Big Goal

Memiliki impian yang besar

Result Oriented

Berorientasi pada hasil maksimal

Scale Up

Selalu berupaya memberikan hasil

Never Give Up

Terus melangkah mencapai tujuan

Momentum

Tiap kejadian jadi pembelajaran kehidupan

Wednesday, April 30, 2014

3 Aplikasi Portable untuk Keuangan Pribadi

Mengelola keuangan secara sehat adalah keinginan banyak orang, namun yang terjadi adalah masalah mengelola keuangan terasa sulit apalagi gempuran iklan dan penawaran diskon dimana. Agar tujuan pengelolaan keuangan pribadi terwujud sesuai dengan keinginan tidak ada salahnya mencoba aplikasi portable (bisa dibawa kemana-mana, tanpa instalasi, bisa disimpan di flashdisk) untuk mengelola keuangan pribadi.



Aplikasi Portable 
Saat ini banyak sekali aplikasi open source yang bisa menunjang kebutuhan kita, sebut saja portableapps.com dimana ia menyediakan aplikasi yang populer diperlukan banyak orang dengan kemudahan bisa berjalan di penyimpanan portable seperti USB, kartu memory, hard disk eksternal, dll. Dengan adanya aplikasi portable semakin mempermudah kita untuk menggunakan aplikasi tersebut sewaktu-waktu karena ia terinstall di penyimpanan portable.

Mengelola Keuangan Pribadi 
Banyak yang sudah tahu bagaimana memperoleh uang, namun bagaimana mengelolanya dengan sehat dan tepat masih kurang diperhatikan. Saya biasa mengisi talkshow tentang #MelekFinansial (www.melek-finansial.com) diberbagai kesempatan saya sampaikan bahwa kita belajar Matematika, IPA dan Bahasa sejak SD, SMP, bahkan SMA namun tidak belajar tentang bagaimana memperoleh, mengelola dan memberdayakan uang. Ilmu tentang Matematika, IPA dan Bahasa penting, namun ilmu tentang uang juga penting. Bukankah tiap hari kita bertemu namanya uang? Saya mengistilahkan hal tersebut sebagai #MelekFinansial.

Aplikasi Keuangan Pribadi 
Sebenarnya ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mengelola keuangan pribadi, namun saya memilih 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi dengan beberapa alasan antara lain:
1.Open source
Aplikasi yang akan kita gunakan berlisensi bebas atau opensource, tidak berbayar dan bisa disebarkan serta digunakan oleh siapapun
2.Portable
Mudah digunakan dengan menyimpannya di flashdisk atau media penyimpanan portable lainnya. Sehingga, bila terjadi transaksi atau bila ingin melakukan pencatatan keuangan pribadi sangat mudah sekali
3.Kaya Fitur
Menurut saya, dari beberapa aplikasi untuk pencatatan keuangan pribadi fitur-fitur yang dimiliki apalikasi tersebut tidak kalah dengan yang komersial atau bahkan ia memiliki fitur yang lebih bagus dibanding dengan aplikasi sejenis.

Adapun 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi adalah sebagai berikut:
1.Finance Explorer Portable
2.GnuCash Portabe
3.Money Manager Ex Portable
Ketiga aplikasi tersebut akan saya jelaskan secara detail pada tulisan selanjutnya.

Demikian tulisan kali ini tentang 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi dan ikuti penjelasan atau uraian dari aplikasi tersebut pada tulisan berikutnya, semoga bermanfaat. Tulisan ini juga dipublikasikan di IlmuKomputer.Com

Monday, April 28, 2014

Hikmah Menahan Marah

Kisah ular dan gragaji Suatu malam seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu. Secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalasnya dengan mematuk gergaji itu berkali - kali, serangan tersebut menyebabkan luka parah di bagian mulutnya. Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuh tersebut. Ia pun membelit gergaji itu sekuat tenaga. Belitan tersebut menyebabkan tubuhnya terluka teramat parah & akhirnya ia pun mati. Kesimpulanx adlah Di saat emosi & marah, rasanya mudah sekali bagi kita untuk melukai & menyakiti orang lain. Padahal jika benar-benar kita sadari, sebenarnya yang akan terlukai & tersakiti adalah diri sendiri. Oleh karenya sungguh tepat kalimat bijak berikut "Orang yang benar-benar hebat bukanlah seseorang yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan ia yang mampu mengalahkan diri sendiri" Rosulullah saw bersabda, "Barang siapa meredam amarah padahal dia mampu melampiaskannya (karena berkuasa), maka Allah memanggilnya dihadapan para makhluk di hari kiamat, Dia menyuruhnya memilih dari pada bidadari apa yg dia kehendaki (HR Abu Daud) Subhanallah....

Pecel Lele Lela: Legenda Rangga Umara Jadi Wirausaha Dunia

Mimpi Rangga Umara, pemilik Pecel Lele Lela menjadi pengusaha sukses akhirnya benar-benar terwujud. Ia kini memiliki 92 outlet Pecel Lele Lela di Jakarta, Bandung, dan kota lainnya di Indonesia.



Keuntungan yang diraihnya pun mencapai milyaran rupiah per bulan. Namun apa yang diraihnya kini bukanlah tanpa proses. Lima tahun lalu, Rangga memutuskan untuk berhenti sebagai karyawan salah satu perusahaan di Jakarta. Sarjana Informatika dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung ini memutuskan untuk menjadi pengusaha pecel lele.

Keputusan itu diambil setelah matanya tertuju pada satu tenda, yakni tenda pecel lele. “Saya melihat tenda penjual lele di seluruh Indonesia sama. Selain itu melihat pecel lele memiliki brand sebagai makanan yang murah,” katanya. Langkah awal Rangga adalah menemukan nama bagi calon bisnis barunya tersebut. Ia menamakannya Pecel Lele Lela. Lela sendiri bukanlah nama istri atau anaknya, melainkan doa yang berarti Lebih Laku. “Lela itu singkatan Lebih Laku. Nama itu jadi doa,” katanya. Menurutnya, nama itu dibuat dengan pikiran, bagaimana kalau usahanya nanti ramai dan orang mengantri untuk makan di restorannya nanti.

Pengusaha kelahiran 3 Januari 1979 ini pun mencari tukang masak dan menyewa sebuah tempat berukuran 2 x 2 meter dengan biaya sewa sebesar Rp. 250 ribu per bulan. “Ketika itu modalnya ngga sampai Rp. 3 Juta. Minjem gas dari orang tua alias minta,” cerita Rangga. Pada hari pertama jualan, keuntungan Pecel Lele Lela hanya Rp. 20 ribu, begitupun hari kedua, ketiga, dan hari ke-22 untungnya hanya bertambah sedikit. Hingga bulan ke lima, hasilnya pun sama saja, bahkan mines. “Pernah sampai 200 ribu, itu pun yang datang adalah keluarga,” jelasnya.

Dengan uang seadanya, Rangga memutuskan pindah tempat. Saat itu, ia membuat gebrakan warung sepi menjadi pindah di kawasan yang lebih strategis. Ia pun mendatangi pemilik warung sepi untuk diajak kerja sama. Setelah bernegosiasi dengan pemilik warung, akhirnya pemiliki warung mengajak Rangga menerapkan sistem setoran sebesar satu juta per bulan. Ia menyetujuinya. Warung sepi itu kemudian didesain sedemikian rupa dan diberi poster.


Selama satu bulan dikelola, hasilnya pun ibarat langit dan bumi. Rangga langsung meraup untung Rp. 3 juta per bulan. Semangat Rangga untuk mengubah hidupnya pun semakin menjadi-jadi. Rangga merencanakan menambah keuntungannya dengan membuka 10 cabang dalam satu tahun.

Kemudian 100 cabang dalam lima tahun. Ia berharap dengan 10 cabang tersebut akan mendapat keuntungan Rp. 100 juta juta per bulan. Pecel Lele Lela pun terus berkembang. Tak sampai lima tahun, keuntungannya mencapai Rp. 8.2 milyar per bulan.

Dari apa yang sudah dilewatinya. Bagi Rangga, untuk memulai usaha itu seperti masuk kamar Mandi. Tidak perlu mencatat apa saja yang dibutuhkan untuk mandi. “Coba saja dulu. Kalau sudah masuk nanti juga dipikirkan yang kurang,” jelas rangga. Meski pegusaha restoran, rangga mengaku hingga saat ini dia tidak bisa masak. Baginya, yang penting baginya pengusaha restoran adalah bagaimana mencari tukang masak. Kini Rangga berencana mengembangkan sayapnya di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Jedah, juga Australia.

Monday, April 21, 2014

Melek Finansial: Jadikan Uang Bekerja Untuk Anda

Membuat uang bekerja untuk Anda bukan klenik, bukan majik, bukan mimpi, bukan sesuatu yang mustahil dan hal tersebut nyata dan bisa dilakukan.



Bila anda tiap hari bekerja untuk mendapatkan uang, kini saatnya berpikir bagaimana caranya agar uang dapat bekerja untuk anda tentunya dengan cara yang halal dan legal.

Siapapun bisa melakukannya asalkan ada kemauan yang kuat untuk mewujudkan. Bagaimana caranya? Mari Kita mulai membahasnya. Rumusnya adalah mengelurkan (penghasilan) lebih sedikit dari yang diterima dan menginvestasikan selisihnya untuk tujuan, jumlah dan waktu tertentu sebenarnya konsepnya sederhana namun perlu upaya sunguh-sunguh mewujudkannya.

Banyak pilihan jasa keuangan yang bisa dipergunakan untuk melakukan investasi seperti: Reksadana, Saham, Obligasi, Properti, Emas, Deposito, dll. Kali ini kita akan mengambil contoh Deposito, misalkan Anda punya penghasilan 4 juta per bulan atau dengan kata lain 48 juta per tahun, jika Anda menabung 70% dari penghasilan Anda atau 2.8 juta per bulan, lalu Anda investasikan dalam Deposito dengan return 8% per tahun, maka Anda akan mendapatkan 515 juta pada akhir tahun ke-10. Anda hanya menyisakan 1.2 juta saja per bulannya atau 14.4 juta per tahunnya untuk hidup. Apakah hal ini mungkin? Iya mungkin saja. Kenapa tidak? Setelah tahun ke-10 Anda memiliki 515 juta, jika 515 juta dialokasikan pada deposito dengan return 3% saja per tahunnya, maka Anda mempunyai 15.45 juta per tahun untuk dipergunakan. Angka tersebut lebih tinggi dari 14.4 juta yang sebelumnya biasa Anda belanjakan untuk hidup. Anda tidak perlu melakukan pekerjaan apapun, cukup menikmati hasil dari Deposito 15.45 juta tersebut.

Jika Anda benar-benar antusias & agresif, coba saja Anda simulasikan dengan angka yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Mendengar ide ini mungkin tampak tidak mungkin, hidup dengan 30% dari penghasilan, jawaban saya tetap sama: hal ini sangat mungkin dilakukan. Ini hanya soal pilihan hidup.

Investasi merupakan hal yang jarang menjadi prioritas dalah hal mengelola keuangan, kesalahan yang sering kita dengar adalah investasi membutuhkan dana yang banyak? Nunggu keuangan siap baru investasi? Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sulit apalagi untuk mengalokasikan dana investasi? Ngak mungkin! Hutang yang harus dibayar setiap bulan masih banyak? Penghasilan pas-pasan? Dan segudang alasan lainnya.

Dalam investasi, hal yang perlu dicermati adalah waktu yang perlu kita perhitungkan karena besaran dana yang dialokasikan bersifat relatif. Dengan alokasi dana yang sama namun waktu yang berbeda hasilnya akan jauuuhh berbeda. Bila tujuan dari investasi tersebut jangka panjang, segera saat ini lakukan alokasi dana agar wujudkan uang bekerja untuk Anda. Semoga bermanfaat.

Monday, April 14, 2014

Melek Finansial: Jangan Sisakan Gaji Anda!

Penghasilan rutin yang pasti diterima setiap bulan mestinya bisa Kita optimalkan agar lebih baik, Saya mengistilahkan sebagai harta berdaya. Maksudnya, apa yang Kita miliki hari ini memberikan daya lebih bagi Kita dikemudian hari. Kemudian apa maksud dan hubungannya dengan judul tulisan kali ini “jangan sisakan gaji anda” bila tidak disisakan, habis dong? apa tidak salah tulis? bukankah Kita disarankan untuk menabung/berinvestasi/bisnis?
Anda tidak salah baca, dan Saya juga tidak salah tulis. Dalam tulisan ini Kita akan mengetahui perbedaan orang kaya dan orang miskin dimana orang kaya bekerja untuk mendapat uang dan menginvestasikannya sehingga uang menghasilkan, ya uang bekerja untuk  Mereka. Bagaimana dengan orang miskin, Mereka bekerja untuk mendapat uang dan menghabiskan untuk membayar gaya hidup Mereka sampai tiba waktunya mereka tidak punya uang yang bekerja untuk Mereka. Saya tidak dalam pembahasan dan perdebatan kaya dan miskin, namun mari Kita cermati bersama bahwa bila Anda yang kebetulan memiliki penghasilan rutin yang pasti deterima setiap bulan Saya sarankan untuk menyisihkan bukan menyisakan gaji yang Anda terima. Sangat jauh perbedaannya, sudah banyak testimoni yang Saya dengar betapa sulitnya mengelola gaji tiap bulan, seperti alokasi untuk kebutuhan rutin rumah tangga, membayar tagihan pinjaman, dsb. sehingga saran praktis Saya sisihkan gaji Anda minimal 10% yang Anda terima untuk dialokasikan pada jasa keuangan yang menghasilkan seperti tabungan, deposito, saham, reksadana, atau bisnis yang menghasilkan.           
Banyak yang bertanya bagaimana mengatur gaji agar cukup sampai dengan akhir bulan? Betapa sulit menyisakan gaji untuk ditabung/diinvestasikan? Gimana mau nabung/investasi, lha untuk kebutuhan aja kurang? Apa saja pos-pos keuangan yang harus dilakukan pada saat setelah menerima gaji? Berapa jumlah dan besaran yang perlu dialokasikan? Adakah tips untuk mencegah agar gaji benar-benar cukup atau bahkan lebih optimal? Baiklah, mari Kita bahas bersama:
A. Cara kelola dengan menyisakan gaji
Gaji/Penghasilan : 100,0
Sosial/Zakat/Infak/dll :     2,5
Cicilan kredit :   30,0
Shopping/Kebutuhan :   57,5
Saving/tabungan :   10,0   > bisakah menyisakan?

B. Cara kelola dengan menyisihkan gaji (rekomendasi)
Gaji/Penghasilan : 100,0
Sosial/Zakat/Infak/dll :     2,5
Cicilan kredit :   30,0
Saving/tabungan :   10,0
Shopping/kebutuhan  :   57,5   > habiskan!

4 pos utama yang mesti dilakukan yaitu Sosial, Cicilan, Tabungan, Kebutuhan. Besaran alokasi Sosial minimal 2,5% lebih boleh. Cicilan maksimal 30% bila lebih? Lakukan pembaruan kredit dengan angsuran maksimal 30%. Tabungan termasuk untuk hari tua, pendidikan anak, pension, investasi, dll minimal 10% lebih besar lebih baik. Kebutuhan maksimal 57,5% tidak boleh melibihi. Perhatikan cara A, sulit mewujudkan manabung sisa gaji? Mengapa? Sudah habis duluan..! Cara B, lebih Saya rekomen, mengapa? Sudah dialokasikan, pos-pos tersebut bisa dimasukkan amplop untuk membantu, bila disiplin silahkan habisikan untuk pos kebutuhan, dengan cara ini banyak yang telah membuktikan bisa memiliki dana di tabunggannnya, setidaknya lebih asyik menghabiskan dari pada menyisakan. Inggat Saving than Shopping!

Sunday, April 06, 2014

Melek Finansial: 7 Hal Sering Dilupakan Tentang Uang

Pengetahuan tentang finansial jarang menjadi hal penting bagi kebanyakan masyarakat sehingga karena ketidaktahuan tersebut menyebabkan sering terjadi kesalahan. Bagaimana tidak mungkin terjadi bila permasalahan semakin meningkat namun pengetahuan  ikut meningkat. Melek finansial dapat pula diartikan cerdas finansial, sadar finansial, bijak finansial maupun sejenisnya namun dalam bahasa yang biasa saya sampaikan dalam berbagai kesempatan adalah melek finansial. Dengan belajar finansial diharapkan kita lebih bijak menyikapi saat memiliki uang dan lebih memahami saat belum memiliki uang.
Pada tulisan kali ini saya menyampaikan 7 hal yang sering dilupakan tentang uang. dimana inti dari pembahasannya setidaknya ada 7 yaitu:
Bagaimana mendapatkan uang dengan cepat dan benar?
Seringkali kita berpikir setelah dapat uang akan begini, akan begitu dan seterusnya. Mestinya kita juga berpikir keras bagaimana mendapatkannya dengan cepat dan benar. Ya benar, berpikirlah produktif bukan konsumtif.
Dimana perginya uang anda?
Beda lagi dengan hal yang satu ini, dimana kita sering kali mengatur uang apa adanya, jika ini yang terjadi kelak kita akan menemukan adanya apa? Artinya tanpa tau dimana tempat biasanya uang anda pergi, kelak jangan menyesali tiba waktunya anda membutuhkannya ia tiada. Ketahui penggunaan uang anda, biaya rutin, biaya terbesar dan biaya tak terduga.
Bagaimana membuat uang anda tumbuh & berkembang?
Layaknya tanaman, uangpun perlu ditanam agar ia tumbuh, tak cukup hanya tumbuh bagaimana ia berkembang. Sebisa mungkin ia berkembang dengan sehat, subur dan benar-benar menghasilkan. Bila hari ini uang anda masih belum tumbuh dan berkembang, segera tanam mungkin di deposito, reksadana, atau jasa perbankan yang mampu memberikan return terbaik bagi anda. 
Kenali kebutuhan dan keinginan?
Banyak yang sudah tau definisinya namun banyak pula yang mengabaikannya. Saya biasa menjelaskan secara ekstrim bahwa kebutuhan itu adalah sesuatu yang apabila tidak dipenuhi maka akan ‘terganggu’ kelangsungan hidup kita. Sebaliknya keinginan itu hal yang bisa dipenuhi maupun tidak. Prioritaskan segala kebutuhan bukan keinginan.
Menabung atau investasi
Hemat pangkal kaya, sudah tertanam dibenak kita sejak kecil namun hemat yang bagaimana yang seharusnya kita lakukan? Saran saya, sisihkan minimal 10% penghasilan anda untuk masa depan anda.
Merencanakan keuangan dengan bijak terhadap uang
Gagal merencanakan bisa jadi merencanakan kegagalan. Bila uang tidak dikelola dengan perencanaan yang baik maka bisa jadi saat kita membutuhkan dikemudian hari kita kebingunggan bagaimana memenuhinya. Missal perencanaan pendidikan anak, perencanaan pension, dll. Miliki perencanaan.
Jasa perbankan dalam membantu mengelola uang anda
Perbankan memiliki produk dan jasa yang bisa dikatakan mitra kita untuk mewujudkan cita-cita kita. Banyak contohnya mulai dari memenuhi modal kerja usaha, pembelian rumah dengan KPR, dana renovasi rumah, tabungan rencana pendidikan, memiliki kendaraan dengan KKB, dana talangan haji, memiliki emas dan masih banyak yang lain. Dengan mengetahui jasa perbankan dan memanfaatkannya maka kita lebih mudah dan sangat membantu dalam mewujudkan tujuan.
Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat dan salam finansial.