Senin

Published 00:01 by admin

Less is More

Game Flappy Bird ternyata menghasilkan cash flow 600 jutaan per hari. Wow. Padahal hanya dikerjakan oleh satu orang anak muda dari Vietnam. Berbagai review pun menilai game ini jelek dan amatiran.


Kenapa game ini begitu digemari?
Saya tidak tahu. Saya bukan penggemar atau pengamat game.
Yang saya tahu, game ini sangat sangat simple. Idenya simple, programingnya simple, disainnya simple (buruk bahkan). Tapi justru orang sedunia menggilainya.

Idenya simple itu kadang tidak terlihat oleh orang kebanyakan. Orang kebanyakan berpikirnya kompleks, bekerjanya juga kompleks.

Coba perhatikan produk-produk Apple. Semuanya serba simple. Bayangkan, Apple hanya dengan 4 produk dengan 2-3 pilihan warna bisa menjadi perusahaan bernilai tertinggi di dunia. Bandingkan dengan Samsung yang ngos-ngosan mengejarnya dengan jumlah produk yang tak terhitung variannya. Samsung sangat kompleks.

Disain produk-produk Apple pun demikian. Sangat simple. Perhatikan disain iPhone itu, hanya ada 1 tombol dan tanpa logo Apple sama sekali di depannya.

Orang yang berpikir kompleks selalu berpikir untuk menambah. More, more, more adalah kredonya. Kebalikannya, orang yang berpikir simple selalu berpikir untuk mengurangi. Less, less, less. Kalau 1 tombol saja cukup, buat apa disediakan 3 tombol?
I believe in the power of less. Less is more.
Read More

Minggu

Published 15:06 by admin

Memakmurkan Masjid-Memakmurkan Rezeki

Masjid adalah tempat yang paling baik di muka bumi. Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat yang sangat mulia dan sangat utama untuk kegiatan ibadah umat Islam seperti sholat, berdzikir, bersholawat, dan majlis ta’lim. Maka dari itu Allah SWT sangat mencintai masjid dan orang orang yang berjalan menuju masjid untuk beribadah

Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-­orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka (semoga) merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At Taubah: 18)

Jika diibaratkan sebagai tuan rumah, maka apakah kita ragu terhadap kedermawanan Allah terhadap tamu-tamu yang datang ke rumah Allah? Jika manusia saja diajarkan oleh Baginda Rasulullah SAW untuk menghormati dan memuliakan tamunya, maka apabila kita bisa berpikir dengan bijak dan merasakan dengan hati nurani harusnya kita sadar bahwa Allah akan menjamu tamuNya dengan sangat mulia. Maka kita berlomba-lomba untuk datang  memakmurkan masjid agar kita menjadi makhluk pilihan/tamu yang dimuliakan oleh Allah.



Bayangkan saja ketika kita menjadi tamu kehormatan di kediaman seorang raja atau presiden. Apakah hidangan dan sambutannya sama seperti yang ada di rumah orang biasa? Sudah jelas hidangan dan sambutannya akan lebih terhormat saat kita bertamu di kediaman presiden dibanding dengan bertamu di rumah orang biasa. Raja/presiden hanyalah manusia biasa yang memimpin suatu negara bukanlah penguasa yang menciptakan alam semesta yang indah dengan segala keteraturannya ini. Dan Allah SWT lah adalah Sang Pencipta, Maha Penguasa, Maha Kaya yang memiliki seluruh yang ada di alam semesta ini. Masihkah kita meragukan kekayaan Allah? Masihkah kita meragukan kedermawanan Allah? Jika Allah tidak sayang dan mengasihi kita semua, mungkin saat ini kita tidak akan sebebas ini menghirup oksigen yang masuk ke tubuh kita. Kalau kita berpikir, berapa harga tiap tabung oksigen? Apakah selama ini kita membayar untuk itu? Oleh karena itu sudah sepantasnya kita bersyukur dan bersujud atas segala nikmat Allah yang diberikan kepada kita.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan” (QS Ar Rahman 13)
Read More
Published 16:07 by admin

Simplicity

Beberapa waktu lalu, saya membaca buku “The Power of Simplicity” karangan Jack Trout dan Steve Rivkin. Saya pernah baca sekilas edisi Englishnya tapi karena bahasanya terlalu rumit buat saya, kemudian saya mencari2 edisi Indonesiannya. Cerita punya cerita ternyata buku tersebut ada di lemari buku bos saya. Dengan enteng saja, buku ini aku pinjam, kayak Mas Iwan Fals.

Buku ini mengajak orang untuk berbisnis dengan sederhana, dengan jargon-jargon kesederhanaan, kata-kata mutiara dari orang-orang terkenal jadul (jaman dulu) dan tentu saja contoh-contoh penyelesaian yang sederhana pula. Pokoknya semakin sederhana kita berbisnis, semakin maju. “Menggugah” kutipan dari Booklist yang memberi komentar. Dan benar-benar menggugah buat saya. Membelalakan mata saya akan kesederhanaan. Membuka pikiran saya.
Apalagi di bab akhir yang banyak sekali mengutip kalimat-kalimat dari beberapa tokoh terkenal. “Kesederhanaan karakter adalah hasil alami dr pemikiran mendalam.” Begitu kata Thomas Hazlitt, pengarang esai dari Inggris.

Atau kata Hendri Deterding, seorang Dirut Royal Dutch Oil, “Setiap saya menerima usulan bisnis yang, setelah saya merenung, tidak bisa saya sederhanakan, saya mengabaikannya.” “Dari sesuatu yang sangat kompleks, keluar sesuatu yang sangat sederhana” kata Winston Churchill. Kata Edward Teller seorang Fisikawan sungguh menarik, “Mengejar kesederhanaan dalam hidup, dalam dunia, di masa depan, adalah inisiatif paling bernilai.”. Yang jauh lebih fantastis adalah kata-kata Albert Einstein, “Materi kesuksesan seperti dilihat orang lain, publisitas, kemewahan, bagi saya semua itu menjijikan. Saya percaya bahwa gaya hidup sederhana dan bersahaja adalah gaya hidup terbaik bagi semua orang, baik tubuh maupun jiwa.”
Mungkin sesederhana ayat ini. “…, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Muzammil : 20). Begitu pula dengan ayat-ayat yang lain. Sungguh Islam mengajarkan kita dengan sederhana, untuk hidup sederhana, dengan cara yang sederhana dan tujuan yang juga sederhana. Tapi pernahkah kita berpikir?
Pernah kita mendengar riwayat nabi Muhammad SAW, yang begitu sederhana menjalani hidup, begitu bersahaja, begitu santun tapi juga begitu tegas. Salah satu riwayatnya mungkin sudah sering anda dengar, yakni pernah nabi Muhammad SAW setiap berjalan menuju suatu tempat, pasti ada si Fulan yang meludahi, melempari dan mencaci maki. Tapi oleh Rasulallah hanya dibalas senyum. Kemudian di suatu hari, Rasulallah kaget karena beliau tidak mendapat perlakuan seperti biasanya. Beliaupun bertanya kepada tetangga si Fulan dan mengetahui bahwa si Fulan sedang sakit. Nabi Muhammad SAW kemudian bergegas menuju rumah si Fulan, mendapatinya sedang sakit, kemudian beliau mendoakan. Masuklah si Fulan ke Islam. Sungguh mulia akhlak beliau, sungguh santun. Kalau perlakuan si Fulan yang sangat tidak baik seperti itu saja Rasul sangat santun menghadapinya, bagaimana dengan perlakuan kaum Quraisy terhadap beliau sehingga beliau bersedia mengangkat pedang? Sungguh suatu kesederhanaan yang sangat dalam. Tapi pernahkah kita berpikir?


Setelah membaca buku “The Power of Simplicity”, saya tarik kesimpulan bahwa Islam mengajarkan kesederhanaan sejak tahun 600an. Ajaran Islam adalah sungguh benar adanya. Ini bukti nyata kebenaran Islam yang diungkapkan oleh dua orang Yahudi secara tidak sengaja dengan akal sehat mereka.
Mari kita merenungkan beberapa ayat ini:
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an). (An Nisa’ : 174)
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (Shaad : 29)
Read More
Published 15:31 by admin

Nasib Keberuntungan

Ini kisah tentang seorang petani tua yang bekerja di sawahnya. Suatu hari kerbau yang biasa membajak sawahnya melarikan diri. Mendengar ini, tetangga si petani tua datang mengunjunginya, dan dengan penuh simpati berkata, “Oh, petani tua. Sungguh malang nasibmu.”
Sang petani pun menjawab, “Mungkin saja, tapi tidak apa-apa.”
Keesokan harinya, kerbau itu kembali, bersama dua kerbau lepas yang liar. “Sungguh menakjubkan. Betapa beruntungnya nasibmu,” seru tetangganya.
Sang petani menjawab, “Mungkin saja.”
Hari berikutnya, anak si petani tua mencoba menaiki salah satu kerbau yang masih liar itu. Sang anak terlempar dari punggung kerbau yang belum jinak itu. Kakinya patah. Mendengar ini, tetangganya datang mengunjunginya untuk memberi simpati atas kemalangannya,
“Oh, petani tua. Betapa malang nasibmu.”
Lagi-lagi sang petani menjawab, “Mungkin saja, tapi tidak apa-apa.”
Keesokan harinya, seorang pejabat militer datang ke desa dan menyerukan kewajiban bagi setiap pemuda untuk berperang membela negara. Mengetahui bahwa kaki anak laki-lakinya patah, pejabat militer itu pun melewatinya. Para tetangga pun memberi selamat kepada si petani tua atas keberuntungan nasibnya.
Sang petani tua pun menjawab, “Mungkin saja.”
Cerita sederhana saja, nasib baik dan buruk sebenarnya tergantung dari cara kita memandangnya. Sepanjang kita bersyukur, tidak pernah ada yang buruk yang datang dari-Nya.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Quran [2]:216).
Read More
Published 13:44 by admin

Tanah Kapling sebagai Alternatif Investasi

Membeli tanah kosong berupa kapling adalah salah satu alternatif investasi di properti. Apalagi menurut lembaga survey real estate dari Inggris, Knight Frank, Indonesia menjadi negara dengan kenaikan harga properti paling tinggi sedunia tahun 2012. Jakarta menduduki peringkat nomor satu yaitu dengan kenaikan 38,1 persen selama 2012 disusul Bali dengan kenaikan 20 persen. (Sumber Merdeka.com).


Mengapa membeli tanah kapling bisa menjadi alternatif investasi? Salah satu kelebihan properti adalah karena harganya tergolong gelap. Tidak ada pasar seperti pasar saham, emas, komoditi yang mengatur harga properti di seluruh dunia. Sehingga harga properti adalah harga kehendak pemilik dan pembeli.
Kedua karena membeli tanah kapling relatif lebih murah dibandingkan dengan membeli rumah. Tentu saja, karena membeli rumah terdapat komponen biaya bangunan.
Ketiga metode pembayarannya lebih simple. Mengapa? Karena membeli tanah kapling hampir tidak melibatkan perbankan, seperti hanya membeli rumah dengan KPR. Sehingga tidak ada proses survey kelayakan jaminan, kemampuan membayar dll. Tidak adanya proses ini sama dengan mempermudah proses pembelian. Hanya saja jangka waktunya jarang sekali bisa sepanjang KPR.
Keempat tidak menunda membeli properti. Memang, kebutuhan manusia adalah rumah tinggal. Namun mungkin dikarenakan penghasilan yang belum mencukupi untuk membeli rumah, alternatif lain adalah membeli tanah kapling terlebih dahulu. Sembari “menabung” untuk bangunan rumahnya.
Kelima, karena investasinya selalu naik di kemudian hari, tanah kapling bisa saja Anda jual lagi. Anda mendapatkan capital gain atas pembelian kapling tersebut, dan hasil dari penjualan tersebut bisa And gunakan untuk membayar Uang Muka pembelian rumah.
Demikian semoga bermanfaat. Jangan tunggu beli properti, tapi beli properti dan tunggu! Banyak jalan menuju RUMAH (plesetan dari Banyak Jalan Menuju Roma).
Source: aryodiponegoro.com
Read More
Published 15:05 by admin

Melek Finansial: Harus tau! Hutang baik dan Hutang buruk

Hutang/pinjaman/pembiayaan merupakan hal yang tak bisa terpisahkan dari mereka yang berpenghasilan. Bicara soal hutang, sebagian besar kita punya hutang? Berapa penghasilan yang mereka habiskan untuk bayar hutang? Untuk apa mereka berhutang? Apakah hutang akan jadikan keuangan kita lebih baik? Atau sebaliknya. Mari kita bahas bersama, pada tulisan kali ini, penulis mengajak pembaca sekalian mengetahui hutang baik dan hutang buruk. Kebaikan hutang bagi keuangan dan membantu mewujudkan impian serta sebaliknya agar pembaca sekalian terhindar dari jebakan hutang yang mengerikan.



Hutang baik merupakan daya ungkit (laverage) bagi keuangan kita, ianya jadikan keuangan kita lebih berdaya, hutang baik yang digunakan untuk hal produktif membuat uang masuk kantong kita dan akan menghasilkan lebih dan memudahkan kita mewujudkan impian. Contoh hutang untuk tambah modal usaha, jagan ragu dan takut untuk meningkatkan usaha melalui hutang selama digunakan secara tepat dan cermat, hutang untuk usaha akan meningkatkan pendapatan kita, kalau mau buka cabang atau nambah stok barang hanya mengandalkan uang sendiri akan lama perkembangannya. Hutang untuk pembelian rumah adalah contoh lain dari hutang baik, kita bisa manfaatkan daya ungkit bank untuk membeli rumah, karena harga rumah akan terus meningkat, dengan menyediakan dana sekitar 30% dari harganya, kita sudah bisa memiliki rumah yang kita kehendaki.

Bagaimana dengan hutang buruk?  Bicara hutang sebagian orang takut, ngeri dan sebagainya; takut tidak bisa bayar, takut mati membawa hutang, biarkan jalan apa adanya, pelan-pelan asal “selamat” dan alasan-alasan lainnya. Agar tidak ragu lagi, mari kita bahas, hutang buruk adalah hutang yang digunakan untuk kebutuhan non-produktif dengan adanya hutang tersebut uang keluar kantong kita, penulis tidak melarang namun hutang ini perlu dikendalikan. Hutang ini tidak memberikan return bagi pemilik hutang, hutang ini cenderung mengarah konsumsi. Contoh hutang untuk pembelian kendaraan pribadi, karena harga kendaraan makin tahun makin menurun, biaya pemeliharaan, anggaran pajak tahunan, dll kecuali kendaraan tersebut digunakan untuk bisnis yang menghasilkan. Hutang untuk perjalanan berlibur dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, pembelian gadget dan sejenisnya merupakan hutang buruk karena pemenuhan kebutuhan tersebut membebani kantong kita. Saran saya kendalikan secara tepat dan cermat.

Beberapa tips yang perlu diperhatikan terkait dengan hutang
Sebelum berhutang pastikan peruntukan untuk keperluan apa anda berhutang, upayakan hutang yang digunakan untuk keperluan produktif (uang masuk kantong), bila terpaksa dengan hutang non-produktif (uang keluar kantong) pertimbangkan lagi dengan alternatif keuangan lain
Perhitungkan sumber dana untuk angsurannya, bagi yang berpenghasilan tetap upayakan total angsuran tidak melebihi 30% dari total penghasilan anda sehingga anda bisa menjalankan menabung atau investasi

Membayar hutang adalah prioritas karena ia bersifat wajib, hati-hati dengan keterlambatan membayar hutang dapat berdampak pada denda, pinalti, blacklist debitur bermasalah, dan kesulitan pinjaman selanjutnya

Jaga nama baik anda, karena nama baik anda jauh lebih penting dan bersifat jangka panjang. Jangan hanya gara-gara hutang yang terlambat bayar, apalagi sampai macet reputasi anda jadi taruhannya. Sistem perbankan terkoneksi dengan Bank Indonesia sehingga track record pinjaman akan diketahui semua bank

Kelola hutang anda dengan tepat dan cermat, karena hutang bukan hibah dan harus mengembalikan. Tepat tujuannya dan cermat dalam upaya mengembalikannya. Semoga bermanfaat.
Read More

Senin

Published 12:48 by admin

Bank Syariah Sebuah Pilihan

Ma'af tulisan rutin blog saya mestinya terbit setiap hari Senin, terjadi keterlambatan karena tidak seperti saya menulis artikel untuk mengisi rutin kolom Melek Finansial sebuah majalah pendidikan yang ada deadline tanggal masuk ke redaksi. Tapi tak apalah untuk hal ini saya diskon diri namun tetap komitmen walaupun harus mundur hari. Memang sejak penghujung tahun 2013 saya menetapkan beberapa kebiasaan baru di tahun 2014 ini, salah satunya adalah menulis rutin di blog setiap hari Senin. Walaupun kualitas tulisan saya ala kadarnya, walaupun tulisan hanya sebagai catatan pengalaman yang mungkin juga layak hanya untuk konsumsi pribadi karena konten yang terbilang sederhana.  Tak apalah, belajar baik itu lebih baik daripada pintar tidak mau terus belajar.
Tulisan kali ini merupakan salah satu catatan saya setelah mengikuti sertifikasi pembiayaan syariah di Universitas Indonesia yang diselenggarakan oleh LSP LKM CERTIF. Kalau boleh diringkas bahya konsep syariah mengedepankan segala sesuatu bersifat nyata/real, ya nyata transaksinya. Jadi bukan transaksi uang, bukan pinjam-meminjam, bukan bunga-berbunga, terus apa dong? Transaksinya pembiayaan (jual beli, patungan atau bagi hasil) dimana ada barang yang ditransaksikan. Menarik, dilajjutkan pada tulisan-tulisan selanjutnya.
Read More

Minggu

Published 15:48 by admin

Keyakinan Adalah Kekuatan

Bila melakukan sesuatu dengan keragu-raguan, maka yang terjadi adalah hasilnya tidak optimal.
Bila dengan kesungguhan hati melakukan segala sesuatu, maka setidaknya kita sudah memberikan yang terbaik.
Bukankah manusia hanya berikhtiar dan Tuhan-lah yang menentukan?
Read More
Published 14:20 by admin

Baiti Jannati

Rumah kita adalah surga yang bisa kita ciptakan. Rumah kita mungkin tidak ideal tapi lebih nyaman dari hotel bintang lima sekalipun.
Bila kita berhasil membangun karir atau mampu menghasilkan profit dalam bisnis seyogyanya kita mampu wujudkan rumah sebagai surga. Ironis sekali bila diluar rumah kita dibanggakan namun ketika didalam rumah kita diabaikan.
Wujudkan rumah sebagai sebenar-benarnya rumah yang kita idamkan.



Read More
Published 17:01 by admin

Ber-Ilmu ber-uang ber-untung

Pada tahun 2014 saya melatih diri untuk merutinkan menulis, berawal dari 2013 diminta untuk mengisi kolom Melek Finansial di majalah suara pendidikan. Awalnya sulit tetapi ketika sudah mulai seperti ketagihan dan pesan bijak mengatakan ikatlah ilmu dengan menulisnya. Blog ini juga berawal dari sebuah tulisan saya di ilmukomputer.org tahun 2006.


Ber-Ilmu, ber-uang dan ber-untung dari tiga hal tersebut mana yang anda pilih? Ketiganya memiliki makna yang terkandung. Bukankah orang yang berilmu ditingkatkan beberapa derajat olehNya, tidur orang berilmu lebih utama dari ibadah orang tidak berilmu. Bagaimana dengan beruang, bila dengan ilmu segalanya lebih mudah jika berilmu kita mungkin bisa mengajar dengan uang kita bisa bikin tempat mengajar. Seorang dokter dengan ilmunya dia bisa membantu orang sakit dengan uang kita bisa bayangkan biaya rumah sakit dan bangun rumah sakit.
Kalau saya pilih beruntung, beruntung kalau bisa memiliki dua-duanya. Bagaimana dengan anda?
Read More

Rabu

Published 15:42 by admin

Tahun Baru Kalau Cuma Hura-hura Percuma

Tahun baru memiliki arti penting bagi sebagian orang, banyak yang menetapkan resolusi, target baru, dll, sebagian yang lain hura-hura tanpa makna seperri begadang larut malam bahkan sampai pagi, balapan motor dengan kenalpot blong, konser musik semalam suntuk, dll. Bagaiman dengan Anda?
Kalau cuma hura-hura percuma, saatnya introspeksi diri dengan capaian tahun lalu dan bahaimana dengan langkah pada tahun depan atau ajukan pertanyaan berikut: sudahkah anda berarti bagi sesama? dimana anda berada? kemana anda akan melangkah? Banyak cara rayakan sesuatu. Bagaimana dengan Anda?
Read More
Published 16:07 by admin

Melek Finansial: Pentingnya Paham Kelola Keuangan

Beberapa waktu yang lalu sebuah koran lokal meliput berita bahwa betapa lemahnya pengetahuan jasa keuangan pada masyarakt kita. Hanya sekitar 20% yang melek finansial artinya mereka paham investasi yang baik, memiliki perencanaan keuangan, bagaimana menggunakan fasilitas perbankan dan jasa keuangan lainnya, dll.
Hal tersebut diatas menunjukkan betapa masih rendahnya kesadaran kita tentang pentingnya menguasai ilmu mengelola keuangan. Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa dalam waktu dekat ilmu mengelola keuanhan akan segera masuk dalam kurikulum sekolah, untuk tahap awal pada SMK. Semoga semakin banyak masyarakat kita sadar akan pentingnya hal ini.
Read More

Senin

Published 00:51 by admin

5 Kiat Praktis Mengelola Penghasilan: Karyawan Juga Bisa Kaya

Tulisan ini terinspirasi dari buku Safir Senduk yang berjudul ”Siapa Bilang Karyawan Nggak Bisa Kaya?” 3 PEMIKIRAN YANG PERLU DIKETAHUI KARYAWAN TENTANG GAJI 1. Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak─sekali lagi tidak─menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan. Berapa pun gaji yang Anda dapat, tidak menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan, yang menjamin adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang. 2. Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah─entah Anda banyak tanggungan, banyak utang, atau boros─sebagai alasan untuk selalu minta naik gaji. Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, kalau anda merasa bahwa gaji Anda koq sepertinya nggak cukup untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya banyak, yah, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika anda menambah anak, Anda nggak minta izin dulu ‘kan ke perusahaan? 3. Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan. 3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN 1. Menabunglah dimuka, jangan dibelakang. “Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai, kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?” Hallah, kalaupun penghasilan Anda naik, toh penghasilan itu akan habis juga, kan? Jadi, sebelum habis, kenapa Anda tidak selamatkan dulu sebagian, daripada nabungnya di belakang terus habis? Ya nggak 2. Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda. Pada beberapa kasus, Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda. 3. Pakai celengan. Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng─katakan─lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya? Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan. 5 KIAT AGAR KARYAWAN BISA KAYA 1. Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif Bagaimana Melakukannya? 1. Tentukan Harta Produktif yang ingin Anda miliki. 2. Tulis pos-pos Harta Produktif yang Anda inginkan tersebut di kolom Harta Produktif. Contohnya seperti pada tabel di halaman berikut. 3. Segera setelah mendapatkan gaji, prioritaskan untuk memiliki pos-pos Harta Produktif sebelum Anda membayar pengeluaran Anda yang lain. Kalau perlu, pelajari seluk-beluk masing-masing Harta Produktif tersebut. 2. Atur Pengeluaran Anda Tiga hal yang harus Anda perhatikan dalam mengatur pengeluaran: 1. Bedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang wajib terpenuhi bila tidak terpenuhi maka akan mempengaruhi kehidupan. Keinginan adalah hal-hal tambahan yang tanpanya tidak akan dampak apapun. 2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu. Dahulukan yang penting dan yang penting dahulukan. 3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran. Bayar harian, mingguan, bulanan, semesteran, dst. 3. Hati-hati dengan Utang Tahukah Anda perbedaan ngutang dan nabung? Menabung berarti bersusah-susah dulu, bersantai-santai kemudian. Artinya, Anda bekerja keras di depan, setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang, berarti Anda bersantai-santai dulu, baru merasakan susahnya di belakang. Sekali lagi, nabung berarti Anda bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang, sedangkan ngutang berarti Anda menikmati nikmatnya di depan, setelah itu melakukan kerja keras. Kebanyakan orang Indonesia lebih senang ngutang daripada nabung. Kapan BOLEH Berutang 1. Ketika utang itu akan digunakan untuk sesuatu yang produktif. Misalnya, untuk bisnis. Bisnis jelas produktif, biarpun hasilnya kadang tidak selalu bisa langsung dinikmati. Harapannya sih , hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar. 2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik. Contohnya, rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya. Nilai bangunan biasanya akan menurun dalam jangka waktu 10─15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan. Di sini, Anda boleh berutang karena hampir bisa dipastikan persentase kenaikan nilai rumah Anda lebih besar daripada persentase suku bunga KPR. 3. Ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan, walaupun nilai barang itu menurun. Misalnya, barang elektronik. Kulkas deh. Kulkas nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Bahasa kerennya: urgent. Nah, kalau tidak punya uang tunai yang cukup untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda. Kapan Sebaiknya TIDAK Berutang Ketika barang yang Anda beli nilainya menurun dan Anda punya uang untuk membelinya secara tunai. Kembali ke contoh kulkas yang urgent itu. Kalau Anda memiliki uang tunai, lebih baik beli cash. Kenapa? Membeli secara kredit akan lebih mahal dibanding kalau Anda membeli secara tunai. Bagaimana dengan rumah? Apa harus tunai juga? Memang, membeli rumah secara tunai akan lebih murah. Akan tetapi, khusus untuk rumah, tidak apa-apa kalau Anda membelinya secara kredit. Berbeda dengan kendaraan atau barang elektronik yang nilainya menurun, nilai rumah biasanya naik sehingga kalaupun Anda membayar lebih mahal dalam bentuk pembelian secara kredit, toh persentase kenaikan nilai rumah Anda biasanya lebih besar daripada persentase suku bunga KPR. Berikut sejumlah tip bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berutang. 1. Pilih dengan siapa Anda berutang. 2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan Anda. 3. Perhatikan prosedur pembayaran utang Anda. Kalau sudah punya hutang 1. Tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan. 2. Jalin hubungan dengan si pemberi utang. 3. Kadang-kadang, tidak apa-apa melakukan gali lubang tutup lubang. 4. Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa Yang Akan Datang Ada empat alasan mengapa orang tidak mempersiapkan dana sejak sekarang untuk membayar pos-pos pengeluaran yang penting di masa depan. 1. Merasa belum urgent, toh masih lama. 2. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana. 3. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar. 4. Pasrah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri. Pos-pos Pengeluaran di Masa Depan yang Umumnya Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang 1. Pendidikan Anak 2. Pensiun 3. Properti 4. Bisnis 5. Liburan dan Perjalanan Ibadah 5. Miliki Proteksi Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan Anda antara lain adalah: 1. Kematian 2. Kecelakaan 3. Sakit 4. Musibah pada rumah 5. Musibah pada kendaraan 6. Pemutusan Hubungan Kerja Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya ada tiga, yaitu: 1. Miliki asuransi. 2. Miliki dana cadangan. 3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terusmenerus. “MILIKI PROTEKSI” Bagaimana melakukannya? 1. Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian. Syukur kalau dari beberapa dari jenis jasa asuransi itu sudah dibayari oleh kantor. Kalau tidak, beli saja dengan biaya sendiri. 2. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau Anda kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan uang pesangon, atau kalau uang pesangonn Anda sangat kecil. 3. Miliki Sumber Penghasilan Lain di Luar Gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji Anda yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti
Read More

Selasa

Published 19:56 by admin

Kesalahan Orang Dalam Mengajukan KPR

Sudah berapa kali gagal mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)? Masih mau mencoba membeli properti dengan KPR? Jika masih, sebaiknya Anda telaah apakah Anda memiliki kendala atau melakukan beberapa kesalahan dari 9 kesalahan berikut ini. Tidak punya penghasilan. Jelas, jika Anda tidak memiliki penghasilan, bank pun tidak akan berikan pinjaman. Penghasilan ini digunakan untuk menghitung repayment capacity atau kemampuan mencicil kembali. Mengajukan pinjaman hanya kepada 1 bank. Operator bank adalah manusia. Manusia memiliki subyektifitas yang berbeda. Maka dalam mengajukan KPR sebaiknya tidak diajukan hanya kepada 1 bank saja.


Lebih banyak lebih baik. Tidak mau berbadan hukum atau mengurus izin usaha dan NPWP jika diperlukan. Menganggap Bank sbg musuh bukan partner. Anggap saja bank itu sekretaris kita yang memiliki tugas mencatat pemasukan dan pengeluaran. Berpikir bahwa pinjam uang di bank harus ada koneksinya. Banyak yang berpikir demikian.

Tapi ini adalah pemikiran salah. Apalagi yang bakal anda pinjam hanya seratus duaratus juga. Kalau seratus duaratus milyar, mungkin butuh. :D Usianya belum cukup atau sudah pensiun. Usia yang diizinkan menggunakan fasilitas KPR adalah di atas 21 tahun sampai dengan usia pensiun. Timing pengajuan tidak tepat. Ajukan KPR di bulan Januari sampai September. Dimana bank masih mengejar target penjualannya. Atau di minggu ketiga dan keempat. Tapi ingat ya, lihat dulu apakah banknya mengejar target penjualan atau tidak. Berpikir cukup membawa sertifikat tanah bisa dapat pinjaman. Jelas tidak cukup. Karena yang dibutuhkan bukan sekedar sertifikat, tapi kemampuan membayar kembali. Putus asa kalau ditolak. Nah kayak pacaran aja. Malu ah. Tetap semangat gitu.


source: mas aryo
Read More
Published 19:55 by admin

KPR 99% ACC

Tips sederhana dalam membeli rumah adalah sesuaikan dengan 3K – Keinginan, Kebutuhan dan Kemampuan. Meski ketiganya kadang sering berlawanan arah. Dan cara membeli rumah yang paling umum adalah dengan KPR. Namun masih banyak orang yang begitu awam tentang dunia KPR. Kali ini saya mencoba menyusunnya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dengan harapan makin banyak orang yang mampu memiliki rumah. Syarat pertama adalah Cash Flow (CF) alias penghasilan. #99KPRDisetujui Penghasilan bisa berupa gaji atau dari bisnis, bukan dari ngepet. #eh #ups #99KPRDisetujui Sayangnya, satu syarat ini belum bisa bikin GOL KPR. Ada lagi tambahannya. #99KPRDisetujui Ente musti punya rekening tabungan. Buat apa? Buat ngebuktiin kl ente emang punya CF. #99KPRDisetujui Kl belum punya? Ya bikin! Anggap aja Bank itu SEKRETARIS ente. Sekretaris yang digaji kurang lebih 15ribu tiap bulan. #99KPRDisetujui Buat ngebuktiinnye, rekening tabungan musti rutin ada CF 3-7 bulan. #99KPRDisetujui Bukti Sumber Cash Flow itu syarat berikutnya. Bentuknya slip gaji kl ente gajian. #99KPRDisetujui Atawa laporan keuangan kl ente entrepreneur. *keserimpet dah* #99KPRDisetujui Khususnya laporan keuangan, ente musti siapin 2 tahun tuh. #99KPRDisetujui Khususnya slip gaji, perlu dukungan surat keterangan kerja dari kantor. #99KPRDisetujui NPWP! Apa tuh? Nomor Pokok Wajib Pajak. Kl belum punya, gampang kok. Datang ke KPP setempat. Gratis! #99KPRDisetujui Pastikan ente bukan anggota BLBI. Apa tuh BLBI? Black List Bank Indonesia. #99KPRDisetujui Kl ente pernah kredit di bank, trus gak lancar lebih dari 2 bulan berturut-turut, otomatis ente masuk BLBI. #99KPRDisetujui Kl udah masuk gimana? Bersihinnya susah! Pake Baycl*n juga belum tentu bersih. #99KPRDisetujui Kl syarat2 itu sudah siap, tinggal tambahin foto kopi KTP ente + KTP suami atau istri + surat nikah dan kartu keluarga. #99KPRDisetujui Nah ini saran yang penting buat ente. Ajuin ke beberapa bank. Paling tidak 3 bank! #99KPRDisetujui Kenapa harus beberapa bank? Krn prosesor bank juga manusia. Dan tiap manusia punya subyektifitas sendiri2. Right? #99KPRDisetujui Makin banyak bank gimana? | Makin bagus! Krn makin banyak silaturahimnya :d #99KPRDisetujui Kl alergi sama bunga bank, silahkan menggunakan bank syariah. #99KPRDisetujui Kl ke Bank selain syarat dari ente, jangan lupa syarat dari rumahnye. Seperti fotokopi sertifikat, pbb, imb, ktp pemilik. #99KPRDisetujui Kapan diajuinnya? Ajuin di minggu ketiga sampai keempat. Biasanya pada kejar target tuh :d #99KPRDisetujui Bulan Desember biasanya susah tuh dapet kredit. Mending tunda di Januari. Bulan desember pada siap2 tutup buku. #99KPRDisetujui Nah yang paling penting agar #99KPRDisetujui adalah BERDOA sama TUHAN agar dikabulkan permohonan KPRnya. :D source: mas aryo
Read More