Posts

Showing posts from February, 2021

Job Description Anti Baper

Image
Pernah dengar seorang petinju yang kena tinju terus baper nga mau lagi bertanding tinju? Namanya jadi petinju, kena tinju itu wajar, karena kena tinju bagian dari job description nya. Hehe.. Kalau kena tinju terus baper, ya nga cocok jadi petinju, nga sesuai sama latihannya sebelum bertanding. Keuntungan bisnis diperoleh dari penjualan, aktivitas menjual dimulai dari penawaran. Sekalai lagi, penawaran! walaupun bisnis kita bukan jualan roti tawar. Hehe.. Dalam menawarkan, pasti berhubungan dengan penolakan. Jadi kalau menawarkan terus ada penolakan jangan baper. Ditolak saat menawarkan terus menyerah, ya berarti kita nga cocok dengan job description nya. Saat menawarkan kemudian terjadi penolakan, nga perlu baper, yang perlu kita lakukan adalah evaluasi, perbaiki prosesnya. Dalam mencapai suatu target, kita perlu kaku dalam target namun harus fleksibel dalam mencapainya.  Kembali lagi perihal penolakan, ada beberapa sebab terjadi penolakan, mungkin cara dan waktu penawaran kita kurang

Kaya Kuadrat

Image
Pilih kambing atau uang? Apa hubungan kambing dengan uang? Hubungan kambing dan uang, baik-baik saja. Hehehe.. Kembali ke pertanyaan awal, pilih kambing atau uang? Kalau saya pilih dua-duanya. Pilih kambing karena bila dijual bisa menghasilkan uang. Pilih uang karena bisa digunakan untuk beli kambing, lalu dikembangkan di peternakan, kambing dijual bisa menghasilkan uang. Ternyata UUD, Ujung-Ujungnya Duit. Hehehe.. Kalau dihadapkan pada pertanyaan seperti awal tadi, maka pilihlah kata “dan” bukan “atau”. Mau kaya atau bahagia? Jawabnya apa? Jawabnya, kita mau kaya dan bahagia. Sip ya Siapa yang mau kaya harta? Kayaknya semua sepekat dengan saya, kita mau semua. Kelihatan dari wajah-wajahnya. Hehehe.. Benar ya? Selain kaya harta, kita juga boleh kaya-kaya yang lainnya. Istilahnya Kaya Kuadrat. Kaya harta = Punya banyak harta  Kaya ilmu = Belajar dan mengajar ilmu  Kaya amal = Banyak melakukan amal  Kaya hati = Lapang hati Jadi, bila ada yang tanya mau kaya harta atau kaya hati. Jelaslah

Semua Bisa Jadi Pengusaha

Image
Semua bisa jadi pengusaha asalkan tau caranya. Banyak orang bisa jadi pengusaha karena beberapa cara. Kali ini ada tiga cara untuk jadi pengusaha, dua diantaranya agak sulit untuk diduplikasikan, yang ketiga atau yang terakhir layak kita dicoba, siap ya.. Pertama Nasab, jadi pengusaha sebab keturunan. Lingkungan, keluarga, orang tua, saudara, intinya karena keturunan banyak yang jadi pengusaha. Kemungkinan besar kita juga bisa jadi pengusaha. Orang tua pengusaha, maka anaknya akan diajari bagaimana menjalankan usaha. Setidaknya, anaknya akan lihat bagaimana orang tuanya dapat uang dari usaha, dan anak akhirnya tau lika-liku usaha orang tuanya. Namun kita tidak bisa memilih lahir oleh orang tua mana dan dimana, jadi pengusaha sebab nasab atau keturunan sulit untuk diduplikasikan. Kedua Nasib, jadi pengusaha sebab keberuntungan. Misalnya nikah dengan anak pengusaha, jadi mantu orang kaya raya. Dapat warisan mertua kaya, nemu harta karun, dapat pembebasan lahan untuk kilang Pertamina. Heh

Pemimpin = Pengaruh

Image
Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Setidaknya bagi pria, jadi pemimpin bagi dirinya, keluarga, istri, dan anaknya. Bagi wanita, jadi pemimpin bagi dirinya dan anak-anaknya. Bicara tentang pemimpin berarti kita bicara tentang pengaruh. Untuk menjadi pemimpin yang berpengaruh, ada beberapa tips yang bisa dilakukan: ·        Zikir, dengan memperbanyak zikir hati menjadi tenang. Pemimpin yang tenang akan menghasilkan keputusan yang baik. Berzikir berarti mendekatkan diri pada Allah. Dekat pada Allah yang maha membolak-balikan hati hambanya. Tahajud termasuk adalah salah satu ibadah yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin, pengajar, orang tua, atau siapa saja yang ingin kata-katanya berpengaruh.     ·        Zest, pemimpin harus penuh semangat (zest), mampu memotivasi timnya untuk bergerak. Penuh inspirasi, selalu antusias dalam kondisi apapun. ·        Role model, pemimpin harus jadi teladan, mengerjakan apa yang dikatakan

Inisiator Perubahan

Image
Ada dua kisah menarik yang bisa kita jadikan pelajaran. Pertama ketika ada mobil mogok, lalu pemilik mobil berteriak minta tolong ke orang lain, sambil dia melihat mobilnya di pinggir jalan tanpa ikut membantu mendorongnya. Kemudian di cerita yang lain, ketika mobil mogok, lalu pemilik mobil mendorong mobilnya sambil minta tolong ke orang lain. Dari kedua cerita tersebut, kira-kira manakah yang lebih efektif? Saya kira teman-teman sepakat, cerita yang kedua lebih berdampak, pemilik mobil mendorong mobil sambil meminta bantuan orang lain.  Bila kita bergerak, maka orang lain cenderung akan ikut bergerak. Pemilik mobil kedua adalah seorang inisiator. Dalam bisnis, jangan lagi menyalahkan kondisi ekonomi, beralasan bisnis sedang sulit dimasa sulit, mengeluh penghasilan pas-pasan. Harusnya kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan.  Sudahkan kita melakukan perubahan? Apakah yang sudah kita lakukan untuk memperbaiki keadaan? Jadilah inisiator perubahan. Menunggu keadaan berubah oleh