Jumat

Published 19:31 by admin

Distributor Alhamdulillah

Kita tau bahwa orang terkaya di Indonesia adalah pengusaha, mereka memiliki banyak karyawan. Bayangkan bila kita walaupun belum menjadi orang terkaya di Indonesia adalah seorang pengusaha yang tidak hanya punya karyawan tapi juga bisa mencetak pengusaha. Bila belum bisa semua, jangan tinggalkan semua, mulai lakukan dari apa yang kita bisa. Maka jadilah pengusaha yang punya banyak manfaatnya.


Niatkan kita bisa jadi pengusaha. Namun bukan pengusaha biasa. Pengusaha yang semangat terus belajar, ngak pernah kendor dalam ikhtiar, dan meningkat amal dan ibadahnya. Ya, gigih dalam kebaikan.

Jadilah pengusaha yang dengan makin bertambah harta, ilmu, amal yang dimiliki seorang pengusaha maka makin banyak manfaat yang diberikannya. Inilah distributor Alhamdulillah.

Beruntung sekali saya berada dalam bisnis dan komunitas yang terus mengingatkan saya pada nilai-nilai pengusaha yang meluaskan manfaat. Apa yang saya perhatikan? Banyak orang yang belum kenal bisnis, dengan wasilah bisnis ini akhirnya banyak yang melek bisnis, bahkan dari rumah menghasilkan rupiah. 

Di bisnis ini banyak ilmu yang diberikan, tidak hanya ilmu penjualan, ilmu penfkahan, namun juga ilmu agama, ilmu parenting, dll. Bisnis yang tidak hanya memberikan keuntungan secara materi, namun juga menambah ilmu setiap hari, alhamdulillah bertabur pengetahuan. 

Di komunitas ini juga kami saling mendukung untuk berbakti pada orang tua, membahagiakan pasangan dan keluarga. Saling mengingatkan dalam tahajud, tilawah, duha, dan sedekah.

Pada akhirnya, mari ikhtiar langit dilakukan, ikhtiar bumi jangan ditinggalkan. Semoga kita semua bisa jadi pengusaha yang banyak manfaatnya. Kita dipertemukan dalam bisnis dan komunitas yang saling menjaga dan berjuang menjadi distributor alhamdulillah.  

Read More

Rabu

Published 19:26 by admin

Sabar dalam Bisnis

Ketika baca berita detik.com bahwa Afgan baru punya bisnis tahu goreng, saya langsung berpikir bila belum mapan, tidak setampan Afgan, maka ngak perlu malu jualan. Hehe.. 


Pada headline berita yang lain “Job Menyanyi Sepi akibat Covid-19 Afgan Jualan Tahu Goreng” ini di halaman berita inews.id apa pelajarannya untuk kita? Begitulah pengusaha, ngak usah malu, ngak usah gengsi, ngak usah baper. Karena malu bikin kita ngak maju. Ngak usah gengsi, bila usaha berhasil insyaallah bergengsi. Apalagi baper, bawa perasaan, karena baper bikin ngak ada transfer.

Bicara soal baper, apa penyebab pengusaha baper ketika penawarannya ditolak? Bisa jadi ditolak penawarannya karena belum tau ilmunya. Sebab lain kita baper saat ditolak, boleh jadi karena kita baru sedikit menawarkan. Penawaran kita, ke orang itu-itu saja, kontak di Hp kita sudah kita hubungi semua. Coba kita menawarkan lebih dari 1000 kali, tentu kita akan sibuk untuk memfollowup, ngak kepikir dan ngak ada waktu untuk baper. Dan yakinlah dari 1000 orang kita beri penawaran, pasti ada salah satu yang closing. 

Pengalaman menunjukkan, dalam penawaran ada namanya hukum probabilitas, kemungkinan. Secara logika makin banyak yang ditawarkan, maka makin besar kemungkinan terjadi penjualan.

Jadi pengusaha itu punya potensi untuk dapat pahala sabar, salah satunya adalah sabar menawarkan.

Ketika belum ada closing selama 3 bulan, ya sabar. Belum banyak untung selama 6 bulan, ya sabar. Bisnis sudah jalan 1 tahun, untung mulai lumayan dan perlu nambah karyawan. Disyukuri dan jangan baper-an. 

Ketika kita kerja 3 tahun, gaji masih gitu-gitu aja, kita sabar. Kerja 5 tahun, penghasilan ada kenaikan namun ngak signifikan, kita nga baper-an. Nah, saat awal-awal kondisi binis mulai tumbuh, mestinya kita juga sabar, dan kita nga usah baper-an. Siap?  


Read More

Selasa

Published 19:14 by admin

Kerja Sekaligus Punya Usaha

Mungkinkah seorang yang kerja sekaligus punya usaha? Menurut saya, mungkin saja. yang penting integritas tetap terjaga. Misal, kita kerja disaat weekday, kemudian kita optimalkan weekend untuk menjalankan usaha. Boleh juga dengan mengatur waktu, optimalkan usaha 2 jam sebelum kerja, dan 2 jam setelah bekerja. Boleh-boleh saja, ingat harus tetap terjaga integritas, bukan malah sebaliknya. Saya menyebutnya employeepreneur.


Bekerja atau berbisnis sebetulnya adalah pilihan. Biasanya orang bekerja ingin punya penghasilan lebih pasti. Orang berbisnis ingin punya penghasilan lebih besar. Namun, bagi mereka yang bekerja, ada beberapa cara untuk bisa menambah penghasilan, diantaranya:

Pertama, menjual skill. Seorang pekerja biasanya memilki skill. Kelebihan yang dimiliki bisa digunakan untuk mengajar, mengisi training, jadi pembawa acara, penerjemah, mendesain, editor, penulis. Dengan skill yang dimiliki digunakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Kedua, menjual rutinitas. Bisa memasak, sekalain masak dan jual masakan. Biasa mencuci, boleh juga sekalian buka laundry. Berangkat kerja dengan kendaraan pribadi, coba tawarkan jasa antar. Sering belanja, buka jasa titip beli barang. 

Ketiga menjual online. Bisnis online sangat memungkinkan dilakukan oleh siapa saja, termasuk pekerja. Tidak harus produksi, tidak harus barang sendiri. Fokus saja langsung menawarkan, langsung jualan insyaallah langsung menghasilkan. Syaratnya barang yang kita jual harus penuh manfaat, berkualitas, hemat space (kecil, ringan), hemat ongkir, cepat habis (sering repeat order), dan tahan lama. Bukan mustahil, suatu saat nanti penghasilan dari bisnis online lebih besar dari penghasilan bekerja. Apalagi bisnisnya ada pembinaannya, ada mentor yang sudah terbukti mengantarkan sukses mitranya.

Sekarang banyak kita jumpai orang dari rumah menghasilkan rupiah. Dirumah saja bisa bosen? Kalau bosen coba tarik napas. Kalau masih bosan juga, coba tarik tunai. Hehehe.. Ada juga yang bilang di rumah cukup dasteran dapat transferan. Postang-posting tanpa pontang-panting. Hehehe.. 

Ayo kapan mau mulai bisnis onlinenya? Sangat mungkin untuk seorang yang kerja sekaligus punya usaha. Saran saya, mulai dari yang kita bisa, bila belum bisa semua, jangan tinggalkan semua. Sudah “lakukan” saja, maksudnya di buat “laku” Hehe…   

Read More
Published 02:50 by admin

Lingkungan Mempengaruhi Kesuksesan

Bayangkan seorang pemuda dari desa yang biasa saja, kemudian masuk ke pesantren dengan begitu banyak aktivitas. Lalu pemuda tadi mengikuti segala kegiatan yang ada di pesantren. Mulai bangun pagi, rutin qiyamu lail, mengaji, takdim pada kiyai, dan banyak kegiatan baik lainnya. Ia melakukan hal yang semula tidak pernah dilakukan. Kemungkinan besar pemuda tadi yang awalnya biasa, bisa jadi luar biasa. Karena dibentuk oleh lingkungannya.

Bayangkan seorang pengusaha pemula, belum pernah punya bisnis sebelumnya. Kemudian pengusaha pemula tadi masuk dalam sebuah komunitas binis, diajari ilmu penjualan, ilmu mengelola pelanggan, ilmu bisnis, ilmu rezeki. Mengikuti pembinaan (mentoring) oleh pengusaha yang sudah terbukti berhasil (mentor). Tidak sekedar diajari ilmunya, didampingi, bahkan didoakan. Dipaksa buat tulisan (copy writing), diajari bicara di depan umum (public speaking), rutin melakukan tahajud, tilawah, duha, dan sedekah. Kemungkinan besar pengusaha pemula tadi yang awalnya pemula, bisa jadi pengusaha luar biasa. Karena lingkungan mempengaruhi kesuksesan. 

Bagaimana kita di masa datang dipengaruhi dengan siapa kita bergaul, dan di lingkungan mana kita berada. Kadang untuk suatu kebaikan kita perlu dipaksa. Prinsipnya, paksa, bisa, terbiasa. Awal-awal berat, dipaksa, namun kalau sudah rutin maka akan bisa, setelah bisa insyaallah terbiasa.

Apalagi dalam binis, bila sudah punya mentor yang terbukti sukses dan sholeh, harus nurut dan manut, dengar dan taati. Yang penting “dilakukan” maksudnya bisnisnya dibuat “laku”, dibuat laris. Hehehe..

Beruntung sekali berada di komunitas bisnis yang memilki ekosistem saling mendukung, ridho atas pencapaian orang lain. Senang dengan teman senang, saling doa mendoakan, saling mengingatkan dalam kebaikan. Mungkin uang di tangan nga seberapa, karena uang bukan segalanya, boleh juga e-money, saldo di rekening, transfer mobile banking, transaksi internet banking. Hehehe..

Pada akhirnya, semoga lingkungan kita, adalah lingkungan yang mampu mengantarkan kita hidup lebih mapan, yang mengarahkan kita pada sebenarnya kesuksesan, yang membuat kita lebih kaya harta, kaya ilmu, dan kaya amal. Mari kita sama-sama aminkan.

Read More
Published 02:37 by admin

Manfaatkan ‘WIFI’ untuk Jualan

Pengguna internet di Indonesia tembus lebih dari 200 juta, berita tanggal 23/02/2021 dari Detikcom. Menurut Hootsuite dan We Are Social, total penduduk RI menyentuh di angka 274,9 juta jiwa. Ketika ada 202,6 juta pengguna internet, itu artinya 73,7% warga Indonesia sudah tersentuh dengan berselancar di dunia maya.

Dalam satu hari saja pengguna internet Indonesia rata-rata menghabiskan waktu sampai 8 jam 52 menit untuk mengakses internet, streaming 2 jam 50 menit, nongkrong di medsos 3 jam 14 menit, hingga bisa meluangkan waktu 1 jam 38 menit untuk membaca media online maupun offline.

Setelah membaca berita Detikcom tersebut yang terlintas dipikiran kita adalah sebuah tantangan. Bisnis di era digital harus bisa beradaptasi dengan kondisi. Alhamdulillah dalam bisnis yang saya jalani saat ini sudah memanfaatkan ‘WIFI’ yaitu Whatsapp, Instagram, Facebook, dan Internet (website atau landing page). Bahkan emak-emak bisa menjalankan bisnis dengan cukup posting-posting, gak perlu pontang-panting. Hehe.. 

Saran saya, pilihlah bisnis yang menjual barang berkualitas, ringan, hemat ongkir, cepat repeat order, dan tahan lama. Lebih baik lagi bisnis ada yang memimbing, dalam bisnis istilahnya mentor. Kalau punya mentor gak perlu trial & error, insyaallah gak bakal tekor. Hehe.. 

Pada akhirnya, buat teman-teman yang belum punya bisnis segerakan memulai. Rugi punya sosmed cuma bikin update status, saatnya cetak fulus, mending buat jualan dan bisa menghasilkan. Buat teman-teman yang sudah punya bisnis, semoga bisa memanfaatkan ‘WIFI’ buat jualan.

Read More

Minggu

Published 02:47 by admin

Job Description Anti Baper

Pernah dengar seorang petinju yang kena tinju terus baper nga mau lagi bertanding tinju? Namanya jadi petinju, kena tinju itu wajar, karena kena tinju bagian dari job description nya. Hehe.. Kalau kena tinju terus baper, ya nga cocok jadi petinju, nga sesuai sama latihannya sebelum bertanding.

Keuntungan bisnis diperoleh dari penjualan, aktivitas menjual dimulai dari penawaran. Sekalai lagi, penawaran! walaupun bisnis kita bukan jualan roti tawar. Hehe.. Dalam menawarkan, pasti berhubungan dengan penolakan. Jadi kalau menawarkan terus ada penolakan jangan baper. Ditolak saat menawarkan terus menyerah, ya berarti kita nga cocok dengan job description nya.

Saat menawarkan kemudian terjadi penolakan, nga perlu baper, yang perlu kita lakukan adalah evaluasi, perbaiki prosesnya. Dalam mencapai suatu target, kita perlu kaku dalam target namun harus fleksibel dalam mencapainya. 

Kembali lagi perihal penolakan, ada beberapa sebab terjadi penolakan, mungkin cara dan waktu penawaran kita kurang tepat, boleh jadi kita ketemu konsumen yang salah, bisa juga karena yang kita tawarkan orangnya terlalu sedikit, hukum penawaran mirip dengan hukum probabilitas, hukum kemungkinan. Makin banyak yang ditawarkan makin besar peluang terjadi penjualan.

Jadi jangan lagi baper, bila melakukan penawaran kemudian ada penolkan. Yakin bahwa, penawaran adalah proses menanam, siapa yang menanam insyaAllah akan memanen. Jangan harap dapat panenan bila tidak pernah menanam penawaran. Siap? 

Read More

Sabtu

Published 02:43 by admin

Kaya Kuadrat


Pilih kambing atau uang? Apa hubungan kambing dengan uang? Hubungan kambing dan uang, baik-baik saja. Hehehe.. Kembali ke pertanyaan awal, pilih kambing atau uang? Kalau saya pilih dua-duanya. Pilih kambing karena bila dijual bisa menghasilkan uang. Pilih uang karena bisa digunakan untuk beli kambing, lalu dikembangkan di peternakan, kambing dijual bisa menghasilkan uang. Ternyata UUD, Ujung-Ujungnya Duit. Hehehe..

Kalau dihadapkan pada pertanyaan seperti awal tadi, maka pilihlah kata “dan” bukan “atau”. Mau kaya atau bahagia? Jawabnya apa? Jawabnya, kita mau kaya dan bahagia. Sip ya

Siapa yang mau kaya harta? Kayaknya semua sepekat dengan saya, kita mau semua. Kelihatan dari wajah-wajahnya. Hehehe.. Benar ya? Selain kaya harta, kita juga boleh kaya-kaya yang lainnya. Istilahnya Kaya Kuadrat.

Kaya harta = Punya banyak harta 

Kaya ilmu = Belajar dan mengajar ilmu 

Kaya amal = Banyak melakukan amal 

Kaya hati = Lapang hati

Jadi, bila ada yang tanya mau kaya harta atau kaya hati. Jelaslah sudah jawabannya, kaya harta dan kaya hati. Dua-duanya boleh, kalau bisa dua-duanya kenapa kita pilih salah satu. Setuju?

Selagi dengan “kekayaan” itu membawa kebaikan, mari kita berusaha dan milikinya. Kaya harta, kaya ilmu, kaya amal, kaya hati. Semoga kita semua bisa kaya kuadrat ya. Aamiin 


Read More

Selasa

Published 02:41 by admin

Semua Bisa Jadi Pengusaha


Semua bisa jadi pengusaha asalkan tau caranya. Banyak orang bisa jadi pengusaha karena beberapa cara. Kali ini ada tiga cara untuk jadi pengusaha, dua diantaranya agak sulit untuk diduplikasikan, yang ketiga atau yang terakhir layak kita dicoba, siap ya..

Pertama Nasab, jadi pengusaha sebab keturunan. Lingkungan, keluarga, orang tua, saudara, intinya karena keturunan banyak yang jadi pengusaha. Kemungkinan besar kita juga bisa jadi pengusaha. Orang tua pengusaha, maka anaknya akan diajari bagaimana menjalankan usaha. Setidaknya, anaknya akan lihat bagaimana orang tuanya dapat uang dari usaha, dan anak akhirnya tau lika-liku usaha orang tuanya. Namun kita tidak bisa memilih lahir oleh orang tua mana dan dimana, jadi pengusaha sebab nasab atau keturunan sulit untuk diduplikasikan.

Kedua Nasib, jadi pengusaha sebab keberuntungan. Misalnya nikah dengan anak pengusaha, jadi mantu orang kaya raya. Dapat warisan mertua kaya, nemu harta karun, dapat pembebasan lahan untuk kilang Pertamina. Hehe.. Dengan warisan, harta karun dan uang ganti rugi itu mendadak jadi kaya kemudian bekerjasama dengan pengusaha kaya raya yang bisnisnya sudah maju dan berkembang lama. Jadi pengusaha sebab nasib seperti ini juga sulit untuk diduplikasikan. 

Ketiga By Desain, sengaja jadi pengusaha karena direncanakan. Ingin jadi pengusha karena ingin mengikuti teladan Nabi Muhammad. Belajar ilmu cara jadi pengusha. Berada di komunitas para pengusaha agar bisa saling menguatkan dan maju bersama. Mencari mentor yang fokus membina sampai jadi pengusaha. Ini yang sangat mungkin dilakukan bagi siapa saja yang ingin jadi pengusaha, mudah dan bisa diduplikasikan. 

Adalah benar bila dikatakan bahwa “sukses ada polanya, dan gagal pun ada polanya” bila ingin jadi pengusaha temukan orang yang sudah berhasil jadi pengusha, ikuti polanya, praktek sampai ngefek. Siap ya.. 

Read More
Published 01:04 by admin

Pemimpin = Pengaruh

Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Setidaknya bagi pria, jadi pemimpin bagi dirinya, keluarga, istri, dan anaknya. Bagi wanita, jadi pemimpin bagi dirinya dan anak-anaknya. Bicara tentang pemimpin berarti kita bicara tentang pengaruh. Untuk menjadi pemimpin yang berpengaruh, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:

·       Zikir, dengan memperbanyak zikir hati menjadi tenang. Pemimpin yang tenang akan menghasilkan keputusan yang baik. Berzikir berarti mendekatkan diri pada Allah. Dekat pada Allah yang maha membolak-balikan hati hambanya. Tahajud termasuk adalah salah satu ibadah yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin, pengajar, orang tua, atau siapa saja yang ingin kata-katanya berpengaruh.   

·       Zest, pemimpin harus penuh semangat (zest), mampu memotivasi timnya untuk bergerak. Penuh inspirasi, selalu antusias dalam kondisi apapun.

·       Role model, pemimpin harus jadi teladan, mengerjakan apa yang dikatakan (walk the talk). Menjadi contoh bagi majunya sebuah tim, bila ingin tim yang bernilai 8 maka seorang pemimpin setidaknya memiliki nilai 8 atau bahkan lebih dari itu

·       Solusi, bertemu pemimpin harus bertemu solusi. Seorang pemimpin mampu membuat sederhana masalah yang rumit, bukan sebaliknya. Mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi, bukan malah menambah masalah.

·       Self improve, terus belajar terus bertumbuh. Seorang pemimpin yang terus belajar, dan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, karena belajar tidak akan pernah selesai.

Jadilah pemimpin yang berpengaruh, mampu memberi inspirasi, mampu meciptakan pemimpin baru, mengeluarkan potensi tim, mengantarkan tim mencapai impian dan membuat tim selesai dengan masalahnya. Siap ya?

Read More
Published 02:46 by admin

Inisiator Perubahan

Ada dua kisah menarik yang bisa kita jadikan pelajaran. Pertama ketika ada mobil mogok, lalu pemilik mobil berteriak minta tolong ke orang lain, sambil dia melihat mobilnya di pinggir jalan tanpa ikut membantu mendorongnya. Kemudian di cerita yang lain, ketika mobil mogok, lalu pemilik mobil mendorong mobilnya sambil minta tolong ke orang lain. Dari kedua cerita tersebut, kira-kira manakah yang lebih efektif? Saya kira teman-teman sepakat, cerita yang kedua lebih berdampak, pemilik mobil mendorong mobil sambil meminta bantuan orang lain. 

Bila kita bergerak, maka orang lain cenderung akan ikut bergerak. Pemilik mobil kedua adalah seorang inisiator.

Dalam bisnis, jangan lagi menyalahkan kondisi ekonomi, beralasan bisnis sedang sulit dimasa sulit, mengeluh penghasilan pas-pasan. Harusnya kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. 

Sudahkan kita melakukan perubahan? Apakah yang sudah kita lakukan untuk memperbaiki keadaan? Jadilah inisiator perubahan.

Menunggu keadaan berubah oleh orang lain membuat kita lemah dan tidak bertanggung jawab. Berhentilah menunggu apalagi menyalah-nyalahkan orang lain, jadilah inisiator perubahan! Siap? 

Read More
Published 19:01 by admin

Bekerja dan Berbisnis?

Setinggi-tingginya jabatan tidak bisa diwariskan ke anak. Sekecil apapun bisnis itu bisa diwariskan. Bener kan?

Maka tidak ada salahnya kita membangun bisnis keluarga, walaupun anak-anak masih kecil. Banyak hal yang bisa mereka pelajari dari aktivitas bisnis orang tuanya.

Pertama, sudah pasti mereka akan belajar menghargai waktu. Karena setiap hari mereka melihat, menilai, merasakan aktivitas yang ada semua dalam penjadwalan.

Kedua, menurut Psikolog Seto Mulyadi atau lebih akrab dipanggil Kak Seto. Mengenalkan bisnis sejak dini bisa mengasah kreativitas dan juga mengenalkan entrepreneurship pada anak.

Ketiga, aktivitas jual beli membuat anak memahami fungsi uang. Untuk mendapatkan barang, ia perlu mengeluarkan uang. Ia pun menjadi tahu, uang memiliki nilai tertentu dan dapat berfungsi sebagai alat tukar. Selain itu juga tau akan nilai sebuah barang.

Kemampuan wirausaha perlu dikenalkan sejak dini. Dengan mengenalkan bisnis kita ke anak secara tidak langsung, orangtua sudah mengenalkan jiwa entrepreneurship kepada anak. Bagaimana anak kita tergantung bagaimana orang tua mengarahkannya. 😊🙏
Read More

Senin

Published 02:37 by admin

Pengusaha Di Atas Rata-rata

Teringat pesan Buya Hamka “Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja”. Hal tersebut memberi pesan agar hidup kita jangan jadi orang rata-rata, miliki impian di atas rata-rata. Ada 3 cara kebanyakan orang mencapai impiannya:

  • Berusaha, ada yang hanya berusaha dan berhasil. Kebanyakan orang melakukan hal ini, berusaha saja, dan mengatakan bahwa inilah buah dari hasil kerja keras
  • Berusaha dan berdoa, ada yang berusaha juga diiringi dengan doa. Melibatkan Allah dalam ikhtiarnya, karena sesungguhnya doa adalah senjata orang beriman.
  • Berusaha, berdoa, dan beramal. Jika rajin adalah nilai tambah, maka bila semua orang rajin maka rajin adalah nilai standard. Kebanyakan orang mencapai dengan berusaha, maka jadilah di atas rata-rata mencapai impian dengan berusaha, berdoa, dan beramal. Hadirkan Allah dalam setiap ikhtiar kita. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Siapa yang yang bertakwa kepada Allah, maka akan diberikan kemudahan, ditunjukkan jalan keluar, dianugrahi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Bagaimana dengan kita? Capailah impian kita dengan berusaha, berdoa, dan beramal. Kita berharap kehidupan kita menjadi kehidupan yang sukses berkah berlimpah. Sukses dengan memiliki:

  • Harta, sebagaimana kisah Nabi Sulaiman yang kaya raya
  • Tahta, sebagaimana kisah Nabi Yusuf yang punya jabatan dalam pemerintahan
  • Kata, sebagaiman kisah Nabi Musa yang dengan kata-katanya mampu menghadapi Firaun yang dzalim

Teladan paripurna kita Nabi Muhammad SAW, yang pernah jadi pengusaha yang kaya, pernah pula jadi penguasa dan memimpin pasukan, dan jadi Rasul yang menyampaikan wahyu Allah SWT dengan kata-kata, itu mengapa Islam bisa sampai dengan hari ini, salah satunya adalah karena pengaruh kata-kata.

Berkah dengan ciri 4 T, adanya kesuksesan membuat kita

  • Taqarrub, dekat pada Allah
  • Tentram, hidup penuh kesyukuran
  • Tenang, ada makna lain dari sakinah
  • Tumbuh, makin berkembang

Insyaallah setelah sukses yang berkah akan berlimpah.

Memilih meningkatkan kelebihan atau memperbaiki kekurangan, idealnya dua-duanya,  kekurangan diperbaiki dan kelebihan ditingkatkan. Namun sumber daya kita terbatas, bila kita perbaiki kekurangan maka yang terjadi kita akan menjadi orang rata-rata. Sebaliknya bila kita tingkatkan kelebihan kita, maka kemungkinan besar kita akan menjadi manusia di atas rata-rata. Pengusaha sejati sedikit mengeluh, banyak action. 

Bersyukur punya bisnis yang miliki prioritas 3A (Allah dan Rosul, Anak dan keluarga, Amal Jariyah), berada di keluarga komunitas MM yang cita-citanya menang dunia akhirat. Semoga kita menjadi pengusaha di atas rata-rata. Aamiin.

Read More

Sabtu

Published 02:32 by admin

Modal Bisnis

Saat seorang ingin memulai bisnis, sering kita mendengar ‘gak punya modal’. Namun bila kita mau jujur dan perhatikan lebih dalam, mungkin bukan tidak punya modal tapi kurang punya kesungguhan, mungkin bukan modalnya mepet tapi tidak adanya prioritas.

Coba perhatikan, misal hari ini Hp kita rusak dan tidak bisa dipakai atau hilang. Beberapa hari kemudian kita akan punya Hp baru atau setidaknya kita bersegera memperbaikinya. Dalam bisnis, sudahkan kita meletakkannya sebagai prioritas, apakah kita sungguh-sungguh ingin menjalankan bisnis. Apalagi di era digital sekarang ini, memulai bisnis bisa dengan modal minim, kurang dari satu juta. Ada baiknya cari bisnis yang ada mentornya, dan sudah terbukti. Bila kita punya mentor, kita tidak akan trial and error, bisnis ada yang membimbing agar kita tidak tekor.

Modal dalam bisnis tidak melulu tentang uang. Misal modal nama baik, modal sifat-sifat positif yang kita punya, modal pengalaman yang pernah kita alami, modal jaringan, modal ketrampilan, modal waktu. Contoh modal waktu, ada orang yang punya banyak uang tapi gak punya banyak waktu, jadi waktu luang termasuk modal untuk pengusaha.

Ada juga binis yang modal jempol. Maksudnya?  Jempol disini adalah jempol beneran, jempol yang kita pakai untuk bikin status di sosmed, karena statusmu = sumber fulusmu. Jempolmu = asetmu. Binis modal jempol hasil nampol. Hehehe.. 

Kalau modal uang adalah satu-satunya modal yang bisa untuk menjalankan bisnis maka banyak orang yang susah jadi pengusaha, banyak orang akan gagal membesarkan bisnisnya. Modal uang memang perlu, namun tidak semua bisnis dimulai dari uang melulu. Mulai saat ini katakan pada diri kita bahwa saya adalah pengusaha yang punya banyak modal. Punya modal kesungguhan, modal pikiran dan sifat-sifat positif, modal ketrampilan, modal kejujuran, modal waktu. Siap?

Read More

Senin

Published 03:29 by admin

Jadilah Tuan dari Pikiran

Dalam melakukan sebuah tindakan pasti dimulai dari sebuah pikiran. Jadikan kita sebagai tuan yang mengendalikan pikiran, bukan sebaiknya. Begitu pentingnya pikiran karena dimulai dari pikiran lalu menghasilkan tindakan, dari tindakan akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang mempengaruhi nasib kita. Luar biasa ya, pengaruh pikiran terhadap kualitas hidup kita.


Pikiran yang kuat dan jernih akan menjadi magnet, dan menarik orang sejenis. Mulai sekarang, berhati-hatilah mengelola pikiran. Karena hal tersebut dapat berdampak pada kehidupan yang kita jalani.

Mengelola pikiran dengan baik dapat dimulai dengan memasukkan hal baik dalam pikiran kita. Misalnya, kita berada pada lingkungan yang mendukung, lingkungan yang mendukung adalah sebuah ekosistem yang membuat kita bertumbuh. Lalu buku yang kita baca, tontonan yang kita lihat, ini juga mempengaruhi pikiran kita. Hindari tontonan dan bacaan horor, kriminal, perselingkuhan, pembunuhan, gosip dan sejenisnya.

Memperbaiki pikiran kita bagian dari kita mengelola pikiran, misal saat kita berjumpa senior maka pikiran kita: oh, dia banyak amalnya. Saat berjumpa yang junior: oh, dia sedikit dosanya. Saat menjenguk orang awam yang sakit  maka pikiran kita: oh, sakitnya akan menggugurkan dosa. Saat menjenguk orang alim yang sakit: oh, sakitnya akan menaikkan derajat. 

Sekali lagi, kendalikan pikiran kita. Jadilah tuan dari pikiran. Bukan sebaliknya, atau malah kita dikendalikan oleh pikiran orang lain.

Read More
Published 03:24 by admin

Bisnis Dimulai Dari Penawaran

Kita ketahui bahwa ada 4 pilar penting dalam bisnis yaitu produksi, SDM, keuangan (finance), dan pemasaran (marketing). Sebagai pebisnis pemula ada baiknya mempertimbangkan memulai bisnis dari yang paling cepat menghasilkan, yaitu pemasaran. 


Ada ungkapan menarik “mulailah dari yang kanan”. Dalam bisnis, mulai dari yang kanan, bisa diartikan dengan mulai sesuatu yang memerlukan kreatifitas, atau otak kanan. Pemasaran itu termasuk dalam otak kanan, karena pemasaran memerlukan kreatifitas. Bisnis itu dimulai dari penawaran. Ya, penawaran akan bisa langsung menghasilkan. 

Pada awal memulai bisnis, bayangkan bila kita mulai dari produksi, maka yang terjadi adalah waktu kita bisa habis untuk menyiapkan produk yang akan dijual. Padahal saat ini, banyak sekali produk orang lain yang bisa kita jualkan dan hal ini menjadikan bisnis kita jadi efisien. 

Perhatikan dealer mobil, distributor HP, jaringan minimarket. Merka tidak produksi, mereka fokus pada penjualan, tetap bisa menghasilkan. 

Bagi pemula, mulailah dari yang kanan, mulailah dari penawaran. Bila bisnis kita mulai menghasilkan, barulah urus keuangan (finance). Makin menghasilkan, lakukan rekrut SDM. Bagaimana dengan produksi? Nah, ini adalah pilihan. Sekali lagi, pilihan. Kita bisa jual produk sendiri, atau kita jual produk orang lain.

Read More