Sabtu

Published 22:27 by admin

Facebook di Tangan Para Pendekar


Sebulan terakhir ini media massa lumayan gencar memberitakan Facebook dari sisi negatif, dengan judul yang kadangkala bombastis, seperti “ABG Korban Facebook Ngaku Bersebadan 3 Kali”, “Korban Facebook Makin Banyak”, “Remaja Korban Penculikan via Facebook”, dan sejenisnya. Judul-judul yang menyudutkan Facebook itu bukan hanya mendominasi media cetak, tetapi juga teve. Bahkan Kompas.com pun, yang terkenal dengan kehati-hatiannya, juga terjebak pada judul yang sejenis, seperti Lagi, Remaja Jadi Korban Facebook. Facebook tiba-tiba menjadi biang masalah. Media Social ini dituduh sebagai penyebab celaka.

Padahal Facebook hanyalah medium. Tanpa ada yang menyalahgunakan, medium itu bersifat netral.


Ibarat pisau, Facebook dapat digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Mereka yang biasa menipu dengan medium lain, misalnya lewat SMS dgn mengirim SMS berhadiah jutaan rupiah tapi sesungguhnya menggerogoti uang korbannya, akan menggunakan medium apapun untuk mencari korbannya. Demikian juga para penjaja prostitusi, penjaja mimpi kaya mendadak, penyuka seks anak-anak dan lainnya. Facebook yang sedang digandrungi merupakan medium baru ampuh untuk menjerat calon korban. Maka para korban ini bukanlah korban Facebook, tetapi korban penjahat via Facebook.

Ibarat pisau, meski berniat positif jika tidak tahu cara menggunakannya, maka juga bisa berakibat negatif.

Orang tua sering melarang anak-anak di bawah umur atau balita bermain pisau karena bisa melukai anak tersebut. Pisau hanya boleh digunakan oleh mereka yang berhak. Sama juga dengan Facebook. Aturan Facebook sudah jelas dan terang benderang. Hanya mereka yang sudah berusia 13 tahunlah yang boleh menggunakannya. Anak-anak tidak berhak menggunakan Facebook!

Bahkan orang dewasa pun, ketika menggunakan Facebook, harus mau belajar bagaimana cara menggunakannya. Sebagai contoh, dalam hal social networking, Facebook lebih tepat digunakan untuk berkomunikasi dengan teman-teman lama yang sudah kita kenal ketimbang mencari teman sebanyak-banyaknya yang sesungguhnya tidak kita kenali sama sekali. Teman-teman baru inilah yang dalam banyak kasus terbukti merugikan. Maka saran saya, jika belum pernah bertemu darat, janganlah menerimanya sebagai teman di FB. Contoh lain, karena tidak paham etika, kita seringkali menyampahi halaman FB orang lain dengan iklan, tag foto, dan sejenisnya yang tidak ada hubungannya dengan orang tersebut sehingga menjengkelkan mereka.

Semakin paham kita menggunakan FB, semakin banyak dampak positifnya. Semakin sering kita berlatih menggunakan pisau, semakin ahli kita menggunakannya, dan semakin hebat pula dampak positifnya. Pisau di tangan pendekar, akan jauh berbeda hasilnya dengan pisau di tangan amatir.

Facebook di Tangan Para Pendekar

Selain untuk memperkuat tali silaturahim yang terputus karena jarak dan waktu, di tangan para pendekar, FB dapat dimanfaatkan secara positif. Ini beberapa contohnya:

1. Seorang eksportir mebel asal Jepara misalnya, menyediakan rumah besarnya secara cuma-cuma sebagai kantor “Facebook Jepara”, sebagai tempat belajar bagi para pengusaha Jepara agar bisa meningkatkan ekspor mebel via online, sekaligus memanfaatkannya sebagai forum untuk mendidik anggotanya untuk meningkatkan bisnis mereka. Dari kantor inilah lahir banyak pengusaha mebel online yang menembus pasar Eropa dan belahan dunia lain, menyumbang devisa yang cukup besar ke negeri ini.

2. Para produsen, terutama kerajinan tangan seperti batik, tas, sepatu, baik terbuat dari kulit maupun non kulit, banyak yang memanfaatkannya untuk menjual produknya. FB digunakan sebagai kanal baru penjualan. Ada yang mengaku bisa membeli mobil baru hanya menjual batik via FB. Bahkan seorang produsen herbal bisa meraih omset sangat tinggi di jejaring sosial ini.

3. Bagi yang haus ilmu, FB adalah tempat istimewa mendulang ilmu. Dengan mengikuti grup-grup yang kita minati, kita bisa belajar banyak dari anggota grup tersebut. Atau, dengan berteman dengan orang-orang yang istimewa dan bernilai plus, kita dapat menyerap ilmu dan kebijakannya yang sering dibagikan melalui status maupun notes-nya.

4. Bagi para simpatisan gerakan tertentu, dapat memanfaatkan FB untuk menggerakkan simpati. Gerakan mengumpulkan koin untuk membela Prita yang diancam penjara karena dituduh mencemarkan nama baik dalam kasus melawan RS OMNI dengan mudah digerakkan lewat FB. Demikian juga gerakan mengumpulkan koin untuk membantu operasi Bilqis, balita yang mederita kelainan hati, gerakan mengumpulkan beasiswa, gerakan mengumpulkan dana untuk Dompet Dhuafa , Dompet Umat dan sejenisnya berjalan bagus di medium ini.

5. Bagi yang sadar citra diri, FB dapat dimanfaatkan sebagai medium untuk personal branding. Kita ingin dikenal sebagai apa, dapat dibangun secara konsisten di medium ini.

Tulisan diambil dari SudutPandang, Semoga berguna.
Read More
Published 16:37 by admin

Nyoba Nge-ONLINE-kan bisnis OFFLINE

SentraRebana adalah pusat produksi dan penjualan alat musik rebana, marawis, hadrah, marching band, drum band, kendang dan alat musik lainnya. Bagi anda yang sedang mencari alat musik rebana dengan kualitas terbaik, di sinilah tempatnya, anda tidak akan merasa kecewa dengan kualitas produk kami yang sudah tersebar ke seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.

Kami menyediakan alat musik rebana dari berbagai model serta alat musik lainnya seperti Marching Band, Drum Band untuk TK sampai SMA

SentraRebana.com akhirnya datang sebagai media online kami untuk memudahkan para pelanggan kami dalam mencari informasi produk alat musik rebana dan alat musik lainnya
Untuk pemesanan alat musik rebana, silakan hubungi kami di sini


Oh..ya.. yang punya toko online wajib daftarkan webnya ke DaftarTokoOnline.ok
Read More
Published 06:54 by admin

Tampilan Baru Blog Adam Joyo Pranoto

Setelah 2 jam Googling untuk cari2 ide bisnis baru, eh.. malah kecantol dengan tips2 optimalisasi blog.. dan akhirnya AdamInstitute re-born dengan tampilan full-iklan (rencananya begitu) ya.. hitung2 online ga' keruan mending keruan dapat tambahan fee dari iklan... selamat menikmati posting2 baru yang menyenangkan...
Read More

Selasa

Published 15:46 by admin

SMS dari teman.... (oleh2 dari Trawas...)

1. Orang yang sangat produktif adalah orang yang memiliki kualitas, berbahagianya luar biasa.
2. Orang yang komitmenya tinggi adalah orang yang tidak pernah stress.
3. Kata kunci keberhasilan = Inovasi - Waktu / Speed.
4. Hal terbai didunia ini, bukanlah dimana kita berada, melainkan kearah mana kita melangkah.
5. Jenius adalah kemampaun untuk mengubah yang rumit menjadi sederhana.
6. Kekuatan dalam perjalanan hidup ditentukan oleh kualitas kekuatan mental, "keluh kesah adalah sampah"
7. bersambung...
Read More

Kamis

Published 05:31 by admin

Kecerdasan Finansial Vs Kecerdasan Intelektual

Masih ingatkah anda akan nasehat popular yang dulu sering dinasehatkan oleh orang tua atau guru di sekolah? “Belajarlah yang pintar nak biar nanti kamu gampang cari pekerjaan supaya bisa hidup enak dan sukses” Sebagian besar kita masih beranggapan bahwa nasihat itu benar dan penting. Bagaimana dengan anda?



Sayapun pada awalnya berpendapat sama, tapi perjalanan dan pengalaman saya membuktikan bahwa sebagian besar orang yang pintar (cerdas secara intelektual) malah bekerja pada orang yang bodoh (tidak cerdas secara intelektual, tetapi cerdas secara financial). Saya sendiri pernah menyelesaikan pendidikan S2 di UGM, tapi pada awal kerja saya, malah bekerja pada perusahaan yang direkturnya malah hanya lulusan SMU, dan semua karyawannya adalah sarjana kecuali OB. nah lho… benar kan kata saya.

Sejak kecil kita seringkali ditanamkan untuk belajar dan berprestasi di sekolah, sehingga dalam mindset kita secara tidak sadar akan tertanam pemikiran, bahwa kalo mau sukses maka harus memiliki pendidikan yang tinggi, sehingga selepas sekolah atau kuliah akan mencari pekerjaan sesuai dengan ijasah kita, seperti yang saya alami dulu. Ternyata akhirnya bekerja pada perusahaan yang pemiliknya Cuma lulusan SMA tapi kok bisa lebih kaya dari saya ya….

Ternyata cerdas intelektual itu bukan jaminan untuk membawa kita mencapai kesuksesan dan kekayaan, bukankah seorang guru atau dosen adalah orang yang memiliki kecerdasan intelektual, akan tetapi banyak kita temukan para kaum pendidik yang hidupnya pas-pasan, Banyak lagi para sarjana yang nganggur ataupun terpaksa bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan background pendidikannya dan jauh dari kesuksesan.

Kecerdasan intelektual cenderung membuat otak kiri sangat aktif sehingga lebih memilih cara aman dalam hidup sehingga setiap bulan pasti terima gajian, yaitu jadi pegawai. Sebaliknya orang yang bodoh (tidak cerdas secara intelektual) akhirnya mengambil jalan jadi pengusaha (karena melamar jadi pegawai tidak diterima), dan tidak jarang menjadi pengusaha yang sukses, dan akhirnya malah merekrut pegawai yang lebih pintar (sarjana). Bahkan pada akhirnya bisnisnya malah berkembang pesat.

Saya memutuskan untuk tidak terjebak dalam dunia kerja yang terlalu lama, maka setelah 6 bulan bekerja di perusahaan orang saya putuskan untuk “memajukan diri” (berhenti jadi pegawai dan menjadi pengusaha) walaupun pada saat itu belum tahu harus usaha apa. Yang penting berani “Action” untuk “memajukan diri”.

Ternyata tidak salah keputusan saya, setelah beberapa kali gagal dalam usaha, akhirnya kursus bahasa Inggris SMART ENGLISH yang dulunya hanya 1 outlet sekarang bisa berkembang menjadi 21 outlet di seluruh Indonesia. Dengan metode “Student Active Center” yang unik bisnis ini bahkan telah dapat dimiliki oleh siapa saja dengan system franchise.

Apabila kecerdasan financial kita diasah maka secara tidak langsung akan mengasah intelektual kita juga, yang pada akhirnya dapat melakukan apapun yang kita inginkan tanpa harus menguasai masalahnya secara detail. Saya pernah memiliki perusahaan percetakaan, biro iklan, dan tabloid, dan juga bisnis telekomunikasi yang tersebar di beberapa kota, akan tetapi sampai semua bisnisnya tutup dan bangkrut saya sama sekali tidak bisa dan tidak tahu proses cetak-mencetak, desain, apalagi menghandle perusahaan telekomunikasi saya. Untuk setiap pekerjaan yang memerlukan keahliannya, kita dapat bekerja sama atau mempekerjakan staf yang menguasai bidang tertentu, sehingga bisnisnya jalan, yang punya bisa jalan-jalan. Saya yakin anda pasti bisa. Saya pernah melakukannya. Pasti Bisa !!!

by: Eko Wardany (my Bussniss Mentor)
Read More

Minggu

Published 22:50 by admin

Rumah Ikan








Rumah Ikan, menyediakan berbagai jenis ikan konsumsi, yang sangat berguna bagi kesehatan dan menunjang kecerdasan otak karena banyak mengandung Omega 3. Rumah Ikan juga menyediakan aneka olahan mulai krupuk ikan, ikan asap, otak2, terasi ikan, bakso ikan, dan olahan ikan lainnya.
Read More

Rabu

Published 00:53 by admin

BRI oh BRI, riwayatmu kini...


This picture when I was there, visit my company klik https://bri.co.id/
Read More

Sabtu

Published 20:04 by admin

Lomba Blog Sekolah tingkat Nasional

Judul Kegiatan: “Lomba Website dan Blog Sekolah Tingkat Nasional” Pelaksanaan: Pendaftaran: 1 Agustus - 4 Oktober 2008 Penilaian: 6 - 18 Oktober 2008 Pengumuman pemenang : 20 Oktober 2008 



Penyerahan hadiah: 28 Oktober 2008 (diikutsertakan pada Upacara Hari Sumpah Pemuda) Persyaratan: Peserta lomba adalah semua sekolah SMP/MTs, SMU/SMK/MA/MAK, SLB, dan Pesantren Kriteria Web dan Blog yang dilombakan Secara umum Web dan Blog Sekolah menampilkan tingkat kepedulian sekolah terhadap pemanfaatan TIK/ICT dalam pembelajaran. Pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui email lombablog@seamolec.org dan website: http://lombablog.seamolec.org Hadiah: Juara I : Trofi dan uang Rp. 10.000.000 Juara II: Trofi dan uang Rp. 7.500.000 Juara III: Trofi dan uang Rp. 5.000.000 Bagi Pemenang dari luar wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok, biaya transportasi dan akomodasi pada waktu penyerahan piala ditanggung oleh Panitia. Lebih detail bisa kunjungi:  http://www.seamolec.org/ Tulisan dikutip dari:  http://afatih.wordpress.com/2008/08/03/lomba-buat-blog-sekolah-tingkat-nasional/
Read More
Published 19:45 by admin

Zahra Zahira Adam

klik here to know her...
(Adam & Hanim)
Read More
Published 19:12 by admin

Merdeka Temanku...

Bagaimana memaknai kemerdekaan? Apakah Anda setuju dengan saya...?  Maknai kemerdekaan dengan...
TIDAK BOHONG, SOMBONG, PELIT, TAMAK, MENGHARAP PUJIAN ORANG LAIN..

Merdeka Boeng!!!

Gambar ditas dimbil dari:
http://i31.photobucket.com/albums/c400/mail2yogie/OS/Merdeka.png
Read More

Rabu

Published 22:09 by admin

Komputer dan Masyarakat: Studi Sosial Komputer

Komputer dan masyarakat (Computer in Civilizations) merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan pada fakultas teknologi informasi (TI).

Mengapa komputer dihubungkan dengan masyarakat? mengapa bukan TI yang dibahas? Adalah John Preston dkk adalah orang yang mempopulerkan tema ini dalam bukunya Computer in a Changing Society dijelaskan bahwa TI sekarang ini identik dengan komputer, bicara TI maka pasti berhubungan dengan komputer. 



Namun terlepas dari itu, komputer dan masyarakat merupakan sebuah studi tentang bagaimana pemanfaatan komputer di berbagai aspek kehidupan di masyarakat (sosial komputer), bagaimana komputer memberi pengaruh, bahkan membentuk budaya atau tren baru. Pada tulisan kali ini, penulis mencoba membahas hal terkait dengan komputer dan masyarakat, yaitu pemanfaatan komputer pada berbagai bidang.
Artikel ini
dipublikasikan juga oleh IlmuKomputer.Com

Read More

Senin

Published 22:46 by admin

Usaha Mandiri Kecil-kecilan Untuk Mahasiswa

Read More
Published 22:35 by admin

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Teman-teman yang butuh informasi tentang Sistem Informasi Manajemen (SIM) bisa didownload: disini
http://www.esnips.com/web/SIMadam
Read More
Published 22:35 by admin

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Teman-teman yang butuh informasi tentang Sistem Informasi Manajemen (SIM) bisa didownload: disini.
Read More

Minggu

Published 23:20 by admin

Membangun Semangat


Kembangkan potensi diri dengan terus berpikir positif, bebas dan tetap semangat. 'George W. Adams and his father's family were among the earliest settlers of Muskingum County. Leaving the beautiful Virginia home in Fauquier (Fa-keer) County because of his strong abolition views and believing implicitly in the doctrine "that all men are born free and equal" -- an idea which had few followers among Virginia slave holders of that day -- he gave his slaves their freedom and sought a new home in a state where men were not held in bondage and where thought was free.
Read More