Minggu

Published 15:05 by admin

Melek Finansial: Harus tau! Hutang baik dan Hutang buruk

Hutang/pinjaman/pembiayaan merupakan hal yang tak bisa terpisahkan dari mereka yang berpenghasilan. Bicara soal hutang, sebagian besar kita punya hutang? Berapa penghasilan yang mereka habiskan untuk bayar hutang? Untuk apa mereka berhutang? Apakah hutang akan jadikan keuangan kita lebih baik? Atau sebaliknya. Mari kita bahas bersama, pada tulisan kali ini, penulis mengajak pembaca sekalian mengetahui hutang baik dan hutang buruk. Kebaikan hutang bagi keuangan dan membantu mewujudkan impian serta sebaliknya agar pembaca sekalian terhindar dari jebakan hutang yang mengerikan.



Hutang baik merupakan daya ungkit (laverage) bagi keuangan kita, ianya jadikan keuangan kita lebih berdaya, hutang baik yang digunakan untuk hal produktif membuat uang masuk kantong kita dan akan menghasilkan lebih dan memudahkan kita mewujudkan impian. Contoh hutang untuk tambah modal usaha, jagan ragu dan takut untuk meningkatkan usaha melalui hutang selama digunakan secara tepat dan cermat, hutang untuk usaha akan meningkatkan pendapatan kita, kalau mau buka cabang atau nambah stok barang hanya mengandalkan uang sendiri akan lama perkembangannya. Hutang untuk pembelian rumah adalah contoh lain dari hutang baik, kita bisa manfaatkan daya ungkit bank untuk membeli rumah, karena harga rumah akan terus meningkat, dengan menyediakan dana sekitar 30% dari harganya, kita sudah bisa memiliki rumah yang kita kehendaki.

Bagaimana dengan hutang buruk?  Bicara hutang sebagian orang takut, ngeri dan sebagainya; takut tidak bisa bayar, takut mati membawa hutang, biarkan jalan apa adanya, pelan-pelan asal “selamat” dan alasan-alasan lainnya. Agar tidak ragu lagi, mari kita bahas, hutang buruk adalah hutang yang digunakan untuk kebutuhan non-produktif dengan adanya hutang tersebut uang keluar kantong kita, penulis tidak melarang namun hutang ini perlu dikendalikan. Hutang ini tidak memberikan return bagi pemilik hutang, hutang ini cenderung mengarah konsumsi. Contoh hutang untuk pembelian kendaraan pribadi, karena harga kendaraan makin tahun makin menurun, biaya pemeliharaan, anggaran pajak tahunan, dll kecuali kendaraan tersebut digunakan untuk bisnis yang menghasilkan. Hutang untuk perjalanan berlibur dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, pembelian gadget dan sejenisnya merupakan hutang buruk karena pemenuhan kebutuhan tersebut membebani kantong kita. Saran saya kendalikan secara tepat dan cermat.

Beberapa tips yang perlu diperhatikan terkait dengan hutang
Sebelum berhutang pastikan peruntukan untuk keperluan apa anda berhutang, upayakan hutang yang digunakan untuk keperluan produktif (uang masuk kantong), bila terpaksa dengan hutang non-produktif (uang keluar kantong) pertimbangkan lagi dengan alternatif keuangan lain
Perhitungkan sumber dana untuk angsurannya, bagi yang berpenghasilan tetap upayakan total angsuran tidak melebihi 30% dari total penghasilan anda sehingga anda bisa menjalankan menabung atau investasi

Membayar hutang adalah prioritas karena ia bersifat wajib, hati-hati dengan keterlambatan membayar hutang dapat berdampak pada denda, pinalti, blacklist debitur bermasalah, dan kesulitan pinjaman selanjutnya

Jaga nama baik anda, karena nama baik anda jauh lebih penting dan bersifat jangka panjang. Jangan hanya gara-gara hutang yang terlambat bayar, apalagi sampai macet reputasi anda jadi taruhannya. Sistem perbankan terkoneksi dengan Bank Indonesia sehingga track record pinjaman akan diketahui semua bank

Kelola hutang anda dengan tepat dan cermat, karena hutang bukan hibah dan harus mengembalikan. Tepat tujuannya dan cermat dalam upaya mengembalikannya. Semoga bermanfaat.
Read More

Senin

Published 12:48 by admin

Bank Syariah Sebuah Pilihan

Ma'af tulisan rutin blog saya mestinya terbit setiap hari Senin, terjadi keterlambatan karena tidak seperti saya menulis artikel untuk mengisi rutin kolom Melek Finansial sebuah majalah pendidikan yang ada deadline tanggal masuk ke redaksi. Tapi tak apalah untuk hal ini saya diskon diri namun tetap komitmen walaupun harus mundur hari. Memang sejak penghujung tahun 2013 saya menetapkan beberapa kebiasaan baru di tahun 2014 ini, salah satunya adalah menulis rutin di blog setiap hari Senin. Walaupun kualitas tulisan saya ala kadarnya, walaupun tulisan hanya sebagai catatan pengalaman yang mungkin juga layak hanya untuk konsumsi pribadi karena konten yang terbilang sederhana.  Tak apalah, belajar baik itu lebih baik daripada pintar tidak mau terus belajar.
Tulisan kali ini merupakan salah satu catatan saya setelah mengikuti sertifikasi pembiayaan syariah di Universitas Indonesia yang diselenggarakan oleh LSP LKM CERTIF. Kalau boleh diringkas bahya konsep syariah mengedepankan segala sesuatu bersifat nyata/real, ya nyata transaksinya. Jadi bukan transaksi uang, bukan pinjam-meminjam, bukan bunga-berbunga, terus apa dong? Transaksinya pembiayaan (jual beli, patungan atau bagi hasil) dimana ada barang yang ditransaksikan. Menarik, dilajjutkan pada tulisan-tulisan selanjutnya.
Read More

Minggu

Published 15:48 by admin

Keyakinan Adalah Kekuatan

Bila melakukan sesuatu dengan keragu-raguan, maka yang terjadi adalah hasilnya tidak optimal.
Bila dengan kesungguhan hati melakukan segala sesuatu, maka setidaknya kita sudah memberikan yang terbaik.
Bukankah manusia hanya berikhtiar dan Tuhan-lah yang menentukan?
Read More
Published 14:20 by admin

Baiti Jannati

Rumah kita adalah surga yang bisa kita ciptakan. Rumah kita mungkin tidak ideal tapi lebih nyaman dari hotel bintang lima sekalipun.
Bila kita berhasil membangun karir atau mampu menghasilkan profit dalam bisnis seyogyanya kita mampu wujudkan rumah sebagai surga. Ironis sekali bila diluar rumah kita dibanggakan namun ketika didalam rumah kita diabaikan.
Wujudkan rumah sebagai sebenar-benarnya rumah yang kita idamkan.



Read More
Published 17:01 by admin

Ber-Ilmu ber-uang ber-untung

Pada tahun 2014 saya melatih diri untuk merutinkan menulis, berawal dari 2013 diminta untuk mengisi kolom Melek Finansial di majalah suara pendidikan. Awalnya sulit tetapi ketika sudah mulai seperti ketagihan dan pesan bijak mengatakan ikatlah ilmu dengan menulisnya. Blog ini juga berawal dari sebuah tulisan saya di ilmukomputer.org tahun 2006.


Ber-Ilmu, ber-uang dan ber-untung dari tiga hal tersebut mana yang anda pilih? Ketiganya memiliki makna yang terkandung. Bukankah orang yang berilmu ditingkatkan beberapa derajat olehNya, tidur orang berilmu lebih utama dari ibadah orang tidak berilmu. Bagaimana dengan beruang, bila dengan ilmu segalanya lebih mudah jika berilmu kita mungkin bisa mengajar dengan uang kita bisa bikin tempat mengajar. Seorang dokter dengan ilmunya dia bisa membantu orang sakit dengan uang kita bisa bayangkan biaya rumah sakit dan bangun rumah sakit.
Kalau saya pilih beruntung, beruntung kalau bisa memiliki dua-duanya. Bagaimana dengan anda?
Read More

Rabu

Published 15:42 by admin

Tahun Baru Kalau Cuma Hura-hura Percuma

Tahun baru memiliki arti penting bagi sebagian orang, banyak yang menetapkan resolusi, target baru, dll, sebagian yang lain hura-hura tanpa makna seperri begadang larut malam bahkan sampai pagi, balapan motor dengan kenalpot blong, konser musik semalam suntuk, dll. Bagaiman dengan Anda?
Kalau cuma hura-hura percuma, saatnya introspeksi diri dengan capaian tahun lalu dan bahaimana dengan langkah pada tahun depan atau ajukan pertanyaan berikut: sudahkah anda berarti bagi sesama? dimana anda berada? kemana anda akan melangkah? Banyak cara rayakan sesuatu. Bagaimana dengan Anda?
Read More
Published 16:07 by admin

Melek Finansial: Pentingnya Paham Kelola Keuangan

Beberapa waktu yang lalu sebuah koran lokal meliput berita bahwa betapa lemahnya pengetahuan jasa keuangan pada masyarakt kita. Hanya sekitar 20% yang melek finansial artinya mereka paham investasi yang baik, memiliki perencanaan keuangan, bagaimana menggunakan fasilitas perbankan dan jasa keuangan lainnya, dll.
Hal tersebut diatas menunjukkan betapa masih rendahnya kesadaran kita tentang pentingnya menguasai ilmu mengelola keuangan. Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa dalam waktu dekat ilmu mengelola keuanhan akan segera masuk dalam kurikulum sekolah, untuk tahap awal pada SMK. Semoga semakin banyak masyarakat kita sadar akan pentingnya hal ini.
Read More

Senin

Published 00:51 by admin

5 Kiat Praktis Mengelola Penghasilan: Karyawan Juga Bisa Kaya

Tulisan ini terinspirasi dari buku Safir Senduk yang berjudul ”Siapa Bilang Karyawan Nggak Bisa Kaya?” 3 PEMIKIRAN YANG PERLU DIKETAHUI KARYAWAN TENTANG GAJI 1. Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak─sekali lagi tidak─menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan. Berapa pun gaji yang Anda dapat, tidak menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan, yang menjamin adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang. 2. Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah─entah Anda banyak tanggungan, banyak utang, atau boros─sebagai alasan untuk selalu minta naik gaji. Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, kalau anda merasa bahwa gaji Anda koq sepertinya nggak cukup untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya banyak, yah, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika anda menambah anak, Anda nggak minta izin dulu ‘kan ke perusahaan? 3. Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan. 3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN 1. Menabunglah dimuka, jangan dibelakang. “Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai, kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?” Hallah, kalaupun penghasilan Anda naik, toh penghasilan itu akan habis juga, kan? Jadi, sebelum habis, kenapa Anda tidak selamatkan dulu sebagian, daripada nabungnya di belakang terus habis? Ya nggak 2. Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda. Pada beberapa kasus, Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda. 3. Pakai celengan. Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng─katakan─lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya? Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan. 5 KIAT AGAR KARYAWAN BISA KAYA 1. Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif Bagaimana Melakukannya? 1. Tentukan Harta Produktif yang ingin Anda miliki. 2. Tulis pos-pos Harta Produktif yang Anda inginkan tersebut di kolom Harta Produktif. Contohnya seperti pada tabel di halaman berikut. 3. Segera setelah mendapatkan gaji, prioritaskan untuk memiliki pos-pos Harta Produktif sebelum Anda membayar pengeluaran Anda yang lain. Kalau perlu, pelajari seluk-beluk masing-masing Harta Produktif tersebut. 2. Atur Pengeluaran Anda Tiga hal yang harus Anda perhatikan dalam mengatur pengeluaran: 1. Bedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang wajib terpenuhi bila tidak terpenuhi maka akan mempengaruhi kehidupan. Keinginan adalah hal-hal tambahan yang tanpanya tidak akan dampak apapun. 2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu. Dahulukan yang penting dan yang penting dahulukan. 3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran. Bayar harian, mingguan, bulanan, semesteran, dst. 3. Hati-hati dengan Utang Tahukah Anda perbedaan ngutang dan nabung? Menabung berarti bersusah-susah dulu, bersantai-santai kemudian. Artinya, Anda bekerja keras di depan, setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang, berarti Anda bersantai-santai dulu, baru merasakan susahnya di belakang. Sekali lagi, nabung berarti Anda bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang, sedangkan ngutang berarti Anda menikmati nikmatnya di depan, setelah itu melakukan kerja keras. Kebanyakan orang Indonesia lebih senang ngutang daripada nabung. Kapan BOLEH Berutang 1. Ketika utang itu akan digunakan untuk sesuatu yang produktif. Misalnya, untuk bisnis. Bisnis jelas produktif, biarpun hasilnya kadang tidak selalu bisa langsung dinikmati. Harapannya sih , hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar. 2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik. Contohnya, rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya. Nilai bangunan biasanya akan menurun dalam jangka waktu 10─15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan. Di sini, Anda boleh berutang karena hampir bisa dipastikan persentase kenaikan nilai rumah Anda lebih besar daripada persentase suku bunga KPR. 3. Ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan, walaupun nilai barang itu menurun. Misalnya, barang elektronik. Kulkas deh. Kulkas nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Bahasa kerennya: urgent. Nah, kalau tidak punya uang tunai yang cukup untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda. Kapan Sebaiknya TIDAK Berutang Ketika barang yang Anda beli nilainya menurun dan Anda punya uang untuk membelinya secara tunai. Kembali ke contoh kulkas yang urgent itu. Kalau Anda memiliki uang tunai, lebih baik beli cash. Kenapa? Membeli secara kredit akan lebih mahal dibanding kalau Anda membeli secara tunai. Bagaimana dengan rumah? Apa harus tunai juga? Memang, membeli rumah secara tunai akan lebih murah. Akan tetapi, khusus untuk rumah, tidak apa-apa kalau Anda membelinya secara kredit. Berbeda dengan kendaraan atau barang elektronik yang nilainya menurun, nilai rumah biasanya naik sehingga kalaupun Anda membayar lebih mahal dalam bentuk pembelian secara kredit, toh persentase kenaikan nilai rumah Anda biasanya lebih besar daripada persentase suku bunga KPR. Berikut sejumlah tip bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berutang. 1. Pilih dengan siapa Anda berutang. 2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan Anda. 3. Perhatikan prosedur pembayaran utang Anda. Kalau sudah punya hutang 1. Tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan. 2. Jalin hubungan dengan si pemberi utang. 3. Kadang-kadang, tidak apa-apa melakukan gali lubang tutup lubang. 4. Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa Yang Akan Datang Ada empat alasan mengapa orang tidak mempersiapkan dana sejak sekarang untuk membayar pos-pos pengeluaran yang penting di masa depan. 1. Merasa belum urgent, toh masih lama. 2. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana. 3. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar. 4. Pasrah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri. Pos-pos Pengeluaran di Masa Depan yang Umumnya Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang 1. Pendidikan Anak 2. Pensiun 3. Properti 4. Bisnis 5. Liburan dan Perjalanan Ibadah 5. Miliki Proteksi Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan Anda antara lain adalah: 1. Kematian 2. Kecelakaan 3. Sakit 4. Musibah pada rumah 5. Musibah pada kendaraan 6. Pemutusan Hubungan Kerja Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya ada tiga, yaitu: 1. Miliki asuransi. 2. Miliki dana cadangan. 3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terusmenerus. “MILIKI PROTEKSI” Bagaimana melakukannya? 1. Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian. Syukur kalau dari beberapa dari jenis jasa asuransi itu sudah dibayari oleh kantor. Kalau tidak, beli saja dengan biaya sendiri. 2. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau Anda kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan uang pesangon, atau kalau uang pesangonn Anda sangat kecil. 3. Miliki Sumber Penghasilan Lain di Luar Gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji Anda yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti
Read More

Selasa

Published 19:56 by admin

Kesalahan Orang Dalam Mengajukan KPR

Sudah berapa kali gagal mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)? Masih mau mencoba membeli properti dengan KPR? Jika masih, sebaiknya Anda telaah apakah Anda memiliki kendala atau melakukan beberapa kesalahan dari 9 kesalahan berikut ini. Tidak punya penghasilan. Jelas, jika Anda tidak memiliki penghasilan, bank pun tidak akan berikan pinjaman. Penghasilan ini digunakan untuk menghitung repayment capacity atau kemampuan mencicil kembali. Mengajukan pinjaman hanya kepada 1 bank. Operator bank adalah manusia. Manusia memiliki subyektifitas yang berbeda. Maka dalam mengajukan KPR sebaiknya tidak diajukan hanya kepada 1 bank saja.


Lebih banyak lebih baik. Tidak mau berbadan hukum atau mengurus izin usaha dan NPWP jika diperlukan. Menganggap Bank sbg musuh bukan partner. Anggap saja bank itu sekretaris kita yang memiliki tugas mencatat pemasukan dan pengeluaran. Berpikir bahwa pinjam uang di bank harus ada koneksinya. Banyak yang berpikir demikian.

Tapi ini adalah pemikiran salah. Apalagi yang bakal anda pinjam hanya seratus duaratus juga. Kalau seratus duaratus milyar, mungkin butuh. :D Usianya belum cukup atau sudah pensiun. Usia yang diizinkan menggunakan fasilitas KPR adalah di atas 21 tahun sampai dengan usia pensiun. Timing pengajuan tidak tepat. Ajukan KPR di bulan Januari sampai September. Dimana bank masih mengejar target penjualannya. Atau di minggu ketiga dan keempat. Tapi ingat ya, lihat dulu apakah banknya mengejar target penjualan atau tidak. Berpikir cukup membawa sertifikat tanah bisa dapat pinjaman. Jelas tidak cukup. Karena yang dibutuhkan bukan sekedar sertifikat, tapi kemampuan membayar kembali. Putus asa kalau ditolak. Nah kayak pacaran aja. Malu ah. Tetap semangat gitu.


source: mas aryo
Read More
Published 19:55 by admin

KPR 99% ACC

Tips sederhana dalam membeli rumah adalah sesuaikan dengan 3K – Keinginan, Kebutuhan dan Kemampuan. Meski ketiganya kadang sering berlawanan arah. Dan cara membeli rumah yang paling umum adalah dengan KPR. Namun masih banyak orang yang begitu awam tentang dunia KPR. Kali ini saya mencoba menyusunnya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dengan harapan makin banyak orang yang mampu memiliki rumah. Syarat pertama adalah Cash Flow (CF) alias penghasilan. #99KPRDisetujui Penghasilan bisa berupa gaji atau dari bisnis, bukan dari ngepet. #eh #ups #99KPRDisetujui Sayangnya, satu syarat ini belum bisa bikin GOL KPR. Ada lagi tambahannya. #99KPRDisetujui Ente musti punya rekening tabungan. Buat apa? Buat ngebuktiin kl ente emang punya CF. #99KPRDisetujui Kl belum punya? Ya bikin! Anggap aja Bank itu SEKRETARIS ente. Sekretaris yang digaji kurang lebih 15ribu tiap bulan. #99KPRDisetujui Buat ngebuktiinnye, rekening tabungan musti rutin ada CF 3-7 bulan. #99KPRDisetujui Bukti Sumber Cash Flow itu syarat berikutnya. Bentuknya slip gaji kl ente gajian. #99KPRDisetujui Atawa laporan keuangan kl ente entrepreneur. *keserimpet dah* #99KPRDisetujui Khususnya laporan keuangan, ente musti siapin 2 tahun tuh. #99KPRDisetujui Khususnya slip gaji, perlu dukungan surat keterangan kerja dari kantor. #99KPRDisetujui NPWP! Apa tuh? Nomor Pokok Wajib Pajak. Kl belum punya, gampang kok. Datang ke KPP setempat. Gratis! #99KPRDisetujui Pastikan ente bukan anggota BLBI. Apa tuh BLBI? Black List Bank Indonesia. #99KPRDisetujui Kl ente pernah kredit di bank, trus gak lancar lebih dari 2 bulan berturut-turut, otomatis ente masuk BLBI. #99KPRDisetujui Kl udah masuk gimana? Bersihinnya susah! Pake Baycl*n juga belum tentu bersih. #99KPRDisetujui Kl syarat2 itu sudah siap, tinggal tambahin foto kopi KTP ente + KTP suami atau istri + surat nikah dan kartu keluarga. #99KPRDisetujui Nah ini saran yang penting buat ente. Ajuin ke beberapa bank. Paling tidak 3 bank! #99KPRDisetujui Kenapa harus beberapa bank? Krn prosesor bank juga manusia. Dan tiap manusia punya subyektifitas sendiri2. Right? #99KPRDisetujui Makin banyak bank gimana? | Makin bagus! Krn makin banyak silaturahimnya :d #99KPRDisetujui Kl alergi sama bunga bank, silahkan menggunakan bank syariah. #99KPRDisetujui Kl ke Bank selain syarat dari ente, jangan lupa syarat dari rumahnye. Seperti fotokopi sertifikat, pbb, imb, ktp pemilik. #99KPRDisetujui Kapan diajuinnya? Ajuin di minggu ketiga sampai keempat. Biasanya pada kejar target tuh :d #99KPRDisetujui Bulan Desember biasanya susah tuh dapet kredit. Mending tunda di Januari. Bulan desember pada siap2 tutup buku. #99KPRDisetujui Nah yang paling penting agar #99KPRDisetujui adalah BERDOA sama TUHAN agar dikabulkan permohonan KPRnya. :D source: mas aryo
Read More

Senin

Published 01:26 by admin

Biaya Haji Makin Murah?

Dari tahun ke tahun, biaya haji dan umroh mengalami kenaikan yang tidak sedikit. Setelah krismon, biaya haji tercatat belasan juta rupiah, di tahun 2000-an naik dari belasan juta sampai sekarang sekitar 35 jutaan. Sementara biaya umroh berkisar setengah dari haji reguler, artinya juga terus naik dari tahun ke tahun.


Haji USD vs EMAS

Dalam jangka panjang, biaya dalam rupiah naik sangat siginifikan, dalam dolar juga naik lumayan, tapi biaya haji dan umroh malah turun jika dihitung dengan menggunakan alat ukur emas. 2000-an awal, biaya haji berkisar antara 250gr-300gr emas. Tahun 2007 turun menjadi 150gr, di tahun 2010 menjadi 95gr, dan tahun 2011-2012 berkisar 70gr emas.

Maka salah satu cara untuk menabung biaya haji dan umroh terbaik adalah dengan menabung dalam bentuk emas, logam mulia maupun dinar.  Yang diperlukan untuk biaya umroh 2013 adalah sekitar 8 Dinar atau 35gr emas. Jumlah sudah cukup untuk biaya umroh kelas menengah. Jika harga emas turun pun, insya Allah masih bisa untuk biaya umroh yang lebih murah. Sedangkan jika harga emas naik, maka kita bisa mendapatkan biaya umroh kelas yang lebih baik, atau bisa dijadikan sebagai uang tambahan seperti uang saku.

Untuk menyiapkannya, ada dua strategi yang bisa dilakukan, yaitu Nabung Emas dan Cicil Emas:
Nabung-Cicil Emas Umroh
 
Mmm, masih tunda beli emas?

source: http://ahmadgozali.com/umroh-optimasi-rezeki/umroh-emas/
Read More

Selasa

Published 23:49 by admin

Jenis Hutang yang Bisa Membuat Anda Tambah Kaya

Membayar hutang dengan mudah ada caranya, bahkan membuat Anda semakin kaya. Hutang mobil, rumah atau apapun perhatikanlah jenis-jenis hutang berikut. Setiap kali berhutang uang kepada seseorang, kau menjadi pegawai uang mereka. (Robert T. Kiyosaki)


Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah selalu buruk. Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah bisa membuat kita menikmati kenikmatan yang tadinya tidak terjangkau. Robert Kiyosaki dengan tajam menjelaskan tentang hutang yang baik dan hutang yang buruk.

Hutang yang baik adalah hutang yang dibayarkan orang lain untuk kamu. Hutang yang buruk adalah hutang yang kamu bayar dengan keringat serta darah kamu sendiri.

Kalau seseorang mengambil pinjaman berjangka waktu 20 tahun maka dia akan menjadi pegawai selama 20 tahun. Dan tidak seperti bekerja di kantor, mereka tidak memberinya jam emas ketika hutangnya lunas atau dia pensiun.

Apakah hutang untuk bisnis (modal kerja, investasi,dll) = baik, sedangkan hutang konsumtif (beli mobil, rumah, tour keluar negeri) = jelek? Dua-dua jawabannya adalah belum tentu.

Dari definisi Robert Kiyosaki diatas, hutang bisnis bisa jadi jelek bila kita sendiri yang harus berkeringat dan mandi darah untuk membayarnya.

Hutang bisnis menjadi baik ketika kita mempunyai sistem dan team/orang yang membayar. Demikian juga ayah kaya dari Robert Kiyosaki sangat menyukai properti sewaan. Ia mendorong Robert Kiyosaki untuk mempunyai properti sewaan karena bank memberi pinjaman dan yang membayar adalah penyewa properti.

Banyak orang menganggap bahwa jurus Robert Kiyosaki yang ini tidak dapat dipraktekkan di Indonesia, tapi saya pribadi melihat banyak pengusaha yang menggunakan jurus ini. Mulai dari pengusaha kecil seperti pengusaha mesin fotocopy yang membuka cabang fotocopy, salon, yang mempunyai sistem dan team yang bekerja untuk mereka. Sedemikian sehingga sistem dan team yang membayar hutang bisnis dan properti yang ditempatinya. Demikian juga pengusaha besar seperti Bank, Hotel, Mall, melakukan dengan cara yang sama.

Hutang konsumtif bisa baik ketika kita sudah mempunyai pasif income atau peternakan uang yang membayarnya. Jadi boleh saja kita mempunyai hutang rumah, mobil, selama penghasilan kita dari Bisnis dan Investasi (sisi kanan cashflow kuadrant) lebih dari cukup untuk membayarnya.

Pasti bermanfaat untuk Anda yang dahsyat,

Tung Desem Waringin
Sumber: TDW Club
Read More
Published 23:13 by admin

Kesalahan-kesalahan Mengelola Uang

Common Money Mistakes Sering kali begitu mudah saat harus mengeluarkan uang untuk memenuhi keperluan – keperluan rumah tangga seperti belanja bulanan, membayar tagihan-tagihan, jalan – jalan ke mall, membeli baju dan sepatu saat ada diskon, dll. Tak terasa uang mengalir seperti air dan setelah dihitung-hitung sepertinya ada sesuatu yang sebenarnya bisa dihemat atau dikurangi terutama expense – expense yang tidak fixed seperti jalan-jalan ke mall, beli buku, beli baju atau sepatu, dll. Setelah membeli barang – barang tersebut dan sampai dirumah ternyata belum tentu barang-barang tersebut akan langsung digunakan dan mungkin hanya menumpuk saja dirumah. Terlebih lagi yang berbahaya adalah apabila belanjanya dengan menggesek kartu kredit, dan pembayaran hanya dengan mencicil minimal pembayaran per bulannya. Belanja dengan kartu kredit memang sangat membantu kemudahan dalam bertransaksi dengan catatan kita mempunyai uang untuk membayar tagihannya secara full bukan dengan membayar cicilan minimunnya. Biasanya kita disadarkan oleh betapa besar pengeluaran yang telah kita lakukan saat kita menerima tagihan kartu kredit, uang yang semakin berkurang di ATM atau saat me-review catatan pengeluaran bulanan kita. Hampir semua orang pernah melakukan belanja – belanja yang terkadang hanya kalap mata saja, karena naturally semakin besar penghasilan maka spending semakin besar juga. Tapi yang paling penting adalah kita dapat menyadari kesalahan tersebut dan dapat belajar dari pengalaman itu. Memang tidak mudah untuk melakukan perubahan secara drastis tapi setidaknya dengan belajar sedikit demi sedikit untuk dapat membuat perencanaan keuangan sendiri maka manajemen keuangan kita akan lebih terarah. Begitu juga dengan kami, sebelum keluarga kami mempunyai perencanaan keuangan, we have no idea berapa sich biaya pensiun kami nanti? Bagaimana sih cara menyiapkan dana pensiun untuk kehidupan nanti setelah tidak produktif lagi? Kalau biaya pendidikan anak-anak kami hanya bisa mengira2 sesuai dengan biaya kuliah saat ini, sedangkan anak-anak kami kuliah masih 10 – 15 tahun lagi jadi gak kebayang akan berapa jadinya nanti karena ada faktor inflasi didalamnya. Setelah menerapkan perencanaan keuangan kami merasa lebih tenang karena walaupun as human being seringkali bocor atau tidak sesuai dengan budget tapi at least setiap bulannya kami sudah melakukan alokasi dana untuk pos – pos tujuan keuangan keluarga yang sudah ditentukan. Sebagai evaluasi dan untuk selanjutnya menjadi perbaikan bagi kami khususnya dan mungkin bagi keluarga – keluarga yang lain, dibawah ini adalah common money mistakes yang perlu dicermati: 1. Having no financial planning alias gimana nanti aja deh Saat kita tidak mempunyai perencanaan keuangan maka kita tidak mempunyai tujuan – tujuan keuangan yang terarah dan juga tidak mengetahui berapa besar sesungguhnya uang yang harus kita persiapkan untuk dana pensiun nanti, uang sekolah anak-anak nanti, uang kesehatan untuk pensiun nanti, dll. Efeknya adalah automatically kita tidak terlalu kuatir untuk menyiapkan mulai dari sekarang karena kita memang tidak tahu, yang nanti biarlah nanti saja yang penting saat ini bisa senang – senang. Tapi kalau kita mengetahui betapa besarnya biaya yang diperlukan untuk dana pensiun dan dana pendidikan nanti maka kita akan lebih berhati – hati dalam setiap pengeluaran kita dan mempunyai prioritas untuk spending – spending kita. Sangat tidak bijaksana untuk mengorbankan kesenangan nanti hanya untuk kesenangan sesaat saat ini. Selain dana pensiun, dana kesehatan pensiun, dana pendidikan yang memang persiapannya memerlukan jangka waktu panjang, maka hal lain yang penting juga adalah mempersiapkan dana darurat dan asuransi untuk mengcover apabila pencari nafkah utama terkena risiko. Bukan berarti juga dengan mempunyai perencanaan keuangan maka kita dapat langsung menghemat secara drastis tetapi yang penting adalah memulai dengan latihan melakukan perencanaan keuangan sendiri karena semua pencapaian itu ada proses dan tahapannya jadi ya practice..practice..practice.. aja dulu. Saat ini tidak ada excuse bahwa tidak tahu cara atau tidak mengerti bagaimana memulainya, ingat bahwa saat ini kita diberi banyak kemudahan untuk akses informasi, entah dari media surat kabar, internet, seminar, tanya ke ahlinya, dll. Jangan lupa juga untuk selalu me- review untuk memastikan bahwa tujuan keuangan tersebut dapat tercapai sesuai dengan jangka waktunya. 2. Not Living Within Your Means = besar pasak daripada tiang Sudah menjadi hukum alam bahwa semakin besar penghasilan maka semakin besar pengeluaran, tetapi jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada penghasilan karena yang akan terjadi adalah berhutang. Rumus sederhananya adalah : Income > expenses = surplus Income < expenses = debt Memang tidak mudah tapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan, kalau kita mempunyai tujuan keuangan dalam rumah tangga maka ini akan mendrive kita untuk berubah dan memperbaiki kebiasaan tata kelola keuangan kita. Tips untuk bisa menghindari pengeluaran lebih besar dari penghasilan adalah identify where your money goes, karena kalau kita mempunyai catatan kemana saja uang kita pergi maka tidak akan sulit untuk mengontrol dan mereview pengeluaran – pengeluaran tersebut, yang diharapkan untuk bulan berikutnya kita bisa mengurangi pos – pos tertentu yang dirasa berlebihan untuk kemudian dialokasikan ke pos lain seperti saving atau investasi. Oya, satu lagi..belajarlah untuk membuat budget pengeluaran, memang membuat budgetnya mudah tapi pelaksanaannya memang perlu effort. 3. Impulsive Spending = boring nich..belanja ah Belajar untuk selalu membedakan antara wants vs needs, keseringan main ke mall akan mempengaruhi kantong kita karena saat kita ke mall tidak bisa hanya untuk window shopping saja, pasti ada saja yang dibeli walaupun mungkin itu sebenarnya tidak perlu tapi terkesan diperlukan daripada tidak ada yang dibeli. Tips untuk menghindari impulsive spending atau pengeluaran yang tidak direncanakan adalah pergilah ke mall saat memang ada yang perlu dibeli jangan ke mall karena sedang merasa jenuh atau galau karena nantinya pasti balas dendam dengan belanja, buatlah budget shopping tersendiri sehingga tidak mengganggu cash flow keuangan rumah tangga saat tergoda untuk melakukan impulsive spending. 4. Temptation Promotions = buy 1 get 1 free Saat belanja bulanan ke supermarket biasanya yang terjadi adalah yang seharusnya hanya beli beberapa item tapi karena kalap mata dan tergiur oleh promo yang ada maka yang terjadi adalah jumlah belanjaan membengkak, apalagi kalau belanja dengan membawa anak-anak, alih-alih ingin mengajak anak-anak seneng tapi belanjaan juga bertambah banyak. Populasi penduduk Indonesia yang besar menjadikannya sebagai target market yang potensial untuk berjualan apapun. So think and be wise before you decide to take any kind of promotions offered in the market. Cara yang bisa dilakukan untuk menghindari spending yang besar saat belanja adalah stick with your shopping list. 5. Lack of Estate Planning = hidup kaya raya mati masuk surga (tdk menelantarkan yg ditinggalkan) Penting banget untuk mempunyai Estate Planning atau Perencanaan Waris. Karena memang kita hanya menjalani hidup ini, sementara Allah Swt yang berkuasa diatas segalanya, jadi kita tidak mengetahui sampai kapan kesenangan kita hidup didunia ini, oleh sebab itu sebaiknya kita mempunyai perencanaan yang baik untuk anak – anak atau istri yang menjadi tanggung jawab suami in case terjadi resiko yang tidak diinginkan terhadap pencari nafkah utama. Bukan berarti karena hidup sudah ada yang mengatur maka kita pasrah tanpa melakukan usaha apapun justru sebaliknya kita harus mempersiapkan dengan baik untuk mencari ridho-NYA dengan tidak menelantarkan anak-anak dan istri. Warisan tidak selalu meninggalkan harta yang melimpah tapi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap anak – anak atau istri maka minimal suami mempunyai asuransi jiwa yang uang pertanggungannya cukup untuk membiayai sekolah dan biaya hidup mereka seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap pencari nafkah utama, sehingga mereka tidak putus sekolah dan tetap dapat meneruskan hidupnya dengan baik. sumber:http://dyahprabowo.com/2012/06/27/common-money-mistakes/
Read More
Published 23:10 by admin

Mengenal Komunitas TDA

TDA | Komunitas Tangan Di Atas TDA Tentang Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Apa Itu Komunitas TDA? Adalah sebuah komunitas bisnis yang bervisi menjadi Tangan Di Atas atau menjadi pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesamanya. Istilah kerennya adalah abundance atau enlightened millionaire. Lho, sesederhana itu? Tidak, nama ini merupakan perwujudan dari keyakinan kami bahwa menjadi Tangan Di Atas itu lebih mulia dari pada Tangan Di Bawah (TDB). Kami mengartikannya juga TDA sebagai pengusaha dan TDB sebagai karyawan. Di samping itu kami juga meyakini bahwa dengan menumbuhkan semangat berwirausaha, merupakan salah satu solusi konkret terhadap permasalahan ekonomi bangsa. Bagaimana cara mewujudkannya? Ya, tentu saja dimulai dari kami sendiri. Dengan semangat saling berbagi, saling mendukung dan bekerja sama dalam komunitas TDA. Semua itu telah diwujudkan dalam beberapa kegiatannya. Kenapa harus dengan komunitas? Kami yakin dengan bersama-sama segalanya akan lebih ringan. Keyakinan itu terbukti dengan kebersamaan ini kami bisa melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri. Ada ciri khas lain yang membedakan TDA? Ada, yaitu action oriented. Makanya seiring diplesetkan menjadi Take Double Action. TDA menghindari banyak melakukan diskusi dan perdebatan yang tidak produktif. Apakah TDA lembaga sosial? Dalam aktivitasnya, TDA adalah komunitas sosial, non profit. Tapi tujuannya adalah pragmatis yaitu agar para membernya menjadi 100% TDA alias pengusaha kaya. Siapa saja member TDA ini? Beragam. Tapi kalau di bagi ada 3 kategori, yaitu: 1. TDA, yaitu member yang sudah full berbisnis dan dalam upaya meningkatkan bisnisnya ke jenjang lebih tinggi. 2. TDB, yaitu member yang masih bekerja sebagai karyawan dan sedang berupaya untuk pindah kuadran menjadi TDA 3. Ampibi, yaitu member yang masih dalam tahap peralihan dari TDB ke TDA dengan melakukan bisnis secara sambilan Sudah berapa member TDA? Sampai saat ini (September 2007) sudah mencapai 1.300 orang sejak didirikan tanggal 22 Januari 2006. Apa saja kegiatan TDA? TDA Garment (12 kios di ITC Mangga Dua dan 4 di Metro Tanah Abang) TDA Seluler (9 konter ITC Mangga Dua) TDA IT (+- 20 kios Mangga Dua Square, workshop, seminar IT) TDA Goes To Franchise (kajian dan laboratorium konsep bisnis) TDA Peduli (kerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap Dompet Dhuafa Republika) TDA Wealth Strategy Club (diskusi dan penerapan wealth strategy) TDA Event Organizer (seminar, talkshow, bazaar, pameran, tour) TDA Business Re-education (seminar, business game, business coaching, bekerja sama dengan Action International Business Coaching http://www.action-international.com/, http://www.actioncoaching.com/) TDA Business Conference on Yahoo! Messenger TDA Business Portal (on progress) TDA Daerah (Bekasi, Tangerang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Batam) TDA Spiritual (pengajian bulanan) TDA Finance TDA Business Book Club dll Bagaimana awal berdirinya TDA? Agak panjang dan unik ceritanya. Ini berawal dari sebuah blog yang ditulis oleh salah satu pendiri TDA, yaitu Badroni Yuzirman (http://www.roniyuzirman.blogspot.com/). Isi blog tersebut menurut sebagian orang cenderung memprovokasi pembacanya untuk menjadi pengusaha atau TDA. Kemudian, dari para pembaca blog tersebut tercetus ide untuk membuat pertemuan dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan Haji Ali, salah satu tokoh sukses yang sering diceritakan di blog tersebut. Tanggal 12 Januari 2006 adalah tanggal diadakannya talkshow tersebut yang dihadiri oleh sekitar 40 orang bertempat di Restoran Sederhana Rawamangun, Jakarta Timur. Dari talkshow itulah diperkenalkan istilah Tangan Di Atas yang diperluas tafsirnya menjadi pengusaha atau pedagang. Para peserta kemudian ditantang untuk langsung take action memulai bisnis. Pada tanggal 1 Februari, seminggu setelah itu dibukalah Moslem Fashion Area dengan para pengisi kiosnya 12 orang dari peserta talkshow itu. Untuk memperlancar komunikasi di antara para alumni talkshow, maka dibuatlah sebuah mailing list untuk saling berkoordinasi mengenai toko masing-masing dan membahas permasalahan bisnis. Pada akhirnya mailing list itu kemudian dibuka untuk umum dengan anggota mencapai ratusan orang. Visi Membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban Misi Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan. Membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018. Menciptakan sinerji diantara sesama anggota & antara anggota dengan pihak lain, berlandaskan prinsip high trust community. Menumbuhkan jiwa sosial & berbagi di antara anggota. Menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi. Lima Nilai TDA 1. Silaturahim (Saling mendukung, Sinergi, Komunikasi, Kerja sama, Berbaiksangka, Teamwork, Sukses Bersama) 2. Integritas (Kejujuran, Transparansi, Amanah, Win-win, Komitmen, Tanggungjawab, Adil) 3. Berpikiran Terbuka (Continuous Learning, Continuous Improvement, Kreatif, Inovatif) 4. Berorientasi Tindakan (Semangat solutif, Konsisten, Persisten, Berpikir dan bertindak positif, Give and Take, Mindset Keberlimpahan) 5.Fun (Menjaga keseimbangan dalam hidup) sumber:http://roniyuzirman.wordpress.com/komunitas-tda/
Read More

Minggu

Published 21:09 by admin

Maicih: Keripik Unik dari Bandung

Mimpi Saya Bangun Republik Maicih
VIVAnews.Com - Dunia digital membuka peluang bisnis menggiurkan: menjadi kaya raya tanpa perlu menunggu rambut beruban. Bukan hanya bagi mereka yang mencipta aplikasi digital, tapi juga mereka yang memanfaatkan aplikasi tersebut. Simak saja kisah Reza Nurhilman. Dengan keterbatasan dana membangun usaha, pemuda 23 tahun ini meraih sukses tak terkira berkat dunia maya. Ia memanfaatkan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sebagai media pemasaran. Reza atau akrab disapa Axl adalah pemilik usaha keripik pedas 'Maicih', yang sempat membuat heboh remaja Bandung. Hanya setahun setelah meluncurkan usahanya di Twitter, ia mampu mengantongi omzet penjualan Rp4 miliar per bulan. Berangkat dengan modal sekitar Rp15 juta, ia membuat permainan yang memancing penasaran Facebookers dan Tweeps. Ia merancang lokasi penjualan berpindah-pindah setiap hari, yang hanya dapat diketahui dengan melihat status Facebook (#maicih) atau Tweet Maicih (@infomaicih). Strategi itu sukses. Keripiknya menjadi barang buruan. Konsumen harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan keripik superpedas itu. Bahkan, antrean pernah memanjang hingga satu kilometer. "Strategi pemasaran sengaja saya pilih berpindah-pindah sehingga orang penasaran untuk selalu mengetahui di mana keripik Maicih nongkrong," ucapnya. Di tengah kesibukannya sebagai Presiden Maicih yang memimpin puluhan Jenderal Maicih, mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Maranatha itu menyempatkan berbincang dengan VIVAnews di kampusnya, Bandung, beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya: Kapan usaha Maicih berdiri? 29 Juni 2010. Baru setahun, jadi masih bayi lah ya ... Modal awal? Kalau diakumulasikan di awal, modal yang dipakai cuma Rp15 juta. Itu untuk bahan baku, dan membuat tungku penggorengan. Karena kami tidak menggoreng pakai kompor, jadi rasanya pasti beda. Omset saat ini? Setiap bulan terus meningkat, dari omset yang hanya sedikit menjadi banyak. Saat ini, omset sebulan sudah menyentuh Rp4 miliar, dengan rata-rata per minggu lebih Rp750 juta. Kemampuan produksi? Sekarang itu produksinya sudah sampai 75 ribu bungkus per minggu. Itu semua varian dari kripik, jeblak, gurilem. Dan, selalu habis. Butuh berapa banyak bahan? Kalau gurilem dan jeblak pake tepung tapioka jadi literan. Kalau keripik satu ton itu bisa jadi 4.000 bungkus. Seminggunya bisa produksi sampai 25 ribu bungkus. Suplier kami juga bingung, kok permintaan kami bisa lebih banyak dari pada pabrik-pabrik besar, hehehe ... Harga jualnya? Regulasi di Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak itu Rp11 ribu, untuk keripik yang level 10 Rp15 ribu. Di luar Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak Rp15 ribu, yang level 10 itu Rp18 ribu. Nama Maicih darimana? Maicih itu terlahir waktu saya masih kecil. Biasanya, kalau saya dibawa mama ke pasar, suka ada ibu-ibu tua pake ciput dengan baju alakadarnya. Setiap belanja dia ngeluarin dompet, bonus dari toko emas yang ada resletingnya untuk masukin receh. Mama saya bilangnya itu dompet Maicih. Beberapa tahun lalu, saya ketemu ibu-ibu yang sosoknya menyerupai Maicih dalam memori saya. Ibu-ibu paruh baya yang pakaiannya tradisional. Ternyata dia bisa bikin bumbu kripik pedas. Lalu, saya bikin brand Maicih. Ternyata bisa bikin orang lain suka, karena nyeleneh. Jadi ibu-ibu itu yang buat? Dulu. Sekarang kami sudah kelola semua. Dulu merger, kalau sekarang kami sudah punya pabrik sendiri, managemen, produksi, pemasaran pure kami kelola sendiri. Kenapa memilih rasa pedas? Emang sih ada risiko bolak-balik kamar mandi di awal kali coba, tapi kalau sudah biasa nyoba mah nggak akan, hehehe.. Kami memilih rasa pedas karena memberikan efek kecanduan apalagi untuk lidah orang Indonesia. Lagipula, produk ini sangat baik untuk kesehatan, fungsi jantung, dan detoksifikasi. Karena, rasa pedas Maicih dari rempah pilihan dan cabe tentunya, kami juga tidak pake bahan pengawet. Tapi, tetap bisa tahan sampai delapan bulan. Keripik Maicih juga enak dimakan pake nasi, atau dicampur di lotek, mi rebus. Memang lebih enak kalau dikombinasikan dengan makanan-makanan lainnya. Alasan pakai sosial media sebagai media pemasaran? Awalnya, pemasaran Maicih melalui temen-teman saja. Temen SMA saya waktu itu beli, trus dia nge-tweet, "Maicih enak yah." Ya udah saya lalu fokus ke Twitter, running aja. Ada banyak alasan kenapa pemasarannya hanya melalui Twitter dan Facebook. Selain gratis, promosi di Twitter bisa jadi gong karena kekuatan marketingnya dibuat orang-orang yang beli Maicih. Orang yang belum tahu Maicih akan bertanya dan mereka yang nge-tweet soal Maicih akan dengan antusias menjelaskan. Mereka yang sudah merasakan Maicih punya testimoni masing-masing. Jadi, saya tidak usah capek-capek promosi. Dengan Twitter, promosi seperti bola salju, terus membesar. Ada pengalaman buruk? Paling cuma antrean yang panjang. Mereka rela mengantre walau hujan badai. Di setiap kota juga ngantre. Sekarang Jenderal-jenderal punya fans dan komunitasnya masing-masing. Waktu kami launching produk gurilam di Braga Cafe. Mungkin kalau MURI tahu pasti dapet rekor antrean terpanjang karena antrean pada saat itu sampai satu kilometer, dari jam 5 sore sampai 11 malem. Mengapa pakai konsep jualan nomaden? Kalau buka toko tetap takutnya malah habis, pas orang jauh-jauh datang. Mereka kan tahunya pusat Maicih di Bandung. Pas habis, nanti kami didemo lagi. heheheh ... Waktu awal-awal, saya sih masih pake sistem cash on delivery (COD), jadi dianterin, mau satu bungkus pun saya anterin. Waktu itu saya percaya, "Sekarang saya ngejar-ngejar konsumen, tapi nanti suatu waktu konsumen yang ngejar-ngejar saya." Dan, sekarang terbukti. Karena, memang addict sih yah. Takut jadi euforia sesaat karena keunikan penjualan? Nggak, karena beda mungkin ya. Kalau dibandingkan sama produk yang sempat fenomenal lainnya seperti salah satu es krim yang lagi 'hits'. Dari segi rasa, kalau orang penasaran sama produk tersebut pas dicoba sudah ilang penasarannya karena manis. Kalau pedas kan addict. Itulah seninya. Akan ada penambahan rasa atau modifikasi rasa? Prosesnya tidak sederhana. Sebelum membuat produk baru, kita harus lihat dulu antusias konsumen akan seperti apa. Jadi, sekarang masih fokus ke tiga varian ini. Kami fokuskan dulu ke kuantitas, menstabilkan kuntitas di skala nasional. Karena, masih banyak penduduk yang belum mencoba. Jadi, secara keseluruhan kami belum kuat, masih harus menguatkan network. Pokoknya, di setiap kota di Indonesia harus ada Maicih. Takut ditiru? Kalau dari segi bumbu mah sulit. Tapi, kalau yang niru sekarang banyak. Kripik Maicih abal-abal ada sampai 30 produk. Yang pleset-plesetin banyak, ada 'Bukan si Emak', 'Maican'. Tapi saya tidak ambil pusing lah. Saya fokusin di produksi sama rasa saja. Kami juga tidak hanya menjual keripik, tapi juga membangun network. Kami memantau produk dari Twitter karena kalau dari Twitter itu kan mudah mengetahui keluhan konsumen. Biasanya, keluhan konsumen itu, permintaan tempat penjualan. Jadi kami juga harus reset tempat. Ada data base untuk tempat yang belum ada Macih. Takut ada reseller yang jual lebih mahal? Pernah ada yang melakukannya. Jadi sekarang, penjualan ke konsumen kami batasi karena takut ada penimbunan dan mark up. Tidak kesampaian jadi Jenderal terus dijual dengan harga sesukanya. Jadi, dijatahnya tergantung kultur di kotanya masing-masing. Biasanya sih ada batasnya 5-10 bungkus. Usaha Maicih dibantu berapa karyawan? Kalau karyawan sendiri tidak terlalu banyak, untuk segi pekerja itu sendiri paling sekitar 10-an termasuk bagian packing, masak, pembuat bumbu, dan distribusi. Selebihnya agen, yang kami sebut Jenderal Maicih. Kenapa agennya disebut Jenderal? Nah, itu sebenarnya hanya marketing mix. Saya membuat bahasa marketing dengan nuansa yang berbeda supaya lebih menarik. Kalau saya sebutnya, "Ya ini agen Maicih," sepertinya kurang keren. Kalau disebut agen, seperti agen minyak dan kurang menjual. Bukan berarti mendeskritkan pekerjaan di luaran sana. Saya sebut Jenderal agar value-nya bertambah, karena produk saya cuma keripik. Kami juga punya Menteri Perhubungan, yang megang jalur distribusi dan penjualan ke luar pulau. Saya seperti ingin membangun kerajaan sendiri. Kerajaan sendiri, maksudnya? Kami bukan konglomerasi, bukan PT besar, kami punya sistem sendiri. Kami ingin buat Republik Icih (RI). Ada menteri-menterinya. Selain Menteri Perhubungan, Menteri Pangan (produksi), Menteri Keuangan yang mengurus database, input, omset, dan outputnya, ada juga Panglima Jenderal. Panglima Jendral itu adalah Jenderal pertama yang merupakan sahabat SMA saya. Beliau ini yang mengurus semua restock semua Jenderal di seluruh Indonesia. Sekarang juga kami sudah punya gudangnya sendiri, Alhamdulillah. Syarat menjadi Jenderal? Orang yang menjadi Jenderal dipilih yang memiliki intelektual baik, dan berkompeten. Dari segi SDM, kami nggak hanya asal menerima Jenderal, tetapi ada proses interview dan training. Kualitas mereka harus yang terbaik. Jenderal bukan karyawan tapi mitra usaha. Mereka membeli lisensi untuk izin usaha. Jadi istilahnya, mereka adalah distributor atau agen resmi yang menjual kripik Maicih. Jadi bisa dipertanggungjawabkan. Karena banyak yang mengatasnamakan Maicih atau memakai nama Maicih dengan cara yang tidak baik. Banyak konsumen yang dirugikan karena tertipu. Sementara Maicih yang asli itu hanya diinfokan oleh akun twitter @infoMaicih dan yang hanya dijual oleh para Jenderal. Training Jenderal itu tentang apa saja? Seputar caracter building, knowledge, sikap, serta bagaimana menyikapi bisnis ini ke konsumen. Karena, mereka tidak hanya menjual keripik, tetapi juga education. Saya sendiri sering sharing knowledge di training. Saya yang mengurus training, jadi mereka juga siap sebagai pengusaha dari segi mental. Mereka tidak hanya jual beli putus, tapi juga bisa dibilang independent bussiness owner (IBO). Jadi, merasa sebagai pemilik Maicih di kotanya masing-masing. Biasanya, setiap bulan, kami (saya dan para Jenderal) evaluasi perkembangan penjualan, atau bikin event. Sekarang sudah berapa Jenderal? Sudah ada sekitar 80-an di seluruh Indonesia. Mulai Februari 2011, sudah ada Jenderal di luar pulau Jawa. Ada di Papua, juga di dekat Nabire, dan Kalimantan. Mereka tetap dituntut ke Bandung dulu sebelum mulai jualan. Kalau nggak, ya tidak satu visi. Mereka harus tahu dulu knowledge-nya seperti apa, mereka nggak hanya jual beli putus gitu, mereka harus ada loyalitasnya. Kalau di Jabotabek, si Jenderal malah harus ke Bandung minimal sebulan sekali dan maksimal seminggu sekali. Jenderal-jenderal yang datang ke Bandung, biasanya mengambil barang sekaligus evaluasi, atau membuat setting penjualan di kotanya, objetive breakdown, atau bagaimana caranya dia menangani kasus per kasus saat dia memasarkannya. Rekrutmen Jenderal pakai sistem angkatan. Kemaren itu batch 1, sekarang kami sudah mulai membuka batch 2. Kalau yang dulu, termasuk Jenderal sepuh itu temen-temen saya, sekarang sudah benar-benar open public. Lisensi jadi Jenderal itu seperti apa? Mereka harus membeli izin usaha sekali seumur hidup. Izin usaha ini membuat dia resmi sebagai jenderal. Lisensinya itu hanya sekitar Rp300-an ribu. Tapi, di awal mereka harus mengambil all varian minimal 3.000 bungkus, berarti Rp30 juta. Biasanya sih 3.000 bungkus sudah pasti habis seminggu. Kenapa memilih bisnis makanan? Jika kita ingin bangun usaha lebih baik fokus di bagian primer yaitu sandang, pangan, papan. Usaha sandang sebenarnya menjanjikan tapi di Bandung kan sudah banyak dan saya tidak punya skill disana. Selain itu, usaha sandang tidak ada repeat order karena konsumen kalau tidak beli, ya tidak akan mati. Kalau bisnis papan seperti rumah, real estate, sangat menjanjikan karena setiap orang butuh tempat berteduh dan berlindung. Tapi, saya tidak punya modal. Kalau di pangan, tentu sangat menjanjikan. Kita mau buka restoran apa saja pasti laku. Tinggal bagaimana cara kita mempromosikan dan menyajikan produk yang berkualitas. Latar belakang usaha? Saya itu lulus SMU di tahun 2005, empat tahun saya menganggur, dalam artian tidak kuliah. Saya baru kuliah itu 2009. Dalam empat tahun menganggur, saya jual beli barang seperti elektronik, pupuk. Semua saya jual. Akhirnya saya punya produk yang tepat dan kendaraan yang tepat. Saya lahir dari tiga bersaudara, anak paling bungsu, dari ekonomi keluarga yang biasa-biasa saja. Waktu lulus SMU itu, ekonomi keluarga benar-benar drop, jadi saya memutuskan untuk menunda kuliah karena tidak mau membebani orangtua. Saya tidak memiliki figur seorang ayah, jadi mama saya banting tulang, kerja keras untuk menghidupi tiga orang anaknya. Saya tidak tega membebani lagi dengan biaya kuliah. Jadi selama empat tahun mulai agak berhasil apalagi dengan adanya Maicih. Jadi, jatuh bangunnya saya ini, sebelum saya memulai bisnis Maicih. Baru pas Maicih, mungkin momen dan waktunya tepat. Saya percaya Tuhan itu memberikan rezeki pada umatnya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu terlambat. Tepat pada waktunya. Banyak orang yang mencibir mungkin tidak tahu kerja keras saya dalam membentuk bisnis ini. Sudah biasa. Jadi ya sudah tebal muka. Mungkin kalau Maicih ini dipegang orang lain tidak akan sebesar ini. Banyak orang yang melihat teknik pemasaran Maicih ini, tapi sebenarnya poinnya itu ada di leadership, bagaimana membuat tim ini jadi loyal. Dari omset yang hanya sedikit menjadi banyak. Omset sebulan aja sudah 4 milyar, mana ada orang yang percaya kalau dulu saya seperti itu. Pandangan 5-10 tahun ke depan? Saya ingin pemasaran tidak hanya nasional tetapi go internasional. Sekarang sudah masuk sampai Singapura dan Jepang. Tapi sistemnya dikirim. Jendralnya TKI di sana. Kuantitasnya juga sudah lumayan walaupun nggak sebanyak di nasional, karena ongkos kirimnya juga mahal banget. Saya juga ingin menjadi perusahaan multinasional karena kalau kuantitasnya sudah cukup besar saya ingin jadi PT. Tapi walaupun sudah jadi PT bukan berarti bisa dapet produk Maicih di mini market karena kami akan tetap menjaga sifat eksklusif si Maicih ini. Jadi, tetep Jenderal Jenderal yang memasarkannya. Sebenarnya sih intinya supaya jendral-jendral ini bisa sejahtera sama-sama. Untuk itu, saya juga sudah memikirkan akan membuat Maicih Cafe dan di franchais kan. Menu makanannya untuk konsumen menengah ke bawah dan menengah ke atas. Mungkin, pizza pakai Maicih. Tapi, di sana tidak akan menjual kripik per bungkus. Yang jual kripik Maicih bungkusan tetap Jenderal. Konsumen tinggal menikmati menu makanan di sana. Jadi, Jenderal-nya sekarang nabung. Ya, rata-rata Jenderal punya pemasukan Rp10 juta per bulan. Kalau mereka sudah punya tabungan cukup mereka dapat membeli franchais Maicih Cafe ini. Tips anak muda untuk berbisnis? Anak-anak muda itu harus jauh lebih yakin. Jika ingin menekuni sesuatu harus konsisten, ngotot, dan antusias. Kita harus semangat kalau kita punya sesuatu, kita harus yakin. Untuk menuju puncak itu memang tidak mudah, tidak semudah kita membalikkan telapak tangan, tapi ketika kita mengejarnya dengan yakin dan percaya, pasti akan tercapai. Maicih berawal dari impian, jadi kerja keras untuk mencapai impian tersebut itu harus. Tidak mungkin kita hidup selalu bergantung pada orang lain.
Read More