Melek Finansial: Jadikan Uang Bekerja Untuk Anda

Membuat uang bekerja untuk Anda bukan klenik, bukan majik, bukan mimpi, bukan sesuatu yang mustahil dan hal tersebut nyata dan bisa dilakukan. Bila anda tiap hari bekerja untuk mendapatkan uang, kini saatnya berpikir bagaimana caranya agar uang dapat bekerja untuk anda tentunya dengan cara yang halal dan legal. Siapapun bisa melakukannya asalkan ada kemauan yang kuat untuk mewujudkan. Bagaimana caranya? Mari Kita mulai membahasnya. Rumusnya adalah mengelurkan (penghasilan) lebih sedikit dari yang diterima dan menginvestasikan selisihnya untuk tujuan, jumlah dan waktu tertentu sebenarnya konsepnya sederhana namun perlu upaya sunguh-sunguh mewujudkannya. Banyak pilihan jasa keuangan yang bisa dipergunakan untuk melakukan investasi seperti: Reksadana, Saham, Obligasi, Properti, Emas, Deposito, dll. Kali ini kita akan mengambil contoh Deposito, misalkan Anda punya penghasilan 4 juta per bulan atau dengan kata lain 48 juta per tahun, jika Anda menabung 70% dari penghasilan Anda atau 2.8 juta per bulan, lalu Anda investasikan dalam Deposito dengan return 8% per tahun, maka Anda akan mendapatkan 515 juta pada akhir tahun ke-10. Anda hanya menyisakan 1.2 juta saja per bulannya atau 14.4 juta per tahunnya untuk hidup. Apakah hal ini mungkin? Iya mungkin saja. Kenapa tidak? Setelah tahun ke-10 Anda memiliki 515 juta, jika 515 juta dialokasikan pada deposito dengan return 3% saja per tahunnya, maka Anda mempunyai 15.45 juta per tahun untuk dipergunakan. Angka tersebut lebih tinggi dari 14.4 juta yang sebelumnya biasa Anda belanjakan untuk hidup. Anda tidak perlu melakukan pekerjaan apapun, cukup menikmati hasil dari Deposito 15.45 juta tersebut. Jika Anda benar-benar antusias & agresif, coba saja Anda simulasikan dengan angka yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Mendengar ide ini mungkin tampak tidak mungkin, hidup dengan 30% dari penghasilan, jawaban saya tetap sama: hal ini sangat mungkin dilakukan. Ini hanya soal pilihan hidup. Investasi merupakan hal yang jarang menjadi prioritas dalah hal mengelola keuangan, kesalahan yang sering kita dengar adalah investasi membutuhkan dana yang banyak? Nunggu keuangan siap baru investasi? Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sulit apalagi untuk mengalokasikan dana investasi? Ngak mungkin! Hutang yang harus dibayar setiap bulan masih banyak? Penghasilan pas-pasan? Dan segudang alasan lainnya. Dalam investasi, hal yang perlu dicermati adalah waktu yang perlu kita perhitungkan karena besaran dana yang dialokasikan bersifat relatif. Dengan alokasi dana yang sama namun waktu yang berbeda hasilnya akan jauuuhh berbeda. Bila tujuan dari investasi tersebut jangka panjang, segera saat ini lakukan alokasi dana agar wujudkan uang bekerja untuk Anda. Semoga bermanfaat.