Memakmurkan Masjid-Memakmurkan Rezeki

Masjid adalah tempat yang paling baik di muka bumi. Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat yang sangat mulia dan sangat utama untuk kegiatan ibadah umat Islam seperti sholat, berdzikir, bersholawat, dan majlis ta’lim. Maka dari itu Allah SWT sangat mencintai masjid dan orang orang yang berjalan menuju masjid untuk beribadah
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-­orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka (semoga) merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At Taubah: 18)
Jika diibaratkan sebagai tuan rumah, maka apakah kita ragu terhadap kedermawanan Allah terhadap tamu-tamu yang datang ke rumah Allah? Jika manusia saja diajarkan oleh Baginda Rasulullah SAW untuk menghormati dan memuliakan tamunya, maka apabila kita bisa berpikir dengan bijak dan merasakan dengan hati nurani harusnya kita sadar bahwa Allah akan menjamu tamuNya dengan sangat mulia. Maka kita berlomba-lomba untuk datang  memakmurkan masjid agar kita menjadi makhluk pilihan/tamu yang dimuliakan oleh Allah.
Bayangkan saja ketika kita menjadi tamu kehormatan di kediaman seorang raja atau presiden. Apakah hidangan dan sambutannya sama seperti yang ada di rumah orang biasa? Sudah jelas hidangan dan sambutannya akan lebih terhormat saat kita bertamu di kediaman presiden dibanding dengan bertamu di rumah orang biasa. Raja/presiden hanyalah manusia biasa yang memimpin suatu negara bukanlah penguasa yang menciptakan alam semesta yang indah dengan segala keteraturannya ini. Dan Allah SWT lah adalah Sang Pencipta, Maha Penguasa, Maha Kaya yang memiliki seluruh yang ada di alam semesta ini. Masihkah kita meragukan kekayaan Allah? Masihkah kita meragukan kedermawanan Allah? Jika Allah tidak sayang dan mengasihi kita semua, mungkin saat ini kita tidak akan sebebas ini menghirup oksigen yang masuk ke tubuh kita. Kalau kita berpikir, berapa harga tiap tabung oksigen? Apakah selama ini kita membayar untuk itu? Oleh karena itu sudah sepantasnya kita bersyukur dan bersujud atas segala nikmat Allah yang diberikan kepada kita.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan” (QS Ar Rahman 13)