Big Goal

Memiliki impian yang besar

Result Oriented

Berorientasi pada hasil maksimal

Scale Up

Selalu berupaya memberikan hasil

Never Give Up

Terus melangkah mencapai tujuan

Momentum

Tiap kejadian jadi pembelajaran kehidupan

Sunday, April 11, 2010

Rudik Setiawan, Juragan Tahu Organik Merek Pelangi

Renyahnya Laba Bisnis Tahu Organik.

Bisnis makanan yang merakyat bisa memberi keuntungan yang tidak sedikit. Salah satunya yang dijalankan Rudik Setiawan, 26, pemuda asal Singosari, Kabupaten Malang. Dengan keuletan yang dimilikinya, Rudik kini memiliki pabrik tahu untuk melayani konsumen menengah ke atas di sejumlah pasar tradisional.

SIAPA yang tidak mengenal tahu? Selama ini, tahu identik sebagai makanan rakyat kelas bawah dan hanya populer dijual di pasar-pasar tradisional. Akan tetapi, Rudik mencoba mengemas makanan olahan berbahan baku kedelai itu menjadi lebih menarik, terutama untuk kalangan menengah ke atas. Dia memperkenalkan produk yang lain daripada biasanya, yakni tahu organik serta panganan olahan lain berbahan baku kedelai.


Dia mengisahkan, bisnis tahu sudah lama dijalankan, yaitu ketika masih di bangku sekolah. Dia bersama teman satu kampung memulai bisnis tahu pada 2001 saat baru berumur 17 tahun. Waktu itu, karena pengalaman yang minim, dia hanya sebagai investor sehingga sebagian besar uang untuk mengembangkan bisnis berasal darinya. ''Uangnya pun saya pinjam dari tetangga Rp 25 juta. Jadi, bukan murni milik sendiri,'' katanya saat ditemui di tempat usahanya di Desa Klampok RW II/RT IV, Singosari, Kabupaten Malang, pekan lalu.

Mengapa memilih berbisnis tahu? Pemuda sederhana tersebut menjelaskan, tahu sudah lama dikenal di masyarakat. Selain itu, kondisi alam mungkin untuk melakukan bisnis tahu. Dia menguraikan, di sekitar tempat tinggalnya, banyak ditemukan sumber air dengan produksi air relatif besar. ''Sementara tahu membutuhkan banyak air untuk memperoleh hasil yang maksimal,'' ucap pria yang sudah dikaruniai dua anak itu.

Setelah tiga tahun menjalani bisnis bersama, Rudik memutuskan untuk keluar dan menekuni bisnis sendiri. Namun, dia tetap serius berbisnis tahu. Dia menyatakan tidak susah memperkenalkan tahu. Sebab, sebagai makanan populer, sudah banyak yang mengonsumsi tahu. ''Siapa sih yang tidak kenal tahu, lalu pada 2004 saya mulai menjalani bisnis industri tahu sendiri,'' ujar pria yang masih berstatus mahasiswa S-2 agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Tetapi, usaha yang dijalani itu tidak semulus yang dibayangkan. Rudik membuat berbagai inovasi untuk membuat kinerja industri rumah tangganya berjalan efisien. Mulai jam kerja karyawan, penataan ruangan pabrik, sampai peralatan yang dipakai. Suami Suliyastuti itu berpendapat, karyawan akan bekerja maksimal kalau jam kerja diatur sedemikian rupa.

''Sebab, kalau dibiarkan bekerja siang sampai malam, mereka malah kecapekan dan tidak memiliki waktu berkumpul dengan keluarga. Nah, karena itu, saya mengembangkan sistem setengah hari kerja, tapi tahu yang dijual tetap fresh karena dua kali kirim, yakni pagi dan sore,'' ucapnya. Dia mempekerjakan 13 karyawan di bagian produksi, lima orang sales, dan 22 orang untuk memasarkan khusus di pasar tradisional.

Selain itu, dia menata peralatan, seperti alat untuk menggiling kedelai, tungku untuk proses penguapan, sampai rak untuk tahu yang sudah jadi, secara berurutan. Dia juga memperluas ruangan tempat pembuatan tahu tersebut. Dengan mengandalkan ilmu yang dipelajari semasa kuliah, Rudik memodifikasi peralatan menggiling sehingga dapat menekan biaya produksi.

''Biasanya, masa kerja alat penggiling itu pendek karena memakai batu yang lama kelamaan bisa tergerus dan habis saat proses giling. Apalagi harga belinya relatif mahal mencapai Rp 1,5 juta. Lalu, saya pun memodifikasi sehingga cukup Rp 300 ribu, alat penggiling bisa dipakai 5-6 bulan,'' jelas pria yang meraih gelar sarjana di Jurusan Matematika Universitas Brawijaya, Malang, itu.

Alhasil, industri tahu yang dikembangkan berjalan lancar. Pada 2007, Rudik mulai beralih memakai bahan baku kedelai organik. ''Sudah lebih dua tahun memakai bahan baku organik. Dari hasil riset, akhirnya bisa menghasilkan tahu organik Pelangi. Lalu, sampai sekarang hampir semua produk berbahan baku kedelai organik,'' kata dia.



Menurut dia, pemakaian organik tersebut merupakan inovasi baru dan belum banyak yang mengembangkan. Apalagi, istilah organik bisa menggaet konsumen dari kalangan menengah ke atas. Dia mengatakan akan terus memakai kedelai organik, meski harga per kg relatif lebih mahal daripada kedelai lokal maupun impor. Rudik menyebutkan, harga kedelai organik bisa mencapai Rp 6.400 per kg. Sementara itu, harga kedelai lokal dan impor hanya Rp 5.000 per kg.

''Apalagi saat ini sedang panen raya sehingga harga kedelai terus turun,'' ujar dia. Hampir sebagian besar bahan baku kedelai organik diambil dari Malang dan Pasuruan. Akan tetapi, untuk tahun ini dia mencoba menerapkan pola kemitraan dengan Lembaga Insan Indonesia Sejahtera (LIIIS) Madani. Lahan penanaman kedelai organik direncanakan berlokasi di Madura.

Dia menyatakan setiap hari bisa menghabiskan empat kuintal kedelai untuk menghasilkan 2.000-2.500 potong tahu. Akan tetapi, ketika permintaan melonjak seperti momen Lebaran , jumlahnya bisa mencapai 6 kuintal. Dia membagi produksi tahunya itu dalam tahu iris besar, iris kecil, dan stik tahu.

Rudik menjelaskan, harga tahu iris besar Rp 1.700-Rp 2.000 per potong untuk industri makanan yang biasanya diolah kembali dan iris kecil Rp 2.000-Rp 2.500 per potong untuk konsumsi rumah tangga. ''Selain itu, menjual potongan tahu bagian pinggir atau disebut stik tahu. Sebenarnya, sisa potongan tahu, tapi banyak yang minta, baik dari industri makanan maupun rumah tangga,'' katanya. Harga tiap 400 gram Rp 1.500.

Agar lebih menarik, tahu miliknya dijual dalam kemasan bermerek Pelangi. Dia menyatakan, kemasan memang membuat biaya produksi bertambah. Tapi, menurut Rudik, itu malah bisa mendongkrak penjualan. ''Bukan hanya memberi nilai tambah dalam memasarkan, terutama untuk konsumen kalangan menengah ke atas. Tapi, adanya kemasan tentu memudahkan konsumen dalam menyimpan tahu. Dalam suhu tertentu bisa awet sampai seminggu,'' tuturnya.


Dia menyebutkan, keuntungannya terus meningkat. Saat ini, rata-rata tiap hari bisa mengantongi Rp 3 juta-Rp 4 juta per hari. Sementara itu, dua tahun lalu per hari hanya bisa mendapatkan 1,5 juta. ''Setelah dikurangi bahan baku yang mencapai 50 persen dan biaya operasional 30 persen, saya mengambil keuntungan 15-20 persen,'' ujarnya.

Sementara itu, untuk pemasaran, dia mengatakan, sebagian besar tahunya dijual ke sepuluh pasar tradisional di sekitar Malang. Bahkan, sekarang produknya disukai konsumen di Jakarta.''Beberapa minggu terakhir, saya menerima pesanan dari Jakarta sebanyak 100 bungkus,'' ujarnya. (*/kim)

Tentang Rudik
Nama : Rudik Setiawan
Kelahiran : Malang, 4 Oktober 1984
Usaha : Industri Tahu RDS di Desa Klampok RW II/RT IV Singosari
Kabupaten Malang
Pendidikan :
2002-2008 - S1 Matematika Universitas Brawijaya
2009- sekarang - S2 Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang
Penghargaan :
-Juara II kategori mahasiswa tingkat Malang Dji Sam Soe Award 2005
- Juara II kategori mahasiswa pascasarjana bidang industri dan jasa tingkat nasional
Wirausaha Muda Mandiri 2009

Saturday, April 10, 2010

Haji Ikrom ke Amerika berkat Tempe

Kalau Anda ke Malang, jangan lupa beli keripik tempe. Pesan singkat dari mulut ke mulut itulah yang membuat Haji Ikrom tak menyangka kalau keripik tempe Abadi-nya bisa melanglang buana hingga ke Amerika Serikat. Ia pun semakin percaya diri untuk terus mengembangkan bisnis yang telah dirintis bersama istrinya sejak tahun 1970.

Cerita soal keripik tempe sampai ke Negeri Abang Sam itu berawal dari surat PT Fajar Jaya di Jakarta yang ditujukan kepada Ikrom pada 1997 lalu. Dalam suratnya, pimpinan Fajar Jaya melampirkan surat dari koleganya di Amerika yang ingin mencari info tentang keripik tempe Abadi. Si kolega ini mengaku kesengsem dengan produk Ikrom ketika ia berkunjung ke Malang beberapa ta-hun sebelumnya

Kemudian, pihak Fajar Jaya menemui Ikrom dan memintanya untuk mengekspor keripik tempe ke Amerika. Awalnya, pengiriman produk hanya berkisar 50 kilogram saja. Namun, lama-kelamaan permintaan meningkat hingga 150 kilogram tiap kali kirim. Dus, hingga kini, urusan ekspor sepenuhnya ditangani Fajar Jaya. Permintaan pengiriman minimal dua bulan sekali. Nilainya sudah mencapai ratusan juta rupiah.
Kisah sukses lain dari Ikrom adalah tatkala pro-duknya masuk dalam buku panduan hotel-hotel papan atas di Kota Malang sebagai camilan berkelas. Tak jarang pihak hotel membawa tamu-tamunya berkunjung ke outlet Abadi di kawasan Ciliwung karena ingin membeli keripik tempe sebagai oleh-oleh. Tak hanya wisatawan domestik, tapi juga dari mancanegara, ujar kakek delapan cucu yang kini berusia sekitar 80 tahun ini.

PENSIUNAN TENTARA
Prestasi itulah yang menjadikan namanya terkenal dan masuk dalam deretan pengusaha terkemuka di Malang. Namun, tetap saja ada kisah sedih, tatkala ia ditipu salah satu agen di Jakarta pada 1985. Kerugiannya sekitar Rp 100 juta rupiah. Toh, semua itu dilakoni Ikrom dengan tabah, dianggap sebagai salah satu ujian.

Yang pasti, hanya sedikit yang tahu kalau ia pensiunan tentara berpangkat terakhir peltu (pembantu letnan satu) dari kesatuan Korem 083 Baladhika Jaya Malang. Empat tahun menjelang pensiun, ia sudah ancang-ancang, mencari usaha yang bisa menghidupi istri dan keempat anaknya selain dari uang pensiunan. Karena di lingkungannya banyak produsen tempe, akhirnya ia mencoba membuat keripik tempe.

Ikrom bersama istrinya (almarhumah) Sumiatun bahu-membahu mengembangkan usaha dengan modal awal Rp 500 ribu. Merek Abadi merupakan ide ayah mertuanya, S.M. Tohir, bekas agen koran Abadi yang dibredel pemerintah. Produksi pertamanya sekitar 5 kilogram. Itu pun yang 1 kilogram dibagi-bagikan ke tetangganya, untuk mencari tahu tingkat kelezatan keripik tempe buatan sang istri.

Setelah rasanya dinyatakan yahud, layak jual, Ikrom mulai berani memasarkan produknya. Selepas zuhur, dengan diantar becak, ia menuju ke pasar, toko-toko, dan rumah-rumah makan untuk menitipkan keripik. Menjelang magrib baru ia pulang ke rumah. Lalu, setiap hari Minggu, Ikrom memasarkan keripik ke Surabaya. Itu dilakukan terus-menerus hingga pasarnya berkembang sampai ke Jakarta dan Bali.

PER HARI 6 KUINTAL
Sebagai manusia, Ikrom tetap saja tidak puas dengan hasil yang diperoleh. Ia terus berkreasi sehingga terciptalah produk selain keripik tempe: mulai dari keripik nangka, bayam, apel, salak, belut, hingga bekicot. Kini, produknya itu tertata rapi di etalase outlet-nya. Harga yang dipatok pun tergolong murah, dari Rp 4.000 untuk keripik bayam hingga Rp 10.500 untuk keripik tempe spesial berukuran 500 gram.

Meski demikian, kata pengurus takmir masjid di kampungnya itu, keripik dari aneka macam bahan tersebut hanyalah variasi saja. Produk utamanya tetap keripik tempe yang rata-rata volume produksinya mencapai 6 kuintal per hari. Sedangkan omzetnya mencapai Rp 3-4 juta per hari. Omzet ini akan naik pesat pada hari raya dan musim liburan. Seperti Lebaran tahun kemarin, ruas jalan di depan outlet Ikrom macet total dipenuhi mobil-mobil para pemudik yang hendak menyerbu keripik Abadi. Luar biasa bukan?

Kini, outlet Haji Ikrom kelihatan bersih dan rapi. Ruangan yang menebar aroma wangi itu berlantai putih mengilat. Di etalase, berjajar rapi berbagai jenis keripik. Karyawannya pun membengkak menjadi 17 orang, 8 orang bagian penggorengan, 3 orang bagian pembungkusan, 4 orang bagian pengirisan, dan 2 orang bertindak sebagai tenaga pengantar atau pemasaran. Bukan itu saja. Bahan baku yang berupa tempe mentah itu telah diproduksi sendiri di salah satu rumah Haji Ikrom di Jalan Batu Bara 87, Malang.

Dan, yang membuat mantan tentara ini bangga, peralatan pembuat tempe keripik di perusahaan Abadi ini tidaklah tradisional lagi. Bila dulu tempe diiris secara manual, kini dengan mesin otomatis. Dulu mereka menggoreng dengan bantuan kompor minyak tanah, kini dengan kompor gas. Dalam pembuatan tempe, sekarang ada mesin khusus untuk mengupas kulit kedelai, tak lagi dengan cara diinjak-injak.

Begitu pun untuk menutup plastik kemasan, tidak menggunakan lilin lagi, tapi dengan alat pres tersendiri. Karena itu, kemasannya lebih rapi. Tak heran jika banyak pejabat Kota Malang menjadi pelanggan tetapnya. Sekarang, Haji Ikrom tinggal menuai buah kerja kerasnya merintis usaha keripik tempe yang kini dikelola keempat anaknya.

Sunday, March 21, 2010

Garuda Indonesia Terbesar di Dunia

Ada yang tahu? Di mana lokasi sebenarnya gedung ini?
Kalo anda jalan-jalan ke Google Earth, coba mampir ke sini koordinat ini 6°25′3.84″S 106°57′30.03″E

















Diambil dari KDRI, Merdeka!!

Employpreneur Series : Bagaimana Agar Anda Bisa Meninggalkan Bisnis Anda Dengan Tenang…??


Apakah Anda ingin agar bisnis Anda terus berkembang sekaligus karir Anda terus melesat…?? Jika jawabnnya adalah YA, maka Anda harus memiliki apa yang disebut SISTEM…. Itulah dia jawabannya. Kemampuan dalam membangun sistem dan konsistensi dalam menjalankannya adalah kunci dari semuanya. Kalau Anda sudah bisa membangun sistem bisnis Anda sendiri dan secara disiplin menjalankannya, maka Anda sudah bisa meninggalkan bisnis Anda tanpa perlu khawatir bahwa bisnis Anda tiba2 menjadi kacau balau. Dan karir Anda tetap terjaga dengan baik.
Kemampuan memetakan sistem ini yang biasanya bagi kebanyakan orang sangat sulit untuk dilakukan. Memetakan sistem mengharuskan seseorang untuk memahami betul alur kerja dimana sistem itu akan dipetakan. Selain itu parameter-parameter lain seperti waktu, ketersediaan manpower, ketersediaan dana dan pendukung lainnya juga harus terpetakan sehingga semua bisa diukur. Dari sini setiap karyawan tinggal menjalankan saja sistem yang sudah ditetapkan. Yang perlu kita lakukan adalah pengawasan – pengawasan – pengawasan. Dan itupun tidak perlu dilakukan secara periodik, cukup lakukan secara on the spot dan random sifatnya.
Jangan terlalu phobia dengan “kebocoran” dalam perusahaan. Yang namanya kebocoran itu biasa, namun yang paling penting adalah bagaimana memanage kebocoran itu sehingga tetap berada pada level yang masih dalam batas toleransi dan bisa ditekan secara kontinyu sehingga bisa terus mengecil kadar kebocorannya.
Sebagai karyawan yang mulai memiliki bisnis atau employpreneur, Anda akan sangat tergantung kepada sistem agar karir Anda tetap bisa dibuat kinclong bukan…..?? Nah, setelah bisnis Anda berjalan, segera konsentrasikan diri Anda untuk membuat sistem dari bisnis Anda. Tulis apa yang Anda lakukan dan lakukan apa yang Anda tulis. Buat sistem dan prosedur dari bisnis Anda yang bisa menjadi pegangan bagi karyawan Anda. Dan jangan lupa….. lakukan kontrol secara acak sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih real. Setelah itu tinggalkan bisnis Anda…… dan buat lagi bisnis yang baru, begitu seterusnya…..
Dikutip dari sonnysofjan, semoga mermanfaat.

Saturday, March 20, 2010

Facebook di Tangan Para Pendekar


Sebulan terakhir ini media massa lumayan gencar memberitakan Facebook dari sisi negatif, dengan judul yang kadangkala bombastis, seperti “ABG Korban Facebook Ngaku Bersebadan 3 Kali”, “Korban Facebook Makin Banyak”, “Remaja Korban Penculikan via Facebook”, dan sejenisnya. Judul-judul yang menyudutkan Facebook itu bukan hanya mendominasi media cetak, tetapi juga teve. Bahkan Kompas.com pun, yang terkenal dengan kehati-hatiannya, juga terjebak pada judul yang sejenis, seperti Lagi, Remaja Jadi Korban Facebook. Facebook tiba-tiba menjadi biang masalah. Media Social ini dituduh sebagai penyebab celaka.

Padahal Facebook hanyalah medium. Tanpa ada yang menyalahgunakan, medium itu bersifat netral.


Ibarat pisau, Facebook dapat digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Mereka yang biasa menipu dengan medium lain, misalnya lewat SMS dgn mengirim SMS berhadiah jutaan rupiah tapi sesungguhnya menggerogoti uang korbannya, akan menggunakan medium apapun untuk mencari korbannya. Demikian juga para penjaja prostitusi, penjaja mimpi kaya mendadak, penyuka seks anak-anak dan lainnya. Facebook yang sedang digandrungi merupakan medium baru ampuh untuk menjerat calon korban. Maka para korban ini bukanlah korban Facebook, tetapi korban penjahat via Facebook.

Ibarat pisau, meski berniat positif jika tidak tahu cara menggunakannya, maka juga bisa berakibat negatif.

Orang tua sering melarang anak-anak di bawah umur atau balita bermain pisau karena bisa melukai anak tersebut. Pisau hanya boleh digunakan oleh mereka yang berhak. Sama juga dengan Facebook. Aturan Facebook sudah jelas dan terang benderang. Hanya mereka yang sudah berusia 13 tahunlah yang boleh menggunakannya. Anak-anak tidak berhak menggunakan Facebook!

Bahkan orang dewasa pun, ketika menggunakan Facebook, harus mau belajar bagaimana cara menggunakannya. Sebagai contoh, dalam hal social networking, Facebook lebih tepat digunakan untuk berkomunikasi dengan teman-teman lama yang sudah kita kenal ketimbang mencari teman sebanyak-banyaknya yang sesungguhnya tidak kita kenali sama sekali. Teman-teman baru inilah yang dalam banyak kasus terbukti merugikan. Maka saran saya, jika belum pernah bertemu darat, janganlah menerimanya sebagai teman di FB. Contoh lain, karena tidak paham etika, kita seringkali menyampahi halaman FB orang lain dengan iklan, tag foto, dan sejenisnya yang tidak ada hubungannya dengan orang tersebut sehingga menjengkelkan mereka.

Semakin paham kita menggunakan FB, semakin banyak dampak positifnya. Semakin sering kita berlatih menggunakan pisau, semakin ahli kita menggunakannya, dan semakin hebat pula dampak positifnya. Pisau di tangan pendekar, akan jauh berbeda hasilnya dengan pisau di tangan amatir.

Facebook di Tangan Para Pendekar

Selain untuk memperkuat tali silaturahim yang terputus karena jarak dan waktu, di tangan para pendekar, FB dapat dimanfaatkan secara positif. Ini beberapa contohnya:

1. Seorang eksportir mebel asal Jepara misalnya, menyediakan rumah besarnya secara cuma-cuma sebagai kantor “Facebook Jepara”, sebagai tempat belajar bagi para pengusaha Jepara agar bisa meningkatkan ekspor mebel via online, sekaligus memanfaatkannya sebagai forum untuk mendidik anggotanya untuk meningkatkan bisnis mereka. Dari kantor inilah lahir banyak pengusaha mebel online yang menembus pasar Eropa dan belahan dunia lain, menyumbang devisa yang cukup besar ke negeri ini.

2. Para produsen, terutama kerajinan tangan seperti batik, tas, sepatu, baik terbuat dari kulit maupun non kulit, banyak yang memanfaatkannya untuk menjual produknya. FB digunakan sebagai kanal baru penjualan. Ada yang mengaku bisa membeli mobil baru hanya menjual batik via FB. Bahkan seorang produsen herbal bisa meraih omset sangat tinggi di jejaring sosial ini.

3. Bagi yang haus ilmu, FB adalah tempat istimewa mendulang ilmu. Dengan mengikuti grup-grup yang kita minati, kita bisa belajar banyak dari anggota grup tersebut. Atau, dengan berteman dengan orang-orang yang istimewa dan bernilai plus, kita dapat menyerap ilmu dan kebijakannya yang sering dibagikan melalui status maupun notes-nya.

4. Bagi para simpatisan gerakan tertentu, dapat memanfaatkan FB untuk menggerakkan simpati. Gerakan mengumpulkan koin untuk membela Prita yang diancam penjara karena dituduh mencemarkan nama baik dalam kasus melawan RS OMNI dengan mudah digerakkan lewat FB. Demikian juga gerakan mengumpulkan koin untuk membantu operasi Bilqis, balita yang mederita kelainan hati, gerakan mengumpulkan beasiswa, gerakan mengumpulkan dana untuk Dompet Dhuafa , Dompet Umat dan sejenisnya berjalan bagus di medium ini.

5. Bagi yang sadar citra diri, FB dapat dimanfaatkan sebagai medium untuk personal branding. Kita ingin dikenal sebagai apa, dapat dibangun secara konsisten di medium ini.

Tulisan diambil dari SudutPandang, Semoga berguna.

Nyoba Nge-ONLINE-kan bisnis OFFLINE

SentraRebana adalah pusat produksi dan penjualan alat musik rebana, marawis, hadrah, marching band, drum band, kendang dan alat musik lainnya. Bagi anda yang sedang mencari alat musik rebana dengan kualitas terbaik, di sinilah tempatnya, anda tidak akan merasa kecewa dengan kualitas produk kami yang sudah tersebar ke seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.

Kami menyediakan alat musik rebana dari berbagai model serta alat musik lainnya seperti Marching Band, Drum Band untuk TK sampai SMA

SentraRebana.com akhirnya datang sebagai media online kami untuk memudahkan para pelanggan kami dalam mencari informasi produk alat musik rebana dan alat musik lainnya
Untuk pemesanan alat musik rebana, silakan hubungi kami di sini


Oh..ya.. yang punya toko online wajib daftarkan webnya ke DaftarTokoOnline.ok

Tampilan Baru Blog Adam Joyo Pranoto

Setelah 2 jam Googling untuk cari2 ide bisnis baru, eh.. malah kecantol dengan tips2 optimalisasi blog.. dan akhirnya AdamInstitute re-born dengan tampilan full-iklan (rencananya begitu) ya.. hitung2 online ga' keruan mending keruan dapat tambahan fee dari iklan... selamat menikmati posting2 baru yang menyenangkan...

Tuesday, February 23, 2010

SMS dari teman.... (oleh2 dari Trawas...)

1. Orang yang sangat produktif adalah orang yang memiliki kualitas, berbahagianya luar biasa.
2. Orang yang komitmenya tinggi adalah orang yang tidak pernah stress.
3. Kata kunci keberhasilan = Inovasi - Waktu / Speed.
4. Hal terbai didunia ini, bukanlah dimana kita berada, melainkan kearah mana kita melangkah.
5. Jenius adalah kemampaun untuk mengubah yang rumit menjadi sederhana.
6. Kekuatan dalam perjalanan hidup ditentukan oleh kualitas kekuatan mental, "keluh kesah adalah sampah"
7. bersambung...