Melek Finansial: Jangan Sisakan Gaji Anda!

Penghasilan rutin yang pasti diterima setiap bulan mestinya bisa Kita optimalkan agar lebih baik, Saya mengistilahkan sebagai harta berdaya. Maksudnya, apa yang Kita miliki hari ini memberikan daya lebih bagi Kita dikemudian hari. Kemudian apa maksud dan hubungannya dengan judul tulisan kali ini “jangan sisakan gaji anda” bila tidak disisakan, habis dong? apa tidak salah tulis? bukankah Kita disarankan untuk menabung/berinvestasi/bisnis?
Anda tidak salah baca, dan Saya juga tidak salah tulis. Dalam tulisan ini Kita akan mengetahui perbedaan orang kaya dan orang miskin dimana orang kaya bekerja untuk mendapat uang dan menginvestasikannya sehingga uang menghasilkan, ya uang bekerja untuk  Mereka. Bagaimana dengan orang miskin, Mereka bekerja untuk mendapat uang dan menghabiskan untuk membayar gaya hidup Mereka sampai tiba waktunya mereka tidak punya uang yang bekerja untuk Mereka. Saya tidak dalam pembahasan dan perdebatan kaya dan miskin, namun mari Kita cermati bersama bahwa bila Anda yang kebetulan memiliki penghasilan rutin yang pasti deterima setiap bulan Saya sarankan untuk menyisihkan bukan menyisakan gaji yang Anda terima. Sangat jauh perbedaannya, sudah banyak testimoni yang Saya dengar betapa sulitnya mengelola gaji tiap bulan, seperti alokasi untuk kebutuhan rutin rumah tangga, membayar tagihan pinjaman, dsb. sehingga saran praktis Saya sisihkan gaji Anda minimal 10% yang Anda terima untuk dialokasikan pada jasa keuangan yang menghasilkan seperti tabungan, deposito, saham, reksadana, atau bisnis yang menghasilkan.           
Banyak yang bertanya bagaimana mengatur gaji agar cukup sampai dengan akhir bulan? Betapa sulit menyisakan gaji untuk ditabung/diinvestasikan? Gimana mau nabung/investasi, lha untuk kebutuhan aja kurang? Apa saja pos-pos keuangan yang harus dilakukan pada saat setelah menerima gaji? Berapa jumlah dan besaran yang perlu dialokasikan? Adakah tips untuk mencegah agar gaji benar-benar cukup atau bahkan lebih optimal? Baiklah, mari Kita bahas bersama:
A. Cara kelola dengan menyisakan gaji
Gaji/Penghasilan : 100,0
Sosial/Zakat/Infak/dll :     2,5
Cicilan kredit :   30,0
Shopping/Kebutuhan :   57,5
Saving/tabungan :   10,0   > bisakah menyisakan?

B. Cara kelola dengan menyisihkan gaji (rekomendasi)
Gaji/Penghasilan : 100,0
Sosial/Zakat/Infak/dll :     2,5
Cicilan kredit :   30,0
Saving/tabungan :   10,0
Shopping/kebutuhan  :   57,5   > habiskan!

4 pos utama yang mesti dilakukan yaitu Sosial, Cicilan, Tabungan, Kebutuhan. Besaran alokasi Sosial minimal 2,5% lebih boleh. Cicilan maksimal 30% bila lebih? Lakukan pembaruan kredit dengan angsuran maksimal 30%. Tabungan termasuk untuk hari tua, pendidikan anak, pension, investasi, dll minimal 10% lebih besar lebih baik. Kebutuhan maksimal 57,5% tidak boleh melibihi. Perhatikan cara A, sulit mewujudkan manabung sisa gaji? Mengapa? Sudah habis duluan..! Cara B, lebih Saya rekomen, mengapa? Sudah dialokasikan, pos-pos tersebut bisa dimasukkan amplop untuk membantu, bila disiplin silahkan habisikan untuk pos kebutuhan, dengan cara ini banyak yang telah membuktikan bisa memiliki dana di tabunggannnya, setidaknya lebih asyik menghabiskan dari pada menyisakan. Inggat Saving than Shopping!