Kerja itu ibadah


Benarkah kerja itu ibadah? Pada dasarnya segala yang diniatkan u dpt ridho Allah dpt bernilai ibadah. Akan tetapi, tentu saja tidak semua kerja bernilai ibadah. Bukan mustahil, seseorang sibuk-sibuk bekerja, namun ternyata nilai ibadahnya sudah memuai dan menguap semua. Kok bisa?

Contohnya saja:
- Ia curi-curi waktu di kantor. Atau, badannya di kantor, tapi hati dan pikirannya di luar kantor. Ia menjelek-jelekkan atasan dan rekan sekantor. Istirahat lama, suka leha-leha, ngehosip hal biasa, curi waktu update sosial media. Bahkan sering bergunjing tentang kantor.

- Ia tidak peduli dengan masalah-masalah kantor yang tidak berhubungan langsung dengan dirinya. Dengan alasan beda divisi dan beda KPI, ia enggan menolong rekan sekantor. Ia mementingkan office politic daripada office performance. Ia menjalankan 'politik kotor' di kantor.

- Masuknya nyuap, datangnya telat, pulangnya cepat, ngeluhnya tiap saat, kerjanya nyendat-nyendat, dan malasnya berlipat-lipat.
Hmm, masih ngaku kerja itu ibadah? Hehehe, kalau Anda tidak melakukannya, yah Anda tidak perlu tersinggung.

Ingatlah, kerja hanya akan bernilai ibadah jika kita iringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar.

Bukan sekadar kerja pastikan bernilai ibadah.