Si Jahat dan Si Soleh




Si jahat membuat masalah.

Si picik memperbesar masalah.

Si awam membicarakan masalah.

Si hebat menuntaskan masalah.

Si bijak mensyukuri adanya masalah.

Si jeli melihat peluang dari masalah.

Si soleh naik derajat karena masalah.

Dengan kata lain, tidak ada yang salah dengan masalah. Jadi, buat apa resah dan gelisah? Kendati tidak mudah, sikapi saja dengan benar, niscaya semua akan berakhir indah. Jadikan saja MASALAH itu sebagai "MASa indAh Lebih dekat dengan ALLAH".

Bagi manusia modern, salah satu yang dianggap masalah adalah pekerjaan kantor. Btw, apa benar itu masalah? Atau sikap dan cara berpikir kita yang salah? Jika Lillah (karena Allah) tak akan Lelah, masalah akan lebih mudah.. Insya Allah..

Riset yang dihelat oleh Centre for Work and Life di Universitas Australia Selatan mengulik fakta bahwa seorang yang bekerja penuh adalah orang yang paling jarang merasa bahagia. Ini karena banyaknya tekanan pekerjaan yang harus dilakoni, mulai dari pekerjaan kantor, pribadi dan kadang urusan rumah.

Lebih lanjut riset tersebut menjabarkan, kaum hawa lebih rentan terkena stress dan depresi akibat bekerja full-time, ketimbang pria. Sejak 2007 hingga 2010 telah terjadi peningkatan sebanyak 10 persen bahwa pekerjaan kantor seringkali menggangu aktivitas di luar kantor.

Lalu pada 2010, sekitar 25 persen kaum hawa yang bekerja full-time merasa tidak puas dengan kehidupan pekerjaannya. Nah, di sini kita perlu berhati-hati karena tekanan pekerjaan bisa berakibat buruk bagi kesehatan, terutama jantung. Waduh!

Penelitian lain yang diterbitkan jurnal Occupational And Environmental Medicine mengungkapkan bahwa kaum hawa yang bekerja di bawah tekanan ternyata dapat berakhir dengan jantung koroner. Bagi pria bisa struk. Nah lho!

Hati2 dgn jantung anda!
Jangan diskon bahagia anda dgn kerja. Bekerja namun harus tetap bahagia!

Happy MONey DAY!