Minggu

Published 19:36 by admin

Financial Freedom ala Inem

Financial freedom atau kebebasan keuangan adalah impian setiap orang, banyak sekali jalan untuk mencapai keadaan ini, ada yang menempuhnya melalui bisnis, properti, Saham, MLM, Internet dan lain sebagainya. Apapun kendaraannya, apapun caranya, apapun namanya, sebenarnya ‘benang merah’ dari itu semua adalah investasi.

Banyak orang ketika mendengar istilah investasi, yang terbayang di pikiran mereka sesuatu yang canggih, yang memerlukan uang yang banyak, pengetahuan yang dalam , dan segudang pengalaman. Jika investasi diartikan seperti diatas, artinya ‘Financial Freedom’ atau kebebasan keuangan hanyalah milik segelintir orang yang punya modal saja dong, hanya untuk segelintir orang yang pintar saja dong,….. Apakah benar demikian???

Sudah lama sekali saya ingin membahas mengenai ini, bahwa jika kita melakukan investasi,dengan tujuan untuk mencapai kebebasan keuangan, tidak selalu harus dihubungkan dengan saham, properti, atau bisnis yang canggih canggih, investasi sangat bisa dilakukan dengan cara yang amat sangat sederhana seperti cerita si Inem dibawah ini.

Beberapa minggu yang lalu saya baru saja menjemput dari rumah mertua saya dan mengantarkan si Inem…. seseorang yang lugu, sederhana, yang datang ke Jakarta dengan menempuh perjalanan selama 13 jam, meninggalkan 2 anaknya yang masih kecil dan seorang suaminya di kampung Surade, Sukabumi selatan, demi untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang pembantu rumah tangga di rumah salah satu teman istri saya.

Dalam perjalanan selama kurang lebih 30 menit saya dan istri berbicara cukup banyak dengan Inem, saya menanyakan latarbelakang dia, dan alasan kenapa dia rela meninggalkan keluarga dan anaknya yang masih kecil di kampung hanya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga? Dari percakapan kami dengan Inem, saya menjadi amat terharu sekaligus kagum dan bangga dengan Inem. Mengapa? Karena ternyata seorang Inem, datang ke Jakarta tidak hanya sekedar bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tapi mirip dengan perjalanan hidup saya selama 2 tahun di US, saya juga bukan bertujuan selamanya menjadi pelayan toko, tapi saya punya rencana besar, impian besar, pekerjaan yang saat itu saya jalani hanyalah sebagai batu loncatan saja. Inem ternyata juga memiliki impian besar untuk mencapai kebebasan keuangan, dia akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga hanyalah untuk sementara waktu saja.

Apa yang akan dilakukan Inem untuk meraih kebebasan keuangannya? Menurutnya saat ini dia sudah memiliki 12 ekor bebek di kampung yang bertelur 1 butir setiap harinya, jika telur itu dia bisa jual dengan harga rp.1000/butir. Dia bisa mendapatkan Rp. 10 ribu perhari bersih dari hasil menjual telur bebek, setelah dipotong dengan biaya makan bebek bebek tersebut.

Rencananya adalah seperti ini : setiap bulan, Inem berencana untuk menabung gajinya sebagai pembantu, minimal Rp. 300 rb perbulan (setelah dipotong keperluan pribadi dan kirim uang ke kampung). Setelah 9 bulan menabung, Inem akan berhasil mengumpulkan Rp, 2,7 juta (9 x rp. 300rb).

Nah saat itulah Inem akan berhenti bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pulang kampung untuk kembali berkumpul dengan anak dan suaminya tercinta. Karena uang tabungannya yang telah dikumpulkannya sebesar Rp. 2,7 juta, saat itu akan dia belikan bebek dengan harga 50rb perekor. Sehingga Inem bisa mendapat 54 ekor bebek baru. Artinya saat itu Inem akan memiliki 66 ekor bebek, yang jika setiap harinya, minimal bebek yang bertelur 2/3 dari jumlah bebek yang ada, paling tidak dia bisa mendapat sekitar 40an butir telur, yang jika dijual akan menghasilkan kurang lebih Rp.40 rb, setelah dikurangi biaya pakan bebek sebesar Rp.7000 perhari (Rp. 1000 / 10 ekor), hasil bersihnya adalah Rp. 33rb/hari, artinya hasil penjualan telur bebek adalah Rp.990.000 /bulan. Di mana saat itu, jumlah itu sudah jauh lebih besar dari gajinya saat ini yang hanya sebesar Rp. 650 rb/bulan dan saat itu Inem tidak perlu lagi berpisah jauh dari keluarganya.

Luarbiasa sekali kan….. rencana si Inem ini, suatu rencana mencapai kebebasan keuangan yang sederhana, tapi membuat saya kagum dengan pemikirannya. Sebuah rencana untuk menggantikan penghasilan aktifnya sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan dari telur bebek. Sebuah rencana yang amat luarbiasa untuk seseorang yang hanya sempat sekolah sampai kelas 3 SD, itulah cara si Inem mencapai kebebasan keuangannya. Apakah setelah saat itu tiba, Inem hanya akan berdiam diri di kampung mengasuh anak dan suaminya mengangon bebek bebeknya? Ternyata tidak, sebagian dari hasil penjualan telur bebeknya tersebut, akan ditabungnya kembali, untuk nantinya digunakan sebagai modal membuka warung makanan atau membeli motor untuk dijadikan ojek….. nah lo…. Luarbiasa sekali kan…..Selamat Inem!, jangan lupa sama saya ya, kalau nanti sudah jadi juragan bebek di Surade.

Jika seorang sederhana, dengan pendidikan yang hanya kelas 3 SD seperti si Inem memiliki sebuah rencana, impian besar untuk meraih kebebasan keuangan melalui sistem ternak bebek ….. Sebuah sistim yang amat sederhana, …… mirip dengan sistim “Angsa Emas” seperti yang saya ajarkan di workshop Property Cash Machine System…jangan mau kalah dengan Inem… let’s do it, reach your financial freedom! 

Ditulis oleh: Joe Hartanto
Read More

Kamis

Published 05:00 by admin

Pembawa Berkah, Catatan Akhir Tahun



Tahukah siapa-siapa orang yang membawa berkah dalam Kehidupan Kita...
● Pertama : Orang yang
   Membantu Kita
   Ketika Susah...

● Kedua :  Orang yang
   Meninggalkan Kita
   Ketika Susah...

● Ketiga : Orang yang
   Menyebabkan Kita
   Jadi Susah...

Mengapa membawa BERKAH.???
Karena ke-3 macam orang ini secara tidak langsung selain melatih kesabaran (Potensi Diri) kita, juga membuat kita semakin dewasa dan bijaksana...

★ Ketika ada org bicara mengenai Anda di belakang, itu adalah tanda bahwa Anda sudah ada di depan mereka.

★ Saat orang bicara merendahkan diri Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.

★ Saat orang bicara dgn nada iri mengenai Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah jauh lebih baik dari mereka.

★ Saat orang bicara buruk mengenai Anda, padahal Anda tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan Anda sebenarnya lebih indah dari mereka.

Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat Anda bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan

Orang pintar bisa gagal,
Orang  hebat bisa jatuh,

tapi orang yang...
RENDAH HATI dan SELALU SABAR  dalam segala hal akan selalu 
mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena KOKOH pijakan nya...

Selamat beribadah semoga makin berkah berlimpah.
Read More

Jumat

Published 07:21 by admin

Sertifikasi Manajemen Resiko oleh BSMR

Sertifikasi Manajemen Resiko ditujukan bagi pengurus dan pejabat bank dengan tujuan meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan Indonesia dan corporate governance.





Diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko, Suatu badan independen yang diinisiatif oleh Bank Indonesia dan didirikan oleh IRPA (Indonesian Risk Profesional Association).

Berikut wokrbook Manajemen Resiko. Siahkan didownload di link berikut.
Read More

Minggu

Published 19:24 by admin

Peraturan Penting Seputar Perbankan

Pengetahuan tentang dasar hukum menjadi penting untuk diketahui karena berhubungan dengan aturan-aturan yang harus dilakukan dalam pelaksanaannya. Berikut ini adalah peraturan penting seputar perbankan meliputi undang-undang tentang perbankan, Bank Indonesia atau BI, Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.


Silahkan download landasan hukum seputar perbankan antara lain:


  1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan
  2. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan 
  3. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
  4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia
  5. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan
  6. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan


Read More

Senin

Published 18:56 by admin

Daftar Perusahaan FINTECH Resmi OJK

Financial Technology atau biasa disebut FINTECH telah diatur oleh POJK No 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang berbasi Teknologi Informasi. Adapun POJK No 77/POJK.01/2016 dapat didownload disini.



Berikut daftar perusahaan FINTECH (FINancial TECHnology) yang resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK (posisi terakhir September 2017):

Read More
Published 00:51 by admin

Materi Kuliah tentang Manajemen Perbankan & Produk Bank

Materi Kuliah tentang Manajemen Perbankan & Produk Bank


Untuk mendapatkan materi kuliah dapat dilakukan dengan cara
Kirim email ke:  info.adam@gmail.com
Subject: Materi pertemuan kuliah perbankan

Atau dengan cara langsung download materi disini:
- Manajemen Perbankan
- Produk Bank
Read More
Published 04:30 by admin

Kajian Pengembangan Produk dan Layanan BPR

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank sebagaimana tercantum dalam Undang-undang No 10 tahun 1998 tentang perbankan meupakan bank yang memiliki peran sebagai lembaga intermediasi keuangan yang dibentuk unutk melayani kebutuhan jasa perbankan bagi masyarakat terutama pada segmen mikro, kecil dan menengah, serta bagi segmen pasar yang tidak terlayani oleh bank umum.
 


Dalam kesempatan kali ini Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah membuat semacam kajian bagaimana pengembangan Produk dan Layanan BPR agar secara kelembagaan eksistensi BPR dapat memberi sumbangsih pembangunan dan berperan dalam memajukan ekonomi negara.

Berikut buku kajian pengembangan produk dan layanan BPR oleh OJK. Silahkan didownload disini.

Read More
Published 04:30 by admin

Pendekar Bodoh, Kisah Sukses Restoran D'cost Seafood

Hari Jumat (15/2) lalu saya ketemu Pak David Marsudi, presiden direktur jaringan restoran D’Cost. Orang satu ini luar biasa nyentrik-nya. Dia misalnya, menyebut dirinya sebagai “pendekar bodoh” (nama perseroan D’Cost adalah PT. Pendekar Bodoh). Kenapa? Karena, menurut dia, menjadi pengusaha itu harus terus-terusan merasa bodoh. “Karena merasa bodoh, maka kemudian kita harus terus belajar. Kalau kita sudah pintar, kita berhenti belajar,” ujarnya.




Pada saat mau ketemu pak David, kebetulan saya melewati meja resepsionis dengan latar belakang logo D’Cost Academy, training center jaringan resto bersemboyan: “Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima” ini. Yang mengusik saya adalah tagline D’Cost Academy yang bunyinya menggelitik, “Stupid Guys Keep Learning”; orang bodoh selalu belajar. Intinya, tagline itu ingin mengatakan, semua karyawan D’Cost adalah orang bodoh, dan karena itu akan selalu belajar. “Kami adalah orang-orang bodoh berjiwa pendekar,” tukasnya.
Ruarrr biasa!!! Terus terang, setelah hampir dua jam saya ngobrol dengan pak David, saya jadi malu abis karena selama ini saya merasa pinter dan sok keminter. Padahal sesungguhnya nggak ada apa-apanya dibanding pak David… hehehe.







Giving

Yang membuat saya salut luar biasa ke pak David adalah prinsip bisnisnya yang meneduhkan. Begini bunyi falsafah bisnisnya: “Hanya konsentrasi pada apa yang dapat Anda berikan, jangan kawatir atas apa yang akan Anda dapatkan.” Intinya, D’Cost harus memberi, memberi, dan memberi. Semakin banyak memberi, maka ujung-ujungya akan semakin banyak mendapatkan. The more you give, the more you get!!!

Pak David memberi perumpamaan pendulum: “Ketika dilempar, maka pada akhirnya pendulum pasti akan kembali.” Saya kemudian iseng menimpali, “Tapi masalahnya, kapan pendulum itu akan balik pak?” Dengan tangkas ia menjawab, “mungkin saat itu juga, mungkin sebulan kemudian, mungkin setahun kemudian, bisa juga bertahun-tahun kemudian. Nggak masalah, itu semua Tuhan yang atur, kita manusia tak usah repot-repot mikirin,” jawabnya enteng.

Prinsip memberi inilah yang melandasi kenapa pak David memilih restoran sebagai bidang usahanya. “Karena restoran itu menampung banyak pegawai,” ujarnya. Kalau bisnis D’Cost sukses, maka makin banyak karyawan yang ditampung, semakin banyak berkah diberikan kepada karyawan. Karena itu pak David punya spirit bahwa D’Cost harus menjadi “distributor rezeki” bagi bagi para karyawan dan siapapun yang berbisnis dengan D’Cost. Wow… betapa indahnya.

Memerdekakan Berkah yang diberikan D’Cost, kata pak David, tak hanya kepada karyawan dan partner bisnis. Yang terutama justru kepada konsumen. Apa itu? Pak David bercerita bahwa model bisnis D’Cost sesungguhnya simpel, yaitu: menjadikan makanan-makanan yang dulunya nggak terjangkau oleh kantong rakyat kecil, kini menjadi terjangkau. “Mimpi saya adalah menjadikan rakyat kecil bisa makan masakan hotel berbintang tapi dengan harga yang terjangkau oleh kantong mereka,” papar pak David mengenai falsafah di balik tagline “Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima”.

Contohnya seafood. Selama ini kita mengenal seafood sebagai masakan mahal, tapi oleh D’Cost kini dibikin murah sehingga terjangkau rakyat jelata. Pak David kini juga sedang merintis restoran susi Jepang yang bakal buka sebentar lagi.

Prinsipnya sama, kalau selama ini masakan susi mahal dan hanya ada di hotel berbintang, maka kini harus menjadi murah dan terjangkau rakyat kecil. “Nanti kita akan bikin restoran Italia, restoran Amerika, restoran Eropa dengan harga rakyat jelata,” tambahnya.

Jadi prinsip giving di sini diterjemahkan sebagai “memerdekakan” rakyat kecil yang ingin merasakan dan menikmati masakan mahal, masakan hotel, atau masakan luar negeri, yang selama ini tak terjangkau oleh isi kocek mereka.


Pengusaha Bodoh

Ada lagi konsep bisnis nyleneh pak David yang membuat saya berpikir tujuh keliling. Yaitu argumentasi pak David yang menyebut dirinya sebagai “pengusaha bodoh”. Dia bilang bahwa, kini pasar dipenuhi oleh “konsumen pintar” dan “pengusaha pintar”.

Ciri konsumen pintar adalah ia minta mutu tinggi tapi dengan harga semurah mungkin. Sementara ciri pengusaha pintar adalah ia memberikan mutu tinggi tapi dengan harga berlipat-lipat lebih tinggi. “Kalau konsumen dan pengusaha sama-sama pintar, maka ini nggak akan ketemu-ketemu,” jelas pak David.

Karena itu, pak David memosisikan diri sebagai “pengusaha bodoh”. Apa cirinya pengusaha bodoh? Yaitu ketika dia memberikan mutu setinggi mungkin, tapi memasang harga semurah mungkin (yup, ini namanya “ngajak bangkrut” hehehe). “Saya bisa pastikan, konsumen pintar lebih suka pada pengusaha bodoh dibanding pengusaha pintar. Itu sebabnya saya memilih menjadi pengusaha bodoh,” seloroh pak David berargumen.

Secara logika model bisnis yang diambil pak David selintas nggak masuk akal. Bagaimana bisa memberikan mutu tinggi, tapi harga murah? Tapi justru inilah indahnya prinsip bisnis pak David. Intinya kalau niatnya ikhlas untuk memberikan yang terbaik untuk konsumen, maka Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Pendulum yang dilempar pasti pada waktunya akan kembali. Inilah indahnya prinsip memberi. It’s the power of giving.

Nyentrik

Untuk memberikan gambaran bagaimana prinsip giving ini dijalankan pak David, coba kita simak program-program promosi nyleneh dan melawan arus (yup, paradoks) yang dijalankan D’Cost. Ambil contoh program “Diskon Umur”. Program ini memberikan diskon ke konsumen sesuai umur yang tertera di KTP. Kalau umur Anda 30 tahun maka Anda dapat diskon 30%. Kalau umur Anda 80 tahun Anda dapat diskon 80%. Lalu bagaimana kalau umur Anda 104 tahun? “Anda malah dapat cash back, habis makan malah dapat duit,” ujar  pak David. Kwkwkwwkkw!!!

Contoh program nyleneh lain adalah program “Hamil Baru Bayar”. Program ini memberikan kesempatan para pasangan untuk merayakan pernikahan di D’Cost gratis untuk 300 kursi plus dekorasi pelaminan. Bayarnya kapan? Bayarnya setelah si istri hamil. Begini bunyi iklannya: “Pesta Pernikahan Sekarang… Hamil Baru Bayar.. (Tidak Hamil, Gratis)”.

Ada juga program “Uang dan Doa” dimana konsumen membayar makanan di D’Cost dengan “Separo Uang, Separo Doa”. Syaratnya, si konsumen wajib mendoakan orang lain dalam secarik kertas, doa inilah yang dipakai untuk membayar separo harga makanan yang dipesan. Kwkwwkwkw!!!

Seperti halnya saya, Anda para pembaca pasti bertanya-tanya: “Konsumen usia 104 tahun makan di D’Cost nggak bayar malah dapat duit, apa itu nggak bikin bangkrut?” Atau, “Pasangan menggelar resepsi gratis di D’Cost tapi setelah hamil menghilang nggak bayar, apa itu nggak bikin bangkrut?” Inilah sekali lagi keindahan dari spirit of giving.

Barangkali memang banyak pasangan yang tidak balik ke D’Cost saat istrinya hamil, tapi bagi pak David itu tidak jadi masalah. “Dari program-progran yang unik itu kita mendapatkan simpati dari konsumen dan ini bisa memicu promosi dari mulut ke mulut yang nilai rupiahnya bisa miliaran,” ujar pak David tangkas, “pokoknya nggak usah kawatir, itu semua Tuhan yang atur.”

Kini bahkan pak David sedang mempersiapkan gerai bakery-nya  dengan merek D’ Stupid Baker. Yang menarik adalah tagline-nya yang berbunyi: “5 Star Quality, Stupid Price“. Yang lebih menarik adalah nama perusahaan yang menaungi D’ Stupid Baker, yaitu PT Bocuan Gapapa. Mau tahu apa maksudnya? Bocuan Gapapa maksudnya “nggak profit nggak papa“… yang penting memberi… kwkwkkwkwkwkk…

Mengikuti pengalaman saya ngobrol dengan pak David, mungkin Anda kini mulai terbuka lebar hatinya. Barangkali Anda mulai sepakat dengan saya bahwa, setelah membaca kolom ini kita harus menjadi orang bodoh. Orang bodoh yang berjiwa pendekar. Orang bodoh yang bersenjatakan spirit memberi.

Sekali lagi: It’s the power of giving.
Ditulis oleh: Yuswohady
Read More

Minggu

Published 05:30 by admin

Pilih Pancing atau Ikan

Ada seorang pemuda yang sedang duduk santai dipinggiran trotoar jalan sambil menikmati keindahan dan suasana dijalan yang banyak pejalan kaki. Ceritapun bermula..


Ada orang bijak yang bertanya filosofis kepada pemuda tersebut.

"Kalau anda disuruh pilih, mau pilih pancing (alat mancing) atau milih ikan 500 kg?"

Dia (pemuda) menjawab, "saya pilih ikan 500 kg" 

Orang bijak geleng-geleng kepala sambil ketawa.... dan berkata dengan bijak.. 
"Anda jauh dari kebijaksanaan. Apakah anda tidak tahu bahwa 500 kg ikan bisa habis dimakan sedangkan alat mancing bisa untuk memancing ikan terus menerus selamanya"

Dia (pemuda) menjawab, 
"Anda yang terlalu naif. 500 kg ikan kalau dijual seharga 50 ribu per kilo ... berarti 25 juta, sedangkan alat mancing harganya hanya sekitar 500 ribu, beli 10 set hanya sekitar 5 juta. Saya bisa bayar 5 juta untuk menggaji 10 orang untuk memancing ikan bagi saya.  Dan bisa ambil 5 juta untuk bersedekah. Sisa uang bisa dibuat hal lain-lain, misalnya mengajak teman-teman untuk berburu. Bahkan sambil main catur bisa sambil menjaga orang-orang yang memancing ikan. Ikan hasil mancing bisa saya jual lagi. Hasilnya saya buat kolam, sebagian ikan saya ternak sampai bisa menghasilkan, lalu saya jual lagi. Setelah panen lalu sebagaian keuntungan saya belikan ikan lagi dan seterusnya.  Nah, hobby mancing saya tersalurkan, bisa bersedekah, bisa bersosialisasi, bisa membuka lapangan pekerjaan, dapat untung pula"

Orang Bijak, "Kamu orang mana?" 

Dia jawab, "Jombang" 

Orang Bijak, "😅😄😃😂"
Read More
Published 05:00 by admin

Manusia "amfibi" Menjadi Karyawan Juga Pengusaha

Sering menjumpai seorang berstatus karyawan sebuah perusahaan, namun pada saat yang sama juga memiliki usaha alias berstatus pengusaha. “Sebaiknya apa yang saya lakukan, saya bingung diantara dua hal ini: bekerja sebagai karyawan atau menjadi pengusaha?”.

Bukan tidak mungkin hal tersebut kita jumpai di masyarakat kita. Bisa disebut sebagai manusia "amfibi" yang hidup di dua dunia yaitu sebagai karyawan juga sebagai pengusaha. Waktunya dibagi sebagai karyawan dan pengusaha. Bukan pengusaha tulen. Bukan pula 100% karyawan.
Pertanyaan seperti di atas, biasanya muncul pada anak-anak muda yang masih sangat tergantung pada gaji untuk menopang hidupnya sehari-hari namun memiliki semangat wirausaha. Usianya yang muda membuatnya mampu bekerja siang malam nyaris tanpa lelah. Atau bisa juga pertanyaan itu muncul dari karyawan senior yang ingin berwirausaha, sudah mencoba, namun ketergantungannya pada gaji membuatnya takut melangkah penuh menjadi pengusaha.
Berikut pendapat pribadi saya dan sebagian sudut pandang Nukman Lutfi terhadap kondisi tersebut, mari kita simak:
Pertama: Hidup sebagai amfibi itu kurang optimal
Bagaimana pun, waktu itu hanya 24 jam sehari. Seorang karyawan yang baik, sedikitnya mencurahkan 8 jam sehari demi kemajuan perusahaan yang memberinya lapangan kerja dan menggajinya dengan baik. Mereka yang bekerja dengan baik, biasanya cukup lelah selama kerja, sehingga waktu di luar jam kerja dimanfaatkan betul untuk istirahat, menikmati hiburan dan bersosialisasi.
Karyawan yang baik tidak akan mencuri waktu kerjanya untuk hal-hal di luar kebutuhan kerja, baik untuk mengurusi bisnisnya sendiri atau mengerjakan pekerjaan lain yang biasanya disebut sebagai moonlighting.
Sebaliknya, pengusaha menghabiskan 24 jam sehari untuk  membangun dan membesarkan usahanya. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur, nafasnya adalah mengembangan usaha.
Maka mereka yang hidup di dua dunia ini akhirnya akan lelah sendiri dengan dua risiko: prestasinya sebagai pekerja tidak akan istimewa dan bisnisnya pun sulit berkembang.
Kedua: Sulit mencari amfibi yang sukses
Sampai hari ini saya kesulitan menemukan sosok sukses seorang amfibi. Jauh lebih mudah menemukan pengusaha yang berhasil atau karyawan yang berprestasi. Alasan pertama di atas menjadi penyebab utamanya. Sulit berhasil dan berprestasi di dua dunia yang memerlukan pemikiran dan perhatian optimal.
Oleh karena itu, kepada para karyawan/pengusaha amfibi, saya menyarankan:
Satu: kalau bisa, keluarlah dari status amfibi dan menjadi karyawan atau pengusaha tulen
Dengan menjadi yang tulen, potensi kita untuk menjadi karyawan berprestasi akan jauh lebih besar. Banyak contoh karyawan berprestasi yang bisa hidup mapan dan bahagia.
Dengan menjadi tulen pula, potensi dan peluang kita membesarkan usaha terbuka semakin luas. Banyak contoh seorang yang semula karyawan dan memutuskan sepenuhnya menjadi pengusaha dan kini menuai sukses.
Dua: tetapkan waktu kapan menjadi karyawan atau pengusaha tulen
Bagi yang sudah bertahun-tahun menjadi amfibi, memang sulit untuk memutuskan menjadi tulen. Untuk mempermudahnya, tetapkan waktu kapan untuk menjadi tulen,  misalnya paling lama setahun dari sekarang. Dengan demikian kita dapat membuat perencanaan matang keluar dari kungkungan amfibi.
Ketiga: bila terpaksa menjadi manusia "amfibi" lakukan dengan sangat bijaksana
Kadangkala rencana jauh berbeda dengan realita, sehingga kita wajib menyikapinya dengan bijaksana. Bila memang sulit melepaskan status amfibi maka lakukan dengan ekstra hati-hati. Pilihlah bisnis yang sudah autopilot dimana tidak membutuhkan kehadiran kita karena sudah ada tim yang melakukannya. Tanpa mecuri-curi waktu dan perhatian sebagai karyawan. Jadilah karyawan yang diatas rata-rata dimana berskonstribusi terhadap kemajuan perusahaan.
Read More
Published 04:30 by admin

Karyawan Pilih Investasi atau Bisnis?

Mungkin tidak hanya anda yang baru lulus kuliah dan merasakan dunia perkantoran, bisa jadi anda yang sudah lama di dunia kerja bisa jadi anda sedang memikirkan hal tersebut? Lalu, tawaran demi tawaran muncul, ada yang menawarkan 'bisnis' ada juga yang menawarkan 'investasi', tapi mana sih yang cocok untuk seorang karyawan?



Nah, bagi para karyawan yang merasakan penghasilannya kurang dan ingin penghasilan lebih baik namun tidak mengetahui apa yang harus dilakukan tentu akan mencari solusi untuk menyiasati keadaan ini. Umumnya, solusi akan ditawarkan dari lingkungan karyawan itu sendiri, ada saja teman yang mengajak bisnis untuk menambah penghasilan, ataupun adapula yang mengajak berinvestasi untuk 'menernak' uangnya. Namun, sebelum jauh membahas apa yang cocok bagi karyawan, akan lebih baik bilamana kita mengetahui apa itu bisnis dan investasi.



Dari segi definisi, investasi dan bisnis itu sama tapi beda, investasi itu sama dengan bisnis tapi investasi bisa diartikan penanaman modal tak langsung, kalau bisnis penanaman modal langsung. Lalu, berbicara mengenai bisnis dan investasi, mana yang lebih cocok bagi karyawan? Untuk menjawabnya, harus diketahui dulu tujuannya, untuk apa bisnis? Untuk apa investasi? Bila anda yang berprofesi sebagai karyawan memilih berbisnis untuk menambah penghasilan bulanan, maka ketahui pilihannya, karena bisnis bagaimanapun membutuhkan keberanian, keahlian dan ketekunan. Namun, bagi seorang karyawan harus diingat bahwa waktu menjalankan bisnis yang terbatas karena status sebagai karyawan, dan bisnis terancam tidak akan optimal. Selain itu, harus hati-hati bisnis yang dijalankan akan mengganggu pekerjaan utama karena konsentrasi terpecah, ingat! status utama adalah sebagai karyawan. Bila anda menjalankan bisnis saat jam kerja maka anda bisa "cacat integritas" bukankah perusahaan mengaji anda untuk bekerja bukan berbisnis pribadi!

Selanjutnya, bila anda sebagai seorang karyawan yang berinvestasi untuk menambah penghasilan maka perlu diketahui bahwa bila ingin memetik hasil dari investasi itu butuh waktu agar investasinya berkembang. Namun, ketika anda memilih untuk berinvestasi dan sabar, maka anda akan memetik hasilnya di masa depan. Saya akan mencoba menjelaskannya dengan meberi contoh sederhana: Misalkan anda seorang karyawan, bayangkan kalau sekali makan diluar sekalian nonton bioskop menghabiskan Rp 200.000,- dan misal satu bulan bisa 3x maka jadi Rp 600.000,-. Nah, tahukah anda? Ternyata, bila diinvestasikan setengahnya saja yaitu Rp 300.000 dalam jangka waktu 5 tahun di reksa dana saham dengan imbal hasil 20% maka hasilnya bisa jadi Rp 30-an juta! Hampir 2 kali lipat dari anda menabung di bank, luar biasa bukan?

Tapi sebetulnya, bila kita berbicara mengenai sesuai mana bagi karyawan, 'bisnis atau investasi?' Maka dikembalikan pada karyawan tersebut. Untuk jangka pendek mungkin bisnis bisa membantu menambah pemasukan bulanan meski harus memilih bisnis yang tidak mengganggu waktu kerja seperti waralaba atau join saham usaha teman yang bisnis. Atau bisa juga melakukan bisnis dari keahlian dan hobi, seperti fotografi atau bahkan menyanyi saat selesai jam kerja/ weekend! Namun, bagi karyawan yang ingin mencapai tujuan keuangan untuk jangka panjang seperti pensiun atau pendidikan anak, tentu investasi menjadi jawabannya.

Terlepas dari itu semua, apapun pilihan anda baik itu bisnis atau investasi, pelajari terlebih dahulu dan pastikan bisnis yang anda jalankan terkait resikonya dan tidak menganggu pekerjaan, benar dan tidak melanggar aturan yang berlaku di perusahaan. Bilapun anda berinvestasi, maka pelajari juga produknya, jangan sampai salah investasi apalagi investasi bodong, selain itu, pastikan investasi yang anda lakukan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan anda!

Read More

Kamis

Published 21:00 by admin

Membangun Passive Income


Semakin banyak aset yang kita miliki maka bisa jadi semakin besar pula uang yang kita dapatkan dari sumber passive income. Sebagai orang yang ingin membangun passive income, kita harus fokus membangun aset.



“An Asset is something that puts money in my pocket.
A Liability is something that takes money out of my pocket.”


Aset seperti apa yang harus dibangun guna memiliki passive income? Setidaknya ada 5 aset yang dapat menjadi sumber passive income Anda. Ini dia 5 aset yang dapat menjadi sumber passive income.

1.  Properti yang Disewakan

Masih ingat dengan contoh hunian kos-kosan yang saya bahas di posting sebelumnya?
Hunian kos-kosan yang disewakan bisa menjadi salah satu aset sumber passive income Anda. Ketika sebuah rumah disewakan sebagai hunian kos-kosan maka rumah tersebut menjadi aset. Mengapa? Karena ada orang yang tinggal dan membayar biaya sewa atas rumah tersebut. Bayangkan kalau Anda punya sebuah hunian kos-kosan yang menampung 8 orang. Dari setiap orang, tiap bulannya Anda menerima uang sewa 1 juta Rupiah. Jadi, jika 1 juta Rupiah x 8 orang maka dalam sebulan Anda bisa mendapatkan omzet 8 juta Rupiah.
Ingat, ini masih berupa omzet. Omzet ini nantinya akan dikurangi dengan biaya pengelolaan rumah kos-kosan. Contoh biaya dalam pengelolaan rumah kos-kosan misalnya : biaya gaji asisten rumah tangga, biaya listrik, biaya internet, dan sebagainya.
Jika Anda ingin memiliki passive income, salah satu aset yang dapat Anda bangun adalah properti. Miliki properti dan kemudian sewakan properti tersebut. Uang sewa dari properti tadilah yang bisa menjadi passive income bagi Anda.

2. Pendapatan dari Investasi Pada Aset-Aset Kertas

Contoh investasi pada aset kertas misalnya : reksadana, saham, kontrak berjangka, dan lain-lain. Jika Anda tidak tertarik untuk berinvestasi pada aset nyata seperti properti, Anda dapat mencoba berinvestasi pada aset kertas seperti reksadana atau saham.
Ketika kita mampu menjalankan investasi dengan baik, maka aset-aset kertas (misal : reksadana) yang kita miliki dapat menjadi sumber passive income. Pendapatan dari investasi saham atau reksadana inilah yang dapat menjadi passive income Anda. Saat Anda berinvestasi pada reksadana maka Anda tidak harus aktif bekerja. Justru sebaliknya, uang yang Anda miliki yang akan bekerja untuk Anda.

3. Royalti


Ketika Anda memiliki hak cipta atas sebuah karya, maka Anda berhak untuk mendapatkan royalti atas penggunaan karya-karya Anda. Salah satu profesi yang dibayar dengan royalti adalah profesi penulis buku. Penulis buku mendapatkan bayaran dalam bentuk royalti atas buku-buku yang ia tulis. Salah satu sumber passive income saya adalah dari royalti sebagai penulis.
Tak hanya penulis buku, profesi seperti musisi (pencipta lagu) juga merupakan contoh profesi yang biasanya dibayar dengan royalti. Ketika kita menciptakan sebuah lagu, lalu lagu tersebut dipakai untuk soundtrack acara televisi, diputar di radio/di ruang publik, maka kita berhak atas royalti. Royalti ini akan terus dibayarkan selagi karya kita masih dibeli/dipakai oleh orang lain. Nah, dari pembayaran royalti inilah kita bisa mendapatkan income meski kita tidak aktif bekerja.
Jadi, bagi Anda insan-insan kreatif, Anda dapat membangun aset dalam bentuk karya-karya yang menghasilkan royalti. Banyak orang tua yang melarang anaknya untuk jadi seniman ataupun penulis. Mereka berasumsi bahwa profesi penulis dan seniman merupakan profesi yang tidak bisa diandalkan untuk membiayai hidup. Padahal, anggapan semacam ini belum tentu tepat. Mengapa? Karena profesi penulis/seniman termasuk profesi yang dibayar dengan royalti. Si penulis atau siapapun yang punya hak cipta bisa terus dibayar dengan royalti selagi karyanya digunakan oleh orang-orang.
Hanya saja, memang untuk menjadi penulis/seniman yang kaya jelas butuh proses dan perjuangan.

4. Bisnis yang Berjalan Secara Otomatis

Aset ke-4 yang dapat dibangun guna menghasilkan passive income adalah bisnis yang berjalan secara otomatis. Bisnis yang berjalan secara otomatis adalah bisnis di mana sang pemilik (owner) tidak harus terlibat dalam proses operasional bisnis. Ketika seorang pemilik bisnis bisa meninggalkan proses operasional dan bisnisnya tetap berjalan, maka saat itu juga si pemilik bisnis mendapatkan passive income. Mengapa? Karena ia tidak harus terlibat dalam proses operasional bisnisnya. Ia tidak harus bekerja secara aktif, tetapi uang tetap mengalir ke kantongnya.
Untuk memiliki aset dalam bentuk bisnis yang berjalan secara otomatis, ada dua cara yang dapat kita gunakan. Dua cara tersebut antara lain :
  • membeli sistem bisnis (waralaba), atau
  • membangun bisnis sendiri yang nantinya dapat berjalan secara otomatis.
Contoh bisnis waralaba misalnya restoran cepat saji KFC, McDonald’s, Indomaret, Alfamart dan masih banyak lagi. Ketika kita membuka bisnis dengan sistem waralaba, maka kita akan membeli sistem bisnis (waralaba) dari pemilik waralaba (franchise). Nah, sistem yang kita beli tadilah yang akan dipakai sebagai bisnis kita nantinya. Proses operasional bisnis kita akan sama dengan bisnis-bisnis lain yang satu brand dengan kita. Ambil contoh, Anda membeli franchise KFC, maka cabang KFC yang nanti Anda buka juga akan sama (atau setidaknya mirip) dengan cabang KFC di tempat lain. Untuk memiliki bisnis dengan sistem waralaba, maka Anda perlu memiliki modal uang untuk membeli franchise tersebut.
Cara kedua yang dapat digunakan apabila ingin punya bisnis yang berjalan secara otomatis adalah dengan membangun bisnis Anda sendiri. Apapun bisnis yang akan Anda bangun, Anda harus punya misi untuk menjadikan bisnis Anda berjalan secara otomatis. Jika keinginan Anda adalah memiliki passive income, maka mau tidak mau, Anda harus mengarahkan bisnis Anda ke bisnis otomatis. Usahakan bisnis Anda dapat berjalan tanpa campur tangan Anda dalam proses operasional.
Contoh, Anda membuka warung mie ayam. Nah, upayakanlah agar warung mie ayam ini nantinya dapat berjalan secara otomatis tanpa Anda harus terlibat dalam operasional warung tersebut. Jika warung mie ayam Anda sudah bisa berjalan secara otomatis, maka Anda berhasil memiliki sumber passive income.

5. MLM (Multi Level Marketing)

Aset ke-5 yang juga dapat dibangun guna menghasilkan passive income adalah MLM (multi level marketing). Terlepas dari berbagai pro dan kontra masyarakat terhadap MLM, MLM tetap merupakan sumber passive income. Bagi mereka yang sungguh-sungguh tekun menjalankan MLM, maka mereka akan memiliki aset dalam bentuk network, yang mana network/jaringan inilah yang nantinya akan menghasilkan uang ke kantong mereka.
Dari ke-5 aset di atas, saya pribadi lebih memilih fokus pada 4 aset pertama yakni : properti, investasi aset kertas, royalti, dan bisnis yang berjalan secara otomatis. Mengapa tidak MLM?
Saya tidak alergi pada MLM. Hanya saja, pada dasarnya saya kurang cocok (tidak nyaman) dengan MLM. Alhasil ketika ada teman yang menawari saya untuk join di MLM mereka, hampir pasti saya akan menolak.

Tak jadi soal aset mana yang ingin Anda bangun, yang penting Anda mau berkomitmen dan berproses untuk membangun aset tersebut. Mulai sekarang, mari kita bangun aset yang lebih banyak lagi dan lebih bermanfaat.

sumber: jagoanpassiveincome.com
Read More

Senin

Published 23:23 by admin

Forex vs Saham dalam Perspektif Seorang Trader


 
Setelah sekian lama saya bergelut di dunia saham khususnya di bursa IDX, saya menemukan banyak kelemahan terkait regulasi di bursa atau nature dari saham itu sendiri yang menyebabkan 'disadvantage' bagi investor atau trader.

Berikut adalah beberapa diadvantage utama dari trading saham:

1. Market satu arah
Trading saham di bursa Indonesia hanya bisa dilakukan satu arah artinya anda hanya bisa buy suatu saham dan kemudian sell saham tersebut. Profit hanya anda bisa dapatkan ketika harga sahamnya naik. Hal ini menyulitkan karena pada masa-masa downtrend kita tidak bisa atau sulit sekali mendapatkan profit.
FOREX: memungkinkan untuk 2 arah, sehingga pada apapun kondisi market uptrend / downtrend, tetap bisa mendapatkan profit.

2. Harga gap up / gap own ketika opening market atau preclosing.
Trader seringkali direpotkan oleh 'permainan' big money yg pada waktu opening / preclosing membuat gap down / up. Terutama sekali ketika opening dimana harga gap down dalam, biasa sudah jauh dibawah batas cutloss kita dan membuat decision menjadi sulit.
FOREX : Market forex adalah 24 jam 5 hari seminggu, sehingga membuat kecil sekali kemungkinan untuk terjebak dalam situasi gap up / down.

3. Ketidak seragaman platform trading
Masing-masing sekuritas memiliki platform trading yang sifatnya proprietary dan tidak seragam. Hal ini menyulitkan bagi trader / investor untuk berganti sekuritas.
Bila sekuritas tidak memberikan layanan dengan baik, dan trader tersebut pinda sekuritas, maka dia harus mempelari lagi dari awal platform trading sekuritas yang baru.
FOREX : De facto standard platform trading forex adalah MT4, apapun pilihan broker nya.

4. Tidak ada (sedikit sekali) fasilitas Automated Trading
Hanya segelintir sekuritas saja yang memiliki fitur ini pada platform mereka, beberapa yang saya tahu adalah KDB Daewoo dan IPOT. Penggunaan fitur ini cukup kompleks.
Namun fitur ini hanya sebatas untuk mengeksekusi order berdasar kondisi tertentu yang sangat sederhana, misalkan posisi bid / offer suatu saham.
Platform tersebut tidak dapat di program dengan menggunakan algoritma / logic tertentu yang menggunakan kondisi yg lebih kompleks misalkan kita tidak bisa mengeksekusi order secara otomatis bilamana MACD cross, dan posisi harga candle diatas MA20 dan level CCI menembus -100 keatas.
Platform trading dari sekuritas tidak memungkinkan untuk memprogram kondisi yg kompleks tersebut apalagi mengeksekusinya.
FOREX : MT4 menggunakan programming language C# sehingga mampu untuk di program sehingga memungkinkan untuk menjadi robot (Expert Advisor)

5. Pilihan saham terlampau banyak.
Ada sekitar 400 emiten di IDX yang sahamnya di perdagangkan.
FOREX : Major pair hanya ada beberapa saja. FRPEA menggunakan hanya 10 pair currency saja.

6. Fraksi harga yang besar
Perbedaan fraksi / tick harga yang besar ini membuat penentuan level cutloss menjadi sulit, karena beda 1 tick saja bisa berarti beda 0.5% – 1%
FOREX : Penentuan level TP maupun CL dapat menggunakan 4 digit atau 5 digit dibelakang koma, sampai dengan 0.1 pip sehingga sangat presisi.

7. Pukul 09.00 – 16.00 WIB – 5 hari seminggu.
Opportunity trading yang ada cukup singkat, dan dibatasi waktu hanya pada jam bursa saja.
FOREX : Market open 24 jam selama 5 hari. Cocok bagi anda yang siangnya masih berkerja kantoran dan malam bisa menyambi bermain forex :)

8. Likuiditas yang relatif kecil.
Likuiditas yang kecil ini memberikan efek yang cukup signifikan pada bentuk chart saham. Coba anda kecilkan timeframe saham menjadi 1 menit (M1) atau 5 menit (M5). Maka saham bluechip berkapitalisasi besar sekalipun sekelas ASII, BBRI, BMRI akan terlihat berantakan chartnya pada timeframe M1 dan tidak bisa dianalisa secara teknikal.
Hal ini menyebabkan teknik scalping pada bursa Indonesia tidak memungkinkan.
FOREX : Likuiditas pada Major pair sangat besar dan memiliki bentuk chart yang bagus dan bisa dianalisa even untuk timeframe M1, sehingga teknik scalping bisa diterapkan pada Forex.
8 hal diatas merupakan yang paling menjadi disadvantage dari saham dibandingkan dengan forex.

Source: jfxpro.com
Read More

Kamis

Published 18:54 by admin

Jadikan Uang Bekerja untuk Kita!


Pesan khalifah Umar "wahai pekerja jangan kau habiskan semua penghasilanmu. Sebagian belikan ladang, sebagian belikan kambing". Dalam konteks saat ini, baiknya penghasilan kita sebaiknya bisa lebih ditingkatkan produktifitasnya, dikelola dengan benar agar bisa lebih berkembang salah satu wasilahnya melalui paper asset. Jadikan uang bekerja untuk kita!
Read More

Rabu

Published 03:04 by admin

Parenting: Kiat Menggelola Bully

Dapat sebuah kiriman di group WA yang membahas tentang Parenting. Baca sampai tuntas, bagus dan yang penting lagi praktekkan. Silahkan dishare ya...



🙊🙉🙈😜
*Parenting with Elly Risman's Family*
(Sara Risman)
➖➖➖➖➖➖
Si pesek di bilangnya mancung ke dalam.
Si mancung di panggil Pinocchio
Si pendek di sindir semampai (semeter tak sampai).
Si jangkung menjadi tiang listrik
Si kulit putih menyilaukan,
Si kulit hitam dianggap punya ilmu menghilang di malam hari
Si kurus di panggil korek api
Si gemuk…. saking banyaknya ejekannya… sampai tidak bisa saya sebutkan satu per satu disini.
Mengejek, menghina, menertawakan orang lain sudah terjadi dari zaman nabi-nabi yang awal (Q.S 11:38).
Hanya saja sekarang kita menggunakan istilah yang lebih keren … *verbal bully*
Memiliki nama lengkap yang … unik, menjadikan saya korban bully sepanjang yang saya ingat.
Apalagi waktu saya tinggal di Amerika, untuk lidah mereka, menyebutkan Yuhyina Maisura itu membuat wajah mereka seakan terserang stroke ringan saking susahnya.
Melewati masa remaja dengan beban itu, walaupun makna namanya adalah 'hidup yang mudah', menjadi tantangan tersendiri
Belum badan saya yang dari hari ke hari semakin mirip Babon daripada Angelina Jolie.
Karena sudah kenyaaaaanggg di bully verbal, sy jadi jago banget ngeles.
_Dan saya rasa ketrampilan ini sangat penting untuk dikuasai oleh semua orang. Terutama anak-anak._
Ada 3 cara dalam menghadapi situasi verbal bully, menurut saya.
Tujuannya sama: mendiamkan yang melakukan bully verbal.

*1. Diam*
Ini adalah cara yang paling ringan.. tapi yang paling tidak mudah.
Karena secara fitrahnya manusia tidak suka di ejek, jadi jiwa nya akan jadi down atau bergejolak untuk membalas balik hinaan tersebut.
Trik ini biasanya digunakan jika kita di hina oleh orang yang lebih tua yang tidak bisa kita hina balik, hahaha.
Atau teman yang sudah kita balas berkali2 verbal bully nya, cuma teteppppp aja melakukannya lagi dan lagi.
Entah hobby, entah jiwa nya kosong, atau mungkin dia keturunan badak.. secara di bilangin nggak masuk-masuk.
Trik ini tidak saya sarankan untuk anak-anak, kenapa? karena kalau mereka diam saja ketika menerima verbal bully, mereka lama-lama jadi percaya akan apa yang orang lontarkan terhadap mereka, dan itu berbahaya bagi manusia yang ember kepercayaan dirinya belum selesai di isi oleh orangtuanya.
Trik ini juga tidak saya sarankan untuk di iringi dengan senyum. Karena senyum adalah respon positif.
Teori psikologinya, kalau org di kasih respon positif, kecenderungan akan perilaku tersebut untuk berulang menjadi tinggi.
Kita, yang sudah gede ini, biasanya membalas dengan diam dan senyum adalah selain karena kita di besarkan dengan adab norma ketimuran, tapi juga untuk 'mengelus' perasaan kita yang sudah tersakiti dan tidak bisa membalas lagi.
Orang yang menggunakan trik ini biasanya mengharapkan dengan di cuekin , si pembully berhenti sndiri

*2. Semakin menghina diri*
Ketrampilan ini khususon untuk mereka yang ember kepercayaan dirinya sudah tinggi.
Orang-orang yang minderan, saya sarankan jangan menggunakan trik ini karena bisa malah semakin minder.
Orang-orang yang suka menghina orang lain biasanya karena aslinya diri mereka terhina, terancam dan rendah, jadi mereka harus 'menginjak' orang lain agar mereka merasa tinggi. Tujuan ini lah yang kita gunakan untuk menghentikan verbal bully.
Kalau org mau menjatuhkan kita..tp kita sudah jatuh, nggak mungkin kan di jatuhkan lagi.
Jadi contoh trik ini dalam kehidupan nyata adalah:
"Sar.. lo gemuk banget sekarang" --> "iya nih, 11-12 ama kuda nil.. ketiup angin sedikit udah nge gelinding gue"
"Lo kurus bgt sih sampe tulang keliatan semua gini" --> "Yoi,..kl lagi lowong biasanya gw kerja part-time jadi papan penggilesan"
"Perasaan lo pake baju itu mulu stiap kali ketemu" --> "ho oh nih.. Cuma pny 2 baju. Satu cuci, satu pake"
Anda bisa membuat jawaban anda sendiri.
Kesannya trik ini memang menjatuhkan diri sndiri..tp karena tujuan kita adalah mendiamkan si pembully, jadi gpp lah.
_*Selama kita tau kita nggak seburuk yang org itu katakan, asik2 aja sharusnya jawabnya.*_
Nggak pake tersinggung, ingat saja selalu dalam hati bahwa org ngejek kita karena pada dasarnya dia terhina, jadi untuk tidak terhina, cara satu2nya yang dia tau adalah menghina orang lain.
_Mungkin begitu cara dia di besarkan. Jadi maklumi saja.. kasihani._

*3. Balas tanpa menghina*
Kalau kita menghina balik (Dasar lo jelek-->lo juga miskin), kita sama rendahnya dong sm itu org.
Kalau kita membela diri (pesek lo! --> biarin aja, yang penting pnya idung), keliatan bgt kita tersinggung dan merasa harus membela diri.
Jadi balas dengan anggun.
Pastikan tidak ada kalimat hinaan di dalam kalimat kita, pun ada, buat sebagai kalimat tanya.
Allah membolehkan kok membalas (Q.S 16:126).
Dan si pembully harus tau bahwa dia salah, dan sudah menyakiti orang lain.
Contoh:
" Tambah gendut aja sar.." -->"Gendut itu tanda makmur.. kaya. Lo miskin jeng?"
"Item bgt lo sekarang kulitnya" --> *sambil pegang rambut* "Ini item cuy.. gw mah coklat. buta warna lo brooh?
"Lo ternyata tinggi bgt kyk tiang listrik" --> " iya..beda atmosfer kita ya.. gimana udara di bawah? Bisa cium kentut gw nggak?"
Tapi tentunya sebelum anak-anak bisa membela diri, orangtuanya harus membantu.
Memiliki 2 anak dengan spectrum warna kulit yang berbeda, saya selalu harus pasang badan ketika orang mengutarakan perbedaan warna mereka.
Setiap kali Raia dibilang lebih hitam dari adiknya saya selalu mengatakan 'iya.. ini susu coklat saya. Si adik susu putih. Susu putih segar, tapi susu coklat manis, ya Rai ya?"
_*Menghadapi bully verbal di perlukan konsep diri yang sangat2 bagus.*_
Kalau konsep diri orangtua nya tidak bagus, bagaimana bisa membentuk konsep diri yang positif pada anak2nya?
Itu mengapa konsep diri positif sangat penting bagi anak perempuan karena mereka yang banyak turun tangan pada pengasuhan.
*Anak-anak harus bisa membela dirinya sndiri.*
Kenapa? Karena ayah dan ibu tidak selalu ada untuk melindunginya.
Mata hanya dua, tangan terbatas jaraknya. Mereka akan melanglang buana ke ujung dunia, dan akan selalu menemui manusia-manusia berjiwa hampa yang suka sekali menghina.
_Anak anda yang suka menghina?_
Sudah waktunya buka quran bersama dan membahas surat al hujurat ayat sebelas.
Orangtua harus mengisi 'ember kepercayaan diri' anaknya begitu penuh sehingga berapapun lubang yang di tusukkan padanya, tidak akan mengeringkannya. (Alvin Price)
➖➖➖➖➖➖
#sarrarisman
NB. Jika tulisan ini di rasa bermanfaat, silahkan di share. Izin berlaku seumur hidup, jadi tidak perlu izin2 lagi.
🌾🐝🌾🐝🌾🐝🌾
Read More