Bank Syariah Sebuah Pilihan

Ma'af tulisan rutin blog saya mestinya terbit setiap hari Senin, terjadi keterlambatan karena tidak seperti saya menulis artikel untuk mengisi rutin kolom Melek Finansial sebuah majalah pendidikan yang ada deadline tanggal masuk ke redaksi. Tapi tak apalah untuk hal ini saya diskon diri namun tetap komitmen walaupun harus mundur hari. Memang sejak penghujung tahun 2013 saya menetapkan beberapa kebiasaan baru di tahun 2014 ini, salah satunya adalah menulis rutin di blog setiap hari Senin. Walaupun kualitas tulisan saya ala kadarnya, walaupun tulisan hanya sebagai catatan pengalaman yang mungkin juga layak hanya untuk konsumsi pribadi karena konten yang terbilang sederhana.  Tak apalah, belajar baik itu lebih baik daripada pintar tidak mau terus belajar.
Tulisan kali ini merupakan salah satu catatan saya setelah mengikuti sertifikasi pembiayaan syariah di Universitas Indonesia yang diselenggarakan oleh LSP LKM CERTIF. Kalau boleh diringkas bahya konsep syariah mengedepankan segala sesuatu bersifat nyata/real, ya nyata transaksinya. Jadi bukan transaksi uang, bukan pinjam-meminjam, bukan bunga-berbunga, terus apa dong? Transaksinya pembiayaan (jual beli, patungan atau bagi hasil) dimana ada barang yang ditransaksikan. Menarik, dilajjutkan pada tulisan-tulisan selanjutnya.