Sunday, March 29, 2020

Terkunci Karena Pikiran

Ada hitam ada putih, ada siang ada malam, ada yg sulit ada yg mudah, begitulah semesta semenjak dulu kala. Selalu mencari keseimbangan.



.
Teringat sebuah cerita, ada seseorang terjebak/terkunci dalam sebuah gerbong kereta berpendingin tempat penyimpanan makanan beku. Setelah gerbong tersebut berhasil dibongkar, orang tsb ditemukan tewas dalam posisi seperti orang menggigil kedinginan, padahal kenyataannya gerbong tersebut tidak dalam posisi ON alias pendinginnya mati, artinya di gerbong tersebut tidak dingin sama sekali. Dia mati karene pikirannya sendiri.
.
Musuh terbesar kita bukan orang lain, tapi pikiran kita sendiri. Apalagi di jaman seperti sekarang ini, dimana informasi tersebar begitu cepat melalui berbagai platform sosial media dan sangat mudah dimanipulasi untuk mempengaruhi pikiran bukan hanya seseorang tapi banyak orang. Akibatnya, hanya sedikit orang yg bisa melihat dari sisi yg berbeda, lebih banyak yg fokus pada sisi yg terlihat. Padahal semesta selalu dalam posisi keseimbangan...
.
Saya pastikan dalam 2-3 tahun kedepan kita akan melihat banyak orang2 baru yg sukses yg lahir dari keadaan saat ini, mereka itu adalah orang2 yg saat ini bisa melihat dan berfikir dari sisi yg berbeda. Semesta punya cara tersendiri untuk melahirkan para pemenang. Itu yg selalu terjadi.

source