Kesalahan Orang Dalam Mengajukan KPR

Sudah berapa kali gagal mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)? Masih mau mencoba membeli properti dengan KPR? Jika masih, sebaiknya Anda telaah apakah Anda memiliki kendala atau melakukan beberapa kesalahan dari 9 kesalahan berikut ini. Tidak punya penghasilan. Jelas, jika Anda tidak memiliki penghasilan, bank pun tidak akan berikan pinjaman. Penghasilan ini digunakan untuk menghitung repayment capacity atau kemampuan mencicil kembali. Mengajukan pinjaman hanya kepada 1 bank. Operator bank adalah manusia. Manusia memiliki subyektifitas yang berbeda. Maka dalam mengajukan KPR sebaiknya tidak diajukan hanya kepada 1 bank saja. Lebih banyak lebih baik. Tidak mau berbadan hukum atau mengurus izin usaha dan NPWP jika diperlukan. Menganggap Bank sbg musuh bukan partner. Anggap saja bank itu sekretaris kita yang memiliki tugas mencatat pemasukan dan pengeluaran. Berpikir bahwa pinjam uang di bank harus ada koneksinya. Banyak yang berpikir demikian. Tapi ini adalah pemikiran salah. Apalagi yang bakal anda pinjam hanya seratus duaratus juga. Kalau seratus duaratus milyar, mungkin butuh. :D Usianya belum cukup atau sudah pensiun. Usia yang diizinkan menggunakan fasilitas KPR adalah di atas 21 tahun sampai dengan usia pensiun. Timing pengajuan tidak tepat. Ajukan KPR di bulan Januari sampai September. Dimana bank masih mengejar target penjualannya. Atau di minggu ketiga dan keempat. Tapi ingat ya, lihat dulu apakah banknya mengejar target penjualan atau tidak. Berpikir cukup membawa sertifikat tanah bisa dapat pinjaman. Jelas tidak cukup. Karena yang dibutuhkan bukan sekedar sertifikat, tapi kemampuan membayar kembali. Putus asa kalau ditolak. Nah kayak pacaran aja. Malu ah. Tetap semangat gitu. source: mas aryo