Minggu

Published 15:49 by admin

Integritas: Satu Kata dengan Perbuatan, Satu Kata dengan Pikiran




Integritas adalah salah satu nilai yang mendalam, diakui oleh hampir setiap budaya dan agama di seluruh dunia. Dalam konteks Islam, integritas juga ditekankan sebagai prinsip penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perhatikan KTP kita, ada nama lengkap. Saat lahir, orang tua memberi nama baik dengan arti dan maksud baik. Maka jaga nama itu baik-baik.

Jangan lubangi "kapal" yang kita tumpangi. Jaga integritas. Perhatikan orang-orang yang kita sayangi. Mereka orang pertama yang kecewa bila kita cacat integritas.

Pada akhirnya, semua catatan kebaikan dan keburukan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

Save yourself, Save your company!

Uang kita mungkin naik turun, namun pastikan integritas kita naik terus. Tetap lakukan dan jaga integritas saat ada atau tidak ada orang yang melihatmu.

Integritas dalam dunia kerja adalah tentang konsistensi antara apa yang kita katakan, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita lakukan. Ini melibatkan kejujuran, komitmen, dan moralitas dalam setiap tindakan dan keputusan. Seorang individu yang menjalani hidup dengan integritas cenderung memiliki reputasi yang baik, dipercaya, dan dihormati oleh rekan kerja, atasan, dan bawahan.

Dalam Islam, integritas adalah nilai fundamental yang tercermin dalam Quran dan Hadis. Salah satu konsep yang mencerminkan integritas dalam Islam adalah "Taqwa," yang dapat diterjemahkan sebagai kesalehan atau ketakwaan. Taqwa mencakup penghargaan terhadap prinsip-prinsip moral dan etika, yang mana merupakan inti dari integritas.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran dalam Surah Al-Mu'minun ayat 8:

Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga amanah dan janji. Orang-orang yang memenuhi kewajiban mereka dalam memelihara amanah dan janji akan mendapatkan pahala yang besar di akhirat. Ada beberapa tafsir yang menjelaskan bahwa amanah dalam ayat ini meliputi amanah kepada Allah, diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan janji meliputi janji kepada Allah, diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga amanah (kepercayaan) dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam konteks kerja. Integritas dalam menjaga amanah dan janji-janji adalah prinsip fundamental dalam Islam.

Integritas tidak hanya sebatas kata-kata, melainkan mencakup tindakan. Dalam dunia kerja, ini berarti memegang komitmen, melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin, dan selalu berusaha untuk menjalani hidup dengan kejujuran, serta menjalankan sesuai aturan dan ketentuan.

Integritas juga mencakup pemikiran yang bersih dan jujur. Tidak hanya menghindari perbuatan yang tidak etis, tetapi juga menghindari pemikiran yang buruk. Dalam Islam, pemikiran yang bersih dan jujur adalah tindakan taqwa.

Integritas adalah nilai universal yang sangat penting dalam kehidupan dan dunia kerja, dan Islam mengajarkan nilai ini melalui konsep Taqwa. Mempraktikkan integritas dalam kata-kata, tindakan, dan pikiran kita adalah cara yang baik untuk mencapai keberhasilan menjalani kehidupan yang bermakna dan bermoral. Dengan integritas, kita dapat membangun reputasi yang baik dan menjalani hidup yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan etika.

Read More

Senin

Published 14:30 by admin

3 Hal yang Harus Diwaspadai

 3 HAL YANG HARUS DIWASPADAI



 

Rasulullah ﷺ bersabda :

من أصبح وهو يشكو ضيق المعاش فكأنما يشكو ربه،

1. "Barang siapa di pagi hari mengeluhkan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), berarti seakan-akan dia mengeluhkan Rabbnya.


ومن أصبح لأمور الدنيا حزينا فقد أصبح ساخطا على الله،

2. Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan duniawinya, berarti sungguh di pagi itu dia tidak puas dengan ketetapan Allah.


ومن تواضع لغني لغناه فقد ذهب ثلثا دينه. 

3. Barang siapa menghormati seseorang karena kekayaannya, sesungguhnya telah lenyaplah 2/3 agamanya."


(Kitab Nashaihul ‘Ibad)


اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد


Read More

Kamis

Published 12:00 by admin

Wanita Selalu Benar

 Suami adalah imam bagi keluarganya. Perannya sebagai pemimpin, pelindung, penafkah, pendidik. Dia ikut bertanggung jawab atas sikap dan prilaku istri. Tidak hanya istri, termasuk anaknya. Baik di dunia bahkan kelak di akhirat. Karena itulah, selama di dunia istri diperintahkan untuk taat kepada suaminya.


Sebagai suami wajib memberikan arahan dan keteladanan. Jangan maunya ditaati namun tidak pernah memberi solusi.

Kadang ada yang bercanda pada saya, begini:
Aturan nomor 1: wanita selalu benar
Aturan nomor 2: bila wanita salah, maka kembali pada aturan nomor 1
Hehehe....

Mengapa wanita selalu benar? Begini, bukankah kita tau bahwa salah satu peran suami adalah pendidik? Sekiranya ada sikap dan prilaku istri kurang tepat, adalah tugas suami untuk ikut memperbaikinya. Setuju ya?

Misal istri tidak sholat, sudahkah sebagai suami mengingatkan. Misal istri berkata kasar kepada orang tuanya, sudahkah sebagai suami mendidiknya. tetap saja suami yang ditanya-tanya di akhirat dan diminta pertanggung-jawab. Mengelola rumah tangga kadang-kadang sulit, ya kalau mudah namanya ular tangga. Hehehe...

Ada yang komentar "tapi sebagai suami sudah mengingatkan dan mendidiknya, bahkan sudah mendo'akannya tapi ia tetap ngak berubah". Tetap saja suami yang "salah", yang pilih siapa? Yang pilih nikah sama dia siapa? 

Betul? Think! :D

Read More
Published 16:59 by admin

Mengapa Harus Membuat Keputusan yang Putus...Tus?





Suatu ketika pada sebuah kegiatan atau kejadian yang terjadi. Bisa jadi itu menjadi sebuah momentum yang hanya lewat tanpa arti. Ketahuilah bahwa perubahan itu bisa terjadi sebab sebuah keputusan.

Sebuah keputusan diambil secara putus. Putus... tus, saya mau begini bukan begitu. Keputusan akan membuat perubahan. Ambil keputusan untuk membuat perubahan. Semua tidak mungkin terjadi, perubahan tidak akan datang, jika kita tidak membuat keputusan.

Sebuah kisah seseorang yang membuat sebuah keputusan besar saat dia menjalani umroh. Saat di multazam, di depan ka’bah dia membuat sebuah keputusan hijrah dari kota asalnya ke kota lain untuk merantau mengubah nasib. Setelah beberapa tahun apa yang terjadi? Perubahan besar terjadi. Banyak hal yang terjadi dalam hidupnya. Bayangkan bila dulu dia tidak membuat sebuah keputusan maka tidak akan ada perubahan yang terjadi, betul?

Ketika hari ini kita membuat sebuah keputusan, bahwa kita ingin berubah maka dipastikan akan terjadi sebuah perubahan. Sebuah keputusan yang diambil untuk berubah sepanjang kita mempunyai 3K (Komitmen, Konsisten, dan Konsekuen).

- Komitmen untuk menjalaninya

- Konsisten untuk terus melakukan sampai berhasil

- Konsekuen untuk menerima dan melewati segala tantangan

Apa yang terjadi hari ini adalah hasil dari sebuah keputusan yang telah kita lakukan di masa yang lalu. Bila tidak terjadi perubahan hari ini dan kita tidak mengambil sebuah keputusan, lihat dan rasakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang?

Apa yang terjadi hari ini dan kita putuskan akan mengubah 1 tahun, 2 tahun, atau masa depan yang akan datang. Ayo buat sebuah keputusan penting dan berarti yang akan mengubah hidup kita selamanya. Siapa yang siap mengambil keputusan?

Read More

Minggu

Published 01:04 by admin

Siapa yang perlu motivasi? Silahkan baca ini...

 




Pesan seorang teman kepada saya "ojo leren dadi wong apik" yang artinya jangan berhenti jadi orang baik. Jadi orang baik itu tidak mudah maka kita kadang perlu amunisi untuk tetap jadi orang baik.

Teruslah berbuat baik, bila kita berbuat baik maka kita akan bertemu dengan orang baik atau bertemu nasib baik atau kita ditemukan kondisi baik.


Dalam Al-Qur'an ada beberapa ayat yang bisa menambah keyakinan kita agar mabin bersemangat berbuat baik:

1. Allah akan selalu mencintai orang-orang yang berbuat baik.

"dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" QS. Al-Baqarah:195


2. Orang berbuat baik akan dibalas dengan kebaikan pula.

"tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)" QS. Ar-Rahman: 60


3. Kebaikan baik akan dibalas walaupun sekecil apapun.

"barangsiapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya. dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya akan melihat (balasan) nya pula" QS. Az-Zalzalah: 7-8


4. Akan mendapatkan rahmat dan kebahagiaan bagi orang yang berbuat baik.

"sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik" QS. A'raf: 56


5. Kebaikan yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri.

"jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri" QS. Al-Isra': 7

Read More

Rabu

Published 22:53 by admin

5 Level Kepemimpinan

Seorang pemimpin harus memilki nilai tambah. Kalau biasa-biasa saja, tentu jangan berharap hasil luar biasa. Bicara tentang pemimpin, tidak lepas dari pengaruh. Teringat sebuah kalimat inspiratif “Leadership is influence, nothing more nothing less”.

Dalam buku The 5 Levels of Leadership karya John C. Maxwell, ada 5 level kepemimpinan:

Level 1: jabatan (position), orang lain mengikuti kita karena jabatan, karena keharusan. Ini adalah level terendah dalam 5 level kepemimpinan. Inilah posisi yang baik untuk memulai namun bukan posisi yang baik untuk menetap.

Level 2: perkenanan (permission), orang lain mengikuti kita karena meraka ingin, karena adanya hubungan baik. Pemimpin berjalan di samping timnya. Kita bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi kita tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka.

Level 3: produktivitas (production), orang lain mengikuti kita karena apa yang sudah kita kerjakan. Pemimpin menjadi contoh, orang mengikuti apa yang kita kerjakan. Pemimpin menciptakan momentum untuk melejitkan prestasi, dan makin naik prestasi makin meningkat komitmen tim. Pemimpin level 3 seperti magnet, menarik orang terbaik, pemimpin akan mendapatkan tim yang sebagaimana kualitas pemimpinnya. Produktivitas membedakan antara pemimpin yang membuat pengaruh besar dengan orang yang punya jabatan namun tidak memberi pengaruh apapun.

Level 4: mengembangkan orang lain (people development), orang lain mengikuti kita karena apa yang telah kita kerjakan untuk mereka. Pemimpin harus bisa menciptakan pemimpin berikutnya. Pemimpian menjadi besar dan berpengaruh bukan karena kekuasaan, melainkan karena kemampuan untuk memberdayakan timnya. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang dapat menciptakan pemimpin-pemimpin baru dalam timnya, “leader creates leaders”.

Level 5: puncak (pinnacle), orang lain mengikuti karena apa yang kita representasikan. Kepemimpinan yang mewariskan nilai-nilai perubahan. Mungkin saja ada orang yang membencinya namun nilai dari kepemimpinannya justru tumbuh dan berkembang. 

Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Kita hanya bisa memberi apa yang kita miliki, jadilah pemimpin pada level terbaik yang memiliki komitmen memberi pengaruh agar bisa memberikan konstribusi terbaik. 

Sudah berada di level berapa kita saat ini?

Read More

Senin

Published 22:51 by admin

Harta dan Anak adalah Ujian, Kamu Percaya?

Harta dan anak adalah ujian? Hal ini merupakan sebuah peringatan, agar kita berhati-hati. Benar bahwa harta harus jelas dari mananya dan digunakan untuk apa, setelah punya harta kita diuji dengan bagaimana kita menyalurkan harta dengan cara yang benar atau malah harta hanya untuk bermegah-megahan. 


Terkait dengan anak, memang kadang anak menguji kesabaran dan ketelatenan kita. Mendidik anak perlu ilmu, ketekunan, teladan, ini bagian dari ujian bagi orang tua.

Jadi, harta dan anak itu ujian, tapi bukan sebuah larangan, sekali lagi, bukan larangan!

Harta gak dibawa mati? Yang jelas, kalau kita punya harta banyak, kita bisa meninggalkan warisan, wasiat, wakaf (3W) yang banyak. Bukankah itu menyenangkan? Pastikan punya hartanya, dan usahakan hartanya banyak, agar makin banyak 3W yang bisa kita lakukan. Sip? 

Nggak mau kaya? Nggak perlu kaya? Dengarkan ini baik-baik, mungkin kita kuat hidup biasa-biasa saja. Tapi anak, pasangan, orang tua, keluarga akan lebih baik bila kita punya banyak harta! Lebih banyak hal baik yang bisa kita persembahkan buat mereka bahagia! Sepakat?

Saya kira anda sepakat dengan saya.   

Berjuanglah dengan harta dan jiwa, ini perintah Allah dalam Al-Quran. Kata harta diletakkan di awal, harta lalu jiwa, ini tentang keutamaan. Jadi nggak cukup hanya dengan jiwa, kita juga perlu harta. Semoga ini menjadi tambahan semangat dan motivasi buat kita, untuk memiliki harta, untuk berjuang dengan harta, untuk meluaskan manfaat dengan harta. Aamiin 

Read More

Minggu

Published 22:32 by admin

Kaya dan Bahagia

Salah satu ciri orang sukses adalah menggunakan kata “dan” bukan atau. 

Kalau bisa kaya juga bahagia, bukan salah satunya. Bukan pula hanya karena kaya baru bahagia, ini kurang tepat. Bahagia itu adalah soal keputusan yang kita pilih. Maka putuskan untuk bahagia selalu. Ya, selalu. 

Entah sudah kaya atau belum kaya. Tetaplah bahagia. Jangan sandarkan bahagia karena punya sesuatu.

Nunggu kaya dulu baru bahagia? Kalau kaya-nya 10 tahun lagi bagaimana? Terus, kalau gak kaya-kaya bagaimana? Sekali lagi, bahagia adalah soal keputusan yang kita pilih. Maka pilihlah untuk selalu bahagia. Siap ya?

Ada yang bilang “uang tidak bisa membeli kebahagiaan”. Benar, kalau uangnya sedikit. Hehehe.

Seorang profesor dari Harvard Medical School bernama Sanjiv Chopra mengatakan bahwa keterlibatan seseorang pada kegiatan amal dengan mendonasikan uangnnya adalah salah satu cara untuk puas dan bahagia. Dengan kata lain, bila kita punya uang (baca: kaya) lalu uang tersebut kita salurkan untuk donasi amal, maka hal tersebut bisa membuat kita bahagia. Ternyata, uang bisa membeli kebahagiaan!

Nabi Muhammad pernah berpesan bahwa sedekah dapat melepaskan kita dari kesulitan. Makin jelas, makin yakin! Bahwa dengan uang yang kita miliki dan tau cara menggunakannya dengan benar bisa melepaskan kita dari kesulitan, bisa membuat kita mendapatkan kebahagiaan. 

Pada akhirnya, semoga kita dimampukan untuk tidak sekedar menjadi kaya namun juga bahagia. Bila belum kaya, niatkan dan ikhtiarkan, semoga ini menjadi doa. Bila belum kaya, tetaplah selalu bahagia. Ya, selalu bahagia!  


Read More

Jumat

Published 02:37 by admin

Bisnis Online untuk Karyawan

Jadi karyawan itu gajinya pasti. Pastinya terbatas maksudnya. Tenang, saya juga seorang bangsawan, bangsa karyawan maksudnya. Hehehe.


Seorang karyawan juga bisa punya tambahan penghasilan. Salah satunya dengan cara berbisnis online. Sebagai karyawan harus tetap amanah dengan pekerjaaan, disiplin waktu, dan tugas harus dengan baik diselesaikan.

Aturlah waktu dengan baik saat menjalankan bisnis online, misal 2 jam sebelum berangkat kerja, kemudian 2 jam setelah pulang kerja. Bukan curi-curi waktu saat jam bekerja, harus menjaga integritas, memegang amanah sebagai karyawan.

Kenapa bisnis online? Karena ini lebih fleksibel dalam hal waktu, dan relatif mudah untuk dijalankan. Bayangkan bila soerang karyawan yang masih pemula dalam bisnis, kemudian harus sewa ruko, merekrut karyawan, lalu bisnisnya diserahkan pada orang lain, saya kurang menyarankan. Saat awal-awal usaha berjalan, pasti perlu perhatian. Benar kan?

Siapa bilang bisnis online, kecil penghasilan? Alhamdulillah banyak yang sudah buktikan, penghasilan bisnis online bisa melebihi pendapatan dari gaji sebagai karyawan. Bahkan, ada yang penghasilan sehari di bisnis online, lebih besar dari gaji sebagai karyawan. Mantab kan?

Saya gak pengalaman? Saya malu jualan? Saya gak bakat? Saya gak pernah jualan online?  Dan masih banyak alasan lainnya. Begini, coba perhatikan:

Pengalaman? Nikah aja yang penting saja gak perlu pengalaman! Mulai saja.

Malu jualan? Punya hutang saja gak malu, giliran jualan yang legal dan halal malu. Duh!

Bakat? Memangnya ini ajang pencarikan bakat. Hehehe.

Gak tau cara jualan online? Carilah bisnis yang ada pembinaan, ada mentor yang mengarahkan. Mentor yang mau membina sampai menghasilkan. Pastikan produknya penuh manfaat, ringan, kecil, tahan lama, dan hemat ongkir. Lebih baik lagi, bisnisnya ada ekosistem atau komunitas, dimana sebagai pemula tidak merasa sendiri, ada orang lain yang ikut bersama-sama, saling support dan saling doa.

Pada akhirnya, semoga yang karyawan segera bisa mulai bisnis online. Kalau belum tau caranya, bagaimananya, apa produknya, boleh japri saya. Bisnis online untuk karyawan insyaallah jadi kenyataan. Siap? 

Read More

Kamis

Published 02:34 by admin

Re-Investasi Bisnis

Membangun bisnis bukan pekerjaan satu atau dua hari. Perlu proses, perlu  konsistensi, perlu kesabaran. Ketika memulai bisnis perlu keberanian, dalam membesarkan bisnis perlu ilmu dan perlu waktu.

Ada yang bilang “Roma tidak dibangun dalam semalam”. Saya kira memang benar, semua perlu waktu, semua ada prosesnya. Mari perhatikan:

-Kota Roma dibangun tahun 753 SM

-Artis Rhoma Irama aktif bermusik sejak tahun 1968

-Biskuit Roma milik Mayora Group eksis sejak tahun 1977

Sekali lagi, hal tersebut membuktikan semua perlu waktu. Setuju?

Apa hubungannya Roma dengan bisnis? Hubungannya baik-baik saja. Hehehe. Bukan, bukan itu maksudnya. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah bisnis perlu waktu untuk mengembangkannya, salah satu proses yang perlu kita lakukan dengan re-investasi.

Investasi kita lakukan ketika diawal bisnis, maka re-investasi kita lakukan selanjutnya ketika bisnis mulai berkembang. Ketika bisnis mulai menghasilkan, jangan semua keuntungan langsung dihabiskan, namun lakukan re-investasi dalam bisnis. Putar kembali uang ke dalam bisnis.

Bentuk re-investasi dalam bisnis salah satunya bisa berupa memperbesar jumalah stok, karena dengan stok yang meningkat, kita berharap potensi juga meningkat. Stok kita adalah potensi profit kita. 

Pada akhirnya, agar bisnis kita bisa bertahan lebih lama dan berkelanjutan, maka lakukan yang namanya re-investasi, putar kembali uang ke dalam bisnis. Sepakat?

Read More

Rabu

Published 02:31 by admin

Menafkahi Keluarga Makin Mulia

Uang selalu habis buat keperluan keluarga? Bukan habis, namun itu “tabungan kita”.

Pesan Nabi: “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar” (HR. Muslim).

Jelas sudah, bahwa keutamaan menafkahi keluarga sugguh istimewa. Jangan lagi jadi beban buat kita. Apa yang harus kita lakukan? Niatkan dan ikhtiarkan menafkahi keluarga dengan penafkahan terbaik. 

Menjadi “tabungan” kita. Mengapa? Karena tiap dinar yang kita kumpulkan lalu kita nafkahkan untuk keluarga tercatat lebih besar pahalanya disisiNya!

Uang keluar besar untuk biaya sekolah anak? Yakinlah, kelak akan ada “hadiah buat kita”.

Sekali lagi, bila kita berfikir ini menjadi beban, maka kita akan berat melakukannya. Walau memang mungkin kenyataannya berat, sudah berat makin berat. Pesan Nabi: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya” (HR.  Muslim). 

Pendidikan anak terbaik membutuhkan biaya, namun biaya itu kelak tergantikan dengan “hadiah” buat kita bila dengan pendidikan tersebut anak makin sholeh dan mendoakan kita ketika telah tiada.

Beruntunglah seorang yang saat nafasnya telah berhenti, namun amal kebaikannya masih terus mengalir. Ini menjadi salah satu alasan mengapa hampir tiap Ahad, saya berbagi peluang usaha. Agar makin banyak orang mau berbisnis, masuk dalam ekosistem yang baik. Karena saya tau bisnis ini bisa menghasilkan. 

Pada akhirnya, semoga makin banyak orang punya lebih baik lagi penafkahan bagi keluarga, makin bahagiakan kelaurga insyaallah makin mulia. Aamiin.

Read More
Published 02:28 by admin

Rezeki Diantar

Sukses berpola, gagal berpola. Temukan pola sukses orang yang sudah terbukti sukses, lalu ikuti. 


Orang sukses berpikir dan bertindak positif, coba perhatikan apa yang mereka lakukan? 

Sakit, tapi masih bisa tersenyum

Gagal, tapi masih bisa bahagia

Bangkrut, tapi masih bisa bersyukur

Kekurangan, tapi masih bisa sedekah

Dalam buku The Luck Factor karya Profesor Richard Wiseman seorang psikolog dari Universitas Hertfordshine telah meneliti 400 orang yang memiliki karakter yang beruntung dan tidak beruntung, dengan berbagai jenis latar belakang. Dalam penelitiannya bertahun-tahun ia mengungkap bahwa keberuntungan bukanlah kemampuan magis atau hasil dari pengambilan acak. Ternyata ada polanya salah sautunya adalah berpikir dan bersikap positif. Sip?

Bila gagal 7 kali, maka bangkit 8 kali, jadi selalu bangkit 1 kali lebih banyak dari kegagalan. Percayalah, gagal itu ada batasnya, sehingga habiskan jatah gagalmu sedini mungkin. Jangan pernah menyerah, maju terus pantang mundur, buatlah kegagalan menyerah dengan kita. Bila kita selalu berpikir positif, bukan mustahil rezeki akan diantar. Benar?

Dalam sebuah percakapan bisnis:

Fulan: “Bisnisnya rugi ya, pak?”

Pengusaha: “Bukan rugi, Mas. Tapi belum untung”

Fulan: “Jualan online, Masih belum ada yang closing”

Pengusaha: “Ini proses menanam, kelak akan berbuah. akan closing pada waktunya”

Fulan: “Lha, itu tokonya kok tutup!”

Pengusaha: “Bukan tutup, Mas. Tapi relokasi”

Fulan: “Relokasi? Memangnya pindah ke mana?”

Pengusaha: “Nah, itu yang belum tau. Hehehe”

Read More

Selasa

Published 02:11 by admin

Mungkinkah Rezeki Menular?

Menurut Judy Ho, PhD, seorang psikolog klinis dan forensik yang berbasis di California. Dikatakan bahwa: emosi bisa menular karena kita adalah makhluk sosial yang merespons lingkungan. Begitulah, emosi itu menular. Dan kabar buruknya, emosi negatif lebih mudah menular dari pada emosi positif. Artinya, kita harus hati-hati dalam memilih tim dan lingkungan.


Berdasarkan penelitian Susan Lucia Annunzio dan timnya di Hudson High Performance, terhadap 3000 pekerja lebih, ternyata berbagi rahasia sukses dari group terbaik dengan group-group lain bisa menularkan kesuksesan. Dengan kata lain, kesuksesan orang lain bisa menginspirasi kita untuk mencapai kesuksesan, menularkan kesuksesan.

Jadi mungkinkah rezeki itu menular? Ternyata sangat mungkin.

Caranya? Pertama, masuklah dalam lingkungan atau komunitas yang positif. Kedua, ketika berada di lingkungan atau komunitas tersebut lakukan saling menginspirasi, saling berbagi, saling mendukung, saling ridha, saling mendoakan.

Seperti kita ketahui, ketika kita ridha dengan pencapaian orang lain, sesungguhnya itu adalah doa dan sugesti bagi kita agar bisa mencapai hal yang serupa. Apalagi saat kita berdoa diam-diam untuk orang lain, maka malaikat ikut mengaminkan doa yang sama untuk kita. Jelas sudah, rezeki itu menular.

Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim No 4912).

Jadi, ketika kita menjumpai seseorang yang berhasil atas pencapaian, sudah selayaknya kita juga ikut bahagia, dan ikut mendoakan. Dan tidak menutup kemungkinan, hal itu akan mengundang kebaikan yang serupa bagi kita. Rezeki ikut menular kepada kita.

Read More

Kamis

Published 01:36 by admin

Kaya Bukan Segalanya, Setuju?

Kaya memang tak menjamin bahagia. Namun kekayanaan adalah alat bantu yang memudahkan kita untuk lebih bahagia.

Kaya memang bukan segalanya. Namun kekayaan dapat membantu kita untuk memuliakan keluarga, sesama, dan agama.


Perhatikan, ketika anak kita sakit keras dan perlu biaya besar untuk berobat, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Ketika istri tengah bersalin dan perlu biaya besar untuk operasi, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Ketika orang tua kita ingin berhaji dan mereka tidak mampu, barulah kita sadar betapa pentingnya punya kekayaan. Think!

Bayangkan, dengan kekayaan kita bisa umroh dan mengumrohkan . Bisa sekolah dan membangun gedung sekolah. Bisa ke masjid dan merenovasi masjid jadi lebih baik. Bisa berzikir dan membiayai majelis zikir. Bisa belajar ilmu dan membiayai majelis ilmu. Dengan kekayaan kita bisa lebih mudah untuk melaksanakan haji, umroh, kurban, akikah, zakat, infak, sedekah, wakaf dan syiar kebaikan. Jleb!

Mungkin saat ini kondisi kita belum ideal, namun mari kita niatkan dan ikhtiarkan. Bila belum bisa melakukan semua, jangan tinggalkan semua. Lakukan dari yang kita bisa. Salah satunya yang bisa kita lakukan adalah dengan berbisnis. Semoga dengan bisnis yang kita jalankan bisa menjadi wasilah kita mendapatkan kekayaan dan keberlimpahan. Aamin.

Read More

Rabu

Published 01:16 by admin

Bisnis Berjamaah

Apa pesan yang dapat kita ambil dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW? Salah satunya adalah adanya perintah sholat.


Amalan pertama yang akan dihisab di akhirat adalah sholat. Bila baik sholatnya maka akan baik amalan lainnya. Bahkan, salah satu keutamaan sholat adalah dapat mencegah perbuatan baik dan mungkar.

Seorang yang melakukan sholat begitu banyak keutamaannya. Namun bila kita bukan sekedar melakukan sholat, namun juga melakukan sholat dan berjamaah. Insyaallah lebih besar lagi keutamaannya.

Ketika kita sholat sendiri hanya dapat 1 kebaikan. Dengan berjamaah, kita dijanjikan dapat 27 kebaikan. Begitulah salah satu keutamaan berjamaah.

Dalam bisnis, perihal berjamaah itu ada pula kemiripan dengan yang namanya komunitas. Komunitas bisnis memberi banyak manfaat. Berada di dalamnya banyak hal yang bisa kita peroleh.

Bayangkan kita yang awalnya sebagai pemula, kemudian bertahap mulai tau banyak hal. Ketika ada yang belum berhasil, ada yang menyemangati dan memberi motivasi serta dukungan. Ada yang sudah mengalami keberhasilan, lalu ditularkan pada yang lainnya. Inilah keutamaan bisnis berjamaah.

Komunitas bisnis membuat kita menjalankan bisnis dengan percepatan. Sehingga bila ingin percepatan dalam bisnis, maka temukan bisnis yang ada komunitasnya. 

Alhamdulillah saya berada dalam komunitas MM (Meluaskan Manfaat). Punya banyak saudara, dan jadi seperti keluarga. Saling ridho atas pencapaian. Saling mendoakan untuk terus melakukan kebaikan. Mengingatkan untuk rutin mengamalkan Tahajud, Tilawah, Duha, Sedekah. Bersama memprioritaskan Allah & Rasul, anak & keluarga, dan amal jariyah. Bersama-sama mencintai Muhammad SAW agar berhasil dan menang dunia dan akhirat. 

Saling mencintai karena Allah. Bukankah kelak di akhirat, kita akan dukumpulkan bersama orang yang kita cintai. Semoga dalam komunias MM tidak hanya jadi saudara di dunia, kelak akan dipertemukan pula di akhirat. Aamiin.

Read More