Minggu

Published 00:51 by admin

Bekal Perjalanan Kehidupan

 


Saat saya bersama istri dan kedua orang tua melakukan umroh bulan November tahun lalu, saya teringat apa saja yang harus dipersiapkan sebelum keberangkatan. Mulai menyiapkan dokemen penting seperti visa dan paspor, melakukan manasik, tes kesehatan, menyiapkan biaya, dan yang tidak kalah penting adalah menjaga niat menjalankan umroh sebagai ibadah. Apa yang ingin saya sampaikan? Untuk sebuah perjalanan umroh saja kita harus mempersiapkan sebaik mungkin. Pertanyaan berikutnya, bagaimana dengan perjalanan hidup? Sudahkan kita mempersiapkannya dengan sebaik mungkin? Hidup adalah sebuah perjalanan, dimulai dari kita berada dalam rahim lalu berada di kehidupan alam dunia kemudian mati berada di alam barzah atau alam kubur, dan yang terakhir adalah di akhirat. Perjalanan panjang tersebut harus benar-benar kita persiapkan dengan baik.

Perjalanan pada umumnya akan memberikan ceritanya sendiri. Dalam perjalanan kehidupan tentu ada hal yang menyenangkan dan ada pula hal yang tidak menyenangkan. Sebisa mungkin kita menikmati perjalanan tersebut. Ibarat roda yang berputar bergantian, kadang di atas kadang pula di bawah. Maka penting bagi kita untuk mempersiapkannya. Bekal yang bisa kita siapkan salah satunya adalah amal kebaikan. Begitu beruntungnya seseorang saat dia mati namun tetap mengalir amalnya. Begitu bahagianya seseorang saat nafas terhenti tapi pahala terus mengalir. Amal kebaikan yang kita tanam akan berbuah kebaikan yang berlipat ganda saat jariyah kita lakukan dengan penuh keikhlasan. Mulai menabung kebaikan sedikit demi sedikit karena kita tidak pernah tahu kapan perjalanan kita akan berakhir di dunia.

Setelah memiliki tabungan kebaikan, bekal perjalanan yang penting berikutnya adalah ilmu yang bermanfaat, ilmu yang mampu mengantarkan kehidupan kita serta lingkungan di sekitar kita lebih baik. Seorang yang dengan ilmunya bahkan dapat naik derajatnya. Banyak sekali contohnya seorang yang dari keluarga tidak mampu, akhirnya memiliki kehidupan yang lebih baik karena ilmunya.  Ilmu itu ibarat cahaya, siapa yang bersungguh-sungguh dengan ilmu maka kehidupannya tidak akan gelap, yang dimaksud gelap di sini adalah langkahnya akan jelas, jangan sampai karena kebodohan menjadi gelap hidup, gelap rezeki, gelap kemuliaan. Ilmu dapat menjadi peta petunjuk jalan dalam perjalanan yang kita lakukan. Saat ini kita berada di kehidupan dunia. Sudahkah kita memiliki peta kehidupan? peta arah yang menjadi panduan dalam perjalanan kehidupan yang dijalani. Ada sebuah ungkapan menarik yang mengakatan bahwa perjalanan satu kilometer akan dimulai dari satu meter. Kita memulai perjalanan panjang dengan langkah awal yaitu mempersiapkannya dengan ilmu. Coba bayangkan jika kita akan berjalan menuju sebuah kota dimana kita belum mengetahui lokasi persisnya dan tidak memiliki petunjuk arah. Bandingkan dengan kita memiliki peta dan panduan arah menuju kota yang akan kita tuju. Pasti lebih akurat dan lebih cepat serta lebih mudah kita sampai pada tujuan tersebut. Sama halnya dengan peta kehidupan, begitu penting kita memiliki peta sebagai panduan dalam mencapai tujuan yang inggin kita raih. Maka milikilah ilmu yang bermanfaat, ilmu yang kita amalakan, ilmu yang menjadi panduan kita dalam menjalani kehidupan, ilmu yang kita ajarkan kemudian ilmu terus digunakan oleh orang lain, ilmu yang mampu mengantarkan kita lebih takwa pada Allah subhana wataala.

Bekal yang juga penting adalah kita dapat meninggalkan anak keturunan yang bisa mendoakan kita saat kita telah tiada. Perjalanan dalam kehidupan tentunya ada yang sudah kita lalui dan jalani namun akan ada yang akan kita hadapi. Anak adalah amanah lauar biasa yang Allah titipkan kepada kita. Bila kita bertemu seorang raja, lalu raja itu menitipkan seekor kucing kesayangannya kepada kita, maka kita akan menjaganya dengan sungguh-sungguh, jangan sampai terluka, sakit, apalagi mati. Ini hanya sebuah gambaran saja, seorang raja yang menitipkan. Kemudian kita dipercaya untuk menjaga amanah dari Allah Yang Maha Raja, sudah semestinya kita menjaganya dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Mendidik dan memimbing anak dengan baik adalah salah satu bentuk investasi kita jangka panjang. Dari Anak keturunan kita, maka kita berharap lahirnya generasi yang akan melanjutkan kebaikan-kebaikan jariyah yang telah kita tanam, menebar ilmu bermanfaat yang mampu mengangkat derajat kehudupannya dan masyarakat, mendoakan kita saat kita telah tiada. Dan kita berharap hari esok akan lebih baik, dengan kita memiliki persiapan dan bekal untuk menjalani perjalanan kehidupan.