Big Goal

Memiliki impian yang besar

Result Oriented

Berorientasi pada hasil maksimal

Scale Up

Selalu berupaya memberikan hasil

Never Give Up

Terus melangkah mencapai tujuan

Momentum

Tiap kejadian jadi pembelajaran kehidupan

Monday, February 11, 2019

Meningkatkan Peforma dengan GKF (Gerak, Kata, Fokus)




Peforma kita bisa kita tingkatkan dengan cara melakukan GKF, apa itu GKF? GKF adalah Gerak, Kata, dan Fokus. Bagaimana GKF dapat mempengaruhi peforma kita, mari kita bahas bersama.

Gerak
Dalam buku Psychology Applied yang ditulis oleh George W Crane dikatakan bahwa Gerakan adalah pendahulu emosi, Anda dapat mengendalikan emosi secara langsung dengan gerakan dan tindakan. Maka dengan merubah gerakan fisik kita, yang terjadi emosi kita ikut berubah.


Dalam kesempatan lain dikatakan pula oleh Anthony Robbin bahwa Emotion is Created by Motion, ini sebabnya dalam beberapa seminar kita diminta untuk melakukan gerakan-gerakan yang dapat menimbulkan emosi dan semangat. Contohnya dan bisa kita praktekkan: kita tersenyum maka yang terjadi perasaan kita menjadi nyaman. Saat kita berjalan cepat apa yang dirasakan oleh kita? yaitu semangat, enerjik.




Kata
Apa yang kita ucapkan dalam bentuk kata kemudian menjadi kalimat dapat merubah tindakan kita. Tindakan dapat merubah kebiasaan. Dan kebiasaan dapat merubah nasib kita. Perhatikan orang yang sukses dan pemimpin yang berpengaruh, mereka dapat merubah peradaban dengan kata-katanya! Mulai sekarang ubah kata-kata yang kita ucapkan dengan yang lebih baik. Lakukan afirmasi positif. Apa yang kita katakan akan merubah tindakan. Lakukan afirmasi dengan keinginan yang spesifik, positif, dan present tense.



Fokus
Saat kita fokus maka kondisi kita akan sangat powerful. Apa yang kita fokuskan bisa jadi kenyataan. Hal ini seperti hukum tarik menarik atau law of attraction (LOA). Bila kita fokus dengan membayangkan sebuah musibah apa yang terjadi? bisajadi kita akan menjumpai kesialan-kesialan. Bila kita fokus pada peluang maka kita akan menjumpai kesempatan dan ide. Coba lakukan visualisasi untuk menciptakan fokus. Visualisasi adalah usaha seseorang untuk menggambarkan dalam pikirannya apa yang dia ingginkan. Lakukan visualisasi untuk mengendalikan fikiran fokus pada sesuatu yang diinginkan misalnya keadaan sehat, perasaan bahagia, rumah, kendaraan, jabatan, kesehatan, hubungan, dan lain-lain. Sebagaimana yang disampaikan dalam hukum LOA maka apa yang dibayangkan secara tenrus menerus dan penuh keyakinan cenderung menjelma dan terwujud dalam kehidupan nyata.

Demikian luar biasanya rumus GKF (Gerak, Kata, Fokus) dalam meningkatkan peforma kita. Selamat mencoba!
 
Tulisan lain bisa juga dilihat di Kompas

Friday, February 01, 2019

Membangun Kebiasaan Pemenang (anti BEJ Blame, Excuse, Justify)

Pernah dengar istilah BEJ? yang pasti bukan Bursa Efek Jakarta. BEJ adalah singkatan dari Blame (menyalahkan), Excuse (beralasan), Justify (pembenaran). Untuk mudah mengingat boleh ingat dengan dengan BEJ (dalam dunia pasar mdal sebagai nama lembaga bursa) atau dengan JEB (dalam dunia tinju sebagai pukulan).


Membangun kebiasaan pemenang dengan resep sukses yang bisa kita lakukan adalah lupakan BEJ (Blame, Excuse, Justify). Mari kita ulas bersama-sama.

Blame artinya Menyalahkan. Sangat mudah untuk menyalahkan. Contohnya menyalahkan kondisi ekonomi, menyalahkan keadaan politik, menyalahkan cuaca yang extrim, menyalahkan bisnis yang tidak menentu, menyalahkan atasan atau bawahan, menyalahkan orang lain. Bila kita menyalahkan maka yang terjadi adalah kita sebetulnya sedang menutupi potensi diri kita. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain.

Excuse artinya Beralasan. Akan banyak alasan yang bisa dibuat utnuk tidak berhasil. Contohnya beralasan usia (masih muda/ sudah terlalu tua), tidak punya bakat bisnis bisanya cuma jadi pegawai kerja ikut orang lain, beralasan pendidikan (saya cuma lulusan SD, sekolah saya tidak sama jurusannya dengan pekerjaan), beralasan tidak ada yang dukung. Dan segudang alasan-alasan lain.

Justify adalah Pembenaran. Hal ini sering digunakan seseorang untuk sesungguhnya menutupi ketidak mampuannya atau tidak mau koreksi diri, tidak mau berubah dan tidak mau berbenah diri.
Suatu contoh: ada orang kaya yang berhasil, apa yang dikatakan? jelas saja orang kaya berhasil karena dia punya modal, orang tuanya kaya, harta warisannya banyak, saudaranya punya banyak bisnis sehingga orang kaya lebih mudah berhasil. Lalu, ada orang miskin berhasil, apa yang dikatakan? tentu saja orang miskin berhasil karena dia tidak mampu sehingga daya juangnya tinggi, semangat untuk merubah nasibnya sangat besar, motivasinya kuat sekali bila tidak dia akan terus berjuang. Lalu bagaimana dengan Anda yang berkomentar? saya orang biasa-biasa saja. Dan akan terus mencari-cari pembenaran untuk tidak berhasil.

Sehingga bila kita inggin membangun kebiasaan pemenang, sudahlah lupakan yang namanya BEJ atau Blame, Excuse, Justify. Mari terus perbaiki kualitas diri.


Tulisan ini juga dipulikasikan di Kompas