Mengelola sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR)



Ada hal menarik yang inggin saya sampaikan, ini terkait beberapa waktu lalu saya menghadiri kegiatan di salah satu Bank Umum. Saat itu ditanya latar belakang pendidikan, pekerjaan, keluarga hingga cita-cita. hehe...

Singkat cerita, yang pada akhirnya saya didorong untuk berbagi kisah (melalui tulisan atau catatan) agar katanya ada orang lain yang dapat 'manfaatnya'. Memang selama ini saya begitu antusiah ketika bicara dengan topik motivasi (agama), bisnis, teknologi, pendidikan, keuangan pribadi (melek finansial), dan perbankan (BPR). Karena mungkin latar belakang saya pernah mengenyam pondok, pernah kelola bisnis dan sosial di pendidikan, kuliah IT, bekerja di Bank. Mudah-mudahan benar ada yang dapat 'manfaatnya' dan bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang apling banyak manfaatnya, semoga.

Kali ini saya cerita tentang bagaimana mengelola sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Jika ada yang belum tau apa itu BPR? BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. lebih lengkapnya klik disini.



Mengelola BPR tidak lebih kompleks dari mengelola sebuah perusahaan lain. Dalam hal ini, BPR dituntut dapat menghimpun dana pihak ketiga (DPK) baik tabungan maupun deposito dan menyalurkan dana berupa kredit yang disalurkan (KYD) serta memperoleh selisihnya berupa keuntungan (LABA) untuk itu harus memperhatikan biaya operasional (BOPO) yang sehat.