Big Goal

Memiliki impian yang besar

Result Oriented

Berorientasi pada hasil maksimal

Scale Up

Selalu berupaya memberikan hasil

Never Give Up

Terus melangkah mencapai tujuan

Momentum

Tiap kejadian jadi pembelajaran kehidupan

Sunday, February 28, 2016

Tiap Orang Mempunyai Momentum

Tiap orang mempunyai momentumnya sendiri.



Dalam bahasa Indonesia (KBBI) momentum diterjemahkan momentum/mo·men·tum/ /moméntum/ n 1 saat yang tepat; 2 Fis besaran yang berkaitan dengan benda yang besarnya sama dengan hasil kali (darab) massa benda yang bergerak itu dan kecepatan geraknya; kuan-titas gerak; 3 kesempatan: kalau -- besar seperti ini tidak digunakan, alangkah sayangnya. 
Jika melihat turunan kata tersebut dalam bahasa Inggris momentum berasal dari kata moment yang berarti saat atau sesaat, from this moment, wait for a moment.

Kita tidak sedang membahas bahasa disini, yang inggin dituangkan disini adalah bagaimana setiap orang memiliki "saat" yang berbeda. Bisa dibilang untuk mencapai sesuatu yang diimpikan kadang kita perlu "moment". Misal saat hari kelahiran kita buat itu sebagai moment perbaikan kedepan dengan bertambahnya usia akan lebih baik, dst. Saat hari pernikahan jadikan sebagai "moment" memperkuat komitmen saling mengasihi, menambah perhatian pada oarn-orang terkasih. Saat lulus kuliah jadikan "moment" awal dari perjuangan yang sebenarnya. Saat pergantian tahun adalah "moment" mengevaluasi diri dan menyongsong hari-hari yang akan datang dengan lebih optimis.

Ciptakan "moment" bila dirasa energi anda terasa berkurang, agar inggat masa-masa kerja keras, optimis dan pantang menyerah agar terwujud perubahan!



Wednesday, February 24, 2016

Perbedaan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dan Bank Umum



Banyak yang tanya dan berulang-ulang? tentang Perbedaan BPR dan Bank Umum?
Mari kita kupas agar lebih jelas.

Berdasarkan UU No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan
Pengertian Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Menurut UU No.10 Tahun 1998 pada pasal 1

Source URL: http://perbedaanterbaru.blogspot.co.id/2015/07/inilah-perbedaan-bank-umum-dan-bpr.html
Visit Harga Keramik terbaru,lantai, dapur, teras, kamar mandi, rumah minimalis
Menurut UU No.10 Tahun 1998 pada pasal 1

Source URL: http://perbedaanterbaru.blogspot.co.id/2015/07/inilah-perbedaan-bank-umum-dan-bpr.html
Visit Harga Keramik terbaru,lantai, dapur, teras, kamar mandi, rumah minimalis
Menurut UU No.10 Tahun 1998 pada pasal 1

Source URL: http://perbedaanterbaru.blogspot.co.id/2015/07/inilah-perbedaan-bank-umum-dan-bpr.html
Visit Harga Keramik terbaru,lantai, dapur, teras, kamar mandi, rumah minimalis

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat atau BPR adalah (biasa juga disebut rural bank) bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 

Pengertian Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Dari pengertian berdasarkan undang-undang jelas sekali bahwa di Indonesia hanya ada 2 (dua) jenis bank yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Keduanya dalam usahanya melakukan penghimpunan dana (simpanan) dan menyalurkan dana (pinjaman). Perbedaan mendasar adalah Bank Umum dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran sedangkan BPR tidak.

Lalu lintas pembayaran adalah gerak bolak-balik (mutasi) kepemilikan/ penguasaan barang atau uang sebagai alat tukar dari sipembayar kepada penerima.







Monday, February 22, 2016

Jadikan Kerja bagian Ibadah

Berbagai masalah dihapadi dalam bekerja merupakan hal yang biasa, namanya kerja kadang harus mengorbankan waktu lebih adalah sering terjadi adanya. Sehingga menjadi rugi bila bekerja hanya dengan tujuan harta apalagi tahta.


"Kalau hidup sekedar hidup babi di hutan juga HIDUP, kalau bekerja sekedar bekerja kera juga BEKERJA" apa yang disampaikan Buya Hamka mengigatkan kita betapa penting jadikan kerja sebagai bagain dari ibadah. Bayangkan kita lebih 6 (enam) jam di tempat kerja hanya dan hanya tujuan serta niatan bukan ibadah sehingga jadi merugilah. Mari perbaiki niat dan tujuan kerja kita agar berbuah kebaikan, lebih berdampak baik secara horisontal maupun vertikal.

Thursday, February 18, 2016

Mengelola sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR)



Ada hal menarik yang inggin saya sampaikan, ini terkait beberapa waktu lalu saya menghadiri kegiatan di salah satu Bank Umum. Saat itu ditanya latar belakang pendidikan, pekerjaan, keluarga hingga cita-cita. hehe...

Singkat cerita, yang pada akhirnya saya didorong untuk berbagi kisah (melalui tulisan atau catatan) agar katanya ada orang lain yang dapat 'manfaatnya'. Memang selama ini saya begitu antusiah ketika bicara dengan topik motivasi (agama), bisnis, teknologi, pendidikan, keuangan pribadi (melek finansial), dan perbankan (BPR). Karena mungkin latar belakang saya pernah mengenyam pondok, pernah kelola bisnis dan sosial di pendidikan, kuliah IT, bekerja di Bank. Mudah-mudahan benar ada yang dapat 'manfaatnya' dan bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang apling banyak manfaatnya, semoga.

Kali ini saya cerita tentang bagaimana mengelola sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Jika ada yang belum tau apa itu BPR? BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. lebih lengkapnya klik disini.



Mengelola BPR tidak lebih kompleks dari mengelola sebuah perusahaan lain. Dalam hal ini, BPR dituntut dapat menghimpun dana pihak ketiga (DPK) baik tabungan maupun deposito dan menyalurkan dana berupa kredit yang disalurkan (KYD) serta memperoleh selisihnya berupa keuntungan (LABA) untuk itu harus memperhatikan biaya operasional (BOPO) yang sehat.