Memantaskan diri


Dalam seminar yang pernah saya ikuti, pembicara bercerita bagaimana saat dia susah, sulit, rumit dan miskin. Saat kondisi seperti itu tak banyak orang tau bahwa dia melakukan hal sebaliknya. Seperti saat susah dia malah berusaha membantu orang lain, saat sulit dia malah ikut organisasi sosial, saat rumit dan miskin dia malah memperbanyak berderma. Waktu berjalan membuktikan apa-apa yang dilakukan berbuah! membantu orang lain membuat dia merasa lebih bahagia, ikut kegiatan sisial dan berderma membuat dia merasa lebih beruntung. Inilah memantaskan diri.

Saat belum punya rumah, cobalah lihat-lihat tanah kapling, datang ke pameran perumahan, tanya bahan bangunan. Pengen mobil? Kursus nyetir, bikin SIM, datang ke deler, test drive.
Pengen haji & umroh? Niat saja belum cukup! Buktikan keseriusan! Jangan-jangan cuma pengen doangan! Beli buku manasik, dengar cerita & datangi mereka yang pernah, daftar! Jika belum bsa daftar minimal buka tabungan khusus. Inilah memantaskan diri.

Bila sudah pantas, niscaya akan datang waktu yang pas!

Tulisan Sering Dibaca

Pendekar Bodoh, Kisah Sukses Restoran D'cost Seafood

Power vs Force, Faktor Terselubung Penentu Perilaku Manusia

Low profile High profit

Rumus E + R = O (Event + Response = Outcome) dalam Mencapai Kesuksesan

Membangun Kebiasaan Pemenang (anti BEJ Blame, Excuse, Justify)

Rudik Setiawan, Juragan Tahu Organik Merek Pelangi

Khutbah Jumat tentang Hikmah Syukur

MUNGKINKAH REZEKI MENULAR?

Tangga Kehidupan