Pentingnya Copywriting. Ketahui Pengertian & Strukturnya. Serta Teknik yang biasa digunakan: AIDA, PAS, dan QUEST.
Pernah melihat iklan yang membuat Anda berhenti scrolling, membaca sampai selesai, lalu akhirnya ingin membeli? Kemungkinan besar, di balik iklan tersebut terdapat copywriting yang kuat.
Apa Itu Copywriting?
Copywriting adalah teknik menulis kata-kata persuasif yang bertujuan memengaruhi pembaca untuk melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mengisi formulir, menghubungi kontak, atau mengklik sebuah tautan.
Copywriting digunakan dalam digital marketing, seperti iklan Facebook dan Instagram, website, marketplace, email marketing, landing page, hingga media sosial.
Contoh sederhana:
Biasa:
“Kami menjual kopi premium dengan harga Rp25.000.”
Copywriting:
“Butuh teman kerja yang bikin mata tetap melek? Nikmati kopi premium dengan aroma kuat hanya Rp25.000. Pesan sekarang!”
Kalimat kedua tidak hanya menjelaskan produk, tetapi juga menyentuh kebutuhan konsumen.
Elemen Penting dalam Copywriting
1. Headline
Headline adalah judul utama yang bertujuan menarik perhatian. Ini adalah Iklanya Iklan kita.
Contoh:
“Posting Setiap Hari, Tapi Omzet Masih Segitu-Gitu Aja?”
2. Subheadline
Subheadline memperkuat headline dan memberikan informasi tambahan.
“Mungkin masalahnya bukan pada produk Anda, tetapi pada cara menyampaikan pesan kepada pelanggan.”
3. Hook
Hook adalah kalimat pembuka yang membuat audiens berhenti dan ingin membaca lebih lanjut. Hook harus jadi stopping power, orang baca langsung tertarik dan penasaran.
Contoh:
“Tahukah Anda? Banyak bisnis kehilangan pelanggan bukan karena produknya buruk, tetapi karena kontennya tidak menarik.”
4. CTA (Call to Action)
CTA adalah ajakan untuk melakukan tindakan. Sudah tau jangan dibiarkan, berikan Action nya apa.
Contoh:
“Klik WhatsApp sekarang dan dapatkan promo hari ini!”
======
Teknik Copywriting AIDA
AIDA merupakan formula populer dalam copywriting:
Attention → menarik perhatian
Interest → membangun ketertarikan
Desire → membangun keinginan
Action → mengarahkan tindakan
Contoh:
Attention: “Omzet turun?”
Interest: “Pelajari strategi digital marketing yang sederhana.”
Desire: “Dapatkan cara membuat konten yang menarik pelanggan.”
Action: “Daftar kelas sekarang!”
Teknik Copywriting PAS
PAS berfokus pada masalah pelanggan.
Problem/Pain: Tunjukkan masalah.
Agitate: Buat masalah terasa semakin penting.
Solution: Tawarkan solusi.
Contoh:
“Sudah posting setiap hari tapi tidak ada yang membeli? Caption yang kurang tepat bisa membuat calon pelanggan melewati konten Anda. Pelajari teknik copywriting agar setiap posting memiliki pesan yang lebih kuat.”
Teknik Copywriting QUEST
QUEST digunakan untuk membangun komunikasi yang lebih mendalam:
Qualify: Tentukan siapa target audiens.
Understand: Pahami masalah mereka.
Educate: Berikan edukasi.
Stimulate: Bangkitkan keinginan.
Transition: Arahkan menuju tindakan.
Contoh:
“Pemilik UMKM yang ingin meningkatkan penjualan lewat Instagram, apakah Anda sudah memahami cara membuat caption yang menjual? Pelajari teknik copywriting sederhana, praktikkan pada konten Anda, lalu lihat bagaimana pesan yang tepat dapat meningkatkan respons pelanggan. Mulai belajar hari ini!”
===
Copywriting bukan sekadar menulis kata-kata yang bagus, tetapi menyusun pesan yang mampu menarik perhatian, membangun hubungan, menciptakan keinginan, dan mendorong tindakan.
Jika Anda ingin membuat konten digital marketing yang lebih efektif, kuasai terlebih dahulu Headline, Hook, Subheadline, CTA, AIDA, PAS, dan QUEST. Dengan teknik tersebut, tulisan Anda tidak hanya dibaca, tetapi juga berpeluang menghasilkan aksi dan penjualan.