mungkin di deposito, reksadana, atau jasa perbankan yang mampu memberikan return terbaik bagi anda. 
Kenali kebutuhan dan keinginan?
Banyak yang sudah tau definisinya namun banyak pula yang mengabaikannya. Saya biasa menjelaskan secara ekstrim bahwa kebutuhan itu adalah sesuatu yang apabila tidak dipenuhi maka akan ‘terganggu’ kelangsungan hidup kita. Sebaliknya keinginan itu hal yang bisa dipenuhi maupun tidak. Prioritaskan segala kebutuhan bukan keinginan.
Menabung atau investasi
Hemat pangkal kaya, sudah tertanam dibenak kita sejak kecil namun hemat yang bagaimana yang seharusnya kita lakukan? Saran saya, sisihkan minimal 10% penghasilan anda untuk masa depan anda.
Merencanakan keuangan dengan bijak terhadap uang
Gagal merencanakan bisa jadi merencanakan kegagalan. Bila uang tidak dikelola dengan perencanaan yang baik maka bisa jadi saat kita membutuhkan dikemudian hari kita kebingunggan bagaimana memenuhinya. Missal perencanaan pendidikan anak, perencanaan pension, dll. Miliki perencanaan.
Jasa perbankan dalam membantu mengelola uang anda
Perbankan memiliki produk dan jasa yang bisa dikatakan mitra kita untuk mewujudkan cita-cita kita. Banyak contohnya mulai dari memenuhi modal kerja usaha, pembelian rumah dengan KPR, dana renovasi rumah, tabungan rencana pendidikan, memiliki kendaraan dengan KKB, dana talangan haji, memiliki emas dan masih banyak yang lain. Dengan mengetahui jasa perbankan dan memanfaatkannya maka kita lebih mudah dan sangat membantu dalam mewujudkan tujuan.
Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat dan salam finansial.

Monday, March 31, 2014

Less is More

Game Flappy Bird ternyata menghasilkan cash flow 600 jutaan per hari. Wow. Padahal hanya dikerjakan oleh satu orang anak muda dari Vietnam. Berbagai review pun menilai game ini jelek dan amatiran.
Kenapa game ini begitu digemari?
Saya tidak tahu. Saya bukan penggemar atau pengamat game.
Yang saya tahu, game ini sangat sangat simple. Idenya simple, programingnya simple, disainnya simple (buruk bahkan). Tapi justru orang sedunia menggilainya.
Idenya simple itu kadang tidak terlihat oleh orang kebanyakan. Orang kebanyakan berpikirnya kompleks, bekerjanya juga kompleks.
Coba perhatikan produk-produk Apple. Semuanya serba simple. Bayangkan, Apple hanya dengan 4 produk dengan 2-3 pilihan warna bisa menjadi perusahaan bernilai tertinggi di dunia. Bandingkan dengan Samsung yang ngos-ngosan mengejarnya dengan jumlah produk yang tak terhitung variannya. Samsung sangat kompleks.
Disain produk-produk Apple pun demikian. Sangat simple. Perhatikan disain iPhone itu, hanya ada 1 tombol dan tanpa logo Apple sama sekali di depannya.
Orang yang berpikir kompleks selalu berpikir untuk menambah. More, more, more adalah kredonya. Kebalikannya, orang yang berpikir simple selalu berpikir untuk mengurangi. Less, less, less. Kalau 1 tombol saja cukup, buat apa disediakan 3 tombol?
I believe in the power of less. Less is more.

Sunday, March 23, 2014

Memakmurkan Masjid-Memakmurkan Rezeki

Masjid adalah tempat yang paling baik di muka bumi. Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat yang sangat mulia dan sangat utama untuk kegiatan ibadah umat Islam seperti sholat, berdzikir, bersholawat, dan majlis ta’lim. Maka dari itu Allah SWT sangat mencintai masjid dan orang orang yang berjalan menuju masjid untuk beribadah

Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-­orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka (semoga) merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At Taubah: 18)

Jika diibaratkan sebagai tuan rumah, maka apakah kita ragu terhadap kedermawanan Allah terhadap tamu-tamu yang datang ke rumah Allah? Jika manusia saja diajarkan oleh Baginda Rasulullah SAW untuk menghormati dan memuliakan tamunya, maka apabila kita bisa berpikir dengan bijak dan merasakan dengan hati nurani harusnya kita sadar bahwa Allah akan menjamu tamuNya dengan sangat mulia. Maka kita berlomba-lomba untuk datang  memakmurkan masjid agar kita menjadi makhluk pilihan/tamu yang dimuliakan oleh Allah.



Bayangkan saja ketika kita menjadi tamu kehormatan di kediaman seorang raja atau presiden. Apakah hidangan dan sambutannya sama seperti yang ada di rumah orang biasa? Sudah jelas hidangan dan sambutannya akan lebih terhormat saat kita bertamu di kediaman presiden dibanding dengan bertamu di rumah orang biasa. Raja/presiden hanyalah manusia biasa yang memimpin suatu negara bukanlah penguasa yang menciptakan alam semesta yang indah dengan segala keteraturannya ini. Dan Allah SWT lah adalah Sang Pencipta, Maha Penguasa, Maha Kaya yang memiliki seluruh yang ada di alam semesta ini. Masihkah kita meragukan kekayaan Allah? Masihkah kita meragukan kedermawanan Allah? Jika Allah tidak sayang dan mengasihi kita semua, mungkin saat ini kita tidak akan sebebas ini menghirup oksigen yang masuk ke tubuh kita. Kalau kita berpikir, berapa harga tiap tabung oksigen? Apakah selama ini kita membayar untuk itu? Oleh karena itu sudah sepantasnya kita bersyukur dan bersujud atas segala nikmat Allah yang diberikan kepada kita.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan” (QS Ar Rahman 13)

Sunday, March 16, 2014

Simplicity

Beberapa waktu lalu, saya membaca buku “The Power of Simplicity” karangan Jack Trout dan Steve Rivkin. Saya pernah baca sekilas edisi Englishnya tapi karena bahasanya terlalu rumit buat saya, kemudian saya mencari2 edisi Indonesiannya. Cerita punya cerita ternyata buku tersebut ada di lemari buku bos saya. Dengan enteng saja, buku ini aku pinjam, kayak Mas Iwan Fals.

Buku ini mengajak orang untuk berbisnis dengan sederhana, dengan jargon-jargon kesederhanaan, kata-kata mutiara dari orang-orang terkenal jadul (jaman dulu) dan tentu saja contoh-contoh penyelesaian yang sederhana pula. Pokoknya semakin sederhana kita berbisnis, semakin maju. “Menggugah” kutipan dari Booklist yang memberi komentar. Dan benar-benar menggugah buat saya. Membelalakan mata saya akan kesederhanaan. Membuka pikiran saya.
Apalagi di bab akhir yang banyak sekali mengutip kalimat-kalimat dari beberapa tokoh terkenal. “Kesederhanaan karakter adalah hasil alami dr pemikiran mendalam.” Begitu kata Thomas Hazlitt, pengarang esai dari Inggris.

Atau kata Hendri Deterding, seorang Dirut Royal Dutch Oil, “Setiap saya menerima usulan bisnis yang, setelah saya merenung, tidak bisa saya sederhanakan, saya mengabaikannya.” “Dari sesuatu yang sangat kompleks, keluar sesuatu yang sangat sederhana” kata Winston Churchill. Kata Edward Teller seorang Fisikawan sungguh menarik, “Mengejar kesederhanaan dalam hidup, dalam dunia, di masa depan, adalah inisiatif paling bernilai.”. Yang jauh lebih fantastis adalah kata-kata Albert Einstein, “Materi kesuksesan seperti dilihat orang lain, publisitas, kemewahan, bagi saya semua itu menjijikan. Saya percaya bahwa gaya hidup sederhana dan bersahaja adalah gaya hidup terbaik bagi semua orang, baik tubuh maupun jiwa.”
Mungkin sesederhana ayat ini. “…, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Muzammil : 20). Begitu pula dengan ayat-ayat yang lain. Sungguh Islam mengajarkan kita dengan sederhana, untuk hidup sederhana, dengan cara yang sederhana dan tujuan yang juga sederhana. Tapi pernahkah kita berpikir?
Pernah kita mendengar riwayat nabi Muhammad SAW, yang begitu sederhana menjalani hidup, begitu bersahaja, begitu santun tapi juga begitu tegas. Salah satu riwayatnya mungkin sudah sering anda dengar, yakni pernah nabi Muhammad SAW setiap berjalan menuju suatu tempat, pasti ada si Fulan yang meludahi, melempari dan mencaci maki. Tapi oleh Rasulallah hanya dibalas senyum. Kemudian di suatu hari, Rasulallah kaget karena beliau tidak mendapat perlakuan seperti biasanya. Beliaupun bertanya kepada tetangga si Fulan dan mengetahui bahwa si Fulan sedang sakit. Nabi Muhammad SAW kemudian bergegas menuju rumah si Fulan, mendapatinya sedang sakit, kemudian beliau mendoakan. Masuklah si Fulan ke Islam. Sungguh mulia akhlak beliau, sungguh santun. Kalau perlakuan si Fulan yang sangat tidak baik seperti itu saja Rasul sangat santun menghadapinya, bagaimana dengan perlakuan kaum Quraisy terhadap beliau sehingga beliau bersedia mengangkat pedang? Sungguh suatu kesederhanaan yang sangat dalam. Tapi pernahkah kita berpikir?


Setelah membaca buku “The Power of Simplicity”, saya tarik kesimpulan bahwa Islam mengajarkan kesederhanaan sejak tahun 600an. Ajaran Islam adalah sungguh benar adanya. Ini bukti nyata kebenaran Islam yang diungkapkan oleh dua orang Yahudi secara tidak sengaja dengan akal sehat mereka.
Mari kita merenungkan beberapa ayat ini:
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an). (An Nisa’ : 174)
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (Shaad : 29)

Sunday, March 09, 2014

Nasib Keberuntungan

Ini kisah tentang seorang petani tua yang bekerja di sawahnya. Suatu hari kerbau yang biasa membajak sawahnya melarikan diri. Mendengar ini, tetangga si petani tua datang mengunjunginya, dan dengan penuh simpati berkata, “Oh, petani tua. Sungguh malang nasibmu.”
Sang petani pun menjawab, “Mungkin saja, tapi tidak apa-apa.”
Keesokan harinya, kerbau itu kembali, bersama dua kerbau lepas yang liar. “Sungguh menakjubkan. Betapa beruntungnya nasibmu,” seru tetangganya.
Sang petani menjawab, “Mungkin saja.”
Hari berikutnya, anak si petani tua mencoba menaiki salah satu kerbau yang masih liar itu. Sang anak terlempar dari punggung kerbau yang belum jinak itu. Kakinya patah. Mendengar ini, tetangganya datang mengunjunginya untuk memberi simpati atas kemalangannya,
“Oh, petani tua. Betapa malang nasibmu.”
Lagi-lagi sang petani menjawab, “Mungkin saja, tapi tidak apa-apa.”
Keesokan harinya, seorang pejabat militer datang ke desa dan menyerukan kewajiban bagi setiap pemuda untuk berperang membela negara. Mengetahui bahwa kaki anak laki-lakinya patah, pejabat militer itu pun melewatinya. Para tetangga pun memberi selamat kepada si petani tua atas keberuntungan nasibnya.
Sang petani tua pun menjawab, “Mungkin saja.”
Cerita sederhana saja, nasib baik dan buruk sebenarnya tergantung dari cara kita memandangnya. Sepanjang kita bersyukur, tidak pernah ada yang buruk yang datang dari-Nya.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Quran [2]:216).

Sunday, March 02, 2014

Tanah Kapling sebagai Alternatif Investasi

Membeli tanah kosong berupa kapling adalah salah satu alternatif investasi di properti. Apalagi menurut lembaga survey real estate dari Inggris, Knight Frank, Indonesia menjadi negara dengan kenaikan harga properti paling tinggi sedunia tahun 2012. Jakarta menduduki peringkat nomor satu yaitu dengan kenaikan 38,1 persen selama 2012 disusul Bali dengan kenaikan 20 persen. (Sumber Merdeka.com).


Mengapa membeli tanah kapling bisa menjadi alternatif investasi? Salah satu kelebihan properti adalah karena harganya tergolong gelap. Tidak ada pasar seperti pasar saham, emas, komoditi yang mengatur harga properti di seluruh dunia. Sehingga harga properti adalah harga kehendak pemilik dan pembeli.
Kedua karena membeli tanah kapling relatif lebih murah dibandingkan dengan membeli rumah. Tentu saja, karena membeli rumah terdapat komponen biaya bangunan.
Ketiga metode pembayarannya lebih simple. Mengapa? Karena membeli tanah kapling hampir tidak melibatkan perbankan, seperti hanya membeli rumah dengan KPR. Sehingga tidak ada proses survey kelayakan jaminan, kemampuan membayar dll. Tidak adanya proses ini sama dengan mempermudah proses pembelian. Hanya saja jangka waktunya jarang sekali bisa sepanjang KPR.
Keempat tidak menunda membeli properti. Memang, kebutuhan manusia adalah rumah tinggal. Namun mungkin dikarenakan penghasilan yang belum mencukupi untuk membeli rumah, alternatif lain adalah membeli tanah kapling terlebih dahulu. Sembari “menabung” untuk bangunan rumahnya.
Kelima, karena investasinya selalu naik di kemudian hari, tanah kapling bisa saja Anda jual lagi. Anda mendapatkan capital gain atas pembelian kapling tersebut, dan hasil dari penjualan tersebut bisa And gunakan untuk membayar Uang Muka pembelian rumah.
Demikian semoga bermanfaat. Jangan tunggu beli properti, tapi beli properti dan tunggu! Banyak jalan menuju RUMAH (plesetan dari Banyak Jalan Menuju Roma).
Source: aryodiponegoro.com

Sunday, February 23, 2014

Melek Finansial: Harus tau! Hutang baik dan Hutang buruk

Hutang/pinjaman/pembiayaan merupakan hal yang tak bisa terpisahkan dari mereka yang berpenghasilan. Bicara soal hutang, sebagian besar kita punya hutang? Berapa penghasilan yang mereka habiskan untuk bayar hutang? Untuk apa mereka berhutang? Apakah hutang akan jadikan keuangan kita lebih baik? Atau sebaliknya. Mari kita bahas bersama, pada tulisan kali ini, penulis mengajak pembaca sekalian mengetahui hutang baik dan hutang buruk. Kebaikan hutang bagi keuangan dan membantu mewujudkan impian serta sebaliknya agar pembaca sekalian terhindar dari jebakan hutang yang mengerikan.
Hutang baik merupakan daya ungkit (laverage) bagi keuangan kita, ianya jadikan keuangan kita lebih berdaya, hutang baik yang digunakan untuk hal produktif membuat uang masuk kantong kita dan akan menghasilkan lebih dan memudahkan kita mewujudkan impian. Contoh hutang untuk tambah modal usaha, jagan ragu dan takut untuk meningkatkan usaha melalui hutang selama digunakan secara tepat dan cermat, hutang untuk usaha akan meningkatkan pendapatan kita, kalau mau buka cabang atau nambah stok barang hanya mengandalkan uang sendiri akan lama perkembangannya. Hutang untuk pembelian rumah adalah contoh lain dari hutang baik, kita bisa manfaatkan daya ungkit bank untuk membeli rumah, karena harga rumah akan terus meningkat, dengan menyediakan dana sekitar 30% dari harganya, kita sudah bisa memiliki rumah yang kita kehendaki.
Bagaimana dengan hutang buruk?  Bicara hutang sebagian orang takut, ngeri dan sebagainya; takut tidak bisa bayar, takut mati membawa hutang, biarkan jalan apa adanya, pelan-pelan asal “selamat” dan alasan-alasan lainnya. Agar tidak ragu lagi, mari kita bahas, hutang buruk adalah hutang yang digunakan untuk kebutuhan non-produktif dengan adanya hutang tersebut uang keluar kantong kita, penulis tidak melarang namun hutang ini perlu dikendalikan. Hutang ini tidak memberikan return bagi pemilik hutang, hutang ini cenderung mengarah konsumsi. Contoh hutang untuk pembelian kendaraan pribadi, karena harga kendaraan makin tahun makin menurun, biaya pemeliharaan, anggaran pajak tahunan, dll kecuali kendaraan tersebut digunakan untuk bisnis yang menghasilkan. Hutang untuk perjalanan berlibur dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, pembelian gadget dan sejenisnya merupakan hutang buruk karena pemenuhan kebutuhan tersebut membebani kantong kita. Saran saya kendalikan secara tepat dan cermat.
Beberapa tips yang perlu diperhatikan terkait dengan hutang
Sebelum berhutang pastikan peruntukan untuk keperluan apa anda berhutang, upayakan hutang yang digunakan untuk keperluan produktif (uang masuk kantong), bila terpaksa dengan hutang non-produktif (uang keluar kantong) pertimbangkan lagi dengan alternatif keuangan lain
Perhitungkan sumber dana untuk angsurannya, bagi yang berpenghasilan tetap upayakan total angsuran tidak melebihi 30% dari total penghasilan anda sehingga anda bisa menjalankan menabung atau investasi
Membayar hutang adalah prioritas karena ia bersifat wajib, hati-hati dengan keterlambatan membayar hutang dapat berdampak pada denda, pinalti, blacklist debitur bermasalah, dan kesulitan pinjaman selanjutnya
Jaga nama baik anda, karena nama baik anda jauh lebih penting dan bersifat jangka panjang. Jangan hanya gara-gara hutang yang terlambat bayar, apalagi sampai macet reputasi anda jadi taruhannya. Sistem perbankan terkoneksi dengan Bank Indonesia sehingga track record pinjaman akan diketahui semua bank.
Kelola hutang anda dengan tepat dan cermat, karena hutang bukan hibah dan harus mengembalikan. Tepat tujuannya dan cermat dalam upaya mengembalikannya. Semoga bermanfaat.

Monday, January 27, 2014

Bank Syariah Sebuah Pilihan

Ma'af tulisan rutin blog saya mestinya terbit setiap hari Senin, terjadi keterlambatan karena tidak seperti saya menulis artikel untuk mengisi rutin kolom Melek Finansial sebuah majalah pendidikan yang ada deadline tanggal masuk ke redaksi. Tapi tak apalah untuk hal ini saya diskon diri namun tetap komitmen walaupun harus mundur hari. Memang sejak penghujung tahun 2013 saya menetapkan beberapa kebiasaan baru di tahun 2014 ini, salah satunya adalah menulis rutin di blog setiap hari Senin. Walaupun kualitas tulisan saya ala kadarnya, walaupun tulisan hanya sebagai catatan pengalaman yang mungkin juga layak hanya untuk konsumsi pribadi karena konten yang terbilang sederhana.  Tak apalah, belajar baik itu lebih baik daripada pintar tidak mau terus belajar.
Tulisan kali ini merupakan salah satu catatan saya setelah mengikuti sertifikasi pembiayaan syariah di Universitas Indonesia yang diselenggarakan oleh LSP LKM CERTIF. Kalau boleh diringkas bahya konsep syariah mengedepankan segala sesuatu bersifat nyata/real, ya nyata transaksinya. Jadi bukan transaksi uang, bukan pinjam-meminjam, bukan bunga-berbunga, terus apa dong? Transaksinya pembiayaan (jual beli, patungan atau bagi hasil) dimana ada barang yang ditransaksikan. Menarik, dilajjutkan pada tulisan-tulisan selanjutnya.

Sunday, January 19, 2014

Keyakinan Adalah Kekuatan

Bila melakukan sesuatu dengan keragu-raguan, maka yang terjadi adalah hasilnya tidak optimal.
Bila dengan kesungguhan hati melakukan segala sesuatu, maka setidaknya kita sudah memberikan yang terbaik.
Bukankah manusia hanya berikhtiar dan Tuhan-lah yang menentukan?

Sunday, January 12, 2014

Baiti Jannati

Rumah kita adalah surga yang bisa kita ciptakan. Rumah kita mungkin tidak ideal tapi lebih nyaman dari hotel bintang lima sekalipun.
Bila kita berhasil membangun karir atau mampu menghasilkan profit dalam bisnis seyogyanya kita mampu wujudkan rumah sebagai surga. Ironis sekali bila diluar rumah kita dibanggakan namun ketika didalam rumah kita diabaikan.
Wujudkan rumah sebagai sebenar-benarnya rumah yang kita idamkan.

Sunday, January 05, 2014

Ber-Ilmu ber-uang ber-untung

Pada tahun 2014 saya melatih diri untuk merutinkan menulis, berawal dari 2013 diminta untuk mengisi kolom Melek Finansial di majalah suara pendidikan. Awalnya sulit tetapi ketika sudah mulai seperti ketagihan dan pesan bijak mengatakan ikatlah ilmu dengan menulisnya. Blog ini juga berawal dari sebuah tulisan saya di ilmukomputer.org tahun 2006.


Ber-Ilmu, ber-uang dan ber-untung dari tiga hal tersebut mana yang anda pilih? Ketiganya memiliki makna yang terkandung. Bukankah orang yang berilmu ditingkatkan beberapa derajat olehNya, tidur orang berilmu lebih utama dari ibadah orang tidak berilmu. Bagaimana dengan beruang, bila dengan ilmu segalanya lebih mudah jika berilmu kita mungkin bisa mengajar dengan uang kita bisa bikin tempat mengajar. Seorang dokter dengan ilmunya dia bisa membantu orang sakit dengan uang kita bisa bayangkan biaya rumah sakit dan bangun rumah sakit.
Kalau saya pilih beruntung, beruntung kalau bisa memiliki dua-duanya. Bagaimana dengan anda?

Wednesday, January 01, 2014

Tahun Baru Kalau Cuma Hura-hura Percuma

Tahun baru memiliki arti penting bagi sebagian orang, banyak yang menetapkan resolusi, target baru, dll, sebagian yang lain hura-hura tanpa makna seperri begadang larut malam bahkan sampai pagi, balapan motor dengan kenalpot blong, konser musik semalam suntuk, dll. Bagaiman dengan Anda?
Kalau cuma hura-hura percuma, saatnya introspeksi diri dengan capaian tahun lalu dan bahaimana dengan langkah pada tahun depan atau ajukan pertanyaan berikut: sudahkah anda berarti bagi sesama? dimana anda berada? kemana anda akan melangkah? Banyak cara rayakan sesuatu. Bagaimana dengan Anda?