MENGAPA HARUS MEMBUAT KEPUTUSAN YANG PUTUS...TUS?





Suatu ketika pada sebuah kegiatan atau kejadian yang terjadi. Bisa jadi itu menjadi sebuah momentum yang hanya lewat tanpa arti. Ketahuilah bahwa perubahan itu bisa terjadi sebab sebuah keputusan.

Sebuah keputusan diambil secara putus. Putus... tus, saya mau begini bukan begitu. Keputusan akan membuat perubahan. Ambil keputusan untuk membuat perubahan. Semua tidak mungkin terjadi, perubahan tidak akan datang, jika kita tidak membuat keputusan.

Sebuah kisah seseorang yang membuat sebuah keputusan besar saat dia menjalani umroh. Saat di multazam, di depan ka’bah dia membuat sebuah keputusan hijrah dari kota asalnya ke kota lain untuk merantau mengubah nasib. Setelah beberapa tahun apa yang terjadi? Perubahan besar terjadi. Banyak hal yang terjadi dalam hidupnya. Bayangkan bila dulu dia tidak membuat sebuah keputusan maka tidak akan ada perubahan yang terjadi, betul?

Ketika hari ini kita membuat sebuah keputusan, bahwa kita ingin berubah maka dipastikan akan terjadi sebuah perubahan. Sebuah keputusan yang diambil untuk berubah sepanjang kita mempunyai 3K (Komitmen, Konsisten, dan Konsekuen).

- Komitmen untuk menjalaninya

- Konsisten untuk terus melakukan sampai berhasil

- Konsekuen untuk menerima dan melewati segala tantangan

Apa yang terjadi hari ini adalah hasil dari sebuah keputusan yang telah kita lakukan di masa yang lalu. Bila tidak terjadi perubahan hari ini dan kita tidak mengambil sebuah keputusan, lihat dan rasakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang?

Apa yang terjadi hari ini dan kita putuskan akan mengubah 1 tahun, 2 tahun, atau masa depan yang akan datang. Ayo buat sebuah keputusan penting dan berarti yang akan mengubah hidup kita selamanya. Siapa yang siap mengambil keputusan?

Tulisan Sering Dibaca

Pendekar Bodoh, Kisah Sukses Restoran D'cost Seafood

Power vs Force, Faktor Terselubung Penentu Perilaku Manusia

Low profile High profit

Rumus E + R = O (Event + Response = Outcome) dalam Mencapai Kesuksesan

Membangun Kebiasaan Pemenang (anti BEJ Blame, Excuse, Justify)

Rudik Setiawan, Juragan Tahu Organik Merek Pelangi

Khutbah Jumat tentang Hikmah Syukur

MUNGKINKAH REZEKI MENULAR?

Tangga Kehidupan