Karyawan Pilih Investasi atau Bisnis?

Mungkin tidak hanya anda yang baru lulus kuliah dan merasakan dunia perkantoran, bisa jadi anda yang sudah lama di dunia kerja bisa jadi anda sedang memikirkan hal tersebut? Lalu, tawaran demi tawaran muncul, ada yang menawarkan 'bisnis' ada juga yang menawarkan 'investasi', tapi mana sih yang cocok untuk seorang karyawan?



Nah, bagi para karyawan yang merasakan penghasilannya kurang dan ingin penghasilan lebih baik namun tidak mengetahui apa yang harus dilakukan tentu akan mencari solusi untuk menyiasati keadaan ini. Umumnya, solusi akan ditawarkan dari lingkungan karyawan itu sendiri, ada saja teman yang mengajak bisnis untuk menambah penghasilan, ataupun adapula yang mengajak berinvestasi untuk 'menernak' uangnya. Namun, sebelum jauh membahas apa yang cocok bagi karyawan, akan lebih baik bilamana kita mengetahui apa itu bisnis dan investasi.



Dari segi definisi, investasi dan bisnis itu sama tapi beda, investasi itu sama dengan bisnis tapi investasi bisa diartikan penanaman modal tak langsung, kalau bisnis penanaman modal langsung. Lalu, berbicara mengenai bisnis dan investasi, mana yang lebih cocok bagi karyawan? Untuk menjawabnya, harus diketahui dulu tujuannya, untuk apa bisnis? Untuk apa investasi? Bila anda yang berprofesi sebagai karyawan memilih berbisnis untuk menambah penghasilan bulanan, maka ketahui pilihannya, karena bisnis bagaimanapun membutuhkan keberanian, keahlian dan ketekunan. Namun, bagi seorang karyawan harus diingat bahwa waktu menjalankan bisnis yang terbatas karena status sebagai karyawan, dan bisnis terancam tidak akan optimal. Selain itu, harus hati-hati bisnis yang dijalankan akan mengganggu pekerjaan utama karena konsentrasi terpecah, ingat! status utama adalah sebagai karyawan. Bila anda menjalankan bisnis saat jam kerja maka anda bisa "cacat integritas" bukankah perusahaan mengaji anda untuk bekerja bukan berbisnis pribadi!

Selanjutnya, bila anda sebagai seorang karyawan yang berinvestasi untuk menambah penghasilan maka perlu diketahui bahwa bila ingin memetik hasil dari investasi itu butuh waktu agar investasinya berkembang. Namun, ketika anda memilih untuk berinvestasi dan sabar, maka anda akan memetik hasilnya di masa depan. Saya akan mencoba menjelaskannya dengan meberi contoh sederhana: Misalkan anda seorang karyawan, bayangkan kalau sekali makan diluar sekalian nonton bioskop menghabiskan Rp 200.000,- dan misal satu bulan bisa 3x maka jadi Rp 600.000,-. Nah, tahukah anda? Ternyata, bila diinvestasikan setengahnya saja yaitu Rp 300.000 dalam jangka waktu 5 tahun di reksa dana saham dengan imbal hasil 20% maka hasilnya bisa jadi Rp 30-an juta! Hampir 2 kali lipat dari anda menabung di bank, luar biasa bukan?

Tapi sebetulnya, bila kita berbicara mengenai sesuai mana bagi karyawan, 'bisnis atau investasi?' Maka dikembalikan pada karyawan tersebut. Untuk jangka pendek mungkin bisnis bisa membantu menambah pemasukan bulanan meski harus memilih bisnis yang tidak mengganggu waktu kerja seperti waralaba atau join saham usaha teman yang bisnis. Atau bisa juga melakukan bisnis dari keahlian dan hobi, seperti fotografi atau bahkan menyanyi saat selesai jam kerja/ weekend! Namun, bagi karyawan yang ingin mencapai tujuan keuangan untuk jangka panjang seperti pensiun atau pendidikan anak, tentu investasi menjadi jawabannya.

Terlepas dari itu semua, apapun pilihan anda baik itu bisnis atau investasi, pelajari terlebih dahulu dan pastikan bisnis yang anda jalankan terkait resikonya dan tidak menganggu pekerjaan, benar dan tidak melanggar aturan yang berlaku di perusahaan. Bilapun anda berinvestasi, maka pelajari juga produknya, jangan sampai salah investasi apalagi investasi bodong, selain itu, pastikan investasi yang anda lakukan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan anda!