Melek Finansial: Harus tau! Hutang baik dan Hutang buruk

Hutang/pinjaman/pembiayaan merupakan hal yang tak bisa terpisahkan dari mereka yang berpenghasilan. Bicara soal hutang, sebagian besar kita punya hutang? Berapa penghasilan yang mereka habiskan untuk bayar hutang? Untuk apa mereka berhutang? Apakah hutang akan jadikan keuangan kita lebih baik? Atau sebaliknya. Mari kita bahas bersama, pada tulisan kali ini, penulis mengajak pembaca sekalian mengetahui hutang baik dan hutang buruk. Kebaikan hutang bagi keuangan dan membantu mewujudkan impian serta sebaliknya agar pembaca sekalian terhindar dari jebakan hutang yang mengerikan.
Hutang baik merupakan daya ungkit (laverage) bagi keuangan kita, ianya jadikan keuangan kita lebih berdaya, hutang baik yang digunakan untuk hal produktif membuat uang masuk kantong kita dan akan menghasilkan lebih dan memudahkan kita mewujudkan impian. Contoh hutang untuk tambah modal usaha, jagan ragu dan takut untuk meningkatkan usaha melalui hutang selama digunakan secara tepat dan cermat, hutang untuk usaha akan meningkatkan pendapatan kita, kalau mau buka cabang atau nambah stok barang hanya mengandalkan uang sendiri akan lama perkembangannya. Hutang untuk pembelian rumah adalah contoh lain dari hutang baik, kita bisa manfaatkan daya ungkit bank untuk membeli rumah, karena harga rumah akan terus meningkat, dengan menyediakan dana sekitar 30% dari harganya, kita sudah bisa memiliki rumah yang kita kehendaki.
Bagaimana dengan hutang buruk?  Bicara hutang sebagian orang takut, ngeri dan sebagainya; takut tidak bisa bayar, takut mati membawa hutang, biarkan jalan apa adanya, pelan-pelan asal “selamat” dan alasan-alasan lainnya. Agar tidak ragu lagi, mari kita bahas, hutang buruk adalah hutang yang digunakan untuk kebutuhan non-produktif dengan adanya hutang tersebut uang keluar kantong kita, penulis tidak melarang namun hutang ini perlu dikendalikan. Hutang ini tidak memberikan return bagi pemilik hutang, hutang ini cenderung mengarah konsumsi. Contoh hutang untuk pembelian kendaraan pribadi, karena harga kendaraan makin tahun makin menurun, biaya pemeliharaan, anggaran pajak tahunan, dll kecuali kendaraan tersebut digunakan untuk bisnis yang menghasilkan. Hutang untuk perjalanan berlibur dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, pembelian gadget dan sejenisnya merupakan hutang buruk karena pemenuhan kebutuhan tersebut membebani kantong kita. Saran saya kendalikan secara tepat dan cermat.
Beberapa tips yang perlu diperhatikan terkait dengan hutang
Sebelum berhutang pastikan peruntukan untuk keperluan apa anda berhutang, upayakan hutang yang digunakan untuk keperluan produktif (uang masuk kantong), bila terpaksa dengan hutang non-produktif (uang keluar kantong) pertimbangkan lagi dengan alternatif keuangan lain
Perhitungkan sumber dana untuk angsurannya, bagi yang berpenghasilan tetap upayakan total angsuran tidak melebihi 30% dari total penghasilan anda sehingga anda bisa menjalankan menabung atau investasi
Membayar hutang adalah prioritas karena ia bersifat wajib, hati-hati dengan keterlambatan membayar hutang dapat berdampak pada denda, pinalti, blacklist debitur bermasalah, dan kesulitan pinjaman selanjutnya
Jaga nama baik anda, karena nama baik anda jauh lebih penting dan bersifat jangka panjang. Jangan hanya gara-gara hutang yang terlambat bayar, apalagi sampai macet reputasi anda jadi taruhannya. Sistem perbankan terkoneksi dengan Bank Indonesia sehingga track record pinjaman akan diketahui semua bank.
Kelola hutang anda dengan tepat dan cermat, karena hutang bukan hibah dan harus mengembalikan. Tepat tujuannya dan cermat dalam upaya mengembalikannya. Semoga bermanfaat.