Rabu

Published 15:22 by admin

Melek Finansial: Perampok uang anda

Berapa banyak yang tau tentang pentingnya menjaga nilai uang kita dari inflasi. Nah, saya sedikit cerita tentang inflasi suatu ketika pada 1995 lalu saat hendak beli sepeda motor dgn harga 3jutaan namun pada 2015 dgn uang 3jutaan tersebut tak cukup beli sepeda motor, bisa beli sepeda ontel (sepeda tanpa motor.... Hehehe...)

Contoh lain uang jajan anak sekolah, 10 tahun yang lalu untuk beli 2 permen cukup 100rupiah, saat ini 2 permen 400rupiah, dan permennya makin kecil ukurannya...

Itulah inflasi si perampok uang anda, jangan kira uang anda "aman" di bank, tabungan dgn bunga 2%pertahun melawan inflasi 7-13%pertahun, okelah jumlah nominalnya bertambah ditabungan namun nilainya berkurang dikenyataan.

Baiknya segera mulai investasi, dan kabar baiknya investasi bisa dimulai dgn ratus ribuan. Penting, jika kita bisa angsur pinjaman Harusnya bisa rutin investasi bulanan!
Read More

Sabtu

Published 18:56 by admin

Melek Finansial: Pengeluaran Rutin Bulanan

Betapa penting gaji yang diterima tiap bulan sejalan dengan pengeluaran rutin tiap bulan.

Belanja tiap bulan merupakan pengeluaran yang pasti dilakukan dan ini sebaiknya dikelola dengan baik. Mulailah dengan membuat catatan dari rumah apa saja keperluan rutin yang akan dibeli. Pastikan uang yang digunakan cukup dan tidak berlebih agar kita benar-benar fokus pada apa yang sudah dicatat. Barang-barang yang tahan lama dan pasti diperlukan seperti gula, garam, minyak goreng, beras, sabun, susu anak, kecap dan sejenisnya dahulukan.

Happy weekend, Happy neverend!
Read More

Rabu

Published 15:49 by admin

Isarat-isarat



Menghadapi kondisi dimana antara keinginan perusahaan dan kemampuan kompetensi yang tak sabanding memang membuat dilema. Namun, kondisi itu seperti isarat, harus ada yang kita perbuat.

Sama halnya dalam kehidupan, banyaknya masalah bisa jadi itu seperti isarat, ini sinyal Tuhan/ God Sign, ini cermin hidup/ Life Sign, harus ada yang kita perbuat untuk memperbaikinya, ada yang mengatakan masalah adalah cobaan atau ujian adapula yang katakan bahwa itu teguran, bagi saya lebih baik anggap sbg teguran bisajadi ada kewajiban yang kita lalaikan, ada hak yang kita abaikan, atau lain-lainnya.

Jadilah bagian dari solusi dalam wujud, berbuat baik dan berbenah diri atas isarat-isarat yang terjadi.
Read More

Kamis

Published 16:23 by admin

Melek Finansial: Pekerja juga bisa kaya



Seperti biasanya, sy berkesempatan mengisi talk show di radio kali ini membahas tentang pesan khalifah Umar RA "wahai pekerja atur upahmu, sebagian belikan kambing dan ladang". Menarik untuk dibahas bahwa atur upahmu ini pesan bagi seorang pekerja sebisa-mungkin mengelola uangnya dengan baik. Dalam konteks saat ini kambing bisa jadi punya bisnis, ya bisa jadi bisnis rintisan, bisnis sampingan, atau bisnis barengan, dimana saat bekerja dpt penghasilan saat bisnis dpt pemasukan. Nah belilah ladang, ini isyarat bahwa dianjurkan punya investasi misal properti baik kamplingan, kontrakan, ruko/rukan, kost2an, dll.

Inggat, pekerja tak selamanya bekerja karena ada masa ada usia. Suatu saat nanti bakal purna, saat itu jangan kecewa bila ternyata tak punya apa2, malah masih harus bekerja. Waspada!

Jika ilmu bahasa, matematika, budaya itu penting dan kita belajarnya bertahun2, mestinya ilmu tentang uang juga penting. Coba tanya berapa waktu, dana, upaya yg kita kerahkan untuk belajar tentang uang? Jgn heran, apa2 mentok kadang bukan karena kurang uangnya tapi kurang ilmunya!

Yuk praktekkan!
Read More

Selasa

Published 16:29 by admin

Low profile High profit

Sehari-hari sering kita jumpai seorang yang dalam bicaranya meledak-ledak, cepat, lugas dan jelas arahannya, disisi lain dalam tindakannya grasa-grusu, saklek, kaku dan mau menang sendiri. Namun ada pula sebaliknya. Mana yg lebih diterima? Relatif, tergantung yg menilai.



Rendah hati seperti air. mengalir dari Tinggi ke daerah yg lebih Rendah. Rendah hati beda dg Rendah diri, tak ada kesombongan, keangkuhan, tifak pula minder, menyerah. Rendah hati mengundang rezeki, potensi dan relasi. Low profile High profit. Orang nyaman bekerjasama dengannya, kata-katanya bertenaga seperti ada ruhnya, apa-apa yg dilakukan menjadi isyarat pemikiran dan idenya. Low profile High impact.

Jika belum bisa berbuat banyak, setidaknya sudah berusaha baik walau sedikit.

Wujudkan pribadi baik kawan!
Read More
Published 16:43 by admin

Renungan Hikmah Tahun Baru





Puisi Gus mus ini bagus, sederhana, sangat dalam, dan menyentuh. Dapat dijadikan sebagai renungan atau cermin diri kita pada tahun lalu dan perbaikan pada tahun yang akan datang.


SELAMAT TAHUN BARU

Oleh: KH MUSTOFA BISRI
(Sajak-sajak Mustofa Bisri)



Selamat Tahun Baru Kawan

Kawan, Sudah tahun baru lagi

Belum juga tibakah saatnya kita menunduk?

Memandang diri sendiri?
bercermin firman Tuhan sebelum kita dihisabnya?
Kawan, siapakah kita ini sebenarnya?
Musliminkah? Mukminin? Muttaqin? Khalifah Allah? Umat Muhammad-kah kita?
Khaira ummatin kah kita? atau kita sama saja dengan makhluk lain?
atau bahkan lebih rendah lagi?

Hanya budak-budak perut dan kelamin.

Iman kita kepada Allah dan yang ghaib rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan, lebih pipih dari kain rok perempuan.

Betapapun tersiksa, kita Khusyuk di depan massa dan tiba-tiba buas dan binal justru di saat sendiri bersamaNya.

Syahadat kita rasanya seperti perut bedug, atau pernyataan setia pegawai rendahan, kosong tak berdaya.

Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam Ibu-ibu, lebih cepat dari pada menghirup kopi panas dan lebih ramai daripada lamunan seribu anak muda.

Do'a kita sesudahnya justru lebih serius kita memohon hidup enak di dunia dan bahagia disurga.

Puasa kita rasanya sekedar mengubah jadual makan minum dan saat istirahat tanpa menggeser acara buat syahwat.

Ketika datang lapar atau haus; kitapun menggut-manggut "Oh beginikah rasanya" dan kita sudah merasa memikirkan saudara-saudara kita yang melarat.

Zakat kita jauh lebih berat terasa dibanding tukang becak melepas penghasilannya untuk kupon undian yang sia-sia..

Kalaupun terkeluarkan harapanpun tanpa ukuran, upaya-upaya Tuhan menggantinya beripat ganda.

Haji kita tak ubahnya tamasya menghibur diri, mencari pengalaman spiritual dan material.

Membuang uang kecil dan dosa besar, lalu pulang membawa label suci asli made in Saudi.. HAJI.

Kawan, lalu bagaimana, bilamana dan berapa lama kita BersamaNya?

Atau kita justru sibuk menjalankan tugas mengatur bumi seisinya

Mensiasati dunia sebagai khalifahnya.

Kawan, tak terasa kita semakin pintar

Mungkin kedudukan kita sebagai khalifah mempercepat proses kematangan kita, paling tidak kita semakin pintar berdalih.

Kita perkosa alam dan lingkungan demi ilmu pengetahuan

Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran

Melacur dan menipu demi keselamatan

Memamerkan kekayaan demi mensyukuri kenikmatan

Memukul dan mencaci demi pendidikan

Berbuat semuanya demi kemerdekaan

Tidak berbuat apa-apa demi ketentraman

Membiarkan kemungkaran demi kedamaian

Pendek kata, demi semua yang baik, halallah semua sampaipun yang paling tidak baik

Lalu bagaimana para cendikiawan dan seniman?

Para mubaligh dan kiai penyambung lidah Nabi?

Jangan ganggu mereka.

Para cendikiawan sedang memikirkan segalanya

Para seniman sedang merenungkan apa saja

Para muballigh sedang sibuk berteriak kemana-mana

Para kiai sedang sibuk berfatwa dan berdo'a

Para pemimpin sedang mengatur semuanya

Biarkan mereka diatas sana

Menikmati dan meratapi nasib dan persoalan mereka sendiri.

Kawan, selamat tahun baru

Belum juga tibakah saatnya kita menunduk dan memandang diri sendiri?
Read More
Published 03:01 by admin

Mengelola Uang dengan Senang

Bagaimana mengelola uang kadang lebih penting daripada Bagaimana mendapatkan uang. Kenapa?
Karena berapapun penghasilan yang kita peroleh, jika tidak dikelola dengan baik maka uang kita mudah menguap.
Read More

Senin

Published 02:25 by admin

Pesimis = Penyakit Si Miskin



Bisajadi bukan miskin hartanya, tapi Miskin kreatifatnya, miskin trobosannya, miskin harapannya, miskin capaiannya, miskin jiwanya, miskin semangatnya. Daripada tersinggung mending berubah!
Read More
Published 02:01 by admin

Renewable Asset: Kunci Menjaga Kekayaan

Jika menjual tanah, baiknya dibelikan tanah lagi walau dengan nilai yang lebih kecil, jangan sampai tidak ada sama sekali. Kalau bisa libel luas.

Jual telor emasnya jangan potong angsanya, sebisa mungkin tetaskan sebagian telor agar jadi angsa yg produktif.

*)
Postingan Pertama melalui Smartphone

Dikirim dari iPhone
Read More
Published 01:57 by admin

Rutin Tulis Artikel di Blog

Terasa begitu lama sudah tidak rutin menulis di blog ini,
padahal beberapa waktu yang lalu (cukup lama)
keingginan bisa rutin menulis rutin di blog ini
merupakan sebuah target.



Semoga bisa kembali menulis rutin.
Sampaikan kebaikan walau satu tulisan.
Read More

Selasa

Published 03:51 by admin

Menjalankan Bisnis Dengan Cara Yang tidak Biasa

Sebagai pebisnis layaknya memikirkan strategi pengembangan bisnis dengan berbagai cara. Trobosan yang dilakukan diharapkan bisa mengantarkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Dalam menjalankan tentu banyak berbagai kendala namun jangan sampai kendala menjadi hambatan bisnis untuk berkembang.



Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis diluar rutinitas, seperti:

1. Delegasi
Menjalankan bisnis dengan delegasi sebetulnya sudah banyak dilakukan namun belum optimal. Delegasi yang dimaksud disini adalah melimpahkan beberapa tangung jawab kepada tim sehingga beberapa pekerjaan yang bersifat rutinitas dapat dijalankan ada maupun tanpa pemilik. Inggat, jangan sampai rutinitas membunuh kreatifitas. Kegiatan yang bersifat rutin jangan sampai mengurangi atau bahkan mengeliminasi untuk membuat inovasi dan trobosan-trobosan. Sekiranya ada pekerjaan yang bersifat rutinitas dan bisa didelegasikan, segera lakukan.


2. Supervisi
Memantau pekerjaan untuk check and re-check adalah hal yang biasa, dengan adanya supervisi diharapkan bisnis dipantau agar sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh tujuan perusahaan. Banyak sekali contoh dimana perusahaan dapat berkembang dengan baik karena adanya peran dari tujuan perusahaan.

3. Otorisasi
Sedikit berbeda dari dua hal sebelumnya, otorisasi dilakukan dengan pendekatan dimana untuk melakukan proses bisnis yang krusial maka dengan persetujuan atau otisasi dari pemangku otoritas. Sehingga dapat mengurangi terjadinya resiko dalam proses bisnin.

Demikian tulisan kali, semoga bermanfaat.
Read More

Jumat

Published 21:49 by admin

Download: Booklet Perbankan 2014 dan Tugas untuk Modul Perbankan

Silahkan download Tugas untuk Modul Perbankan
pada link Download berikut.

Sedangkan untuk Booket Perbankan 2014 bisa download
pada link Dwonload berikut.

Tinggalkan pesan Anda untuk blog ini:
Read More
Published 02:44 by admin

Vinasari Kusuma Ningrum: Profesor Alat Kebersihan Sapu Indonesia Tembus Manca Negara

Kesuksesan bisa diraih oleh siapa pun asalkan mempunyai kemauan dan kerja keras. Demikian ungkapan yang selalu dipegang oleh Vinasari Kusuma Ningrum (40), seorang pedagang sapu di Dusun Dendengan, Kelurahan Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

 

Vina berasal dari keluarga sederhana. Semula hanya seorang karyawan di sebuah pabrik kertas di Blabak, Kabupaten Magelang, kini bisa bekerja mandiri dengan hasil yang lebih dari cukup berkat usahanya memproduksi kerajinan sapu dan alat-alat kebersihan rumah lainnya.

Vina bercerita, usahanya dirintis mulai 2009 silam bersama sang suami, Zaenal Arifin (41), yang juga mantan karyawan pabrik kertas. Di saat kondisi ekonomi kedua pasangan itu surut, mereka justru memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih menjadi pengusaha.

“Kami nekat saja, karena tidak punya modal sendiri, kami pun mantap meminjam uang modal di bank ketika hendak memulai usaha ini,” ujar Vina, saat Kompas.com menyambanginya di Pekan Raya Magelang, Minggu (7/9/2014).

Sebelum membuat kerajinan sapu, kata Vina, mereka membuat kerajinan dari bambu untuk suvenir dan hiasan yang dikirim ke rekanan di Yogyakarta dan Bali. Sempat berjalan lancar, usahanya harus kuncup terimbas peristiwa bom Bali. Akibatnya, mereka tidak mampu membayar angsuran pinjaman modal di bank.

"Bisnis kami memang bagus pada awalnya. Tapi karena ada kejadian bom Bali membuat pihak rekanan menghentikan pesanan. Seketika kami bangkrut dan tak punya apa-apa, saat itu sulit sekali untuk bangun," tutur Vina.

Beruntung, Vina dan suami pantang menyerah, mereka bertekad untuk kembali membangun bisnis lagi. Sapu dan alat kebersihan rumah tangga menjadi pilihan karena di sekitar tempat tinggalnya banyak yang bisnis produk serupa. Namun, mereka ingin produk yang lebih berkualitas dan inovatif. Melalui media internet, mereka pun mencari penyedia bahan sapu dan kemoceng rafia yang berkualitas.

“Di sekitar kami banyak pengrajin sapu, tapi untuk bahannya satu pun tak ada yang menyediakan. Kami fokus pada peluang itu hingga akhirnya ketemu alamat di mana saya bisa beli bahan yang nantinya akan saya jual grosiran di rumah," papar wanita asli Kabupaten Wonosobo itu.

Vina kemudian mendapatkan penyedia bahan baku di Purbalingga, Jawa Barat, yang menurutnya berkualitas bagus. Sedikit demi sedikit ia memproduksi aneka alat kebersihan rumah, mulai dari sapu, kemoceng, sapu lidi, hingga keset.

Seiring berjalannya waktu, bisnisnya berkembang cukup bagus. Ia memanfaatkan jaringannya ketika masih berbisnis kerajinan bambu dahulu dan membuka jaringan baru yang lebih luas. Di antaranya dengan sistem online dan kerap mengikuti seminar, pelatihan, serta pameran-pameran yang kerap diadakan oleh instansi-instansi tertentu.

“Produk kami mulai banyak yang menyukai, karena kami memang mengutamakan kualitas. Sapu kami memang lebih berat, tapi kuat, megar, dan rapi. Harganya relatif murah, berkisar Rp 10.000–Rp 15.000 per buah,” urai Vina.

Peminat produk-produknya tidak saja dari Kota dan Kabupaten Magelang, tetapi juga dari Tegal, Bojonegoro, Medan, Pekanbaru dan bahkan pernah mengirim ke Perancis. Kebanyakan pelanggan mengetahui produknya dari website.

Dibantu oleh sembilan karyawannya, Vina bisa memproduksi sapu hingga 5 ton setiap dua minggu dan bisa bisa mengirim hingga 8 kali ke pelanggannya ke luar kota Magelang. Dalam dua hari saja omzet mereka mendapatkan omzet penjualan mulai Rp 2 juta – Rp 4 Juta.

Zaenal Arifin, suami Vina, menambahkan, dari bisnis sapu itu ia sudah cukup menopang ekonomi keluarga. Ia bahkan bisa membeli rumah, mobil, hingga bisa membuat bisnis lainnya. Seperti bisnis pakaian dan jasa fotokopi. “Alhamdulillah, ini hasil jerih payah kami,” ucap Zaenal.

Dirinya pun berharap pemerintah daerah untuk terus memberi dukungan kepada para pengusaha-pengusaha kecil di Magelang agar berkembang. Tidak sekadar mengadakan seminar maupun pelatihan, tetapi juga membantu pemasaran dan membeli produk-produknya. 


source: kompas
Read More

Kamis

Published 04:58 by admin

Tri Sumono: Manusia 4 Kuadran (Tukang Sapu Yang Jadi Miliuner)

Roda itu berputar, terkadang diatas dan terkadang dibawah. Begitulah kehidupan ini. Kiasan ini pas sekali untuk menggambarkan apa yang telah dialami Pak Tri dan keluarganya. Tri Sumono adalah seorang pengusaha yang memiliki berbagai usaha yaitu peternakan, perkebunan jahe, pertanian padi dan masih banyak lagi. Memang usaha Pak Tri belumlah sebesar Yusuf Kalla atau Aburizak Bakrie namun patut diacungi jempol. Melalui CV 3 Jaya miliknya, ia bermetamorfosa dari seorang tukang sapu menjadi seorang pengusaha yang terbilang cukup sukses.




Tri Sumono dilahirkan di Gunung Kidul tanggal 7 Mei 1973. Ia hanyalah seorang lulusan SMA. Tri Sumono lalu hijrah ke Jakarta dengan harapan dapat memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. Dengan berbekal ijazah SMA dan beberapa kaos di tas ia mencari pekerjaan di Jakarta. Ia sadar bahwa lulusan SMA tak mungkin bisa bekerja di kantoran.

Sesampainya di Jakarta ia menerima pekerjaan apapun agar bisa membeli makanan. Ia menjadi kuli bangunan di Ciledug-Jakarta Selatan. Hanya beberapa bulan saja ia bisa bertahan sebagai buruh kasar. Kemudian ia mendapat tawaran bekerja sebagai tukang sapu di sebuah kantor di Palmerah – Jakarta Barat.
 
Sebagai tukang sapu tentu lebih ringan dari pada sebagai kuli bangunan. Karena kerajinannya dalam bekerja, ia kemudian diangkat menjadi office boy. Tri Sumono termasuk orang yang gemar bersyukur sehingga nikmatnya selalu ditambah oleh yang Maha Kuasa.

Tak perlu menunggu waktu lama, Tri Sumono kemudian diangkat menjadi tenaga pemasar hingga menjadi penanggungjawab di gudang. Ia juga seorang yang ulet. Ketika hari libur, ia mencari penghasilan tambahan dengan menjual aksesoris seperti jepit rambut dan kalung di Stadion Gelora Bung Karno. Pak Tri melakukan ini selama 4 tahun dengan bermodal uang 100 ribu rupiah.

Memutuskan Menjadi Pengusaha

Saat berjualan tersebut ia berfikir bahwa ternyata hasil dari berdagang jauh lebih menjanjikan dari pada jadi karyawan yang gajinya sedikit dan sulit naiknya. Akhirnya ia mengambil keputusan keluar dari pekerjaannya dan memilih fokus berjualan aksesoris.

Bisnis aksesorisnya lama-kelamaan menjadi besar sampai ia bisa memiliki stand di Mall Graha Cijantung. Karena keuletannya ini ia juga bisa menabung uang dan membeli rumah di Perumahan Pondok Ungu. Di rumah ia juga membuka toko sembako. Saat itu perumahannya masih sangat sepi sehingga tokonya belum ramai pembeli. Tri Sumono tak kehilangan akal. Disebelah rumahnya masih ada tanah kosong, ia gunakan tanah tersebut untuk membuat kos-kosan yang harga sewanya miring.

Kos-kosan yang berjumlah 10 buah itu disewa oleh pedagang keliling seperti pedagang bakso dann gorengan. Sasarannya pun tepat, toko sembako miliknya kecipratan rejeki dan menjadi ramai pembeli karena harganya yang miring akhirnya toko tersebut dibuat kulakan oleh pedagang bakso dan gorengan.
Melihat ada toko sembako yang ramai, warga diluar komplek pun juga ikut berdatangan membeli di tokonya Pak Tri.

Melebarkan Sayap

Tri Sumono terus mengembangkan impiannya, ia tak mau berhenti di satu lini usaha saja, pemikrannya adalah dengan memiliki banyak usaha maka jauh lebih baik dan lebih stabil pemasukannya dibanding sedikit usaha.








Ia kemudian menangkap peluang membuat nata de coco. Dari info yang diperolehnya, nata de coco adalah sari kelapa yang difermentasikan dengan bantuan bakteri Acetobacter xylium. Ia kemudian membeli bakteri ini di LIPI Bogor. Kemudian hasil produksinya itu dipasarkan ke beberapa perusahaan minuman kemasan di JaBoDeTaBek. 

Awalnya banyak yang membeli nata de coco darinya namun lama kelamaan orderan menjadi sepi karena ternyata kualitas sari kelapanya menurun, bahkan ia akhirnya menghentikan proses produksinya.

Ia memutar otak untuk mencari tahu cara membuat sari kelapa atau nata de coco yang baik. Ia pun nekad menemui salah satu dosen IPB dan mengatakan kalau ia ingin belajar membuat nata de coco yang baik, ia juga menyatakan bersedia membayar berapapun demi memperoleh ilmu itu.

Mulanya si dosen memandang sebelah mata mungkin dalam hatinya berkata tak mungkin orang seperti Tri Sumono yang hanya lulusan SMA bisa mencerna keterangan darinya. Namun Pak Tri tetap bersih keras ingin belajar darinya dan Pak Tri pun menang. Dosen itu mempersilahkan Pak Tri untuk belajar dua bulan membuat nata de coco yang berkualitas. Setelah ilmunya dirasa cukup, Pak Tri pun mulai memproduksi lagi dan menawarkan nata de coco hasil produksinya ke beberapa perusahaan.

Hasilnya sangat memuaskan. Banyak perusahaan minuman yang membeli sari kelapa darinya. Ia langsung memproduksi 10.000 nampan sekaligus dengan nilai 70 juta rupiah. Saat ini kondisinya terbalik, banyak perusahaan yang antri membeli sari kelapa dari Tri Sumarmo.

 Dalam satu bulan, omset usahanya bisa mencapai 500 juta sampai satu miliar. Benar-benar keajaiban itu ada. Seorang tukang sapu lulusan SMA telah menjelma menjadi miliarder jika memiliki impian dan terus berusaha mengejar impian itu. Usaha Tri terus berdiversivikasi ke perkebunan jahe dan pertanian padi serta jual beli properti.

Sekali lagi pepatah yang menagtakan “Sukses itu hak setiap orang” telah terbukti di hidup Tri Sumono, pemilik CV 3 Jaya.
Read More

Minggu

Published 17:44 by admin

Melek Finansial: Ajarkan Anak Bijak Terhadap Uang

Banyak cara memberi pengertian kepada anak-anak untuk mengenal serta bijak terhadap uang sejak dini. Anak-anak merupakan pembelajar yang cerdas, mereka begitu cepat mengerti hal-hal baru termasuk juga uang. Betapa penting mengajarkan anak-anak bijak terhadap uang, kenalkan mereka fungsi uang sebagai alat transaksi dalam bahasa sederhana, kenalkan pula uang didapat melalui proses, dan bagaimana menyikapi (berakhlak) terhadap uang. Karena uang sifatnya netral, ia dapat membawa dampak positif dan negatif tergantung bahaimana kita menyikapinya.


     Sejak umur berapa anak-anak dikenalkan padakonsep uang sebagai alat transaksi? Sedini mungkin, sebisa sejak usia 3 tahun. Diusia itu uang sudah mereka gunakan untuk membeli sesuatu. Sampaikan bahwa untuk dapat membeli barang yang mereka sukai, mereka harus membawa uang. Ketika akan naik kereta kelinci latih mereka untuk  membawa dan menyerahkan uang. Setelah mereka mengerti uang sebagai alat transaksi mereka juga kita kenalkan pada proses mendapatkan uang. Biasakan mereka mendapatkan uang dengan adanya upaya seperti boleh beli buku baru bila bisa bangun pagi, atau ketika ia bisa bergegas mandi dan pakai baju sendiri. Intinya ada upaya dalam mendapatkan uang tidak serta merta mereka secara langsung memperolehnya.
Yang tidak kalah pentingnyaadalah bagaimana sikap kita terhadap uang. Mungkin hal ini bisa berlaku tidak pada anak-anak pula pada orang dewasa,bila ada uang kita bisa sangat bahagia dan bila tidak ada uang kita begitu tersiksa,hati-hati ada yang salah dengan cara berpikir (mainset) kita. Uang bersifat netral, ia dapat membawa kebaikan dan keburukan tergantung bagaimana kita menyikapi.  Sikap terbaik apa yang harus kita lakukan? Sikapi uang sewajarnya, tidak berlebihan, tidak perlu mengantungkan kebahagiaan pada banyaknya uang. Anak-anak ajarkan cara mengendalikan keinginan, tidak semua keinginan harus terpenuhi,  ajarkan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar berguna dan dibutuhkan. Mendapatkan uang itu penting, namun sikap kita terhadap uang itu jauuuhh lebih penting.
     Beberapa tips yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak bijak terhadap uang:
-     Dampingi anak-anak saat mereka membeli sesuatu, sesekali latih mereka untuk dapat melakukannya sendiri dan pastikan ia paham apa yang akan mereka beli, dan harus membawa uang untuk memperolehnya.
-       Biasakan pisahkan uangjajan dengan uang tabungan.  Misal anda ingin memberikan uang saku sekolah sekalian anda berikan berikan pula uang untuk tabungan.  "Nak, ini untuk saku dan isi sisihlan untuk tabungan.
-     Tidak  ada salahnya menyediakan celengan bagi anak-anak, tuliskan pada celengan itu keinginan mereka.  Berikan daftar tugas yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan jumlah uang tertentu. Manfaat kan pula celengan itu untuk menjalankan program the power of saving yaitu paksa mereka tiap hari bisa menabung berapapun besarnya. Agar mereka terbiasa mengelola uang secara cermat.

Dikian tulisan kali ini, Semoga bermanfaat
Read More