Anda Adalah Seperti Apa Yang Anda Fikirkan

Sejujurnya saya adalah orang yang tidak percaya bahwa sukses, gagal, kaya, miskin adalah takdir. Takdir bagi saya adalah saya dilahirkan, laki-laki dan sebagainya. Sayalah yang menciptakan hidup saya tentunya atas izin Tuhan, Tuhan memberikan saya kebebasan untuk menentukan hidup saya. Sahabat Tycooner, pernahkah Anda berfikir dan merenung, membandingkan kehidupan Anda 5-10 tahun yang lalu dengan hari ini. Banyak diantara kita, antara kehidupan 5-10 tahun yang lalu, dengan hari ini tidak banyak mengalami perubahan, alias sama aja. Sementara itu, ada beberapa orang yang kehidupannya jauh sekali berbeda dalam kurun waktu yang sama. 24 tahun yang lalu, nasib saya sama dengan Bill Gates. Sama-sama putus sekolah alias Drop-out, tapi saat ini, posisinya jauh berbeda. Kenapa ada orang yang berhasil dan kenapa ada orang yang jalan ditempat. Bedanya cuma mimpi dan tindakannya. Sama seperti ketika Anda naik mobil, tapi Anda tidak tahu mau pergi kemana, maka sudah hampir dipastikan mobil itu tidak akan bergerak kemanapun, paling cuma muter atau maju disekitar itu aja. Tapi, begitu anda mempunyai tujuan, misalnya dari Bandung ke Bogor. Maka mobil tersebut akan bergerak menuju Bogor, masalah bergeraknya lewat Puncak, Tol Cipularang, mampir dulu ke Semarang, atau nyampenya 2 jam, 20 jam, 2 hari, bahkan 2 bulan, itu bukan urusan kita, itu urusannya Tuhan. Dia tahu jalan yang terbaik, tercepat dan termudah bagi kita. Begitupun dengan Anda, begitu Anda menetapkan sebuah tujuan. Maka seluruh tubuh Anda, alam bawah sadar Anda, pikiran Anda, secara tanpa disadari akan bergerak kearah tujuan tersebut. Kapan dan bagaimana itu terwujud, hanya Tuhanlah yang tahu, lepaskan saja, kewajiban Anda adalah menetapkan tujuan dan melakukan tindakan yang searah dengan tujuan Anda. Cobalah untuk merenung sejenak, dan mencari tahu. Sebetulnya apa sih yang Anda inginkan dalam hidup ini? kehidupan seperti apa yang Anda mimpikan 5-10 tahun yang akan datang? Definisikanlah dengan jelas dan terukur. Dan jangan pernah mimpi Anda itu dihubung-hubungkan dengan kondisi Anda hari ini, karena memang tidak Ada hubungannya dan tidak pernah ada hubungannya. Contoh: “Saya mau kaya” -> Tidak jelas, kaya apa? “Saya berpenghasilan $100.000/bulan dari Internet Marketing” –> Jelas dan terukur Saya percaya Anda bisa menjadi apapun yang Anda fikirkan, jadi ketika Anda merenungkan tujuan/mimpi Anda, lepaskanlah…. Jangan hubung-hubungkankan dengan kondisi Anda saat ini, karena memang tidak ada hubungannya…. Dan ingat, jangan pernah pikirkan bagaimana itu akan terjadi… Kemudian tuliskan… ya… tuliskan…. Kalau kata mentor favorit saya Jack Canfield: “Tulis dan buatlah seolah-olah itu sudah terjadi….” Sahabat Tycooner sekalian, orang besar lahir dari mimpi yang besar. Saya ingin sedikit sharing pengalaman pribadi saya. Alhamdulillah di tahun 2007, Tuhan memberikan saya sebuah pengalaman yang luar biasa dalam kehidupan saya. Tuhan menarik saya ke titik terendah, bukan balik lagi ke NOL tapi minus 5 Milyar. Tapi saya yakin saat itu bukanlah musibah, tapi sebuah ancang-ancang untuk sesuatu yang lebih tinggi dan jauh. Saat itu saya pernah menulis seperti ini, dan saya masih simpan sampai saat ini:

Coba Anda bayangkan, saat saya tulis ini, saya tidak pernah tahu bahwa 250jt/bulan itu dapat dari Internet Marketing macem apa? Boro-boro tahu ClickBank…. Adsense aja ngeraba-raba…. Tapi, Alhamdulillah 2010 terwujud bahkan lebih, dan sebagian dari ClickBank yg saya tidak pernah tahu sebelumnya. Kemudian yang kedua (menjadi seorang pembicara seminar), saya tidak pernah tahu bahwa itu akan terjadi dengan KebunEMAS, belum ada waktu itu KebunEMAS. Kepikiran aja nggak…. Saya tidak menyangka bahwa point 2 terwujud dari yang namanya KebunEMAS. Saya baru menyadarinya sekarang, bahwa benar, bagaimana itu terjadi itu bukan urusan kita, itu urusan Tuhan, yang bisa kita lakukan adalah menetapkan tujuan dan melakukan tindakan yang searah dengan tujuan/mimpi kita. Saya ingat, bahwa memang saya tidak pernah berhenti untuk belajar IM dari siapapun, dimanapun, tanpa berhenti dan merasa bosan atau putus asa. Hal yang Kedua, kalau diminta ngisi seminar atau workshop Entrepreneur University, mau dibayar atau tidak, atau di kota manapun juga undangannya sampai ke pelosok-pelosok, saya selalu berusaha untuk datang…. Itulah mungkin yang mempercepat mimpi saya terwujud, ketekunan mengalahkan kepintaran. Melakukan tindakan yang searah dgn tujuan/mimpi kita… Jadi, kesimpulannya adalah, apa yang terjadi dgn diri kita hari ini, adalah apa yang pernah kita fikirkan sadar atau tidak sadar sebelumnya. Oleh karena itu, saya sering kali sedih dan prihatin ketika melihat beberapa rekan-rekan yang sering menulis baik di status baik Facebook maupun Twitter, isinya mengeluh, menyalahkan keadaan, orang lain dsb. Hmmm… menurut saya itu sama saja seperti bilang begini: Ya Tuhan aku ingin seperti itu !!! Kita sendiri koq yang menciptakan hidup kita, Tuhan hanya memfasilitasi saja. Oleh karena itu hati-hatilah dalam berucap dan berfikir. Selalu berfikir dan bertindak positif, tidak pernah ada yang salah dgn kejadian yang kita alami, yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menyikapi kejadian itu. Makanya ada salah satu firman Tuhan yang mengatakan: Aku ini seperti prasangka hamba Ku…. Saya sendiri sering teringat dgn Al Quran Surat Al Qalam ayat 1-6, yang singkatnya kurang lebih begini: “— Nun, Demi kalam dan apa yg mereka TULIS, berkat nikmat Tuhanmu Kamu sekali-kali bukan orang gila. Maka kelak engkau akan melihat dan orang-orang lainpun akan melihat, siapa diantara kamu yg gila… —” Buat saya Surat ini sangat menginspirasi saya… tuliskan… walaupun kalau ada orang yang melihat apa yang kita tulis kita akan dikatakan “gila” saat itu… Tapi suatu hari nanti, siapa diantara kamu yg gila….. very like this…. Tulisan ini saya ambil dari tulisan saya yang sama di Forum www.RepublikTycoon.com karena menurut saya kesuksesan itu 80% berasal dari fikiran dan 20% baru teknis. Seringkali tanpa disadari fikiran kita justru membuat sesuatu yang tidak kita inginkan malah terjadi…. Sekali lagi, tidak pernah ada yang salah dengan keputusan Anda, semuanya BENAR. Walaupun saat ini Anda merasa keputusan itu salah, tapi suatu saat nanti, Anda akan mengatakan bahwa keputusan itu BENAR. Yang salah itu, tidak pernah memutuskan. Tuhan tahu jalan terbaik untuk kita dan Tuhan tidak pernah salah dalam memberi, yang ada kita salah dalam menyikapi…. Di ambil dari salah satu posting saya di forum Mindset pada foorum www.RepublikTycoon.com