Rahasia Wanita Bahagia



Alhamdulillah saya sudah berulang kali mengenal mereka yg sederhana, bahagia, sejahtera dan punya prinsip kuat pada agama, semua nikmat dan pencapaian itu dariNya.

Setelah mencari kelebihan mereka, hampir sering dijumpai mereka punya keluarga yg harmonis. Salah satunya yg saya kenal adalah Seorang General Manager, ia mengaku tiap siang sesibuk apapun ia berupaya meluangkan waktu untuk menelpon istrinya, ia senang kalau tau aktivitas istri ketika ia bekerja. Si General Manager mengaku dirinya tak romantis... hehehe. Dalam hati saya langsung bergumam, "Kalau begitu, saya juga sama dong."

Begitulah peran seorang wanita. Sekilas, wanita itu terlihat lemah. Namun tidak demikian adanya. Wanita itu kuat bahkan bisa menguatkan suaminya. Terbukti, tugas yang teramat berat seperti mengandung dan melahirkan, diberikan kepada wanita. Wahai suami, Coba anda pasang tas ransel seberat 2 kg di perut anda selama 3 bulan, 9 bulan. Berat? Banget! Nah, wanita yang hamil mengalami itu bahkan lebih dari itu.

Saya pun kenal seorang suami yang nggak sanggup mendampingi istrinya ketika melahirkan. Si suami mengaku bisa pingsan kalau dipaksa melihat istrinya melahirkan. Lha, melihatnya saja terasa berat, gimana si istri yang mengalami? Iya tho? Melahirkan, siapa yang berani ngomong itu pekerjaan ringan?

Pak Harto pernah dianggap sebagai The Strongest Man in Asia. Pak Habibie disebut-disebut sebagai tokoh paling cerdas dan paling berprestasi di negeri ini. Namun lihatlah apa yang terjadi ketika istri mereka meninggal. Mereka jadi begitu lemah. Mendadak lemah. Begitu pula kakek saya. Saat nenek saya meninggal, berat badan kakek saya langsung merosot dan sakit-sakitan. Padahal nenek saya belasan tahun lebih tua daripada kakek saya.

Seperti itulah peran seorang wanita. Ia tidak lemah. Sebaliknya, ia kuat bahkan bisa menguatkan suaminya. Woy Suami, muliakan istrimu, sayangi dan muliakan, bukankah kau dilahirkan oleh seorang wanita yg bernama ibu yg bukan lain adalah istri dari orang tua laki-lakimu.