Selasa

Published 03:01 by admin

Mengelola Uang dengan Senang

Bagaimana mengelola uang kadang lebih penting daripada Bagaimana mendapatkan uang. Kenapa?
Karena berapapun penghasilan yang kita peroleh, jika tidak dikelola dengan baik maka uang kita mudah menguap.
Read More

Senin

Published 02:25 by admin

Pesimis = Penyakit Si Miskin



Bisajadi bukan miskin hartanya, tapi Miskin kreatifatnya, miskin trobosannya, miskin harapannya, miskin capaiannya, miskin jiwanya, miskin semangatnya. Daripada tersinggung mending berubah!
Read More
Published 02:01 by admin

Renewable Asset: Kunci Menjaga Kekayaan

Jika menjual tanah, baiknya dibelikan tanah lagi walau dengan nilai yang lebih kecil, jangan sampai tidak ada sama sekali. Kalau bisa libel luas.

Jual telor emasnya jangan potong angsanya, sebisa mungkin tetaskan sebagian telor agar jadi angsa yg produktif.

*)
Postingan Pertama melalui Smartphone

Dikirim dari iPhone
Read More
Published 01:57 by admin

Rutin Tulis Artikel di Blog

Terasa begitu lama sudah tidak rutin menulis di blog ini,
padahal beberapa waktu yang lalu (cukup lama)
keingginan bisa rutin menulis rutin di blog ini
merupakan sebuah target.



Semoga bisa kembali menulis rutin.
Sampaikan kebaikan walau satu tulisan.
Read More

Selasa

Published 03:51 by admin

Menjalankan Bisnis Dengan Cara Yang tidak Biasa

Sebagai pebisnis layaknya memikirkan strategi pengembangan bisnis dengan berbagai cara. Trobosan yang dilakukan diharapkan bisa mengantarkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Dalam menjalankan tentu banyak berbagai kendala namun jangan sampai kendala menjadi hambatan bisnis untuk berkembang.



Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis diluar rutinitas, seperti:

1. Delegasi
Menjalankan bisnis dengan delegasi sebetulnya sudah banyak dilakukan namun belum optimal. Delegasi yang dimaksud disini adalah melimpahkan beberapa tangung jawab kepada tim sehingga beberapa pekerjaan yang bersifat rutinitas dapat dijalankan ada maupun tanpa pemilik. Inggat, jangan sampai rutinitas membunuh kreatifitas. Kegiatan yang bersifat rutin jangan sampai mengurangi atau bahkan mengeliminasi untuk membuat inovasi dan trobosan-trobosan. Sekiranya ada pekerjaan yang bersifat rutinitas dan bisa didelegasikan, segera lakukan.


2. Supervisi
Memantau pekerjaan untuk check and re-check adalah hal yang biasa, dengan adanya supervisi diharapkan bisnis dipantau agar sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh tujuan perusahaan. Banyak sekali contoh dimana perusahaan dapat berkembang dengan baik karena adanya peran dari tujuan perusahaan.

3. Otorisasi
Sedikit berbeda dari dua hal sebelumnya, otorisasi dilakukan dengan pendekatan dimana untuk melakukan proses bisnis yang krusial maka dengan persetujuan atau otisasi dari pemangku otoritas. Sehingga dapat mengurangi terjadinya resiko dalam proses bisnin.

Demikian tulisan kali, semoga bermanfaat.
Read More

Jumat

Published 21:49 by admin

Download: Booklet Perbankan 2014 dan Tugas untuk Modul Perbankan

Silahkan download Tugas untuk Modul Perbankan
pada link Download berikut.

Sedangkan untuk Booket Perbankan 2014 bisa download
pada link Dwonload berikut.

Tinggalkan pesan Anda untuk blog ini:
Read More
Published 02:44 by admin

Vinasari Kusuma Ningrum: Profesor Alat Kebersihan Sapu Indonesia Tembus Manca Negara

Kesuksesan bisa diraih oleh siapa pun asalkan mempunyai kemauan dan kerja keras. Demikian ungkapan yang selalu dipegang oleh Vinasari Kusuma Ningrum (40), seorang pedagang sapu di Dusun Dendengan, Kelurahan Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

 

Vina berasal dari keluarga sederhana. Semula hanya seorang karyawan di sebuah pabrik kertas di Blabak, Kabupaten Magelang, kini bisa bekerja mandiri dengan hasil yang lebih dari cukup berkat usahanya memproduksi kerajinan sapu dan alat-alat kebersihan rumah lainnya.

Vina bercerita, usahanya dirintis mulai 2009 silam bersama sang suami, Zaenal Arifin (41), yang juga mantan karyawan pabrik kertas. Di saat kondisi ekonomi kedua pasangan itu surut, mereka justru memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih menjadi pengusaha.

“Kami nekat saja, karena tidak punya modal sendiri, kami pun mantap meminjam uang modal di bank ketika hendak memulai usaha ini,” ujar Vina, saat Kompas.com menyambanginya di Pekan Raya Magelang, Minggu (7/9/2014).

Sebelum membuat kerajinan sapu, kata Vina, mereka membuat kerajinan dari bambu untuk suvenir dan hiasan yang dikirim ke rekanan di Yogyakarta dan Bali. Sempat berjalan lancar, usahanya harus kuncup terimbas peristiwa bom Bali. Akibatnya, mereka tidak mampu membayar angsuran pinjaman modal di bank.

"Bisnis kami memang bagus pada awalnya. Tapi karena ada kejadian bom Bali membuat pihak rekanan menghentikan pesanan. Seketika kami bangkrut dan tak punya apa-apa, saat itu sulit sekali untuk bangun," tutur Vina.

Beruntung, Vina dan suami pantang menyerah, mereka bertekad untuk kembali membangun bisnis lagi. Sapu dan alat kebersihan rumah tangga menjadi pilihan karena di sekitar tempat tinggalnya banyak yang bisnis produk serupa. Namun, mereka ingin produk yang lebih berkualitas dan inovatif. Melalui media internet, mereka pun mencari penyedia bahan sapu dan kemoceng rafia yang berkualitas.

“Di sekitar kami banyak pengrajin sapu, tapi untuk bahannya satu pun tak ada yang menyediakan. Kami fokus pada peluang itu hingga akhirnya ketemu alamat di mana saya bisa beli bahan yang nantinya akan saya jual grosiran di rumah," papar wanita asli Kabupaten Wonosobo itu.

Vina kemudian mendapatkan penyedia bahan baku di Purbalingga, Jawa Barat, yang menurutnya berkualitas bagus. Sedikit demi sedikit ia memproduksi aneka alat kebersihan rumah, mulai dari sapu, kemoceng, sapu lidi, hingga keset.

Seiring berjalannya waktu, bisnisnya berkembang cukup bagus. Ia memanfaatkan jaringannya ketika masih berbisnis kerajinan bambu dahulu dan membuka jaringan baru yang lebih luas. Di antaranya dengan sistem online dan kerap mengikuti seminar, pelatihan, serta pameran-pameran yang kerap diadakan oleh instansi-instansi tertentu.

“Produk kami mulai banyak yang menyukai, karena kami memang mengutamakan kualitas. Sapu kami memang lebih berat, tapi kuat, megar, dan rapi. Harganya relatif murah, berkisar Rp 10.000–Rp 15.000 per buah,” urai Vina.

Peminat produk-produknya tidak saja dari Kota dan Kabupaten Magelang, tetapi juga dari Tegal, Bojonegoro, Medan, Pekanbaru dan bahkan pernah mengirim ke Perancis. Kebanyakan pelanggan mengetahui produknya dari website.

Dibantu oleh sembilan karyawannya, Vina bisa memproduksi sapu hingga 5 ton setiap dua minggu dan bisa bisa mengirim hingga 8 kali ke pelanggannya ke luar kota Magelang. Dalam dua hari saja omzet mereka mendapatkan omzet penjualan mulai Rp 2 juta – Rp 4 Juta.

Zaenal Arifin, suami Vina, menambahkan, dari bisnis sapu itu ia sudah cukup menopang ekonomi keluarga. Ia bahkan bisa membeli rumah, mobil, hingga bisa membuat bisnis lainnya. Seperti bisnis pakaian dan jasa fotokopi. “Alhamdulillah, ini hasil jerih payah kami,” ucap Zaenal.

Dirinya pun berharap pemerintah daerah untuk terus memberi dukungan kepada para pengusaha-pengusaha kecil di Magelang agar berkembang. Tidak sekadar mengadakan seminar maupun pelatihan, tetapi juga membantu pemasaran dan membeli produk-produknya. 


source: kompas
Read More

Kamis

Published 04:58 by admin

Tri Sumono: Manusia 4 Kuadran (Tukang Sapu Yang Jadi Miliuner)

Roda itu berputar, terkadang diatas dan terkadang dibawah. Begitulah kehidupan ini. Kiasan ini pas sekali untuk menggambarkan apa yang telah dialami Pak Tri dan keluarganya. Tri Sumono adalah seorang pengusaha yang memiliki berbagai usaha yaitu peternakan, perkebunan jahe, pertanian padi dan masih banyak lagi. Memang usaha Pak Tri belumlah sebesar Yusuf Kalla atau Aburizak Bakrie namun patut diacungi jempol. Melalui CV 3 Jaya miliknya, ia bermetamorfosa dari seorang tukang sapu menjadi seorang pengusaha yang terbilang cukup sukses.




Tri Sumono dilahirkan di Gunung Kidul tanggal 7 Mei 1973. Ia hanyalah seorang lulusan SMA. Tri Sumono lalu hijrah ke Jakarta dengan harapan dapat memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. Dengan berbekal ijazah SMA dan beberapa kaos di tas ia mencari pekerjaan di Jakarta. Ia sadar bahwa lulusan SMA tak mungkin bisa bekerja di kantoran.

Sesampainya di Jakarta ia menerima pekerjaan apapun agar bisa membeli makanan. Ia menjadi kuli bangunan di Ciledug-Jakarta Selatan. Hanya beberapa bulan saja ia bisa bertahan sebagai buruh kasar. Kemudian ia mendapat tawaran bekerja sebagai tukang sapu di sebuah kantor di Palmerah – Jakarta Barat.
 
Sebagai tukang sapu tentu lebih ringan dari pada sebagai kuli bangunan. Karena kerajinannya dalam bekerja, ia kemudian diangkat menjadi office boy. Tri Sumono termasuk orang yang gemar bersyukur sehingga nikmatnya selalu ditambah oleh yang Maha Kuasa.

Tak perlu menunggu waktu lama, Tri Sumono kemudian diangkat menjadi tenaga pemasar hingga menjadi penanggungjawab di gudang. Ia juga seorang yang ulet. Ketika hari libur, ia mencari penghasilan tambahan dengan menjual aksesoris seperti jepit rambut dan kalung di Stadion Gelora Bung Karno. Pak Tri melakukan ini selama 4 tahun dengan bermodal uang 100 ribu rupiah.

Memutuskan Menjadi Pengusaha

Saat berjualan tersebut ia berfikir bahwa ternyata hasil dari berdagang jauh lebih menjanjikan dari pada jadi karyawan yang gajinya sedikit dan sulit naiknya. Akhirnya ia mengambil keputusan keluar dari pekerjaannya dan memilih fokus berjualan aksesoris.

Bisnis aksesorisnya lama-kelamaan menjadi besar sampai ia bisa memiliki stand di Mall Graha Cijantung. Karena keuletannya ini ia juga bisa menabung uang dan membeli rumah di Perumahan Pondok Ungu. Di rumah ia juga membuka toko sembako. Saat itu perumahannya masih sangat sepi sehingga tokonya belum ramai pembeli. Tri Sumono tak kehilangan akal. Disebelah rumahnya masih ada tanah kosong, ia gunakan tanah tersebut untuk membuat kos-kosan yang harga sewanya miring.

Kos-kosan yang berjumlah 10 buah itu disewa oleh pedagang keliling seperti pedagang bakso dann gorengan. Sasarannya pun tepat, toko sembako miliknya kecipratan rejeki dan menjadi ramai pembeli karena harganya yang miring akhirnya toko tersebut dibuat kulakan oleh pedagang bakso dan gorengan.
Melihat ada toko sembako yang ramai, warga diluar komplek pun juga ikut berdatangan membeli di tokonya Pak Tri.

Melebarkan Sayap

Tri Sumono terus mengembangkan impiannya, ia tak mau berhenti di satu lini usaha saja, pemikrannya adalah dengan memiliki banyak usaha maka jauh lebih baik dan lebih stabil pemasukannya dibanding sedikit usaha.








Ia kemudian menangkap peluang membuat nata de coco. Dari info yang diperolehnya, nata de coco adalah sari kelapa yang difermentasikan dengan bantuan bakteri Acetobacter xylium. Ia kemudian membeli bakteri ini di LIPI Bogor. Kemudian hasil produksinya itu dipasarkan ke beberapa perusahaan minuman kemasan di JaBoDeTaBek. 

Awalnya banyak yang membeli nata de coco darinya namun lama kelamaan orderan menjadi sepi karena ternyata kualitas sari kelapanya menurun, bahkan ia akhirnya menghentikan proses produksinya.

Ia memutar otak untuk mencari tahu cara membuat sari kelapa atau nata de coco yang baik. Ia pun nekad menemui salah satu dosen IPB dan mengatakan kalau ia ingin belajar membuat nata de coco yang baik, ia juga menyatakan bersedia membayar berapapun demi memperoleh ilmu itu.

Mulanya si dosen memandang sebelah mata mungkin dalam hatinya berkata tak mungkin orang seperti Tri Sumono yang hanya lulusan SMA bisa mencerna keterangan darinya. Namun Pak Tri tetap bersih keras ingin belajar darinya dan Pak Tri pun menang. Dosen itu mempersilahkan Pak Tri untuk belajar dua bulan membuat nata de coco yang berkualitas. Setelah ilmunya dirasa cukup, Pak Tri pun mulai memproduksi lagi dan menawarkan nata de coco hasil produksinya ke beberapa perusahaan.

Hasilnya sangat memuaskan. Banyak perusahaan minuman yang membeli sari kelapa darinya. Ia langsung memproduksi 10.000 nampan sekaligus dengan nilai 70 juta rupiah. Saat ini kondisinya terbalik, banyak perusahaan yang antri membeli sari kelapa dari Tri Sumarmo.

 Dalam satu bulan, omset usahanya bisa mencapai 500 juta sampai satu miliar. Benar-benar keajaiban itu ada. Seorang tukang sapu lulusan SMA telah menjelma menjadi miliarder jika memiliki impian dan terus berusaha mengejar impian itu. Usaha Tri terus berdiversivikasi ke perkebunan jahe dan pertanian padi serta jual beli properti.

Sekali lagi pepatah yang menagtakan “Sukses itu hak setiap orang” telah terbukti di hidup Tri Sumono, pemilik CV 3 Jaya.
Read More

Minggu

Published 17:44 by admin

Melek Finansial: Ajarkan Anak Bijak Terhadap Uang

Banyak cara memberi pengertian kepada anak-anak untuk mengenal serta bijak terhadap uang sejak dini. Anak-anak merupakan pembelajar yang cerdas, mereka begitu cepat mengerti hal-hal baru termasuk juga uang. Betapa penting mengajarkan anak-anak bijak terhadap uang, kenalkan mereka fungsi uang sebagai alat transaksi dalam bahasa sederhana, kenalkan pula uang didapat melalui proses, dan bagaimana menyikapi (berakhlak) terhadap uang. Karena uang sifatnya netral, ia dapat membawa dampak positif dan negatif tergantung bahaimana kita menyikapinya.


     Sejak umur berapa anak-anak dikenalkan padakonsep uang sebagai alat transaksi? Sedini mungkin, sebisa sejak usia 3 tahun. Diusia itu uang sudah mereka gunakan untuk membeli sesuatu. Sampaikan bahwa untuk dapat membeli barang yang mereka sukai, mereka harus membawa uang. Ketika akan naik kereta kelinci latih mereka untuk  membawa dan menyerahkan uang. Setelah mereka mengerti uang sebagai alat transaksi mereka juga kita kenalkan pada proses mendapatkan uang. Biasakan mereka mendapatkan uang dengan adanya upaya seperti boleh beli buku baru bila bisa bangun pagi, atau ketika ia bisa bergegas mandi dan pakai baju sendiri. Intinya ada upaya dalam mendapatkan uang tidak serta merta mereka secara langsung memperolehnya.
Yang tidak kalah pentingnyaadalah bagaimana sikap kita terhadap uang. Mungkin hal ini bisa berlaku tidak pada anak-anak pula pada orang dewasa,bila ada uang kita bisa sangat bahagia dan bila tidak ada uang kita begitu tersiksa,hati-hati ada yang salah dengan cara berpikir (mainset) kita. Uang bersifat netral, ia dapat membawa kebaikan dan keburukan tergantung bagaimana kita menyikapi.  Sikap terbaik apa yang harus kita lakukan? Sikapi uang sewajarnya, tidak berlebihan, tidak perlu mengantungkan kebahagiaan pada banyaknya uang. Anak-anak ajarkan cara mengendalikan keinginan, tidak semua keinginan harus terpenuhi,  ajarkan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar berguna dan dibutuhkan. Mendapatkan uang itu penting, namun sikap kita terhadap uang itu jauuuhh lebih penting.
     Beberapa tips yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak bijak terhadap uang:
-     Dampingi anak-anak saat mereka membeli sesuatu, sesekali latih mereka untuk dapat melakukannya sendiri dan pastikan ia paham apa yang akan mereka beli, dan harus membawa uang untuk memperolehnya.
-       Biasakan pisahkan uangjajan dengan uang tabungan.  Misal anda ingin memberikan uang saku sekolah sekalian anda berikan berikan pula uang untuk tabungan.  "Nak, ini untuk saku dan isi sisihlan untuk tabungan.
-     Tidak  ada salahnya menyediakan celengan bagi anak-anak, tuliskan pada celengan itu keinginan mereka.  Berikan daftar tugas yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan jumlah uang tertentu. Manfaat kan pula celengan itu untuk menjalankan program the power of saving yaitu paksa mereka tiap hari bisa menabung berapapun besarnya. Agar mereka terbiasa mengelola uang secara cermat.

Dikian tulisan kali ini, Semoga bermanfaat
Read More

Rabu

Published 07:55 by admin

3 Aplikasi Portable untuk Keuangan Pribadi

Mengelola keuangan secara sehat adalah keinginan banyak orang, namun yang terjadi adalah masalah mengelola keuangan terasa sulit apalagi gempuran iklan dan penawaran diskon dimana. Agar tujuan pengelolaan keuangan pribadi terwujud sesuai dengan keinginan tidak ada salahnya mencoba aplikasi portable (bisa dibawa kemana-mana, tanpa instalasi, bisa disimpan di flashdisk) untuk mengelola keuangan pribadi.



Aplikasi Portable 
Saat ini banyak sekali aplikasi open source yang bisa menunjang kebutuhan kita, sebut saja portableapps.com dimana ia menyediakan aplikasi yang populer diperlukan banyak orang dengan kemudahan bisa berjalan di penyimpanan portable seperti USB, kartu memory, hard disk eksternal, dll. Dengan adanya aplikasi portable semakin mempermudah kita untuk menggunakan aplikasi tersebut sewaktu-waktu karena ia terinstall di penyimpanan portable.

Mengelola Keuangan Pribadi 
Banyak yang sudah tahu bagaimana memperoleh uang, namun bagaimana mengelolanya dengan sehat dan tepat masih kurang diperhatikan. Saya biasa mengisi talkshow tentang #MelekFinansial (www.melek-finansial.com) diberbagai kesempatan saya sampaikan bahwa kita belajar Matematika, IPA dan Bahasa sejak SD, SMP, bahkan SMA namun tidak belajar tentang bagaimana memperoleh, mengelola dan memberdayakan uang. Ilmu tentang Matematika, IPA dan Bahasa penting, namun ilmu tentang uang juga penting. Bukankah tiap hari kita bertemu namanya uang? Saya mengistilahkan hal tersebut sebagai #MelekFinansial.

Aplikasi Keuangan Pribadi 
Sebenarnya ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mengelola keuangan pribadi, namun saya memilih 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi dengan beberapa alasan antara lain:
1.Open source
Aplikasi yang akan kita gunakan berlisensi bebas atau opensource, tidak berbayar dan bisa disebarkan serta digunakan oleh siapapun
2.Portable
Mudah digunakan dengan menyimpannya di flashdisk atau media penyimpanan portable lainnya. Sehingga, bila terjadi transaksi atau bila ingin melakukan pencatatan keuangan pribadi sangat mudah sekali
3.Kaya Fitur
Menurut saya, dari beberapa aplikasi untuk pencatatan keuangan pribadi fitur-fitur yang dimiliki apalikasi tersebut tidak kalah dengan yang komersial atau bahkan ia memiliki fitur yang lebih bagus dibanding dengan aplikasi sejenis.

Adapun 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi adalah sebagai berikut:
1.Finance Explorer Portable
2.GnuCash Portabe
3.Money Manager Ex Portable
Ketiga aplikasi tersebut akan saya jelaskan secara detail pada tulisan selanjutnya.

Demikian tulisan kali ini tentang 3 aplikasi portable untuk keuangan pribadi dan ikuti penjelasan atau uraian dari aplikasi tersebut pada tulisan berikutnya, semoga bermanfaat. Tulisan ini juga dipublikasikan di IlmuKomputer.Com
Read More

Senin

Published 21:36 by admin

Hikmah Menahan Marah

Kisah ular dan gragaji Suatu malam seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu. Secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalasnya dengan mematuk gergaji itu berkali - kali, serangan tersebut menyebabkan luka parah di bagian mulutnya. Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuh tersebut. Ia pun membelit gergaji itu sekuat tenaga. Belitan tersebut menyebabkan tubuhnya terluka teramat parah & akhirnya ia pun mati. Kesimpulanx adlah Di saat emosi & marah, rasanya mudah sekali bagi kita untuk melukai & menyakiti orang lain. Padahal jika benar-benar kita sadari, sebenarnya yang akan terlukai & tersakiti adalah diri sendiri. Oleh karenya sungguh tepat kalimat bijak berikut "Orang yang benar-benar hebat bukanlah seseorang yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan ia yang mampu mengalahkan diri sendiri" Rosulullah saw bersabda, "Barang siapa meredam amarah padahal dia mampu melampiaskannya (karena berkuasa), maka Allah memanggilnya dihadapan para makhluk di hari kiamat, Dia menyuruhnya memilih dari pada bidadari apa yg dia kehendaki (HR Abu Daud) Subhanallah....
Read More
Published 03:59 by admin

Pecel Lele Lela: Legenda Rangga Umara Jadi Wirausaha Dunia

Mimpi Rangga Umara, pemilik Pecel Lele Lela menjadi pengusaha sukses akhirnya benar-benar terwujud. Ia kini memiliki 92 outlet Pecel Lele Lela di Jakarta, Bandung, dan kota lainnya di Indonesia.



Keuntungan yang diraihnya pun mencapai milyaran rupiah per bulan. Namun apa yang diraihnya kini bukanlah tanpa proses. Lima tahun lalu, Rangga memutuskan untuk berhenti sebagai karyawan salah satu perusahaan di Jakarta. Sarjana Informatika dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung ini memutuskan untuk menjadi pengusaha pecel lele.

Keputusan itu diambil setelah matanya tertuju pada satu tenda, yakni tenda pecel lele. “Saya melihat tenda penjual lele di seluruh Indonesia sama. Selain itu melihat pecel lele memiliki brand sebagai makanan yang murah,” katanya. Langkah awal Rangga adalah menemukan nama bagi calon bisnis barunya tersebut. Ia menamakannya Pecel Lele Lela. Lela sendiri bukanlah nama istri atau anaknya, melainkan doa yang berarti Lebih Laku. “Lela itu singkatan Lebih Laku. Nama itu jadi doa,” katanya. Menurutnya, nama itu dibuat dengan pikiran, bagaimana kalau usahanya nanti ramai dan orang mengantri untuk makan di restorannya nanti.

Pengusaha kelahiran 3 Januari 1979 ini pun mencari tukang masak dan menyewa sebuah tempat berukuran 2 x 2 meter dengan biaya sewa sebesar Rp. 250 ribu per bulan. “Ketika itu modalnya ngga sampai Rp. 3 Juta. Minjem gas dari orang tua alias minta,” cerita Rangga. Pada hari pertama jualan, keuntungan Pecel Lele Lela hanya Rp. 20 ribu, begitupun hari kedua, ketiga, dan hari ke-22 untungnya hanya bertambah sedikit. Hingga bulan ke lima, hasilnya pun sama saja, bahkan mines. “Pernah sampai 200 ribu, itu pun yang datang adalah keluarga,” jelasnya.

Dengan uang seadanya, Rangga memutuskan pindah tempat. Saat itu, ia membuat gebrakan warung sepi menjadi pindah di kawasan yang lebih strategis. Ia pun mendatangi pemilik warung sepi untuk diajak kerja sama. Setelah bernegosiasi dengan pemilik warung, akhirnya pemiliki warung mengajak Rangga menerapkan sistem setoran sebesar satu juta per bulan. Ia menyetujuinya. Warung sepi itu kemudian didesain sedemikian rupa dan diberi poster.


Selama satu bulan dikelola, hasilnya pun ibarat langit dan bumi. Rangga langsung meraup untung Rp. 3 juta per bulan. Semangat Rangga untuk mengubah hidupnya pun semakin menjadi-jadi. Rangga merencanakan menambah keuntungannya dengan membuka 10 cabang dalam satu tahun.

Kemudian 100 cabang dalam lima tahun. Ia berharap dengan 10 cabang tersebut akan mendapat keuntungan Rp. 100 juta juta per bulan. Pecel Lele Lela pun terus berkembang. Tak sampai lima tahun, keuntungannya mencapai Rp. 8.2 milyar per bulan.

Dari apa yang sudah dilewatinya. Bagi Rangga, untuk memulai usaha itu seperti masuk kamar Mandi. Tidak perlu mencatat apa saja yang dibutuhkan untuk mandi. “Coba saja dulu. Kalau sudah masuk nanti juga dipikirkan yang kurang,” jelas rangga. Meski pegusaha restoran, rangga mengaku hingga saat ini dia tidak bisa masak. Baginya, yang penting baginya pengusaha restoran adalah bagaimana mencari tukang masak. Kini Rangga berencana mengembangkan sayapnya di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Jedah, juga Australia.
Read More
Published 01:16 by admin

Melek Finansial: Jadikan Uang Bekerja Untuk Anda

Membuat uang bekerja untuk Anda bukan klenik, bukan majik, bukan mimpi, bukan sesuatu yang mustahil dan hal tersebut nyata dan bisa dilakukan.



Bila anda tiap hari bekerja untuk mendapatkan uang, kini saatnya berpikir bagaimana caranya agar uang dapat bekerja untuk anda tentunya dengan cara yang halal dan legal.

Siapapun bisa melakukannya asalkan ada kemauan yang kuat untuk mewujudkan. Bagaimana caranya? Mari Kita mulai membahasnya. Rumusnya adalah mengelurkan (penghasilan) lebih sedikit dari yang diterima dan menginvestasikan selisihnya untuk tujuan, jumlah dan waktu tertentu sebenarnya konsepnya sederhana namun perlu upaya sunguh-sunguh mewujudkannya.

Banyak pilihan jasa keuangan yang bisa dipergunakan untuk melakukan investasi seperti: Reksadana, Saham, Obligasi, Properti, Emas, Deposito, dll. Kali ini kita akan mengambil contoh Deposito, misalkan Anda punya penghasilan 4 juta per bulan atau dengan kata lain 48 juta per tahun, jika Anda menabung 70% dari penghasilan Anda atau 2.8 juta per bulan, lalu Anda investasikan dalam Deposito dengan return 8% per tahun, maka Anda akan mendapatkan 515 juta pada akhir tahun ke-10. Anda hanya menyisakan 1.2 juta saja per bulannya atau 14.4 juta per tahunnya untuk hidup. Apakah hal ini mungkin? Iya mungkin saja. Kenapa tidak? Setelah tahun ke-10 Anda memiliki 515 juta, jika 515 juta dialokasikan pada deposito dengan return 3% saja per tahunnya, maka Anda mempunyai 15.45 juta per tahun untuk dipergunakan. Angka tersebut lebih tinggi dari 14.4 juta yang sebelumnya biasa Anda belanjakan untuk hidup. Anda tidak perlu melakukan pekerjaan apapun, cukup menikmati hasil dari Deposito 15.45 juta tersebut.

Jika Anda benar-benar antusias & agresif, coba saja Anda simulasikan dengan angka yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Mendengar ide ini mungkin tampak tidak mungkin, hidup dengan 30% dari penghasilan, jawaban saya tetap sama: hal ini sangat mungkin dilakukan. Ini hanya soal pilihan hidup.

Investasi merupakan hal yang jarang menjadi prioritas dalah hal mengelola keuangan, kesalahan yang sering kita dengar adalah investasi membutuhkan dana yang banyak? Nunggu keuangan siap baru investasi? Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sulit apalagi untuk mengalokasikan dana investasi? Ngak mungkin! Hutang yang harus dibayar setiap bulan masih banyak? Penghasilan pas-pasan? Dan segudang alasan lainnya.

Dalam investasi, hal yang perlu dicermati adalah waktu yang perlu kita perhitungkan karena besaran dana yang dialokasikan bersifat relatif. Dengan alokasi dana yang sama namun waktu yang berbeda hasilnya akan jauuuhh berbeda. Bila tujuan dari investasi tersebut jangka panjang, segera saat ini lakukan alokasi dana agar wujudkan uang bekerja untuk Anda. Semoga bermanfaat.
Read More
Published 02:14 by admin

Melek Finansial: Jangan Sisakan Gaji Anda!

Penghasilan rutin yang pasti diterima setiap bulan mestinya bisa Kita optimalkan agar lebih baik, Saya mengistilahkan sebagai harta berdaya. Maksudnya, apa yang Kita miliki hari ini memberikan daya lebih bagi Kita dikemudian hari. Kemudian apa maksud dan hubungannya dengan judul tulisan kali ini “jangan sisakan gaji anda” bila tidak disisakan, habis dong? apa tidak salah tulis? bukankah Kita disarankan untuk menabung/berinvestasi/bisnis?
Anda tidak salah baca, dan Saya juga tidak salah tulis. Dalam tulisan ini Kita akan mengetahui perbedaan orang kaya dan orang miskin dimana orang kaya bekerja untuk mendapat uang dan menginvestasikannya sehingga uang menghasilkan, ya uang bekerja untuk  Mereka. Bagaimana dengan orang miskin, Mereka bekerja untuk mendapat uang dan menghabiskan untuk membayar gaya hidup Mereka sampai tiba waktunya mereka tidak punya uang yang bekerja untuk Mereka. Saya tidak dalam pembahasan dan perdebatan kaya dan miskin, namun mari Kita cermati bersama bahwa bila Anda yang kebetulan memiliki penghasilan rutin yang pasti deterima setiap bulan Saya sarankan untuk menyisihkan bukan menyisakan gaji yang Anda terima. Sangat jauh perbedaannya, sudah banyak testimoni yang Saya dengar betapa sulitnya mengelola gaji tiap bulan, seperti alokasi untuk kebutuhan rutin rumah tangga, membayar tagihan pinjaman, dsb. sehingga saran praktis Saya sisihkan gaji Anda minimal 10% yang Anda terima untuk dialokasikan pada jasa keuangan yang menghasilkan seperti tabungan, deposito, saham, reksadana, atau bisnis yang menghasilkan.           
Banyak yang bertanya bagaimana mengatur gaji agar cukup sampai dengan akhir bulan? Betapa sulit menyisakan gaji untuk ditabung/diinvestasikan? Gimana mau nabung/investasi, lha untuk kebutuhan aja kurang? Apa saja pos-pos keuangan yang harus dilakukan pada saat setelah menerima gaji? Berapa jumlah dan besaran yang perlu dialokasikan? Adakah tips untuk mencegah agar gaji benar-benar cukup atau bahkan lebih optimal? Baiklah, mari Kita bahas bersama:
A. Cara kelola dengan menyisakan gaji
Gaji/Penghasilan : 100,0
Sosial/Zakat/Infak/dll :     2,5
Cicilan kredit :   30,0
Shopping/Kebutuhan :   57,5
Saving/tabungan :   10,0   > bisakah menyisakan?

B. Cara kelola dengan menyisihkan gaji (rekomendasi)
Gaji/Penghasilan : 100,0
Sosial/Zakat/Infak/dll :     2,5
Cicilan kredit :   30,0
Saving/tabungan :   10,0
Shopping/kebutuhan  :   57,5   > habiskan!

4 pos utama yang mesti dilakukan yaitu Sosial, Cicilan, Tabungan, Kebutuhan. Besaran alokasi Sosial minimal 2,5% lebih boleh. Cicilan maksimal 30% bila lebih? Lakukan pembaruan kredit dengan angsuran maksimal 30%. Tabungan termasuk untuk hari tua, pendidikan anak, pension, investasi, dll minimal 10% lebih besar lebih baik. Kebutuhan maksimal 57,5% tidak boleh melibihi. Perhatikan cara A, sulit mewujudkan manabung sisa gaji? Mengapa? Sudah habis duluan..! Cara B, lebih Saya rekomen, mengapa? Sudah dialokasikan, pos-pos tersebut bisa dimasukkan amplop untuk membantu, bila disiplin silahkan habisikan untuk pos kebutuhan, dengan cara ini banyak yang telah membuktikan bisa memiliki dana di tabunggannnya, setidaknya lebih asyik menghabiskan dari pada menyisakan. Inggat Saving than Shopping!
Read More

Minggu

Published 15:15 by admin

Melek Finansial: 7 Hal Sering Dilupakan Tentang Uang

Pengetahuan tentang finansial jarang menjadi hal penting bagi kebanyakan masyarakat sehingga karena ketidaktahuan tersebut menyebabkan sering terjadi kesalahan. Bagaimana tidak mungkin terjadi bila permasalahan semakin meningkat namun pengetahuan  ikut meningkat. Melek finansial dapat pula diartikan cerdas finansial, sadar finansial, bijak finansial maupun sejenisnya namun dalam bahasa yang biasa saya sampaikan dalam berbagai kesempatan adalah melek finansial. Dengan belajar finansial diharapkan kita lebih bijak menyikapi saat memiliki uang dan lebih memahami saat belum memiliki uang.
Pada tulisan kali ini saya menyampaikan 7 hal yang sering dilupakan tentang uang. dimana inti dari pembahasannya setidaknya ada 7 yaitu:
Bagaimana mendapatkan uang dengan cepat dan benar?
Seringkali kita berpikir setelah dapat uang akan begini, akan begitu dan seterusnya. Mestinya kita juga berpikir keras bagaimana mendapatkannya dengan cepat dan benar. Ya benar, berpikirlah produktif bukan konsumtif.
Dimana perginya uang anda?
Beda lagi dengan hal yang satu ini, dimana kita sering kali mengatur uang apa adanya, jika ini yang terjadi kelak kita akan menemukan adanya apa? Artinya tanpa tau dimana tempat biasanya uang anda pergi, kelak jangan menyesali tiba waktunya anda membutuhkannya ia tiada. Ketahui penggunaan uang anda, biaya rutin, biaya terbesar dan biaya tak terduga.
Bagaimana membuat uang anda tumbuh & berkembang?
Layaknya tanaman, uangpun perlu ditanam agar ia tumbuh, tak cukup hanya tumbuh bagaimana ia berkembang. Sebisa mungkin ia berkembang dengan sehat, subur dan benar-benar menghasilkan. Bila hari ini uang anda masih belum tumbuh dan berkembang, segera tanam mungkin di deposito, reksadana, atau jasa perbankan yang mampu memberikan return terbaik bagi anda. 
Kenali kebutuhan dan keinginan?
Banyak yang sudah tau definisinya namun banyak pula yang mengabaikannya. Saya biasa menjelaskan secara ekstrim bahwa kebutuhan itu adalah sesuatu yang apabila tidak dipenuhi maka akan ‘terganggu’ kelangsungan hidup kita. Sebaliknya keinginan itu hal yang bisa dipenuhi maupun tidak. Prioritaskan segala kebutuhan bukan keinginan.
Menabung atau investasi
Hemat pangkal kaya, sudah tertanam dibenak kita sejak kecil namun hemat yang bagaimana yang seharusnya kita lakukan? Saran saya, sisihkan minimal 10% penghasilan anda untuk masa depan anda.
Merencanakan keuangan dengan bijak terhadap uang
Gagal merencanakan bisa jadi merencanakan kegagalan. Bila uang tidak dikelola dengan perencanaan yang baik maka bisa jadi saat kita membutuhkan dikemudian hari kita kebingunggan bagaimana memenuhinya. Missal perencanaan pendidikan anak, perencanaan pension, dll. Miliki perencanaan.
Jasa perbankan dalam membantu mengelola uang anda
Perbankan memiliki produk dan jasa yang bisa dikatakan mitra kita untuk mewujudkan cita-cita kita. Banyak contohnya mulai dari memenuhi modal kerja usaha, pembelian rumah dengan KPR, dana renovasi rumah, tabungan rencana pendidikan, memiliki kendaraan dengan KKB, dana talangan haji, memiliki emas dan masih banyak yang lain. Dengan mengetahui jasa perbankan dan memanfaatkannya maka kita lebih mudah dan sangat membantu dalam mewujudkan tujuan.
Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat dan salam finansial.
Read More